
Resepsi pernikahan dan rangkaian acara yang melelahkan itu akhirnya berakhir. Abel bisa bernafas lega acaranya berjalan lancar. Kini ia sudah berada di dalam kamar hotel menunggu Daniel yang masih menyapa beberapa sahabat lamanya yang datang terlambat. Abel sendiri duduk di sofa panjang sambil menyandarkan dirinya di sandaran sofa.
Pengen bobok, Daniel mana sih lama banged.
Yang di tunggu-tunggu pun masuk ke dalam kamar. “Maaf sayang, lama ya?” Mendekati Abel dan duduk di sebelah perempuan yang kini bersatus istri sah nya.
“Udah tau pake nanya. Aku capek bee, pengen cepet-cepet bobok.” Keluh Abel merasakan kantuk yang luar biasa. Bee adalah panggilan sayang dari Abel untuk Daniel.
“Yah, kok bobok sih, Yang?Malam pertamanya gimana?” Daniel tidak benar-benar meminta haknya malam ini, ia hanya menggoda Abel sedikit.
“Besok aja gimana?Aku capek banged.” Nggak taunya Abel menanggapi Daniel serius.
“Pftt.”
“Kok malah ketawa sih, bee?”
“Aku hanya bercanda, sayang. Kamu nanggepin nya serius, mana mungkin aku maksa kamu buat malam pertama sekarang. Aku juga tau kamu capek.” Daniel mengecup pipi Abel.
“Abis kamu kayak ngebet banged gitu.”
“Kelihatan banged, ya?” Abel mengangguk menjawab pertanyaan Daniel.
“Aku masih bisa tahan.” Ucap Daniel serius.
“Kalau gitu bantu turunin resleting gaun ku bee, aku mau mandi.” Abel mengubah posisi duduknya memunggungi Daniel agar lelaki itu bisa lebih mudah membantu Abel menarik resleting gaunnya.
Susah payah Daniel menahan diri untuk tidak menyentuh Abel malam ini, Abel malah menyuguhinya pemandangan indah. Bagian bahu polos Abel yang terekspos serta leher jenjang Abel dari belakang sungguh menggoda. Daniel menelan salivanya kasar.
Istri nggak ada akhlak, sabar junior sabar.
__ADS_1
“Bee, buruan dong!Aku pengen mandi.” Panggil Abel karena Daniel tidak segera membantu membuka resleting gaunnya.
“Iya, iya.” Daniel menggerakan tangan kananya menyentuh resleting gaun Abel. Namun baru saja akan menarik resleting nya, pandangan Daniel lagi-lagi tertuju pada bahu Abel yang mulus. Perlahan Daniel memajukan kepalanya mendekati bahu Abel lalu mengecupnya lembut.
“Bee, jangan dong.”
“Nggak tahan sayang, pengen cium.” Jawab Daniel santai sambil mengecupi bahu Abel.
“Kamu mah kebablasan nanti.” Cebik Abel.
“Nggak papa kebablasan sama istri sendiri.”
“Bee....” rengek Abel.
“Iya, iya. Dasar mengganggu kesenanganku saja.” Mau tidak mau Daniel menghentikan aktivitasnya, lelaki itu lalu membantu Abel menurunkan resleting gaunnya. “Sudah.”
“Makasih.” Abel bangkit berdiri, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Daniel geleng-geleng kepala mengingat nafsunya yang sudah menggebu untuk menyentuh istrinya. “Sabar.” Menyusul Abel pergi ke kamar mandi. Ia berhenti di depan pintu kamar mandi.
“Yang sayang, ikut mandi dong!” Sambil menggedor pintu kamar mandi.
‘Nggak mau. Yang ada nggak jadi mandi nanti, aku tau niat mesum kamu. Nggak semudah itu Bambang!’ Tolak Abel menyahut dari dalam kamar mandi.
Kok dia bisa tau niat aku sih.
“Cuman ikut mandi, sayang. No mesum-mesum an. Janji deh.” Teriak Daniel meyakinkan.
‘Mana ada maling ngaku yang ada penjara penuh.’ Balas Abel.
__ADS_1
“Aku suami kamu, sayang. Bukan maling.” Pekik Daniel.
‘Bodo amat, tunggu aja aku bentar lagi selesai.’
Huh.
Daniel pergi ke balkon untuk merokok sambil menikmati suasana malam kota Jakarta dari lantai 23.
Abel sudah selesai dengan ritual mandinya. Ia keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi sambil tangannya memegang handuk kecil untuk mengusap rambutnya yang basah. Abel melihat sekeliling tapi tidak menemukan suaminya.
Kemana Daniel?Apa dia marah?
Lalu pandangan Abel tertuju pintu balkon yang terbuka. Abel bisa menebak suaminya itu pasti sedang merokok di balkon. Abel berjalan ke arah balkon berniat menyuruh Daniel mandi.
Daniel sendiri bisa mendengar langkah kaki Abel. Lelaki itu langsung menoleh saat Abel sampai di balkon.
“Sudah?”
“Kamu mandi dulu sana!”
“Baiklah.” Mengecup bibir Abel sekilas lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Malam pertama yang dilewati dengan tidur pulas. Abel tidur pulas memunggungi Daniel, sementara Daniel tidur dengan memeluk Abel dari belakang.
.
.
.
__ADS_1
.