
“Sayang..Aku bantu kamu.” Kata Adam dengan lembut.
“Nggak usah!”
Riko mendekat ke Nita sedikit berbisik. “Salahku ya?” Nita tidak menjawab pertanyaan Riko hanya mengangguk.
Akhirnya setelah sedikit drama Adam berhasil mengambil alih mangkuk bakso Nabila, ia langsung memotong bakso menjadi kecil-kecil seukuran satu suapan.
“Selamat menikmati Tuan Putri.”
“Terimakasih mas.” Kata Nabila dengan senyum manisnya. Tanpa menunggu waktu lama Nabila memakan habis semua bakso di mangkuk itu, di tambah lagi setengah porsi dan untuk porsi setengah yang lain Nabila meminta Adam untuk menghabiskannya.
“Alhamdulillah.” Kata Nabila seraya mengelus perutnya.
“Sudah kenyang bumil?” Tanya Nita.
“Hu’um.”
Nita beralih menoleh ke Riko yang nambah satu porsi bakso, padahal tadi Riko berlagak saat Nabila memesankan Adam 2 porsi. “Mau nambah lagi mas?” Tanya Nita.
“Memang boleh?” Tanya Riko dengan malu-malu.
“Boleh Rik, kalau enggak malu makan banyak di depan Nita.” Celutuk Adam menimpali percakapan keduanya.
Riko menoleh ke Adam lalu memandang Nita. “Kamu malu enggak kalau aku makannya banyak?”
Nita menggeleng seraya tersenyum. “Nggak, kenapa mesti malu?Aku malah senang mas Riko enggak jaim.” Jawab Nita.
__ADS_1
“Lagipula kita makan bayar kok, enggak minta-minta. Mau berapa porsi pun kalau perut mas Riko masih muat nambah aja gak papa.” Kata Nita masih dengan senyum manisnya.
“Cie cie.” Nabila membuyarkan pandangan Riko dan Nita. Riko dan Nita sedang saling pandang dalam malah diganggu Nabila.
“Apaan sih Bil.” Nita menunduk karena malu kedapatan saling memandang dengan Riko.
Adam sendiri merasa senang melihat kemajuan pada hubungan Riko dan Nita. Meskipun Adam tau Riko dulu Playboy tapi Adam juga tau Riko sudah mencoba memperbaiki hidupnya ke jalan yang lebih baik. Jadi, menurut Adam, Riko bisa bersama dengan Nita. Adam yakin saat bersama Nita nanti kehidupan Riko akan lebih baik lagi.
“Sayang kamu manggil pak Slamet kesini?” Tanya Adam saat melihat sosok pria paruh baya turun dari mobil yang baru saja diparkirkan menghampiri Adam.
“Udah dateng ya?” Nabila mengalihkan pandangannya ke arah pak Slamet.
“Maaf, Non. Macet jadi lama sampai sononya.” Ucap pak Slamet ketika sudah sampai di hadapan Nabila.
“Nggak papa Pak, langsung aja pak pesen bungkus buat orang rumah pak!” Ucap Nabila, pak Slamet pun segera mendekat tukang bakso. Sudah biasa jika Nabila menyuruh orang rumah membeli makanan untuk di bungkus jadi pak Slamet pun sudah pak paham tidak perlu tidak enak sama sekali.
Nabila menoleh Adam. “Iyaa Mas. Iyaa kenapa?Aku yang whatshap pak Slamet, nanti mas Riko biar bawa mobil mas sekalian nganter Nita ke cafe. Nita ambil shift malam soalnya, terus kita pulang sama pak Slamet.”
Riko langsung semangat mendengar aoa yang di katakan Nabila. “Makasih Bil.” Bisik Riko.
Adam pun mengerti maksud Nabila, istrinya itu ingin memberi kesempatan Riko lebih dekat dengan Nita. Adam mengusap rambut Nabila dengan lembut. “Kerja bagus sayang.”
Setelah Adam membayar pada Pak Bakso, Adam dan Bila langsung pulang bersama pak Slamet. Sementara Riko dan Nita pergi bersama dengan mobil Adam.
Riko melajukan mobil dengan kecepatan pelan. Riko ingin lebih lama bersama Nita. “Kerja shift malem berarti sampai pagi Nit?” Tanya Riko memecah keheningan.
“Iya, Mas.” Jawab Nita singkat.
__ADS_1
Riko menoleh Nita tapi masih tetap fokus pada kemudinya. “Nggak ngantuk?”
“Enggak, udah biasa Mas. Lagian nanti pasti rame jadi nggak berasa ngantuknya.”
“Besuk enggak kuliah?” Tanya Riko lagi.
“Nggak ada jadwal, makanya aku ambil shift malam. Besuk kan bisa tidur pas pulang mengganti jam tidur malam ini.” Kata Nita dengan tawa.
Akhirnya Riko dan Nita pun saling mengobrol berbagi cerita dalam perjalan ke cafe. Tidak ada rasa cangggung antara keduanya, mungkin karena sudah sering bertemu juga. Kadang-kadang kan Riko menemui Nita di tempat kerjanya hanya untuk sekedar ngopi ataupun makan siang.
.
.
.
Bersambung..
Aku up 1 bab lagi nanti sore yaa..
Netizen: Lempeng-lempeng aja thor gada konflik buat Adam sama Nabila?
Author: Ada kok ada, belum sampai saja alurnya 😬
Netizen: Aku tunggu deh.
Author: Makasih ❤️
__ADS_1