
Mie ayam lempar..
“ Nanti aku masuk angin, dulu waktu kecil Ibu terlalu over sama aku. Kemana-mana harus naik mobil, makanya bapak hanya berani ngajak aku keliling komplek.” Ujar Nabila.
“ Kalo sekarang ?.”
“ Kalo sekarang aku sudah dewasa Mas, sudah ada suami juga. Aku bisa menjaga diriku sendiri jadi tidak ada masalah.”
Tak terasa mereka sudah sampai di warung Mie ayam kaki lima yang Nabila maksud. Meskipun sudah malam, masih ramai rata-rata anak muda yang makan di tempat itu. Nabila memilih duduk di depan Bapak yang memasak Mie ayam. Dia ingin melihat bapak itu menyiapkan Mie ayam pesanannya.
“ Es jeruk Bil?” Tanya Adam yang diangguki Nabila. “ Mie ayam 2, sama es jeruk dua Pak,” ucap Adam pada pelayan.
Adam melihat ke sekeliling, lalu memandangi istrinya yang sibuk memperhatikan bapak yang sedang melempar Mie ke dalam mangkuk. Satu persatu mangkuk itu terisi Mie.
“ Bil kok dilempar gitu, nggak takut Mie nya jatuh?”
“ Mie nya nanti memang jatuh kok mas, jatuh ke mangkuk.” Jawab Nabila polos.
“ Bukan itu maksudku sayang, takutnya bapaknya yang lempar meleset jadi bukanya jatuh ke mangkuk malah jatuh ke tanah,” ucap Adam seraya mengelus rambut Nabila.
“ Oh.. Mas tenang aja, Bapaknya sudah ahli. Jadi ngga bakalan tumpah.”
“ Hm... pantesan namanya Mie ayam lempar,” ucap Adam saat membaca spanduk di sebelah Nabila.
Akhirnya es jeruk dan Mie ayam siap untuk disantap.
“ Enak Bil.” Ucap Adam seraya mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
“ Mas nggak pakai saos?” Tanya Nabila saat melihat Mie ayam Adam yang polos tanpa warna. “ Takut saosnya nggak sehat yaa?”
Ternyata benar, sesuai dugaan Nabila. Adam tidak menambahkan apapun di Mei ayam yang ia makan karena takut saosnya tidak sehat, memang selama ini Adam tidak pernah makan Mie ayam di pinggir jalan. Apalagi dengan saos yang berbotol seperti botol Marjan.
“ Memang enak Bil kalau ditambah saos?” Tanya Adam.
“ Mantap.. Mas coba dulu punyaku,” ucap Nabila menyodorkan semangkuk Mie ayam yang sudah di bumbui lengkap dengan Saos, kecap dan sambal. Mie ayam Nabila sangat menggoda.
Adam mencicipinya satu sendok. “ Enak punya kamu Bil.” Kata Adam.
“ Makanya punya mas harus di bumbui dengan benar, sini aku bantu” Adam menyodorkan semangkuk mie ayamnya pada Nabila. Nabila pun membumbui Mie ayam itu dengan saos, kecap dan sedikit sambal. Karena dia tau Adam tidak tahan makanan pedas. Sesudahnya Nabila menyuruh Adam untuk menikmati Mie tak yang sudah berubah warna itu.
Adam menyantap Mie ayamnya dengan sangat lahap. Setelah selesai makan. Adam berniat untuk membayar. “ Berapa Bu?Mie ayam 2 plus es jeruk 2.” Ucap Adam pada ibu yang duduk di meja kecil seperti kasir.
“ 22.000 mas.” Ucap Ibu kasih. Adam lalu menyodorkan selembar uang merah seratus ribu. “ Ada yang kecil mas?Maaf tidak ada receh untuk kembalian.” Kata ibu itu.
“ Sudah di ambil saja kembaliannya Bu.” Ucap Adam.
“ Tapi Mas,”
“ Nggak papa Bu, Mie ayamnya enak saya puas makan disini. Anggap saja rezeki lebih untuk ibu, jangan menolak rezeki.” Ucap Adam lagi.
__ADS_1
“Kalau begitu saya terima, Terimakasih Mas.” Balas ibu itu.
“ Sama-sama Bu.” Adam kemudian meninggalkan kasir, dan meghampiri Nabila yang tengah menunggu di sebelah motor.
“ Mas kok lama sih?” Tanya Nabila.
“ Maaf sayang tadi antri pas mau bayar.” Jawab Adam, padahal yang membuat lama adalah karena tadi ibu kasir sibuk mencari uang receh untuk Adam tanpa memberi tau Adam. Kalo tau Adam disuruh menunggu karena uang receh kan Adam tinggal saja.
“ Owh.” Nabila memakai helmnya lalu membayar uang parkir pada tukang parkir.
Adam mengendarai motornya menuju rumah. Nabila bernyanyi di sepanjang jalan. Dia menyanyikan penggalan lagu “Kasih putih” .
Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih
Di hatiku..
“ Mas I love you!.” Ucap Nabila.
“ Love you too sayang.” Balas Adam menggenggam tangan Nabila dengan tangan kirinya. Sementara tangan yang lain memegang stang motor. “ Gimana kalau selama di Jogja setiap malam kita jalan-jalan naik motor seperti sekarang?.” Tanya Adam.
“ Mau banged..”jawab Nabila. Tentu saja itu adalah kebahagiaan bagi Nabila. “ Mas tangannya yang satu pegang stang juga dong” ucapnya pada Adam, Adam lalu melepaskan tangannya dari Nabila dan fokus menatap depan.
“ Mau aku nyanyiin satu lagu gak?” Sebelum mendapat jawaban dari Adam, Nabila sudah mulai bernyanyi. Kali ini dia menyanyikan lagu milik Geisha.
Bermula dari tatap matamu
Menyihirku dan merasuk dalam hati
Kuteruskan menatap dirimu
Perlahanku larut dalam khayalanku
Entah mengapa
Hanya kamu yang begitu berbeda..
Uuuh.oooo.hoo
Menarik hatiku jauh ke dalam rasa cinta
Begitu lembut caramu meluluhkan aku
Begitu hangat caramu takhlukkan aku
Begitu terbuaiku karena pandanganmu
__ADS_1
Begitulah kamu..
Kau bawa terbang tinggi rasaku
Dan kau isi ruang cinta dalam hati
Di setiap khayalan indahku
Kau menari-nari dalam pikiranku
Melayang aku..
“ liriknya bagus Bil.” Ucap Adam.
“ Iyaa kan?Judulnya “ Lagu cinta” ..”
Akhirnya Adam dan Nabila sampai dirumah. Mereka membersihkan diri lalu berniat tidur. Adam menemani Nabila hingga dia terlelap. Setelah Nabila tidur, Adam kembali membuka laptopnya memeriksa beberapa laporan yang belum selesai di baca. Setelah selesai dengan pekerjaannya, Adam mematikan laptopnya dan kembali ke sisi Nabila. Dia masuk ke dalam selimut yang dipakai Nabila, lalu memeluk Nabila dan memejamkan matanya hingga tertidur.
Keesokannya Adam dan Nabila sudah bangun pagi-pagi buta. Mereka berencana untuk jalan-jalan. Ayah dan ibu belum kembali, jadi Nabila dan Adam sarapan berdua saja.
Sesudah sarapan Adam dan Nabila siap untuk jalan-jalan. Adam memilih mobil yang bisa dibawa untuk Medan berat, karena hari ini Nabila ingin jalan-jalan ke Kulon Progo.
“ Mas yakin nggak mau bawa sopir?” Tanya Nabila, dia memakai seatbealtnya.
“ Nggak usah, pakai GPS saja. Itung-itung kita lagi kencan.” Jawab Adam mulai menghidupkan mesin mobil. Kemudian mobil melaju keluarga gerbang kediaman rumah.
Karena masih Jam 6 pagi jadi suasana jalanan masih sepi. Adam melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Diliriknya istrinya bermain pada ponsel.
Cekrek.. Nabila mengambil foto selfie. Dia kemudian mengunggah foto itu ke Grub chat yang berisikan Abel dan Nita.
[ Tumben cantik ] Abel
[ Gue emang cantik dah cantik dari sononya 😛 ]Nabila
[ Kangen banged sih, kalian kapan pulang? ] Nita
[ 5/6 Hari lagi deh ] Nabila.
[ Lama amat, kalo lo Bel? ] Nita
[ Besuk kalo enggak Lusa gue balik ] Abel
[ Gimana kalo kalian nyusul in gue aja di Jogja ? ] Nabila
[ Mau banged 😍 Tapi gue terserah Nita aja, dia kan harus jaga ibunya ] Abel
[ Kayaknya gue bisa, Ibu lagi sama budhe dan Om Damar udah janji gak bakalan ganggu ibu lagi ] Nita
[ Oke fiks, kabarin gue setelah lo pulang bel. Ntar gue yang beliin tiket pesawatnya ] Nabila .
Bersambung...
__ADS_1