Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Kembali kuliah


__ADS_3

Adam dan Riko membawa Jessi kembali pulang menjelang petang. Sepertinya semua penghuni rumah sudah kembali, bisa terlihat dari mobil Yoga dan mobil serabutan yang sudah terparkir rapi.


“Bil.” Adam memanggil istrinya yang baru saja habis mandi.


“Iya Mas.”


“Aku juga mau mandi, kamu ke bawah Jessi ngambek kayaknya.” Ucap Adam masuk ke kamar mandi.


Nabila langsung cepat memakai baju dan turun ke bawah. Mencari-cari Jessi yang sedang duduk termenung di sofa ruang keluarga.


“Sayang kenapa melamun?” Nabila duduk di sebelah Jessi.


“Jessi kangen mommy aunty.” Padahal bocah kecil itu sedih karena tidak bisa melihat Daddy nya lama-lama.


“Kita video call mommy kamu yuk, kalau Jessi kangen.” Nabila mengajak Jessi naik kekamarnya mengambil ponsel lalu menghubungi Ayu lewat video call.


***


Abel dan Yoga baru saja kembali dari panti, mereka langsung membersihkan diri masing-masing.


Jam 7 malam saatnya makan malam, Nita terlihat sibuk menyiapkan makan malam di bantu Bi Sumi. Nabila masih di kamarnya bersama Adam dan Jessi. Riko sedang mandi di kamarnya yang biasa ia gunakan saat menginap di rumah Adam.


Jordan juga baru saja datang di antar oleh farrel. Jordan langsung duduk di ruang keluarga karena bingung harus kemana tidak mendapati orang.


Riko yang baru saja keluar dari kamar melihat Jordan tengah duduk termenung. Kamar yang biasa di tempati Riko memang dekat dengan ruang keluarga. Jika mau kedapur melewati ruang keluarga dulu.


“Jordan, kamu sudah pulang?” Riko mendekati Jordan. “Uncle kenapa sepi?Yang lain kemana?” Tanya balik Jordan ke Riko.


“Mungkin di kamar masing-masing, ayo ke ruang makan. Sebentar lagi makan malam. Nanti pasti mereka semua keluar dari persembunyian nya.” Riko menggandeng Jordan menuju ruang makan.


Disana sudah ada Nita, benar kata Riko tak berapa lama semua penghuni rumah terlihat berdatangan ke ruang makan.

__ADS_1


Jessi di gendong Nabila. Jessi langsung turun dari gendongan Nabila begitu melihat Jordan sudah ada disana. Jessi memilih tempat duduk yang berdekatan dengan Jordan. Nabila pun langsung mengambilkan makan untuk keduanya. Dua bocah kecil itu terlihat mandiri makan sendiri.


Setelah makan malam Nabila mengajak Nita dan Abel untuk mengobrol di ruang keluarga. Yoga kembali ke kamarnya. Sementara Adam dan Riko tampak bermain bersama Jordan dan Jessi di ruang keluarga juga.


Hari berikutnya Nabila, Nita dan Abel kembali kuliah. Mereka sudah terlalu lama bolos kuliah. Selagi Nabila kuliah, Jordan dan Jessi dirumah bersama Bi Sumi.


Tapi karena khawatir saat makan siang Adam pulang ke rumah untuk menjemput Jessi dan Jordan. Apalagi hari ini kuliah Nabila sampai malam. Akhirnya Jordan dan Jessi pun ikut Adam ke kantornya.


Meskipun Adam terlihat sibuk di kantor tidak membuat Jordan dan Jessi bosan. Jordan dan Jessi justru senang menemani Adam pergi ke kantor. Kedua bocah cilik itu bermain di ruangan kantor Adam.


Tok..tok..


“Masuk!”


Tio masuk dengan membawa amplop coklat yang berisi laporan penyelidikan kecelakaan Nabila. Tio pun menyerahkan amplop coklat itu. Adam segera membaca informasi didalam amplop itu.


Raut wajah Adam berubah padam begitu membaca informasi di dalam amplop itu. “Hubungi Riko, bawa mereka ke tempat biasa!Aku akan kesana bersama Riko!”


Adam sangat tidak sabar ingin bertemu dengan orang-orang yang sudah berani mencelakai istrinya.


Pukul 17:00 Adam sudah menyelesaikan semua pekerjaanya. Ia pun mengajak Jordan dan Jessi untuk pulang. Sampai di rumah Adam meminta Bi Sumi untuk memandikan Jessi, sementara Jordan lebih memilih mandi sendiri. Kemudian ia pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Adam mengetuk pintu kamar Yoga beberapa kali, tapi tidak ada sahutan. Adam pun masuk ke kamar Yoga, namun Yoga tidak berada di kamarnya.


Adam pun mencari Yoga dan ternyata Yoga sedang santai di ruang keluarga bersama Jessi dan Jordan.


“Ga, Mas mau pergi dulu ada urusan. Mas titip Jessi sama Jordan ya.” Ucap Adam pada Yoga.


“Oke mas, nanti kalau mbak Bila nanya Yoga jawab apa?” Jaga-jaga apabila nanti Nabila menanyakan kemana suaminya pergi. Padahal Yoga tau betul Adam pasti sudah lebih dulu mengabari istrinya.


“Nanti aku yang whatshap mbakmu, Jessi, Jordan sama Kak Yoga dulu yaa. Sebentar lagi aunty Bila pulang.” Kedua bocah kecil itu mengangguk. Dan Adam pun langsung keluar dari rumahnya bersama Tio yang sudah menunggu di mobil.

__ADS_1


Satu jam kemudian Nabila pulang bersama Nita. Sementara Abel pulang kerumahnya, hari ini Abel tidak menginap karena merindukan kakaknya.


Sampai dirumah Nabila langsung mengajak Jessi dan Jordan makan malam. Nabila membelikan sate untuk kedua bocah itu.


Setelah makan malam Nabila yang lelah mengajak Jessi dan Jordan untuk beristirahat. Selama dititipkan pada Nabila, Jessi dan Jordan memang tidur bersama Nabila.


Setelah kedua bocah kecil itu tidur. Nabila menemui Nita di kamarnya, Nabila ingat jika Nita ingin bercerita sesuatu kepadanya.


Sampai di kamar Nita, tidak perlu menunggu waktu lama Nita langsung bercerita pada Nabila tentang peristiwa kemarin. Dimana Nita bertemu dengan mantan pacar Riko dan bagaimana Nita tidak sengaja mengetahui sejauh mana Riko jika menjalin hubungan pacaran.


“Apa kamu takut dengan Riko?Apa kamu takut Riko mengajakmu berbuat hal yang melebihi batas?” Tanya Nabila setelah mendengar seluruh cerita Nita.


Nita tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Dia pun mengangguk, bagaimanapun jika perempuan yang bernama Rani pernah membohongi Riko jika anak yang dikandungnya anak Riko maka berarti Riko dan Rani jika berpacaran sudah melewati batas.


“Sebenarnya aku kecewa, Bil. Aku kecewa dengan cara berpacaran mas Riko.” Ucap Nita jujur.


Nabila bisa memahami apa yang Nita rasakan. Karena Nabila tau Nita perempuan yang baik dan sangat menjaga kehormatannya, Nita pasti menginginkan lelaki yang baik pula untuk menjadi pendampingnya.


“Aku tanya sama kamu, apa kamu sudah jatuh cinta sama mas Riko?”


Nita mengangguk pelan. “Nit, semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Beberapa orang mungkin punya masa lalu yang kelam, tapi bukan berarti mereka tidak punya masa depan yang lebih baik pula. Seperti halnya mas Riko, kita tidak pernah tau kehidupan seperti apa yang telah mas Riko lalui sebelum bertemu kamu. Tapi jika sekarang mas Riko sedang belajar menjadi yang lebih baik, apa kamu tidak mau membantunya?” Nabila mencoba memberi Nita nasihat versi dirinya.


“Sejujurnya aku mau memahaminya, aku mau mengenal dia lebih dekat dan memahami dunianya tapi dia tertutup. Dia jarang menceritakan dunianya.” Selama ini jika Riko dan Nita sedang bersama, Nita yang akan lebih sering bercerita tentang hidupnya. Riko lebih ke pendengar setia. Jika Nita bertanya pada Riko tentang dunianya, Riko hanya menjawab tidak ada yang menarik untuk di ceritakan.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Maaf ya para readers ku tersayang, aku up telat karena hari ini sibuk banged ..🙏


__ADS_2