Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Wanita ular


__ADS_3

Semua teman kuliah Abel di undang, teman SMA nya pun di undang. Selain itu Abel juga mengundang seluruh warga yang masih satu komplek dengan kediaman papa Damar dan mama Lila. Termasuk Jenny, teman kuliah Abel dan juga tetangga Abel. Selain itu kak Caca juga mengenal Jenny, papa Damar dan Papa nya Jenny juga berteman.


Jenny sendiri tidak menyukai Abel, dulu mereka sempat berteman tapi pertemanan mereka putus karena sikap Jenny yang suka menghina orang miskin. Abel tidak menyukai sikap Jenny, Abel memilih menyendiri dan keluar dari genk mereka yang beranggotakan Jenny, Abel dan Sisil. Setelah keluar dari genk itu, Abel berteman dengan Nabila dan Nita. Tepatnya saat Abel mos. Abel langsung cocok dengan Nabila dan Nita. Sampai sekarang persahabatan Abel, Nabila dan Nita masih langgeng.


Jenny nampak kesal saat menerima undangan pernikahan Abel. Awalnya Jenny menolak untuk menghadiri resepsi pernikahan Abel namun karena paksaan kedua orang tuannya Jessi pun datang ke resepsi Abel.


Jenny memandang sadis pada Abel yang sedang memberikan buket bunga pernikahannya pada Caca.


“Bisa-bisanya Abel menikah lebih dulu dari gue.” Jenny mengepalkan tangannya.


Jenny semakin membenci Abel karena membuat kak Caca menjauhi Jenny. Padahal dulu Jenny sangat dekat dengan kak Caca apalagi Jenny juga mempunyai cita-cita menjadi wanita karier seperti kak Caca. Namun , semenjak Jenny menghina Nabila di depan Caca waktu itu, Caca menjauhi Jenny.


“Gue nggak akan biarkan kalian bahagia.” Memandang sinis Abel, Nabila dan Nita beserta suami masing-masing yang sedang mengobrol sambil sesekali tertawa. “Tunggu pembalasan gue!” Membalik tubuhnya dan pergi meninggalkan tempat resepsi pernikahan Abel.


***


Kakek Han mengajak Abel dan Daniel menyapa keluarga dan kolega kakek Han yang datang dari Kanada. Termasuk Santi mantan mama tiri Daniel, dan juga Robi, kakak Santi.


Kakek terpaksa mengundang Santi dan Robi karena tidak mau di pandang buruk oleh koleganya. Bagaimana pun kolega-kolega kakek Han tau Santi adalah mantan menantunya. Kakek tidak mau pihak luar tau hubungan kakek Han dan Santi tidak lah baik. Karena menurut kakek hubungan kakek Han dan Santi yang buruk adalah aib keluarga. Lebih baik sebuah aib tetap di simpan rapat tanpa perlu dipamerkan pada khalayak umum.


Kakek Han, Abel dan Daniel tiba di hadapan Santi dan Robi. Santi dan Robi nampak tersenyum pada Abel juga Daniel. Kakeh Han meninggalkan pasangan pengantin baru itu menghadapi Santi dan Robi, ia memilih untuk menyapa kolega nya yang lain. Bukan tanpa sebab kakek Han meninggalkan mereka, kakek Han tidak mau emosi karena Santi dan Robi. Bagaimana pun ini hari bahagia untuk Kakek Han. Mendengarkan bualan Santi dan Robi hanya akan membuat mood nya buruk.


“Selamat atas pernikahanmu, nak.” Santi memeluk Abel dan Daniel secara bergantian sambil tersenyum manis. Daniel tau itu adalah senyum palsu dari wanita ular. Namun berbeda dengan Abel yang tidak tahu-menahu, Abel membalas Santi dengan senyum tulus.


“Terimakasih, bibi.” Balas Abel.


Oh. Istriku yang polos. Dia tidak tau wanita di hadapanya itu wanita ular.


Daniel merengkuh pinggang Abel sedikit menjauh dari Santi.


“Panggil ibu, nak. Saya juga ibu mu sekarang.”


Abel bingung ia menoleh pada Daniel mencari jawaban.


“Ah, apa Daniel belum memberitahumu?Aku adalah ibu tirinya.” Sahut Santi sebelum Daniel menjawab.

__ADS_1


“Mantan.” Ralat Daniel. Abel semakin bingung dengan Daniel, memang ada ya ibu tapi mantan?


“Mantan ibu tiri, sayang. Ayah dan dia sudah bercerai.” Lanjut Daniel menjelaskan.


“Tetap saja aku masih ibumu.” Saut Santi lagi.


“Mimpi saja terus.” Ketus Daniel.


“Sayang..” Abel mengelus lengan Daniel dan menggelengkan kepalanya tanda bahwa Abel tidak menyukai sikap Daniel.


“Sudah, sekarang gantian. Selamat untuk pernikahan kalian.” Robi mengambil alih peran. Lelaki licik itu memerankan peran paman yang baik.


“Terimakasih, paman.” Jawab Abel pada Robi yang juga menyalaminya.


“Sudah, kan?Kalau begitu kami akan pergi. Kalian pulanglah.” Usir Daniel pada keduanya sambil menarik Abel pergi dari sana. Abel mengangguk sekilas sebelum mengikuti langkah Daniel tanda sopan santun nya pada Santi dan Robi.


***


Abel kembali ke kursi pelaminan. Ia lelah dan butuh duduk. Kakinya terasa pegal mengenakan heels tinggi.


Daniel mengernyit. “Kapan?Kapan aku berisikan judes pada keluarga ku?” Ya, kapan Daniel bersikap judes pada keluarganya. Daniel mulai meningkat-ingat. Lalu teringat pada Santi dan Robi. “Ah, dia bukan keluargaku.” Ucap Daniel tegas.


Gantian Abel yang menaikan sebelah alisnya. “Tapi dia ibu tirimu, berarti juga ibumu.”


“Hei, dia bukan ibu ku. Wanita ular itu mana bisa di sebut ibuku.”


“Bagiamana kamu bisa menyebutnya wanita ular, panggilan itu sungguh tidak sopan untuk orang tua, sayang.” Ujar Abel lembut.


Abel, Abel, kau itu polos atau o’on. Seperti bukan Abel yang aku kenal. Bagaimana kau tidak bisa melihat nya, jelas-jelas di kepala wanita itu ada sungut dua nya yang berarti dia iblis. Juga ada bisa di setiap ucapannya yang tentunya dia wanita ular.


Daniel hanya membatin. Bukan salah Abel yang tidak tau masalah Daniel dan mantan ibu e tirinya. Daniel juga belum menceritakan tentang Santi pada Abel.


“Sayangku, nanti aku akan ceritakan padamu pelan-pelan tentang wanita ular itu.” Merengkuh pinggang Abel sambil berbisik. Abel mengangguk.


Kapan selesai acaranya?Kapan para tamu habis, dari tadi tamunya nambah-nambah terus. Gerutu Abel merasakan lelah.

__ADS_1


Abel kira setelah acara pelemparan bunga berarti acara selesai dan dirinya bisa istirahat. Ternyata Abel salah. Masih ada acara lanjutan yaitu menunggu tamu dari luar negeri. Abel tidak tau jika susuan acaranya ada yang berubah. Tamu lokal dan tamu dari luar negeri ternyata di jadwal berbeda jam. Tujuannya agar lebih mudah untuk menyambut tamu dengan baik.


“Sayang, aku lelah.” Keluh Abel pada Daniel sambil menyenderkan kepalanya di bahu Daniel.


“Sabar sebentar lagi.” Memeringkan kepalanya mengecup kening Abel.


“Sebentar lagi apa, tamu nya saja datang-datang terus.” Cebik Abel.


“Mau bagaimana lagi kenalan kakek sangat banyak.”


Tamu yang datang di luar kuasa Daniel. Karna kebanyakan tamu dari luar negeri adalah tamu kakek Han, meskipun tidak sedikit juga tamu Daniel. Namun, untuk tamu-tamu Daniel yang dari luar negeri sudah datang bersama Mike. Jadi, bisa dipastikan tamu yang sekarang semua real tamu kakek Han atau bisa juga tamu kakek Nanto yang lama tinggal di Singapura.


Kakek Han hanya menggelar satu resepsi mewah di Jakarta, itu sebabnya hampir semua koleganya dari berbagai negara dan golongan datang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan pewaris utama Daehan Group itu.


“Pokoknya habis ini aku mau langsung tidur.”


“Lah kok ngono, kan, malam pertama, sayang?”


“Kok ngono, kok ngono, koyo koe reti arti ne wae.” (Kok gitu, kok gitu, kaya kamu tau artinya saja)


Daniel diam, lelaki itu tentu tidak mengerti bahasa Jawa. Ia hanya sering mendengar Abel dan Nabila mengucap ‘kok ngono’ makannya ikut ikutan.


“Haha, Gemes banget sih yang?Kenapa diem?Enggak tau artinya kan?” Abel mengangkat kepalanya dari bahu Daniel lalu mencubit pipi Daniel gemas. Daniel memegang pipinya yang habis dicubit Abel sambil menggelengkan kepalanya.


“Artinya apa?”


“Rahasia.” Abel terkekeh sambil menjulurkan lidahnya.


.


.


.


Instagram :@nlita.s

__ADS_1


Maaf telat up nya.


__ADS_2