
“Kapan?” Tanya Adam, “Dia tidak mengabariku.”
“Sekitar jam setengah 1 siang, waktu itu saya mambeli kopi di seberang kantor, saya melihat mobil nona Nabila meninggalkan area kantor.”
Adam mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Nabila, awalnya menyambung tapi di riject. Adam mencoba menghubungi Nabila lagi, kali ini Nabila sengaja mematikan ponselnya. “Dia mematikan ponselnya.” Adam mulai merasakan hal yang tidak beres.
Raga dan Diana juga merasakan ada hal yang tidak beres. Mereka saling pandang mengingat sedari tadi mereka bermesraan di ruangan Adam. Apalagi postur tubuh Raga hampir mirip dengan Adam jika dilihat dari belakang beberapa orang mungkin akan mengira Adam dan Raga kembar. “Mas, apa mungkin mba Nabila melihat kita?” Tanya Diana ragu-ragu.
“Memang apa yang kalian lakukan?” Tanya Adam.
“Yaa, sepeti yang mas lihat tadi.” Jawab Raga, Adam tadi melihat Raga dan Diana sedang berciuman dengan posisi Raga memunggungi pintu masuk, kepala sedikit menunduk ke Diana dan Diana mengalungkan kedua tangannya ke leher Raga. Dari arah pintu hanya terlihat dua orang yang sedang bermesraan tidak kelihatan wajah mereka.
Adam mulai panik. “Tio, periksa CCTV.”
“Ini, Presdir.” Ucap Tio yang menyerahkan tablet yang digenggamnya dari tadi.Tio sendiri sudah tau apa yang terjadi, setelah Selfi bercerita pada Tio. Tio dengan cepat mengambil rekaman CCTV dari basement sampai ke ruangan Adam. Dia lalu menyalin rekaman itu dan mengajak Selfi untuk menceritakan langsung pada Adam.
“Shitt.” Adam mengacak kepalanya melihat rekaman CCTV apa yang terjadi tadi. “Tio siapkan mobil!” Perintah Adam.
“Baik, Presdir.” Dengan cepat Tio meninggalkan ruangan Adam.
“Selfi tunda semua jadwal hari ini, aku akan pulang!” Tegas Adam.
“Baik, Presdir.”
Adam kemudian menoleh pada Raga dan Diana yang juga ikutan panik setelah melihat rekaman CCTV. “Kalian pulang kerumahku, aku akan mencari Nabila. Nanti kalian jelaskan semuanya pada istriku.”
“Mas, kita bantu mas Adam cari mba Nabila saja.” Ujar Diana.
“Tidak usah Di, kalian kan baru sampai butuh istirahat. Aku yakin Nabila ditempat salah satu sahabatnya.”
“Mas yakin?” Tanya Raga.
“Iyaa, kalian pulang dulu. Minta salah satu sopirku untuk mengantar kalian.”
“Maafkan kami mas.” Lirih Diana.
__ADS_1
Adam menepuk bahu Diana dengan lembut, “Sudaah tidak papa. Aku pergi dulu!” Adam pun meninggalkan Raga dan Diana untuk mencari Nabila.
Tio mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, dia melihat GPS di mobilnya. Untuk saja Adam memasang alat pelacak di mobil Nabila, jadi dia akan dengan mudah menemukan Nabila. Setelah 45 menit Adam sampai di basement apartemen Nabila, dia melihat mobil Nabila terparkir disana. Adam langsung naik ke apartemen Nabila. Adam masuk kedalam rumah, mencari ke setiap sudut tapi tidak menemukan Nabila. Adam merasa Nabila tau jika Adam memasang pelacak di mobilnya, itu sebabnya Nabila meninggalkan mobilnya di apartemen agar Adam tidak bisa melacak keberadaannya. Padahal kenyataanya Nabila merasa lelah menyetir sendiri, Nabila terpaksa meninggalkan mobilnya dan pergi ke apartemen Abel dengan G car. Nabila sama sekali tidak tau Adam memasang pelacak di mobilnya. “Kamu dimana Bil?” Adam terduduk di sofa dengan kacau. Adam sudah bertanya pada pengurus rumah Nabila, pengurus rumah hanya mengatakan Nabila pulang untuk mengambil beberapa baju dan Indomie. Lalu pergi.
***
Nabila sendiri memilih pergi ke apartemen Abel. Tidak banyak yang tau Abel punya apartemen, karena apartemen itu adalah pemberian Kakeknya dan dirahasiakan. Papa dan mama Abel pun tidak tau jika Abel punya apartemen dengan atas namanya sendiri. Di apartemen sederhana milik Abel, Nabila memasak Mie rebus. Dia ingin sekali makan Indomie telor. Sebelumnya Nabila sudah menghubungi Abel akan menginap sementara di apartemen Abel. Abel sudah mendengar cerita dari Nabila, tapi dia terpaksa meninggalkan Nabila sendiri karena sudah janji akan mengantar Nita.
📲 Nabila: Aku mau makan sate ayam. (Nabila mengirim pesan pada Abel)
📲 Abel: Tunggu aku pulang, apa lagi?
📲 Nabila: Donat kentang mas pur juga.
📲 Abel: Siapp, Kau istirahat dulu. Jangan menangis lagi 😚
📲 Nabila: Iya iya ..
Nabila pun kembali mematikan ponselnya sesudah berkirim pesan dengan Abel. Setelah menghabiskan satu mangkok Indomie telur, Nabila rebahan di kamar Abel. Nabila menangis lagi mengingat apa yang dilihatnya di kantor Adam.
Jam 7 malam Abel kembali ke apartemennya dengan Nita. Abel melihat Nabila baru saja mandi dan mengeringkan rambutnya. “Tuan putri, aku kembali.” Ucap Abel dengan keduan tangan menenteng plastik berisi sate ayam dan donat kentang.
“Mana mungkin aku tidak kesini, ibu dengan bude. Kamu tenang saja, malam ini aku akan menemanimu menonton drama sampai pagi.” Jawab Nita, seperti biasa jika ada yang sedang sedih mereka memilih untuk menghabiskan waktu saat sedih dengan begadang menonton drama dan lengkap dengan camilan.
“Kalian memang yang terbaik.”
Abel dan Nita pun menghampiri Nabila dan langsung memeluknya. “It’s Okay sayang, kita disini bersamamu.” Ucap Abel.
“Masih belum pasti, kau tenangkan dirimu dulu baru minta penjelasan pada Mas Adam.” Ujar Nita.
Nabila langsung meneteskan air mata lagi, Nabila merasa bersyukur mempunyai Abel dan Nita.
***
Adam kembali ke kediamannya dengan lunglai. Disana Raga, Diana dan Yoga mondar-mandir menunggu kedatangan Adam. Saat melihat Adam masuk kedalam rumah ketiganya langsung menghampiri Adam.
__ADS_1
“Bagaimana Mas?” Tanya ketiganya pada Adam. Melihat ekspresi muka Adam yang kacau, ketiganya pun sudah tau jawaban dari pertanyaan mereka.
“Duduk dulu mas.” Yoga menggandeng lengan Adam untuk duduk di sofa.
Diana dengan cepat mengambilkan air putih untuk Adam. “Diminum dulu mas.” Diana menyerahkan segelas air putih.
“Aku belum menemukan Nabila.” Ucap Adam dengan sendu. “Kalian tau dia sedang hamil sekarang, aku sangat khawatir padanya.” Adam menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menunduk lemas.
Raga menepuk-nepuk bahu Adam. “Mas tenang dulu, mba Nabila pasti baik-baik saja.”
“Mas lebih baik mas mandi agar lebuh fresh, setelah itu kita pikirkan cara untuk mencari mba Nabila. Yoga yakin mba Nabila baik-baik saja.” Ucap yoga.
“Diana setuju sama Yoga mas,”
Adam pun bangkit dari duduknya dan langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah itu Adam kembali ke ruang keluarga dimana Raga, Diana dan Yoga sedang mengadakan rapat.
“Mas makan yaa, aku ambilkan.” Ucap Diana saat Adam sudah berada di tengah-tengah mereka.
“Mana bisa aku makan Di, aku bahkan tidak tau Nabila dan anak dikandungannya sudah makan apa belum.”
Diana paham dipaksa bagaimanapun Adam tidak akan mau makan.
Drttt..drtt...ponsel Adam berdering ada panggilan masuk.
📞 Hallo?Bagiamana?Cari lagi sampai ketemu! (Tegas Adam pada orang yang baru saja menelefon nya).
.
.
.
Bersambung..
Guys baca juga novelku yang lain yaa..
__ADS_1
My Dave (ongoing masih jalan )