Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Terimakasih Jessi


__ADS_3

“Anakku bagaimana Nit?” Adam menggenggam tangan Nabila dengan kedua telapak tanganya.


“Alhamdulillah dia juga baik-baik saja, kelihatanya dia kuat seperti bundanya.” Jawab Nita, Ayu sudah menceritakan pada Nita hasil pemeriksaan dari dokter.


“Syukurlah.” Ucap Adam sudah merasa lebih tenang.


Tio masuk ke dalam ruang inap Nabila. “Maaf, Tuan. Ada pihak kepolisian ingin menanyai kecelakaan yang dialami nyonya, pihak kepolisian ingin bertanya pada saksi sekaligus orang yang menolong nyonya juga.” Ucap Tio.


“Istriku belum bangun Tio, apakah mereka bisa kembali besuk?” Tanya balik Adam.


“Untuk pihak saksinya, Tuan?”


Adam pun menatap pada Nita. Nita paham arti tatapan dari Adam. “Saksinya sedang ada urusan, Apa bisa besuk saja?”


“Oh, iya kemana orang yang sudah menolong Nabila?”


“Mbak Ayu sedang menemui kliennya bersama asistennya, Mas.”


“Tapi dia akan kembali kesini kan?Aku belum sempat berterimakasih.”


Nita mengangguk. “Nanti kesini lagi kok, soalnya anak kembarnya ditinggal disini. Lagi jajan sama Yoga di kantin.” Ucap Nita menjelaskan.


“Baiklah, Tio tolong kamu urus kecelakaan Nabila. Termasuk urusan dengan pihak kepolisian.”


“Baik, Tuan.”


Tak lama kemudian Riko juga datang kerumah sakit. Riko langsung bergegas menuju rumah sakit setelah menyelesaikan urusan pekerjaannya.


“Apa yang terjadi, Dam?”


“Mobil Nabila oleng dan menabrak pohon.” Ucap Adam lesu. Adam membayangkan saat mobil yang dikendarai Nabila menabrak pohon.


“Bagaimana mungkin?Nabila kan pandai menyetirnya.”


“Entahlah, Rik. Mungkin dia merasa lelah atau ngantuk.” Adam mengingat saat tadi polisi mengatakan kemungkinan adalah kecelakaan tunggal karena tidak ada tanda-tanda mobil tergores gesekan.


Mobil yang tadi memepet Nabila memang tidak menggores mobil Nabila, mobil itu hanya mensejajari Nabila dengan jarak yang terlalu dekat sehingga mau tidak mau Nabila semakin menepi dan saat akan masuk jurang Nabila baru membanting setirnya.


“Saya rasa itu bukan kecelakaan tunggal.” Sahut Ayu yang baru saja tiba bersama asistennya.


“Mbak Ayu.” Nita langsung bangkit menghampiri Ayu. Adam dan Riko juga bangkit dari duduknya.


Ayu melihat kesekeliling. “Nit, dimana Jessi dan Jordan?”


“Baru makan mbak, mereka baik-baik saja. Ayo duduk mbak.” Nita mengajak Ayu untuk duduk di sofa.


“Apa maksud perkataan anda tadi, Nona?” Melihat Ayu yang sudah duduk, Adam memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


“Saya hanya merasa itu bukan kecelakaan tunggal.”


“Bagaimana mungkin?Polisi mengatakan tidak ada tanda-tanda pihak lain saat Nabila kecelakaan.” Sahut Riko, sebelum masuk tadi Riko sempat berbicara dengan Tio. Tio juga menceritakan hasil dari laporan polisi di TKP.


“Menurut nona apa yang terjadi?” Tanya Adam. Adam mulai berpikiran sama dengan Ayu, bagaimana pun seperti kata Riko, Nabila lihai dalam mengemudi. Tidak mungkin ia menabrakkan mobilnya ke pohon, dan tidak mungkin Nabila ceroboh mengendarai mobil dalam posisi ngantuk.


“Apa kalian sudah ke TKP?” Tanya Ayu.


“Bawahan saya ada disana.” Jawab Adam.


“Sekitar jarak 30 meter dari tempat kejadian, di tepi jurang pas rerumputan ada bekas rem. Seperti Nabila terpaksa mengerem mobilnya yang hampir masuk jurang.”


“Bisa saja Nabila ngantuk tidak sadar hampir masuk jurang, begitu sadar Nabila membanting kemudinya dan menabrak pohon.”


Adam menoleh ke Riko, asumsi Riko juga masuk akal.


“No, mobil Nabila menabrak pohon di lajur kanan. Sedangkan seharunya Nabila berada di lajur kiri, kenapa Nabila sampai kehilangan kendali dan memakai lajur kanan?”


Adam dan Riko saling berpandangan dalam diam.


“Dan lagi, jalanan tempat Nabila kecelakaan sangat lurus dan lempeng. Nabila tidak mungkin kesusahan melewati jalanan itu, jika kalian mengira Nabila mengantuk saat mengendarai mobil itu juga tidak mungkin. 40 menit sebelum kejadian saya sempat bertemu Nabila di bandara, dan saat itu Nabila dalam kondisi yang sangat fresh. Tidak mungkin tiba-tiba mengantuk.”


“Nabila ke bandara?” Tanya Riko.


“Iya, nganter Abel yang mau ke Singapura.” Jawab Nita.


Kriet...pintu kamar terbuka.


“Jessi tidak nakal kan sayang?” Tanya Ayu lembut.


“Tidak, mommy.” Jawab Jessi. “Mommy apa aunty Nabila belum bangun?” Jessi turun dari pangkuan mommy nya, ia langsung berlari mendekati ranjang Nabila dan merangkak keatas.


Cup..Jessi mencium pipi Nabila. “Aunty bangun, jika aunty bangun Jessi akan memberi aunty boneka yang bagus. Jessi tidak akan marah meskipun aunty merusak boneka pemberian Jessi, kata mommy boneka itu melindungi adek bayi saat aunty terluka. Nanti Jessi akan memberi aunty banyak boneka yang bisa melindungi aunty dan dedek bayi.” Jessi terus berbicara dan menatap Nabila penuh kasih sayang.


Jessi sangat senang, sejak dilahirkan ia memang tidak mempunyai aunty. Karena ibunya tidak memiliki sahabat.


Bola mata Adam dan Riko pun mengarah ke Ayu. Semacam meminta penjelasan.


“Ya, Nabila menggunakan boneka pemberian Jessi untuk menahan benturan agar tidak mengenai perutnya secara langsung. Untung saja berhasil, jadi kandunganya baik-baik saja.”


“Apa kita bisa bicara di luar, Nona?” Tanya Adam.


Ayu pun mengangguk. “Sayang mommy ada hal yang perlu dibicarakan dengan suami aunty Nabila. Jordan temani Jessi disini ya.” Ucap Ayu pada putranya.


Adam, Riko dan Ayu pun keluar. Mereka akan membicarakan kejanggalan-kejanggalan dari kecelakaan Nabila.


“Apa tidak ada black box di mobil Nabila?” Tanya Ayu.

__ADS_1


“Tidak, mobil itu miliknya sendiri. Aku lupa memasang black box di mobilnya.” Ucap Adam. Adam mengutuk dirinya karena lalai memberi keamanan pada istrinya.


“Apa Nabila punya musuh, Dam?” Tanya Riko penasaran.


“Tidak ada, aku khawatir bukan musuh Nabila. Tapi musuhku yang mencoba menyakiti Nabila.”


Ponsel Adam berdering, Adam pun mengangkat panggilan dari bawahanya yang sedang berada di TKP. Setelah menyelesaikan panggilan telefon bawahnya, raut muka Adam berubah padam. Aura membunuh muncul di wajah Adam.


“Benar, sepeti pemikiran nona Ayu. Itu bukan kecelakaan tunggal, seseorang berusaha mencelakai Nabila.” Kata Adam mengepalkan tanganya. Adam pun mengatakan hasil laporan dari anak buahnya yang ada di TKP.


“Jadi, bagaimana Dam?Kita tidak punya petunjuk.” Ucap Riko kali ini dia ikutan marah. Sama seperti Adam raut wajah Riko berubah.


“Mommy, aunty Nabila sudah sadar.” Cetus Jordan menghampiri mommy nya.


Adam langsung berlari menuju kamar. Dilihatnya Nabila tengah duduk bersandar bantal. “Sayang, kamu nggak papa?Mana yang sakit?”


Nabila hanya menggeleng menjawab pertanyaan suaminya.


“Jessi kemarilah!” Pinta Nabila pada Jessi yang di gendong Nita.


Adam pun mengambil alih Jessi dari gendongan Nita dan mendudukkan Jessi disebelah Nabila.


Nabila langsung memeluk erat Jessi. “Jessi hiks hiks.” Nabila tiba-tiba menangis begitu memeluk Jessi.


“Aunty, dont worry. Jessi here.” Cicit Jessi di pelukan Nabila.


“Jessi hiks hiks Terimakasih Jessi, Terimakasih Jessi. Boneka Jessi menyelamatkan dekbay, hiks hiks Terimakasih Jessi.” Nabila terus menangis memeluk Jessi.


“Mommy, What is dekbay?” Tanya Jordan pada Ayu.


“Dekbay itu adek bayi sayang.” Nita lebih dulu menjawab pertanyaan Jordan sebelum Ayu menjawab.


“Oh.” Kata Jordan manggut-mangut.


“Everything Alright, aunty. Don’t cry.” Jessi mengusap air mata Nabila dengan kedua tangan mungilnya.


Adam menatap istrinya dengan sedih, terlihat raut wajah Nabila masih ketakutan. Mungkin Nabila mengingat kejadian tadi.


.


.


.


Bersambung..


Mampir ya guys di cerita mommy Ayu ..

__ADS_1


Judul novelnya “Bekas Istri yang Kaya”



__ADS_2