Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 Gara-gara Mie ayam


__ADS_3

Daniel membawa Abel untuk makan malam di sebuah restoran mewah. Bukan ke tempat kedai Mie ayam langganan mereka. Sampai di restoran Abel mendiamkan Daniel, ia menjadi acuh tak acuh pada kekasihnya itu.


“Sayang, ayo lah jangan ngambek.” Bujuk Daniel meraih tangan Abel namun di tepis oleh perempuan itu.


“Aku kesal sama kamu, tau kita kesini aku gak bakalan ikut.” Gerutu Abel.


“Iya maaf..” lebih baik mengalah dari pada memperburuk keadaan.


“Bomat.”


“Apa tu?”


“Bodo amat.”


Dasar om-om, bomat aja ga tau.


“Ya udah, kamu habiskan makanmu terus kita jalan.” Ajak Daniel.


“Hm.”


Tiga puluh menit Abel dan Daniel menyelesaikan makannya. Usai membayar Daniel menyusul Abel yang sudah lebih dulu masuk ke mobil. Sampai di mobil pun Abel masih mendiamkan Daniel.


“Yah, Bel, masak gara-gara makanan kamu diem gini?” Keluh Daniel sambil menyalakan mesin mobilnya. Daniel melajukan mobilnya keluar dari parkiran restoran.


“Bukan masalah makanannya, tapi, kamu nya yang gak jujur!Mie ayam sama ramen itu beda jauh..” protes Abel. Mereka baru saja makan ramen.


Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan satu tangannya. “Terus di maafin nggak nih?Aku, kan, minta maaf.”


“Hm.” Jawaban super singkat, padat dan jelas dari Isabella Anastasya.


Hening.. tidak ada percakapan di antara mereka. Daniel mem play lagu Korea kesukaan Abel yang sering Abel dengarkan saat mereka kencan. Awalnya Daniel tidak suka bahkan merasa aneh mendengarkan lagu-lagu ost drakor, namun lambat laun ia mulai menyukai nya.


Terlalu fokus mengemudi dan menatap lurus kearah jalanan, Daniel sampai tidak menyadari Abel nya tertidur. Daniel menyadari Abel tidur begitu mereka sampai di SPBU, untuk mengisi BBM.


Usai mengisi BBM, Daniel kembali menyalakan mesin mobilnya. Namun, Daniel tidak membawa Abel pulang. Lelaki itu justru membawa Abel ke apartemen nya.


Daniel menggendong Abel dengan gaya ala bridal style. Satu tangannya menekan kode sandi apartemen nya. Daniel merebahkan tubuh Abel di kasur King size miliknya.


Cup..cup..cup.. Daniel mengecup kening, pipi kanan, dan pipi kiri Abel. “Mimpi indah sayangku.”


Daniel sendiri langsung membersihkan diri, setelahnya Daniel hanya memakai boxer dan bertelanjang dada.

__ADS_1


Klik..


“Niel...” suara bariton tengah memanggil Daniel. Sepertinya orang itu baru saja masuk ke apartemen Daniel.


Tok..tok.. Mengetuk pintu kamar Daniel. Daniel pun berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Nampaknya ia sudah menyadari akan ada tamu ke apartemen nya. Pantas saja ia tidak begitu kaget saat mendengar teriakan orang.


“Kau sudah datang?” Usai membuka pintu.


“Abel disini?” Tanya tamu Daniel dan lelaki itu mengangguk.


“Kita bicara di ruang kerjaku saja!” Ajak Daniel pada tamunya.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang kerja Daniel. Daniel pun langsung mengaktifkan mode kedap suara di ruang kerjanya. Sepertinya mereka akan membicarakan hal yang penting.


“Apa yang kau dapatkan, Wu?” Tamu Daniel adalah Wu bai. Wajah Wu bai nampak serius.


“Aku sudah memeriksa mobil Caca di kantor polisi, setelah kau mengatakan kecelakaan Abel tidak sesederhana yang kita pikir. Dan, hasilnya sesuai dugaan. Ada yang mensabotase mobil Caca.” Tutur Wu bai pada Daniel.


Daniel pun manggut-manggut. “Apa ada petunjuk lain?” Kali ini giliran Wu bai yang mengangguk. “Masih dugaan,”


“Katakan!”


“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?” Daniel menopang dagunya dengan kedua tangannya lalu menatap Wu dengan serius.


“Black box mobil Caca tidak ada, dan, CCTV di basement juga sedang bermasalah. Mobil yang berada di basement saat itu hanya bebeapa dan semuanya tidak memiliki black box. Seakan orang itu sudah memahami situasinya saat melancarkan aksinya. Jadi, sedikit sulit untuk melacaknya.” Lanjut Wu bai menjelaskan.


“Baiklah, sepertinya dia tidak tau sedang berurusan dengan siapa.” Smirk Daniel. Ada orang yang berusaha mencelakai keluarganya tentu saja Daniel tidak akan tinggal diam. Ia akan membalas siapapun yang berani menyentuh keluarganya.


“Aku rasa dia akan berulah kembali jika tau Caca selamat, menurut feeling ku, targetnya adalah Caca. Namun, malangnya Abel yang mengendarai mobil itu.” Ucap Wu bai.


“Kita lihat saja, biarkan masalah ini hanya kita yang tau. Caca maupun yang lainnya tidak perlu tau. Aku juga sudah meminta Abel untuk merahasiakan masalah rem mobil Caca.” Lebih sedikit yang tau masalah rem mobil yang blong lebih memudahkan Daniel untuk mengungkap siapa dalangnya. Ia juga akan berpura-pura tidak mengusut kecelakaan Abel lebih lanjut agar dalang dari penyabotase mobil Caca merasa dirinya masih aman.


“Oke..”


Usai memberikan beberapa bukti pada Daniel, Wu bai pun pulang. Di dalam map coklat yang diberikan Wu bai, ada beberapa foto kerusakan mobil Abel dan putusnya kabel di bawah mobil yang menyebabkan mobil blong.


Daniel mengantar Wu bai sampai ke depan apartemen. Setelah sahabatnya itu masuk lift, Daniel masuk ke dalam apartemennya. Ia kembali ke kamarnya.


Saat masuk ke dalam kamar Daniel melihat Abel tengah berguling-guling di atas kasur sambil menggerutu. Abel nya itu sangat menggemaskan ketika bertingkah seperti itu.


“Sayang, Kenapa kau bangun?” Daniel berjalan ke arah kasur dan duduk di atas kasus.

__ADS_1


“Kau dari mana?” Abel bangun lalu duduk dan bersedekap.


“Aku mengecek pekerjaanku.” Jawab Daniel.


“Bohong!”


“Aku tidak bohong, sayang. Aku baru saja mengecek email yang dikirim John.” Daniel menangkup kedua pipi Abel dan mengunyel-unyelnya.


“Awas kalau bohong.” Cebik Abel.


“Tidak akan.” Mengangkat kedua jari tengah dan jeri telunjuknya.


“Aku percaya.”


“Memang seharusnya kau percaya.” Daniel menyentuh bibir Abel lalu mengusapnya dengan jadi telunjuknya. Ia begitu mendamba pada bibir Abel. Dengan perlahan Daniel memajukan kepalanya mendekat ke arah Abel, kini hidung mereka saling menyentuh.


“Aku hampir gila saat melihat mu berlumuran darah.” Masih dengan posisi hidung yang saling bersentuhan sedangkan kedua tangannya menangkup wajah Abel. “Apalagi saat aku tau kau dalam perjalanan menemuiku, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika hal buruk terjadi padamu.” Kini lelaki itu beralih menempelkan dahinya ke dahi Abel.


“Maaf.” Balas Abel lirih. Perempuan itu juga tidak menyangka akan mengalami kecelakaan.


“Berjanji lah untuk tidak membuatku khawatir lagi!” Pinta Daniel seraya melepaskan tangan nya dari menangkup wajah Abel. Ia sedikit memundurkan kelapanya namun jarak mereka masih begitu dekat, hanya saja dahi Daniel dan Abel sudah tidak saling menempel.


“Aku akan berusaha untuk tidak membuatmu khawatir, tapi kau juga harus berjanji padaku, kau harus selalu jujur padaku.” Tutur Abel lembut sambil tersenyum.


Daniel mengangguk, “Aku janji sayang.” Mengecup bibir Abel. Dua kali kecupan yang akhirnya menjadi lum*tan, keduanya saling berpagutan, bertukar saliva dan saling membalas. Abel bahkan melingkarkan kedua tanganya di leher Daniel. Di saat mereka masih berpagutan, tangan Daniel masuk ke dalam blouse Abel, lelaki itu mengusap punggung Abel dengan lembut. Abel pun terbawa suasana oleh permainan lidah Daniel, tanpa Abel sadari ia melenguh pelan membuat gairah Daniel semakin memanas. Saat Daniel meraih kait bra Abel dan hendak melepaskan nya, Abel mendorong tubuh Daniel. Perempuan itu seakan tersadar kembali.


“Jangan..” lirih Abel. Daniel pun tersenyum dan menarik tangannya keluar dari blouse Abel. Ia lalu mengusap lembut kepala Abel.


“Baiklah, aku akan bersabar.” Mengecup sekilas bibir Abel.


“Sekarang ayo tidur!” Daniel merebahkan dirinya di kasur lalu menarik Abel hingga perempuan itu tidur berbantal lengannya.


“Selamat tidur.” Memiringkan dirinya dan mengecup sekila pipi Daniel. Kemudian kembali ke posisi semula.


“Iya selamat tidur, sayang.” Mengecup puncak kepala Abel.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2