Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Kamu selingkuh?


__ADS_3

Acara pengajian 4 bulanan Nabila berjalan lancar. Semua tamu sudah pulang. Tinggal sahabat dekat Nabila yang menginap. “Gilak, suaminya mbak Ayu ganteng maksimal. Pantesan Jordan sama Jessi kaya gitu.” Ucap Abel.


“Kamu pengen Bel?” Tanya Nabila.


“Iyalah, gue kan juga perempuan normal. Dah ganteng tajir melintir siapa yang nggak mau.” Abel.


“Kamu berdoa aja, biar dapat jodoh kayak gitu.” Sahut Nita.


“Do’ain gue ya guys, pokoknya gue mau deket-deket sama mbak Ayu. Biar di cariin pasangan.” Ucapan Abel membuat Nabila dan Nita terkekeh.


“Sayang, ada paket buat kamu di luar!” Ucap mama Silfi pada Nabila. Mama Silfi masuk ke kamar tamu tanpa mengetuk pintu, karna memang aku pintunya sedikit terbuka.


“Dari siapa, ma?” Tanya Nabila pada mama Silfi.


“Nggak tau, Adam yang buka. Mendingan kamu cek dulu saja.” Ucap mama Silfi.


“Oke, ma. Aku tinggal dulu ya,” Nabila pamit pada Abel dan Nita untuk memeriksa paket yang katanya untuk dirinya.


Kamar tamu ada di lantai satu, jadi, Nabila tidak perlu menuruni tangga. Nabila langsung mencari suaminya yang berdiri di halaman. Tepatnya di bawah tenda acara pengajian tadi. Terlihat Adam membuka box lumayan besar yang sepertinya paketan yang mama Silfi katakan tadi.


“Mas!” Panggil Nabila pada suaminya.


Adam menoleh. “Sini!” Melambai agar Nabila mendekat. Perempuan itu pun berjalan semakin mendekati Adam.


“Apa isinya mas?” Tanya Nabila penasaran. Kini perempuan itu berada di dekat suaminya.


“Entahlah.” Dan ternyata isinnya adalah mainan anak-anak. Ada boneka dan juga tayo. Terselip juga secarik kertas di dalam box berisi mainan anak itu. “Mainan anak!” Ucap Adam.


Nabila menatap isi di dalam box itu. Ada perasaan tidak enak setelah melihat isinya. Mainan?Siapa yang mengirim mainan. Seingat Nabila sahabatnya tidak membawa hadiah. Dan kelahiran anaknya masih lama, kenapa sudah dapat mainan. “Isinya apa, mas?” Tanya Nabila saat Adam sedang membaca secarik kertas.


Isinya ..


Hadiah untuk calon anak kita. Jaga dirimu sayang, aku akan menjemputmu saat waktunya tiba.


Dari


Pemilik Jiwa Ragamu

__ADS_1


Adam melototi Nabila tajam setelah membaca isi pesan di dalam box. “Apa maksudnya ini, Bil?” Tanya Adam pada Nabila.


Tubuh Nabila mendadak takut dan gemetaran mendapat tatapan tidak bersahabat dari Adam. “A-aku tidak tau, mas.” Jawab Nabila terbata-bata.


Adam meremas kertas yang ada ditangannya lalu menarik paksa tangan Nabila menuju kamarnya. Tidak ada seorang pun yang melihat kejadian itu. Keluarga Nabila maupun Adam juga sahabat mereka berada di kamar masing-masing. Mereka semua terlihat lelah.


Brak. Adam menutup pintu kamar dengan keras. “Jelaskan apa maksudnya surat ini?!” Teriak Adam. Mau Adam berteriak sekeras apapun tidak akan ada yang mendengarnya.


“Bila nggak tau, mas. Demi Allah Bila nggak tau,” ucap Nabila masih gemetaran.


“Tidak mungkin kamu tidak tau!Jika kamu tidak tau mana mungkin ini dikirim kerumah kita?!Sudah jelas penerimanya adalah kamu!” Rahang Adam mengeras. Kenapa dengan Adam?Apa dia hilang akal sampai begitu marah tanpa berpikir panjang.


“Tapi, Nabila nggak tau mas. Bila juga nggak tau kenapa box itu dikirim untuk, Bila.” Jawab Nabila. Perempuan itu berusaha melepaskan cengkeraman tangan Adam dan duduk di ranjang. Ia merasa nyeri di bagian perutnya.


“Kamu selingkuh dari aku, Bil?”


Nabila mendongak ke arah Adam, menatap suaminya dengan kecewa. Bagaimana bisa suaminya berpikir seperti itu. “Astagfirullah, mas kamu jangan memfitnah seperti itu.” Ucap Nabila terisak.


“Kalau enggak selingkuh namanya apa?Kenapa ada orang yang mengaku anak yang kamu kandung miliknya??” Suara Adam sudah melebihi 8 oktaf.


Nabila mengatur nafasnya agar lebih tenang. Ia akan berbicara dengan tenang pada Adam. “Mas, kamu ingat malam pertama kita?Apa aku sudah tidak perawan?Tidak kan?Aku masih menjaga kesucianku untuk suamiku, bagaimana mas bisa menuduhku selingkuh?” Tanya Nabila tenang.


Adam berpikir sebentar lalu berbicara. “Bisa saja kamu selingkuh setelah aku mengambil keperawananmu!” Ketus Adam. Gila, ya satu kata gila mungkin itu yang akan Nabila ucapkan pada suaminya. Benar-benar sepertinya susah meyakinkan Adam saat ini. Adam sedang dikuasai amarah dan tidak bisa berfikir jernih.


“Sepertinya kamu lelah, mas. Lebih baik mas Adam istirahat dulu. Bila akan keluar.” Nabila bangkit dari duduknya. Perempuan itu berniat meninggalkan kamar. Ia akan memberi waktu pada suaminya agar lebih tenang. Setelah itu Nabila akan mencoba berbicara lagi pada suaminya. Bagaimanapun apa yang dituduhkan Adam pada Nabila adalah fitnah.


Adam menarik tangan Nabila kasar, laki-lali itu mendudukkan Nabila paksa di ranjang. Ia mencengkeram kuat kedua bahu Nabila. “Siapa yang mengizinkanmu pergi?!Selesaikan masalah ini, baru kamu boleh pergi!” Bentak Adam.


“Kita tidak bisa membicarakan masalah iki sekarang, mas. Mas Adam sedang dikuasai amarah dan emosi. Jika kita berbicara saat ini, Bila takut kita membuat kesalahan.” Jawab Nabila lembut. Ia hanya takut ikutan tersulut emosi dan menentang suaminya. Jelas saja Nabila tidak mau menjadi istri durhaka. Perempuan itu masih mencoba sabar atas fitnah suaminya, ia tidak mau salah bertindak.


“Apa maksudmu?Maksudmu aku tidak bisa mengontrol emosiku sendiri?” Adam menyalah artikan perkataan Nabila.


“Tidak, bukan seperti itu, mas. Hanya saja lebih baik mas tenang dulu.” Nabila masih mempertahankan kelembutan di setiap tutur katanya. Ia juga tak lagi menangis.


“Kamu...” ucapan Adam terhenti saat ada suara ketukan dari arah pintu.


Tok.. tok.. Adam dan Nabila menatap kearah pintu bersama sampai ketukan kedua tok..tok. Adam pun berjalan mendekati pintu dan membukanya. “Mama!” Adam tidak menyangka yang mengetuk pintunya adalah mama Silfi. “Ada apa, ma?” Tanya Adam sopan.

__ADS_1


“Kamu sama Nabila gimana sih, malah mesra-mesra an di kamar. Itu si Riko sama Kevin mau pamit. Kalian turun dulu!” Tutur mama Silfi pada Adam.


“Ah, baik, ma. Sebentar lagi Adam turun.” Ucap Adam.


“Kamu sama Nabila!” Tegas mama Silfi.


“Iya, ma.” Setelahnya mama Silfi meninggalkan ruang kamar Adam dan kembali ke ruang keluarga.


Adam kembali mendekati Nabila. “Aku akan turun menemui yang lain. Kau dikamar saja, jangan turun dengan keadaanmu saat ini, aku tidak mau yang lain curiga. Aku akan bilang kau tidur karna tidak enak badan!” Ucap Adam pada Nabila penuh penekanan.


Nabila hanya bisa mengiyakan perkataan Adam. Ia juga tidak mau turun dengan keadaan mata sembab. Perempuan itu tidak mau membuat orang tua maupun sahabatnya khawatir. Lebih baik Nabila mengompres kedua mata nya dan beristirahat.


***


“Mana Nabila?” Tanya mama Silfi. “Mama kan bilang kamu sama Nabila, bukan kamu sendiri yang turun.” Ucap mama Silfi kesal.


“Maaf, Ma. Nabila ketiduran karna lelah. Mama tau sendiri acara tadi, apalagi Nabila kan sedang berbadan dua. Adam tidak mau Nabila kecapekan.” Jawab Adam berbohong.


“Nabila enggak capek karna hal lain kan, Dam?” Tanya papa Wisnu. “Capek karna ulah kamu misalnya.” Lanjut papa Wisnu.


Abel yang mendengar ucapan papa Wisnu pun tersedak jus yang baru saja diminumnya. “Om, ada Abel om. Abel masih single.” Ucap Abel mengelap jus yang menumpahi baju nya.


“Hehe sorry Bel, om keceplosan.” Ucap papa Wisnu.


“Nggak pa, Nabila benar-benar murni lelah karna acara tadi.” Jawab Adam membela diri.


“Sebenarnya Abel juga berpikiran kayak om sih,” Ucap Abel ceplos ceplos.


“Makanya Bel, kamu nikah gih. Biar nanti anak kamu masih bisa seumuran sama anak Adam dan Nabila. Nanti om angkat jadi cucu menantu.” Ucap papa Wisnu membuat semua orang tertawa.


‘Hm gimana nikah, pacar aja nggak punya.’


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2