Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Akhirnya mas Adam pulang


__ADS_3

Akhirnya Nabila tertidur karna kelelahan menangis.


Pukul 01:00 dini hari Adam baru sampai dirumah. Keadaan rumah sudah gelap. Hanya satpam yang masih terjaga. Adam mengendap-endap masuk ke kamarnya karna tidak mau membangunkan Nabila.


Ia melihat istrinya itu tidur dengan memeluk guling. Adam pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya Adam naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sebelah Nabila. Ia sangat hati-hati saat meraih tubuh Nabila ke dalam dekapannya.


Namun, Nabila sangat sensitif, ia bisa merasakan seseorang memeluk nya. Ia pun membuka mata perlahan, Nabila merasakan wangi sabun mandi yang tidak asing dan aroma maskulin suaminya.


“Kamu bangun sayang?” Suara yang sangat Nabila kenali.


Nabila mendongak. Ia merasa hanya mimpi, tanpa menjawab Nabila mentoel-toel pipi Adam. “Bahkan di dalam mimpi pun seperti nyata. Hihi, mas Adam tambah genteng di dalam mimpi.”


Bila terkekeh masih mentoel-toel pipi suaminya. Ia mengira hanya mimpi.


Nabila yang seperti itu membuat Adam gemas. Lelaki itu langsung mengecup puncak kepala Nabila cukup lama. “Kamu nggak mimpi sayang, mas sudah pulang.” Ucap Adam lembut.


Nabila tersentak. “M..mas Adam udah pulang, ini beneran mas Adam?” Nabila masih tak percaya. Ia menyentuh bagian wajah Adam dan meraba-rabanya.


“Suamimu memang sudah pulang, sayang.” Jawab Adam.


Tak terasa air mata menetes di pipi Nabila. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Nabila langsung memeluk erat suaminya. Pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Adam karna tidak mau Adam melihatnya menangis.


“Akhirnya kamu pulang, mas. Bila kangen banged.” Ucap Nabila sendu.


“Kamu nangis sayang?” Adam yang hanya bertelanjang dada merasakan dadanya basah. Ia bisa menebak istrinya itu pasti sedang menangis.


“Nggak, Nabila hanya bahagia aja mas akhirnya pulang.” Jawab Nabila.


“Jangan bohong, mas tau kamu nangis.” Adam bangkit dari tidurnya. Sementara Nabila bersembunyi di bawah selimut saat Adam tiba-tiba bangun.


“Ayo lah sayang, jangan sembunyi. Mas pengen lihat wajah cantik kamu. Mas kangen banged sama kamu.” Membujuk Nabila agar keluar dari selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Setelah melalui bujuk rayu yang cukup lama akhirnya Nabila keluar dari selimut. Ia pun mendudukkan dirinya.


“Sini aku peluk.” Ucap Adam merengkuh Nabila ke dalam pelukannya.


“Mas.. kalau udah punya istri tu nggak boleh peluk-peluk perempuan lain lho!” Tutur Nabila menyindir. Adam tersenyum samar masih dalam posisi memeluk Nabila. Ia tau Nabila menyindirnya karna foto yang Tasya kirim pada nya.


“Aku bisa jelasin sayang.” Sambil mengelus-elus rambut kepala Nabila.


“Itu hanya rekayasa, kan, mas?”


Adam melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipi Nabila dan cup, mengecup lembut bibir Nabila.

__ADS_1


“Nanti mas jelasin sayang, itu tidak seperti yang di foto.” Ucap Adam lembut sambil menatap Nabila dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Nabila.


“Tapi, sekarang mas kangen Bil.” Adam kembali mengecup bibir Nabila. Namun kali ini bukan hanya kecupan melainkan lum*tan. Keduanya saling berpagutan dalam waktu yang cukup lama sampai keduanya hampir kehilangan nafas.


“Boleh sayang?” Meminta izin pada Nabila. Nabila pun mengangguk. Tanpa menunggu lama Adam melanjutkan aksinya.


Dan, pergumulan panas mereka pun dimulai. Keduanya saling melepas rindu dengan cara mereka. Adam dengan lembut menjamah setiap bagian tubuh istrinya. Sementara Nabila sangat menikmati sentuhan suaminya. Seperti halnya Adam, Nabila pun merindukan suaminya lebih.


***


Pukul 10:00 pagi baik Adam maupun Nabila belum bangun. Tidak ada yang berani membangunkan keduanya apalagi saat para pengurus rumah tau Adam sudah pulang. Para bibi dan yang lainnya bisa memahami mungkin kedua majikannya saling melepas rindu.


Bahkan Abel pun tidak berani membangunkan Nabila dan Adam. Abel sudah sampai di rumah Nabila pukul 07:00 pagi, ia berniat numpang sarapan. Setelah sarapan Abel memilih pergi ikut Yoga menonton balap mobil.


“Pagi, Bi.” Sapa Adam pada Bi Sumi.


“Pagi Tuan. Tapi sepertinya sudah siang tuan.” Jawab Bi Sumi.


Adam terkekeh sendiri. “Iya Bi, saya lupa. Tolong siapkan sarapan ya Bi, em atau makan siang.” Adam kembali terkekeh.


“Baik, tuan.” Jawab Bi Sumi.


“Mas kenapa senyum-senyum gitu?” Nabila baru saja bergabung dengan Adam diruang makan.


“Nggak papa sayang.” Jawab Adam.


“Kok ke kamar, sayang?Kamu mau lagi?” Goda Adam yang langsung dicubit lengannya oleh Nabila.


“Sembarangan kamu mas, Bila mau nagih janji.” Ucapnya.


Adam mengernyit heran. “Janji?”


“Yang tadi, mas, kan, belum jelasin ke Bila masalah mas sama perempuan itu!” Ujar Nabila seraya mengambil ponselnya di nakas. Adam duduk disofa menunggu Nabila.


“Lihat!” Menyerahkan ponselnya pada Adam.


“Kamu percaya sama aku, kan?” Adam melihat satu persatu foto dirinya dan Tasya yang dikirim ke Nabila.


“Kalau aku ngga percaya udah aku gugat kamu, mas.” Nabila duduk disebelah Adam.


“Dia siapa sih mas?Kok bisa sama mas?”


Nabila pura-pura tidak tau. Ia mau menyamakan jawaban Adam dengan hasil penyelidikan dari Abel. Termasuk menyamakan nya dengan video yang di bawa Abel.

__ADS_1


“Sebelum mas jawab pertanyaan kamu, mas mau tanya dulu. Apa kamu merasa ada yang aneh sama Rangga?” Tanya Adam.


“Kak Rangga maksud mas?” Adam mengangguk.


Nabila menggeleng. “Kenapa mas nanya nya gitu?”


Nabila sengaja akan berpura-pura sampai akhir. Biar saja Adam yang menyelesaikan masalah Rangga.


“Jadi, sebenarnya pelaku pengirim bunga dan pengirim foto adalah orang yang sama. Yaitu Rangga, kembaran mantan pacar kamu itu.” Ucap Adam tenang.


“Apa?” Nabila pura-pura kaget.


“Hei, mas lagi bercanda, kan?Masa kak Rangga yang ngirim, motivasinya apa coba.”


Ini nih kalau punya istri nggak peka sama kecantikan dan kepribadiannya sendiri. Dia nggak sadar apa banyak laki-laki yang menginginkan nya. Rutu Adam.


“Mas nggak lagi bercanda, Bil. Emang kenyataanya seperti itu!kamu mau tau motivasinya si Rangga apa?” Nabila pun mengangguk.


“Dia suka sama kamu!!Dia mau rebut kamu dari aku!” Ucap Adam serius.


Nabila pun kaget hingga mulutnya menganga. Ia memang tau Rangga suka padanya lewat video yang di bawa Abel. Namun, saat suaminya sendiri yang mengatakan padanya ia tidak bisa untuk tidak kaget.


“Biasa aja mangapnya, kemasukan laler nanti.”


Puk.. terpaksa deh Nabila menepuk bahu Adam. Bisa-bisanya suaminya itu malah bercanda di saat serius seperti ini.


“Ada bukti, mas?” Tanya Nabila.


“Jadi, omongan aku aja kamu nggak percaya?” Adam mengernyit.


“Bukan-bukan seperti itu, tapi kalau ada bukti kan lebih kongkrit, Bila jadi bisa nuduh kak Rangga dengan bukti kalau nantinya dia mengelak.” Ucap Nabila cepat.


“Kamu nggak perlu nanya Rangga, sayang. Mas sudah urus semuanya.” Mengelus rambut kepala Nabila dengan lembut.


“Tapi, Bila, kan, pengen tanya langsung ke kak Rangga, mas.” Rengek Nabila.


Enggak bisa kalau hanya Adam saja yang mengurus masalahnya. Ia juga mau membuat perhitungan dengan Rangga yang sudah berani-berani mengganggu bisnis Adam. Sampai-sampai ia dan Adam terpaksa ldr an Jakarta Jepang karna ulah Rangga.


“Nggak perlu sayang, mas nggak mau kamu ketemu sama laki-laki itu. Mas takut dia bertindak nekat.” Ucap Adam me jeda ucapannya, “Apalagi...”


“Apalagi apa mas?”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2