Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
H-1 Pernikahan


__ADS_3

“Mau makan malam apa?” Tanya Aira.


“Pengen Indomie rebus yang pedes.”


“Oke kita mandi dulu.” ucap Aira menunjuk kamar mandi di kamar tamu agar Abel bisa mandi, sedangkan Aira mandi di kamarnya.


Setelah membersihkan diri, Aira memasak Indomie sesuai reques Abel. Indomie kuah dengan irisan cabe rawit.



Cekrek suara kamera ponsel Abel, dia mengunggah foto yang sudah diambilnya ke akun instagram ya.


“Dasar selebgram.” ucap Aira.


“Enak ra, bumbunya pas, kita dah kayak generasi micin belum? Makan Indomie malem-malem gini.”


“Hahaha generasi miciin semakin di depan.” Aira terkekeh.


“Lo gak takut gemuk ra makan kaya gini?”


“ Nggak, gue sering workout sendiri dirumah.”


“Seriusan?” Tanya Abel tidak percaya.


“ He.m, lihat gerakannya di YouTube,”


“Gak perlu ke gym lagi dong?”


“Gak pernah malahan kalo ke Gym, gada temennya.” selama ini kan Abel dan Nita mengenal sosok Aira sebagai anak rantau yang miskin jadi mana mungkin sempet ke gym.


Aira dan Abel curhat-curhat an sampai ketiduran, entah siapa diantara mereka yang lebih dulu tidur.


Paginya mereka ke kampus bersama, seperti biasa Aira memarkirkan mobilnya di cafe, kemudian keduanya berjalan menuju kampus. Nita sudah menunggu mereka di gerbang kampus. Melihat Aira dan Abel datang, Nita langsung berlari memeluk Aira.


“Makasih banged yaa bil, gua ga tau harus balas kebaikan lo gimana.” ucap Nita memeluk Aira kemudian ia meneteskan air matanya.


“Sama-sama Nit, gue seneng bisa bantu lo. Cukup lo jadi anak yang baik dan berbakti sama ibu lo, itu dah bikin gua sangat bahagia.” balas Nabila membalas pelukan Nita “Dah lo jangan nangis lagi, ga malu diliatin yang lain,”


“Iya, bener kata Bila. Dah jangan nangis lagi.”


Mereka berbincang seraya berjalan menuju ruang kelas. Ada sosok yang diam-diam memperhatikan mereka, terutama memperhatikan Aira. Tapi tidak berani mendekat.


**Siang hari selesai kuliah**


“Jadi kita ngerjain tugas dimana dong?” Tanya Nita.


“Di apartemen Aira aja.” ucap Abel sambil meminum es lemon tea kesukaannya.


“Boleh.” ucap Nabila. “Ya udah yuk cabut.”


“Kok kita mampir cafe, katanya mau ke rumah lo?” tanya Nita tidak paham, dia kemudian ikut Abel duduk manis di cafe, sementara Aira masuk ke dalam cafe.


Aira keluar dengan membawa tas plastik berisi boba dan camilan.


__ADS_1



“Udah?” Tanya Abel.


“Udah nih, lo yang bawa.”ucap Nabila menyerahkan kantong plastik ke Abel.


“Ini rahasia ya Nit, jadi tu cafe/coffe shop dan toko cake punya Nabila,” bisik Abel menunjuk toko.


“Seriusan?” Nita melongo tidak percaya, masih dengan mulut menganga.


“Tutup mulut lo, ntar ada laler masuk ih jijik.”


“Gila bel, gua ga nyangka Nabila ternyata bener-bener anak orang kaya.”


“Emang.” cetus Abel


“Lah bila mana?,” Nita melihat sekeliling, Nabila tidak kelihatan.


“Baru ambil mobil, tuh.” ucap Abel menunjuk Nabila yang sedang melajukan mobil menghampiri mereka.


Tanpa menunggu lama mereka masuk ke dalam mobil, Abel duduk di kursi depan samping Nabila yang sedang mengemudi, sedangkan Nita di kursi belakang.



“Wah lo beneran anak orang kaya Bil?” ucap Nita “Jadi cuma gua yang miskin, Apa kalian masih mau jadi temen gua?” Tanyanya dengan nada sedih.


“Hmm, mau gue kaya mau engga lo dan Abel bakalan selalu jadi sahabat baik gue,” ucap Nabila.


“Terimakasih,”


Nabila mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan mereka tertawa bersama. Sampai di apartemen mereka langsung mengerjakan tugas. Sore harinya tugas selesai, Nita kembali ke rumah sakit untuk menjaga ibunya. Abel mengantar Nita dengan mobil Nabila, setelah itu Abel pulang ke rumahnya. Kemarin saat menginap apartemen Nabila, Abel memang tidak membawa mobil jadinya pulang dengan mobil Nabila, dan esok harinya saat ke kampus Abel lebih dulu menjemput Nabila.


***H-1 Pernikahan***


Adam dan keluarganya sudah berada di Jogja, tepatnya di hotel milik Adam. Semenjak bertengkar dengan Nabila waktu itu, mereka tidak saling bertemu. Adam sengaja tidak mau menghubungi Aira, dia menunggu Aira untuk menghubungi lebih dulu. Sedangkan Aira sama sekali tidak pernah menghubungi Adam karena tidak tau nomor telefon Adam 😂


“Adam kamu sudah siap kan?” tanya Mama.


“Sudah Ma.” jawab Adam.


“Ingat ya Dam, besuk kamu sudah menjadi suami. Kamu harus bisa lebih bertanggung jawab, dan tinggalkan dunia malam!” Tegas mama.


“Mama tenang aja, Adam tidak akan melakukan kesalahan yang merugikan keluarga.”


“Maksud mama, Mama mau Nabila jadi satu-satunya wanita di hidup kamu, kamu paham apa kata mama kan nak?”


“Adam mengerti Ma, Adam tidak akan mengecewakan mama.”


“Besuk setelah resepsi Papa sama Mama akan langsung pulang ke Jakarta, karena lusa harus kembali ke Australia.” ucap Papa.


“Tidak beristirahat dulu Pa?”


“Tidak bisa Dam, Mama kamu mau menghadiri nikahan putri sahabatnya juga.” ucap Papa.


“Kalo Kakek?”

__ADS_1


“Aku akan menginap di Jogja selama satu bulan di rumah besan, mau nostalgia jaman muda.” ucap Kakek dengan wajah berseri-seri karena bahagia. Dulu waktu muda kuliah, Kakek Trisno dan Kalek Tejo sering menghabiskan waktu bersama.


“Ya sudah, tapi Adam sama Nabila akan langsung kembali ke Jakarta paginya. Karena Adam harus mengurus perusahaan.”


“Kamu kan bosnya Dam, bisa ambil cuti. Emang kalian ngga bulan madu?” Tanya kakek.


“Iya bener apa kata Kakek, Papa sama Mama kan juga mau cepet-cepet nimang cucu.” timpa Papa.


“Nabila kan harus kuliah Kek, Pa. Mungkin nanti bulan madu pas Nabila libur semester, Adam akan ambil cuti.” Jawab Adam menjelaskan.


Bulan madu apa, nikah juga karena paksaan. Gumam Adam.


“Jangan menunda punya momongan ya Dam, kamu sudah berumur!” tegas mama, menatap Adam dengan lembut.


“Kalo itu Adam ngga bisa mutusin Ma, Adam harus tanya pendapat Nabila. Dia juga belum lulus.”


“Hamil masih tetap bisa kuliah kan Nak?” Tanya papa.


“Bisa pa, tapi kan kasian Nabila nanti jadi banyak yang difikirkan masalah kuliah ya jaga kondisi saat hamil.”


“Benar kamu Dam, nanti kakek yang bujuk Nabila biar mau punya momongan cepet,” ucap Kakek terkekeh.


“Tidak usah Kek, nanti Adam sendiri yang bujuk Nabila,”


“Nah itu bagus,” Ucap kalek dan papa bersamaan.


Adam mengacak acak rambutnya karena pusing dengan permintaan keluarganya, Kaleknya minta cicit kembar, papanya minta cucu laki-laki, sedang mamanya minta perempuan. Padahal nikah saja belum sudah sibuk menentukan pewaris selanjutnya.


Apa mungkin Nabila mau cepat-cepat punya anak. Dia kan masih kuliah, ah bodoh amat kalo dia ngga mau tinggal paksa aja. Gumam Adam dengan senyum devilnya.


Bersambung.


***next***


“ Ini bukam kerjaan aku Mas, sumpah. Ini mungkin ibu yang siapin,” ucap Nabila .


.


.


.


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cucu tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .

__ADS_1


__ADS_2