
Maaf lahir batin ya guys
“Maaf mas, aku ada kelas.”Jawab Nabila dengan mata berkaca-kaca, entah apa yang membuatnya berkaca-kaca tapi mendengar Adam akan menghadiri ulang tahun mantannya membuat hati Nabila sakit.
“Apa kamu cemburu?” tanya Adam.
“Tidak Mas, bukankan dari awal kita sudah setuju untuk tidak mencampuri urusan masing-masing. Aku tidak cemburu.”
Adam menarik tubuh Nabila dalam dekapanya, “Apa susahnya bilang kalau cemburu, jika kamu tidak mengizinkan, aku tidak akan pergi.” Adam mengusap lembut rambut Nabila.
“Benarkah?Jika begitu jangan pergi, aku tidak mau Mas bertemu dengan mantan Mas!” Nabila melingkarkan kedua tangannya di leher Adam.
Cup .. Adam mengecup bibir mungil Nabila. ****** lembut bibir mungil Nabila. “Aku hanya membohongimu, aku ke Bali untuk mengurus masalah di kantor cabang bukan untuk bertemu mantan.”
Nabila melepaskan diri dari pelukan Adam, mengerucutkan bibirnya, “Mas bohong?” tanya Nabila polos .
“Hahaha, Kamu sungguh menggemaskan, Bagaimana bisa kamu semenggemaskan ini saat sedang cemburu?” Adam mencubit gemas kedua pipi Nabila.
“Aku tidak cemburu!” tegas Nabila.
“Kamu cemburu Bil, lihat kamu saja hampir menangis seperti bayi.” Adam menarik Tubuh Nabila lagi ke dalam pelukannya. “Istriku yang baik, aku hanya akan pergi untuk bisnis bukan untuk menemui mantan.” Adam mencium pucuk kepala Bila.
“Mas Adam tidak bohong kan?” Nabila mendongakan wajahnya melihat wajah Adam.
“Aku tidak bohong.. Apa kamu mau ikut bersamaku?” tanyanya seraya mencium lagi bibir Nabila.
“Aku ingin tapi tidak bisa, sebentar lagi ujian jadi harus belajar.” jawab Nabila.
“Baiklah, kamu fokus pada belajar mu. Aku hanya pergi sehari.”
Nabila masih menatap lekat pada suaminya, ada rasa cemas di hatinya entah Adam jujur atau bohong. “Jangan lama-lama.” ucap Nabila lirih.
“Tidak.. kamu tenang saja, sudah kembalilah ke kelas. Ingat untuk langsung pulang setelah kelas berakhir.” Adam melepaskan pelukannya.
“Baiklah.. Jangan coba-coba menemui mantanmu, atau aku adukan pada Kakek!” Ancam Nabila keluar dari mobil.
Adam menatap punggung istrinya yang telah menjauh. Bukanya tadi bilang tidak akan mencampuri urusan pribadi masing-masing, baru aku bohongi akan bertemu mantan sudah mengancam mengadu pada kakek, sungguh menggemaskan kamu Bil.
Mobil Adam meninggalkan area kampus, sementara Nabila kembali ke kelasnya.
“Ada apa, Tumben suami lo nyari lo?” tanya Abel.
“Mas Adam mau ke Bali untuk mengurus bisnis malam ini, tadi dia kesini untuk pamit.”
“Aw so sweet banged suami lo,” ucap Nita.
__ADS_1
“Biasa aja guys.”
Abel dan Nita saling bertatapan dan menganggukkan kepalanya lalu menatap kearah Nabila.
“Gimana kalau malam ini kita nginep dirumah Lo, ngerjain tugas dari Pak Radens. Sekalian kita nemenin lo.” ucap Abel antusias.
“Aku sih tidak keberatan, tapi ibu lo gimana Nit?”
“Ada budhe dari Bandung, jadi tidak papa aku menginap di rumahmu.” ucap Nita.
“Okelah, sip.”
Nabila mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Adam. Meskipun dia tau whatshapnya belum tentu di balas.
✉️Adam: Boleh.
✉️Nabila: Makasih Mas 🥰
Nabila tidak heran dengan balasan pesan singkat dari Adam, karena itu memang sudah ciri khas Adam yang dingin.
Sore harinya mereka bertiga menuju rumah Nabila, dengan dua mobil. Yang satu mobil Nabila dan yang satunya mobil Abel. Saat sampai di depan gerbang Nabila membunyikan klakson memberi isyarat agar Pak Bejo membuka gerbang.
“Makasih Pak.” ucap Nabila membuka kaca mobilnya.
“Sama-sama Non,” jawab Pak Bejo.
“Gilaa rumah suami lo megah bener Bil,” Ucap Abel, “Ini mah lebih mewah dari rumah Gue, pekarangan ya luas banged bisa buat bangun 3 rumah.”
Nita juga menatap rumah mewah Adam dengan mulut menganga, “Suami Lo kaya banged ya Bil” tanya Nita.
“Engga kok, yuk kita masuk!” ajak Bila.
“Selamat datang Non,” ucap Pak Sholeh membukakan pintu.
“Yaa Pak, Pak malam ini Mas Adam tidak pulang karena harus ke Bali. Tapi teman-teman saya mau nginep disini, saya sudah izin sama Mas Adam tolong bersihkan kamar tamu ya Pak!”
“Baik, Non..,”
“Makasih Pak.. eh lupa mengenalkan ini Abel dan Nita Pak sahabat dekat saya.”
“Salam kenal Non Abel, Non Nita,” Pak soleh menyapa Abel dan Nita dengan Sopan.
“Salam kenal Pak.. maaf merepotkan ya Pak.” ucap keduanya.
Setelah berbincang singkat dengan Pak Sholeh, Nabila mengajak kedua sahabatnya ke ruang keluarga.
__ADS_1
“Anggap aja rumah sendiri guys, kalian jangan sungkan.” ucap Nabila menyuruh kedua temanya untuk duduk.
“Bil beneran gak papa nih kita nginep di rumah lo?” tanya Nita.
“Santai aja lagian gue nyonya rumahnya hahaha,” jawab Nabila dengan terkekeh, “Dah lo tenang aja, gue udah izin sama mas Adam kok.”
“Iya Nit lo tenang aja, itung-itung kita Numpang hidup mewah sehari, ya kan Bil?”
“Yups.. dah gue kedapur dulu ambilin minum buat kalian.” Nabila meninggalkan kedua sahabatnya pergi ke dapur. Tapi sampai di dapur dia tidak menemukan siapapun, Nabila akhirnya menuju rumah belakang tempat dimana para pembantu tinggal dilihatnya Bi Ani tengah menyiram sayuran. Di rumah belakang ada sekotak tanah yang digunakan untuk menanam sayur segar.
“Bil yang lain kemana?”tanya Bila.
“Bi Ijah sedang membersihkan kamar tamu Non, kalo Bi Sumi sedang ke apotek, Non ada yang dibutuhkan?”
“Bi Sumi sakit Bi?” tanya Nabila.
“Iya Non, sepertinya flu.”
“Oh, nanti minta tolong Pak Slamet untuk antar Bi Sumi periksa ya Bi, nanti kalo Bi Sumi datang tolong kabari saya!” tegas Nabila.
“Baik Non, Apa Non Bila butuh sesuatu?”
“Tidak kok Bi, saya tinggal dulu Bi.” setelah itu Nabila kembali ke dapur membuat minuman sendiri dan mengambil beberapa Cup cake yang ada di kulkas.
Nabila membawa meminum dan cemilan dengan nampan kembali ke ruang keluarga.
“Lah Bil lo buat minuman untuk kita sendiri?Tau gitu gue Bantuin,” ucap Nita menghampiri Bila mengambil alih nampan yang ada di tangan Nabila.
“ Lo ngga punya pembantu kah Bil?,” tanya Abel.
“Ada bel..Baru pada sibuk, lagian gue juga bisa kalo cuman buat minum sendiri.” Nabila duduk di samping Abel. “Kita jadi mau ngerjain tugas?”
Abel dengan sigap mengambil laptop dan buku dari ransel miliknya. “Iya dong, gue udah siap nih. Biar cepet kelar.”
Nita juga mengeluarkan buku-bukunya, “Betul, dah muak gue sama Pak Radens. Tuh Dosen beda tipis sama Raja, suka semuanya sendiri.”
“Hahaha, Yaudah yuk mulai,” Nabila membolak balik buku yang ada di depanya.
Bi Ijah menghampiri Nabila dan teman-temanya. Sedikit berlari kecil. “Non kamar tamu sudah siap bisa ditempati,”
“Makasih Bi.,” balas Nabila.
Dari arah lain Bi Ani datang juga menghampiri Nabila. “Non Bi Sumi sudah datang, tapi tidak mau berobat. Bi Sumi bilang sudah baikan Non,”
Nabila menghentikan aktivitas menulisnya, “Bi Sumi sekarang dimana?” tanya Nabila.
__ADS_1
Bersambung..