Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 Untuk masa depan kita..


__ADS_3

Sebelum tidur Daniel menyempatkan diri untuk mengecek pekerjaanya. Selama liburan Daniel tetap bertanggung jawab pada pekerjaannya, berbeda dengan Abel yang masih kuliah, ia tidak mempunyai beban sama sekali. Selama liburan ya hanya fokus menikmati liburannya.


Saat Daniel sedang sibuk memeriksa pekerjaannya, Abel memilih ngemil seraya nonton televisi. Ia belum merasakan mengantuk. Sesekali ia melirik Daniel yang sedang fokus dengan tabletnya.


Tampan dan mapan. Idamankyu banged. Batin Abel yang memang menginginkan suami tampan dan mapan. Bukan matre ya, wajar bagi perempuan mengharapkan memiliki suami yang tampan dan mapan.


Apa salah jika seorang perempuan berharap kehidupan rumah tangganya sejahtera tanpa memikirkan beban karna keterbatasan ekonomi?Apa salah jika perempuan berharap anak-anaknya kelak akan selalu tercukupi kebutuhannya, hidup sejahtera dengan rumah sendiri dan tidak kehujanan saat musim penghujan pulang dari sekolah karna adanya mobil?Tidak, kan?Dibanding matre bisakan menganggap perempuan yang seperti itu realistis?


Pada dasarnya tidak ada perempuan matre, yang ada adalah perempuan realistis.


“Daniel...” rengek Abel merasa bosan di abaikan oleh Daniel karna pekerjaanya.


“Hmm.”


Daniel menjawab tanpa menoleh pada Abel, lelaki itu seakan tidak mengindahkan rengek an Abel.


Dasar nggak peka.


Abel yang kesal dengan jawaban Daniel yang hanya berupa deheman memilih diam. Ia mematikan televisi dan masuk ke dalam selimut. Lalu dengan sengaja Abel mematikin lampu di ruang kamar itu. Seakan kode agar Daniel menyelesaikan pekerjaanya dan istirahat. Tanpa mengucapkan selamat malam, Abel memilih tidur. Ia mulai memejamkan kedau matanya.


Daniel sendiri tau Abel sedang merajuk, apalagi perempuan itu sengaja mematikan lampu kamar tanpa kata. Bukan marah karna Abel menggangu pekerjaan nya yang belum selesai, Daniel justru merasa gemas.


Apa seperti ini mempunyai kekasih yang masih labil? Batin Daniel. Kekasih??Kapan jadiannya, kemarin Daniel mendeklarasikan Abel sebagai miliknya, sekarang ia menganggap Abel sebagai kekasihnya. Padahal ia menembak Abel pun belum. Bisa ya ngaku-ngaku menjadi kekasih.


Daniel langsung mematikan tabletnya dan menaruhnya di nakas sebelah tempat tidur. Ia pun mengidupkan lampu tidur yang berada di atas nakas agar ruangan itu tidak terlalu gelap. -Lalu ia duduk di bed nya sendiri menghadap bed milik Abel.


“Bel..” panggil Daniel lembut.


“Maaf, Abel sudah tidur. Bagi yang tidak berkepentingan dimohon untuk tidak mengganggu, sekian dan terima kasih.” Ucap Abel tanpa membuka mata. Tenyata Abel masih merajuk ya!


Lucunya, jadi pengen peluk. Batin Daniel tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena tingkat lucu Abel.


“Tidur kok masih bisa nyahut, kamu marah sama saya?” Tanya Daniel sambil terkekeh.


Hening..


Hening..


Abel tidak mau menanggapi Daniel. Ia masih malas dengan lelaki itu.


Wah, dia benar-benar merajuk ya!


“Ya udah, saya minta maaf.” Ucap Daniel lembut.

__ADS_1


“Memang kamu salah apa minta maaf?” Ketus Abel.


Pftt..Dia benar-benar merajuk. Batin Daniel sambil menahan tawa.


“Saya mengecek pekerjaan di saat kita sedang liburan, saya mengabaikan kamu.” Ucap Daniel lagi masih dengan suara yang lembut.


“Terserah.” Balas Abel singkat. Ia mengubah posisi tidurnya yang semula telentang menjadi miring meringkuk sambil memeluk guling dan membelakangi Daniel.


“Abel, saya kerja keras biar dapat uang yang banyak untuk masa depan kita.” Jelas Daniel.


Masa depan kita?uwaaaaa, apa artinya? Batin Abel merasa senang namun ia sembunyikan.


“Bel.. Sudah dong, jangan marah lagi.” Bujuk Daniel.


“Siapa yang marah, aku nggak marah, aku ngantuk.” Jawab Abel.


“Coba saya lihat wajah kamu kalau tidak marah?” Daniel meraih lengan Abel mencoba menarik Abel agar berbalik menghadap ke arahnya.


“Nggak mau!” Menepis tangan Daniel.


“Kalau nggak mau saya cium kamu!” Ancam Daniel.


Dengan secepat kilat Abel langsung bangun dan duduk tegap ia juga memposisikan dirinya duduk menghadap Daniel. Ia duduk dengan bersila. “Apa, apa?Nih, wajahku, sudah puas lihatnya?” Gerutu Abel sambil memajukan wajahnya mendekat pada Daniel.


Daniel menyunggingkan bibirnya membentuk senyum tipis. “Kamu cantik.” Puji Daniel memandangi wajah Abel dengan intens.


“Apa sih..” menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Abel merasa malu sekaligus senang. Tadi aja merajuk, di puji cantik sama Daniel langsung meleleh.


Dasar kau lemah, Abel! Batin Abel menghujat hatinya yang cepat sekali meleleh oleh kata-kata Daniel.


“Kenapa ditutupi, saya, kan, mau lihat wajah cantik kamu.” Daniel meraih tangan Abel yang menutupi wajah Abel dengan kedua tangan Daniel. Lalu digenggamnya lembut kedua tangan Abel.


“Aku malu.” Mencoba membuah wajah ke arah lain. Ia mengalihkan wajahnya ke arah jendela.


Cup.. Daniel bangkit berdiri masih dengan menggenggam kedua tangan Abel. Lelaki itu lalu menunduk sedikit dan mengecup pipi kanan Abel. “Sudah malam, ayo istirahat, besok kita jalan-jalan.” Ucapnya lembut setelah memberikan kecupan selamat malam di pipi Abel. Daniel lalu melepaskan tangan Abel.


Arggh, dia menciumku. Karna malu Abel langsung beringsut masuk ke dalam selimut dan bersembunyi sambil menetralkan detak jantungnya yang sepertinya sedang perang disana. Tabuhan genderang terdengar jelas dari dada Abel.


Kau benar-benar lemah Abel. Rutuk Abel pada dirinya sendiri.


“Good night, Abel.” Ucap Daniel kembali duduk ke bed nya.


“Hm..” balas Abel.

__ADS_1


Lagi-lagi Daniel geleng-geleng kepala dengan tingkah Abel. Lelaki memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun, ia tidak tidur hanya berbaring. Daniel menunggu Abel tertidur, setelah Abel tertidur pulas, Daniel kembali menyelesaikan pekerjaanya. Baru setelah pekerjaanya selesai, lelaki itu tidur.


***


Pagi-pagi Abel sudah kebingungan mencari Daniel, sejak bangun tidur hingga selesai membersihkan diri Abel tidak melihat batang hidung Daniel sama sekali. Kemana perginya lelaki itu?


Abel jadi uring-uringan karna Daniel pergi tanpa memberitahunya, jangankan memberi tau, membangunkan Abel pun tidak.


Ceklek.. pintu kamar terbuka tepat saat Abel akan keluar, mereka jadi berpapasan di depan pintu.


“Mau kemana?” Tanya Daniel.


Mau kemana katanya?Nyari kamu lah, kamu nggak sadar pergi tanpa pamit, ninggalin aku sendirian, hp nggak aktif, apa gunanya punya hp kalau nggak di aktif in. Buang aja ke tukang rongsok! Ingin sekali Abel meneriaki Daniel dan marah-marah pada lelaki itu. Namun, melihat tangan kanan Daniel membawa kresek yang sepertinya berisi makanan, niat Abel marah-marah pun sirna seketika.


Dasar Abel, lihat makanan aja lemah! Rutuk nya pada diri sendiri.


“Aku mau keluar jalan-jalan.” Jawab Abel.


“Kita sarapan dulu.” Ajak Daniel seraya merengkuh bahu Abel mengajaknya duduk di sofa. “Aku udah beli nasi kuning untuk sarapan.” Ucap Daniel kemudian.


Abel mengernyit heran, sejak kapan lelaki itu mau bangun pagi hanya sekedar untuk membeli nasi kuning. Ia, kan, bisa minta petugas hotel jika hanya mau makan nasi kuning.


“Ini nasi kuningnya beda, lebih enak kata resepsionis tadi.” Ujar Daniel.


“Kamu tadi ganjen sama petugas resepsionis nya?” Tuduh Abel.


Daniel yang sedang menyiapkan nasi kuning pun menoleh sekilas pada Abel. “Mana ada saya ganjen, saya hanya bertanya sebentar, apakah itu bisa dikatakan ganjen?” Kembali fokus pada nasi kuning nya.


“Kamu senyum nggak sama mbak-mbak reseptionis nya?” Daniel menangguk.


“Lah itu namanya ganjen.”


Daniel menghela nafas pelan. “ Abel, mana ada tersenyum sama orang disebut ganjen, saya hanya membalas sebagai sopan santun, masa ada orang senyum saya malah melotot, kan, tidak sopan. Lagi pula saya laki-laki masak ganjen seperti perempuan saja.” Tutur Daniel menjelaskan.


“Serah kamu deh, malesin. Mana nasi kuningku!” Merebut nasi kuning dari tangan Daniel dan langsung memakannya.


Nasi kuning itu di bungkus dengan mika transparan dan sudah di lengkapi sendok plastis.


.


.


.

__ADS_1


.


Yang sabar ya Daniel, Abel seperti remaja labil. Semoga kalian segera jadian, author doakan yang terbaik buat kalian 😇😇


__ADS_2