
Sore harinya keluarga sudah lengkap baik dari pihak Nabila maupun Adam sudah berada di kediaman Adam. Rumah Adam sangat luas dan memiliki banyak kamar, jadi, muat untuk menampung dua keluarga di tambah sahabat-sahabatnya. Karna rencananya saat pengajian 4 bulanan Nabila, semuanya akan menginap.
“Yoga kemana, mas?” Tanya Nabila dari tadi tidak melihat batang hidung si Yoga. Padahal bocah itu masih dalam masa hukuman.
Adam terlihat celingak celinguk melihat kesekeliling mencari sosok Yoga. “Nggak tau, sayang. Mungkin lagi keluar.” Jawab Adam.
“Nyari apa Nduk?” Tanya Bu Putri yang baru saja datang dari rumah belakang.
“Ini lho buk, si Yoga nggak tau kemana. Padahal harusnya dia dirumah.” Ucap Nabila.
“Oh.. Denis tadi disuruh bapak keluar nganter kakek Tejo sama Kalek Trisno mau nongkrong katanya.” Ucap Ibu Putri. Beliau ingat tadi saat sedang mengobrol dengan besannya, tiba-tiba kakek Tejo dan kakek Trisno berdandan necis. Saat ditanya mereka akan nongkrong, biar kayak anak metropolitan.
Adam menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan kelakuan kedua Kakeknya. “Hm.. mereka kadang nggak ingat umur, Buk.” Timpal Adam.
“Biarin aja lah Dam, asal nggak jadi tua-tua keladi aja.” Sahut ibu Putri.
“Emang ibuk tau tua-tua keladi itu apa?” Tanya Nabila memastikan apakah ibunya itu tau arti tua-tua keladi. Jangan-jangan ibunya hanya dapat kata-kata dari teman arisannya tanpa tau artinya.
“Itu loh yang mengaku bujangan kepada setiap wanita ternyata cucunya segudang.” Balas Bu Putri dengan cengkok sesuai lirik lagu “Tua tua keladi dari T2”.
“Hahaha.” Adam di buat terkekeh dengan ibu mertuanya.
“Kamu kok ngetawain ibuk to, Dam?Padahal bener lho Dam yang ibu katakan tadi, ada lagunya juga. Mau ibu nyanyiin?” Tawar Bu Putri.
“Nggak Buk, makasih hehe.” Tolak Adam dengan sopan.
“Suara ibuk apik lho Le, kamu nggak bakalan nyesel Dam, kalau ibuk nyanyiin.” Ujar ibu Putri.
“Dah buk, kita percaya kok kalau suara ibu apik. Tapi...” ucap Nabila.
“Tapi apa?” Tanya ibuk.
“Tapi lebih apik kalau ibuk nggak nyanyi hehe.” Ucap Nabila terkekeh.
Ibu Putri melototkan mata nya pada Nabila. “Tuh Dam, istrimu durhaka sama ibuk. Masa bilang suara ibu jelek.” Ucap Bu Putri tidak terima karna Nabila menyarankan agar lebih baik ibunya tidak bernyanyi.
__ADS_1
Adam tersenyum. “Maafkan istri Adam ya buk, nanti biar Adam yang hukum Nabila.” Lanjut Adam ikut terkekeh.
‘Mati aku, hukuman mas Adam palingan tidak jauh dari urusan ranjang.’ Batin Nabila.
“Ada apa ini kok kayaknya seru?” Suara dari arah rumah belakang juga. Suara berasal dari mama Silfi, ibu kandung Adam.
“Ini lho besan, mosok menantumu ini udah bikin ibuk nya kesal.” Keluh Bu Putri pada mama Silfi. Sementara Adam mundur perlahan menjauh, laki-laki itu tidak mau terlibat lagi dalam obrolan para wanita. Ia juga harus keluar untuk ke perusahaan sebentar.
Mama Silfi menatap Nabila. “Kamu apakan besan saya, Bil?” Tanya mama Silfi.
“Nggak kok Ma, Bila enggak apa-apapin ibuk. Ibuk aja yang baperan hehe.” Jawab Nabila senyum.
“Hiss kamu ini, Bil. Suka sekali bikin ibuk mu kesal.” Ucap mama Silfi.
Ibu Putri mendekati mama Silfi. “Kita jadi pergi, jeng?” Tanya ibu Putri pada mama Silfi. Mereka sudah janjian akan pergi ke Mall berdua, sekalian keliling di salah satu Mall di Jakarta.
Mama Silfi nampak semangat. “Jadi dong, saya ambil tas terus berangkat.” Jawab mama Silfi lalu kembali ke kamar mengambil tas mahalnya.
Nabila bingung mau kemana kedua ibunya ini. “Ibuk sama mama mau kemana?Kok Bila nggak di ajak?” Tanya Nabila.
“Kita mau jalan-jalan Nduk, sama bapak terus pak Wisnu. Kita mau double date, jadi, kamu nggak usah ikut.” Tutur ibu Putri.
“Dah nggak usah mangap gitu, nanti kemasukan laler. Jaga rumah yaa, ibuk jalan dulu.” Ucap ibu Putri kemudian meninggalkan Nabila untuk bersiap-siap.
***
“Sayang?” Adam memanggil Nabila yang tengah ketiduran di sofa ruang keluarga.
“Eh, mas udah pulang?” Nabila mengerjapkan mata. Ia beranjak duduk.
“Kok sepi?” Tanya Adam heran melihat keadaan rumah. Padahal seharusnya kan rame karna dua keluarga berkumpul.
“Hm itu mas bapak, Ibuk, mama, papa lagi jalan ke Mall. Katanya mereka double date, aku aja nggak boleh ikut.” Jawab Nabila cemberut.
“Kalau kakek-kakek?”
__ADS_1
“Mereka nongkrong diantar Yoga, mas.” Nabila beranjak dari duduknya mengambil jas Adam yang tadi suaminya lampir kan di sofa. “Ke atas yuk mas, aku siapkan air untuk mandi!” Ajak Nabila.
Adam mengekori Nabila naik ke kamarnya. Menurut sekali seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Sampai di kamar Adam langsung membersihkan diri sesuai arahan nyonya Nabila. Sementara Adam mandi, Nabila menunggu suaminya dengan membaca novel. Ia duduk berselonjor di atas ranjang dan menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang.
***
“Yoga, kamu kok nggak bilang sama kakek kalau ada acara seperti ini?” Tanya kakek Tejo pada Yoga.
“Ini rahasia ya kek, jangan sampai mas Adam dan mbak Nabila tau!” Ujar Yoga mengingatkan.
“Gampang lah, kita bisa jaga rahasia. Asal selama kita berdua di Jakarta kamu ajak kita jalan-jalan terus.” Sahut kakek Trisno.
Saat ini Yoga, Kakek Tejo dan kakek Trisno sedang di area balap mobil. Tejo sangat menyukai acara itu, apalagi dulu Tejo dan Trisno juga suka kebut-kebutan dengan mobil yang populer di masa nya.
‘Hm kok aku berasa kayak momong bayi besar ya..’ batin Yoga.
“Kamu mau pegang yang mana Tris?” Tanya Tejo.
“Yang merah, aku yakin yang merah menang.” Jawab Trisno. “Kalau kamu?”
Tejo mengamati mobil-mobil yang sudah siap di landasan. “Aku pegang yang Silver itu, pasti itu yang menang.” Ujar Tejo.
“Kalau menurut Yoga, mobil warna putih yang menang.” Sahut Yoga.
“Taruhan gimana?Nanti kalau kamu menang, kita belikan mobil baru!Gimana Tejo?” Ujar Trisno meminta persetujuan Tejo.
“Setuju, terus kalau salah satu dari kita yang memang, kamu cukup traktir kita berdua selama di Jakarta. Tentunya ajak kita berdua nongki.” Ucao Tejo.
Yoga dibuat melongo dengan kedua kakeknya. Tapi taruhan yang menarik. Yoga tidak akan rugi, jika kalah pun dirinya tidak akan rugi banyak. Karna uang jajanya masih banyak. Kalau dirinya menang lumayan dapat mobil baru. Jadi, mobilnya yang di bengkel bisa ia berikan pada Radit. Kan mobilnya bisa digunakan Radit untuk mencari uang dengan mendaftar ojek online. “Yoga setuju, deal?” Ucap Yoga.
“Deal!!” Seru Tejo dan Trisno kompak.
.
.
__ADS_1
.
.