
Pagi tadi Abel telah sah menyandang status barunya sebagai istri Daniel Alexander. Prosesi ijab Qobul di laksanakan di kediaman orang tua Abel. Papa Damar sendiri yang menikahkan putrinya. Saat acara berlangsung hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat dekat.
Berbeda untuk nanti malam, resepsi dengan gaya barat akan di gelas secara mewah di salah satu hotel mewah di Jakarta. Hotel itu milik Raka, dari sekian banyak pilihan hotel Abel memilih hotel Raka sebagai tempat resepsi pernikahannya dengan Daniel.
Disana pesta di gelar dengan tema indoor dan outdoor. Tamu undangan bisa memilih menikmati jamuan di dalam atau di luar gedung, taman hotel itu disulap menjadi tempat pesta yang sangat mewah.
Abel sudah berias sejak satu jam yang lalu, ia hanya berdandan natural karena Abel mau teman-temannya yang datang tidak pangling dan masih mengenalinya. Ada-ada saja memang padahal orang lain biasnya ingin terlihat berbeda saat menikah tapi Abel mau biasa saja.
Mulai pukul setengah tujuh malah para tamu berdatangan. Baik tamu dari kalangan pejabat, pengusaha, dan kalangan biasa. Untuk kalangan pejabat dan pengusaha rata-rata tamu dari papa Damar dan Daniel. Untuk kalangan biasa tamu dari Abel, untuk ibu-ibu sosialita tamu mama Lila. Dan, ada juga tamu dari kalangan artis papan atas yang adalah tamu Caca.
Senyum sumringah nampak terlihat jelas dari dua kakek yang sedang menyalami para tamu. Siapa lagi kalau bukan kakek Han dan Kakek Nanto. Mereka amat bersyukur bisa menjalankan amanat terakhir dari mendiang istri masing-masing. Apalagi cucu-cucu mereka menikah didasari oleh cinta bukan karena paksaan.
“Akhirnya kita besanan, Han.” Ucap kakek Nanto.
“Iya, Nanto. Kita harus panjang umur sampai melihat cicit kita lahir.” Balas kakek Han.
“Tentu saja, aku pasti akan menemaninya bermain bola.” Kakek Nanto sudah membayangkan betapa bahagianya dirinya saat menghabiskan masa tuanya menemani sang cicit bermain bola.
“Memang kau yakin cicit kita akan laki-laki, bagaimana jika perempuan?Mau menemaninya bermain boneka.” Kakek Han terkekeh.
“Iya juga ya, atau aku minta Daniel sama Abel program bayi kembar saja. Siapa tau dapat laki dan perempuan sekaligus.” Kakek Nanto memegang dagunya saat memikirkan ide itu.
“Ide bagus, jadi, kita tidak pelru berebut.” Kakek Han mengangguk-anggukan kepala nya.
Kedua kakek itu saling tatap lalu terbahak.
***
Satu persatu sahabat Daniel menghampiri mempelai laki-laki dan perempuan untuk mengucapkan selamat. Dimulai dari bos Daniel yang datang bersama istrinya. Raka dan Ayu datang bersama si kembar Jessica dan Jordan.
“Selamat, Abel. Akhirnya nikah juga sama fucek Boy, sesuai keinginan kamu, kan?” Ayu memeluk Ayu dan cipika-cipiki. Abel sendiri merona, ucapan Ayu mengingatkan kisah nya beberapa bulan yang lalu dimana Abel meminta Ayu mencarikannya pasangan harus bad Boy.
“Hehe, gak taunya dapatnya juga dari orang nya mbak Ayu.” Abel terkekeh sambil membalas pelukan Ayu. “Makasih ya mbak, aku bisa kenal Daniel juga karna mbak Ayu.” Ayu pun mengangguk.
“Mommy, mommy sudah dong, Jessi juga mau cium aunty Abel.” Rengek Jessi menarik-narik gaun Ayu. Ayu menoleh pada putrinya lalu tersenyum.
“Iya, iya, sekarang gantian kamu.” Ayu menggeser tubuhnya lalu menghampiri orang tua Abel untuk mengucapkan selamat.
“Aunty!” Jessi menengadah menatap Abel. Abel menunduk, karena gaun yang ia gunakan Abel tidak bisa berjongkok mensejajari Jessi padahal Jessi ingin mencium Abel yang terlihat cantik menurut Jessi.
“Aduh sayang, Maafin aunty ya, aunty nggak bisa jongkok.” Abel mengusap-usap rambut Jessi. Gadis kecil itu memasang wajah memelas dan berkaca-kaca.
__ADS_1
“Keponakan paman kok sedih.” Daniel menunduk menatap Jessi. “Mau cium aunty Abel?” Tanyanya pada Jessi dan Jessi mengangguk. Daniel tersenyum lalu mengangkat Jessica hingga sejajar dengan Abel.
“Dari tadi kek yang.” Gerutu Abel pada Daniel yang baru saja peka.
Jessi bertingkah seperti mommy Ayu, gadis kecil itu memberikan kecupan manis di pipi kanan dan kiri Abel.
“Selamat menikah aunty, semoga aunty Abel dan paman Daniel bahagia selalu. Untuk kado pernikahannya Jessi cuman mau adik bayi yang lucu aunty.” Ucap Jessi polos. Daniel dan Abel saling tatap melongo. Dari mana Jessi bisa mengucapkan permintaan seperti itu.
“Sayang, kayaknya Kebalik deh, harusnya kamu yang kasih kado buat aunty sama paman Daniel.” Tutur Abel lembut. Jessica menggeleng. “Nggak salah kok aunty, kata paman Mike karena aunty sama paman sudah menikah Jessi bisa minta kado, dan kata paman Mike lebih baik kadonya adik bayi. Biar Jessi punya teman main.” Lanjut Jessi dengan polosnya.
Abel dan Daniel langsung mengedarkan pandangan mereka mencari sosok Mike si pencuci otak polos Jessi. Dan, pada saat mereka menemukan Mike, lelaki itu hanya nyengir sambil mengacungkan jempol pada Abel dan Daniel.
“Aunty..”
“Eh, iya sayang?” Abel kembali memalingkan pandangannya pada Jessi.
“Adik bayinya harus cewek ya aunty, karna adik bayi aunty Nabila sudah cowok dua jadi, adik bayi dari aunty Abel harus cewek.” Ucap Jessi lagi.
“Eh...” Abel bingung sendiri harus menjawab ucapan gadis kecil itu bagaimana.
“Iya Jess, kamu tenang saja. Paman pasti kasih adik bayi cewek yang banyak buat kamu.” Tutur Daniel mengiyakan permintaan Jessi. Abel melotot tajam pada suaminya, bisa-bisanya Daniel menjawab seperti itu.
“Sayang, ayo! Gantian yang lain juga mau salaman sama paman Daniel.” Raka menghampiri Daniel mengambil Jessi dari gendongan Daniel. Meskipun cemberut gadis kecil itu menuruti Raka, ia tanpa protes di gendong Raka menjauh dari Abel dan Daniel.
Setelah Jessi pergi Abel mencubit lengan Daniel.
“Kenapa sih yang?” Daniel protes pada istrinya.
“Kamu kok bisa mengiyakan permintaan Jessi?Memang bikin bayi mudah.” Abel cemberut.
“Astaga sayang karena itu kamu mencubit ku?” Daniel geleng-geleng kepala. “Kamu tenang saja, bikinnya mudah kok, enak lagi.” Bisik Daniel pada Abel.
Blush.. lagi-lagi pipi Abel merona merah bak tomat yang tumbuh subur di kebun belakang mama Lila.
Gini ya punya suami mantan casanova, mesum.
Selain sahabat-sahabat Daniel, sahabat Abel juga datang. Ya, mana mungkin sahabat Abel tidak datang. Apalagi Nabila yang sangat antusias dengan pernikahan Abel.
Nabila datang bersama Adam, si kembar Aksa, Akra dan juga keluarga yang lain. Lengkap papa Wisnu, Pak Hendra, mama Silfi, ibu Putri, Yoga juga kedua kakek, kakek Tejo dan kakek Trisno.
Nabila dan Adam menghampiri Abel dan Daniel.
__ADS_1
“Selamat sayangku, akhirnya laku juga.” Nabila memeluk Abel bahagia. “Makasih bun, Btw mana si kembar?” Abel tidak melihat si kembar Aksa, Akra.
“Ada kok, ikut yangti sama oma nya.”
Giliran Adam memberi selamat. “Selamat Bro, salam tembak dalam.” Bisik Adam sambil menepuk bahu Daniel.
“Tau aja lo Bro.” Daniel terkekeh membalas pedulikan Adam menepuk bahu Daniel. Ya pelukan ala lelaki saling tepuk bahu.
Nita juga datang bersama suaminya. “Selamat Abel ku, akhirnya ada yang mau sama kamu.”
Abel terkekeh. “Makasih bumilku.”
“Selamat Bro.” Ucap Riko pada Daniel.
“Thanks.”
***
Tibalah pada saat yang di tunggu-tunggu . Pelemparan buket bunga. Abel sudah memegang bunganya siap untuk di lemparkan agar bisa d tangkap salah satu tamunya. Banyak tamu perempuan yang sudah berjejer untuk menangkap buket bunga dari Abel.
Dalam hitungan ke tiga Abel akan melempar buket bunga itu.
Para tamu pun siap menghitung, satu..dua..tiga, dan bukannya melempar buket bunga itu Abel justru membalik tubuhnya. Ia berjalan ke arah Caca lalu memberikan buket bunga itu pada Caca.
“Untuk kakak, Abel yakin kakak juga akan mendapatkan laki-laki yang menyayangi kakak dengan tulus tanpa memandang siapa kakak, siapa orang tua kakak dan status sosial kakak. Abel juga yakin kebahagiaan itu pasti akan menghampiri kakak cepat atau lambat. Abel sayang kak Caca.” Ucap Abel lembut sedaya menyerahkan buket bunganya.
Caca menerima buket bunga itu dengan berkaca-kaca lalu menghambur memeluk Abel. Interaksi keduanya membuat para tamu terharu.
Namun, ada sepasang mata di sudut ruangan yang memandang sinis pada keduanya.
.
.
.
.
Instagram : @nlita.s
__ADS_1