Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Hampir Malam pertama


__ADS_3

Dini hari Adam kembali ke kediamannya, Adam sendiri termasuk laki-laki yang kuat minum. Jadi meskipun banyak minum alkohol tidak akan membuatnya mabuk.


Krekk .. dia membuka pintu kamarnya dilihatnya Nabila tengah sholat tahajud.


“Udah pulang Mas?” Nabila melipat mukenanya melihat Adam yang mematung di depan pintu, “Kenapa enggak masuk?” tanya Nabila.


“Kamu doa apa tadi?” Tanya Adam seraya duduk di tepi ranjang.


“Rahasiaa dong.” jawab Nabila setelah menaruh mukena, lalu menghampiri Adam.


Adam menarik Nabila hingga jatuh ke pangkuannya. “Pelit kamu ditanya aja, pake rahasia segala. Aku kan suami kamu.” ucapnya memeluk Nabila yang duduk dipangkuannya.


Deg..deg..detak jantung Nabila terlalu cepat saat Adam menariknya, apalagi sekarang Adam memeluk Nabila.


Ya Allah, sepertinya aku mencintai suamiku. Nabila berniat melepaskan kedua tangan Adam yang melingkar di tubuhnya, tapi percuma Adam memeluknya semakin erat, dia mulai mencium tengkuk leher Nabila.


“Mas kamu..,” ucap Nabila memutar tubuhnya kini menghadap Adam masih dalam pangkuannya.


Cup.. Adam mengecup lembut bibir Nabila,kemudian dia ***** bibir Nabila. “Apa ini yang pertama?” tanya Adam saat menghentikan lumatannya. Nabila mengangguk mengiyakan pertanyaan Adam.


Adam tersenyum melihat anggukan Nabila, pipinya merona merah, kemudian dia ****** bibir Nabila lagi, Nabila tidak menolak dia bahkan membalas ****** bibir Adam. Merasa Nabila tidak menolaknya, Adam semakin bersemangat dia mengangkat tubuh Nabila membaringkannya di kasur, Adam menindih tubuh Nabila dan ****** bibir mungil Nabila dengan rakusnya. Ciuman Adam semakin berani, Dia mencium seluruh wajah Nabila, pipi, mata hidung bibir secara bergantian, lalu ciuman beralih ke tengkuk leher Nabila meninggalkan bekas kepemilikan di sana. Saat Adam tengah bermain di tengkuk leher Nabila, Nabila yang sedari tadi menikmati permainan Adam membuka matanya terbelalak.


“Mas Kamu mabuk?” Ucap Nabila berusaha mendorong Adam saat mencium aroma alkohol.


“Tidak.. aku tidak mabuk.” Adam masih fokus pada tengkuk leher Nabila, “Bila bolehkah aku?” tanyanya pada Bila.


Nabila mendorong tubuh Adam, ia sedikit menghindar dan merapikan baju tidurnya yang sempat kusut karena Adam.


Adam menatap aneh pada istrinya, “Kamu menolakku?” tanyanya pada istrinya.


“Bukan seperti itu Mas, aku mau melakukannya jika Mas dalam keadaan tidak Mabuk. Aku tidak mau melakukannya jika Mas mabuk seperti ini.”


“Aku tidak mabuk Bil, aku masih sadar.” ucap Adam.


Nabila mendekat pada Adam mengendus aroma tubuh Adam, “Ada bau alkohol di tubuh mas.”


Adam tersenyum melihat tingkah istrinya, “Aku tadi memang minum, tapi aku tidak Mabuk.” Jawab Adam menarik Nabila dalam pelukannya. “Tapi baiklah kita bisa melakukannya nanti, tapi kamu tidak boleh menolak.”


“Iyaa.. Maaf mas aku tidak bermaksud menolakmu.” ucap Nabila lirih.


“Tidak papa, sudah mari kita tidur.” ucap Adam mengajak Nabila untuk berbaring, Adam tidur sambil memeluk Nabila.

__ADS_1


Hari berikutnya Adam dan Nabila beraktivitas seperti biasa. Adam pergi ke kantor , sementara Nabila pergi kuliah.


***Aero Grub***


Adam nampak sibuk dengan tumpukan berkas di mejanya.


Tok tok...


“Masuk!”


“Maaf mengganggu Pak, ini laporan dari bagian humas.” ucap Selfi sekretarisnya.


“ Hem.. Ada lagi?”


“Ada Pak, Anda mendapat undangan dari kampus xxx, Acara dies Natalies kampus. Sebagai sponsor beasiswa dan Alumni diharapkan Bapak bisa hadir.”


Bukankah itu kampus Nabila? Gumam Adam. “Baiklah, kamu atur jadwalku. Aku akan sempatkan untuk datang.”


“Baik Pak.. Kalo begitu saya permisi.” Selfi undur diri dari ruangan Adam.


Adam memikirkan kejadian semalam, saat dia hampir melakukannya bersama Nabila.


Sihir apa yang yang kamu punya Bil, aku selalu ingin menyentuhmu saat dekat denganku, jika saja tadi malam kamu tidak mendorongku.. gumam Adam menatap walpaper di layar ponselnya, ya walpaper Adam adalah foto pertunangan Adam dan Nabila.


“Tuan, ada masalah di cabang Bali,” ucap Tio yang sedari tadi berdiri di samping kursi Adam.


“Katakan!”


“Sepertinya ada penggelapan Dana.” kata Tio seraya menunjukkan pesan dari orang kepercayaan yang ada di cabang Bali.


“Beraninya mereka. Siapkan apa yang di perlukan kita ke Bali malam ini!” Adam beranjak dari duduknya.


“Baik Tuan, Maaf Tuan mau kemana?” tanya Tio saat Adam berjalan keluar dari ruangannya.


“Aku akan ke kampus Nabila.” Jawab Adam.


“Saya akan menyiapkan mobil Tuan.” Sigap Tio segera memerintah orang untuk menyiapkan mobil.


***Kampus Nabila***


“ Bil lo udah itu belum?” Tanya Abel penasaran.

__ADS_1


Nita dan Abel menatap kearah Nabila yang sedang sibuk menulis resum, “Itu apa?” tanya Nabila yang tidak mengerti maksud pertanyaan sahabatnya.


“Itu loh itu yang biasa di lakukan pengantin baru.” ucap Abel dengan menggerakkan dua jari telunjuknya, menempelkan jari telunjuk tangan ke jari telunjuk kiri.


Nabila masih tidak mengerti maksud dari sahabatnya itu, “Apa sih bel?”


“Itu loh maksud Abel malam pertama,” ucap Nita tanpa sensor.


“Oh.. Belum kok,” ucap Nabila santai.


“Yah sayang sekali..padahal kita kan penasaran,” ucap Abel yang di angguki oleh Nita.


Nabila menatap kedua sahabatnya, memberi insyaallah agar Abel dan Nita mendekat pada Nabila “Kalo penasaran lebih baik kalian nikah saja!” ucap Nabila nyengir.


“Sialan Lo, gimana mau nikah pacar ada gue gak punya.” gerutu Abel.


“Apalagi gue, boro-boro mikir nikah, prioritas gue saat ini adalah kuliah dan kerja biar bisa bantu keuangan emak gue.” ucap Nita.


Ponsel Nabila berdering.. “Bentar gue jawab dulu.” kata Nabila lalu menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


📞 Halo Tio, ada apa?Hah sekarang?Baik tunggu sebentar.


“Siapa?” tanya Abel dan Nita bersamaan.


“Asisten suami gue, Dia bilang suami gue lagi nunggu di depan kampus. Gue temuin dulu ya.” ucap Nabila beranjak dari duduknya dan berlari kecil meninggalkan ruang kelas. Dia berlari keluar dari gerbang kampus, dilihatnya mobil Adam tengah terparkir di samping cafe miliknya.


Tio membukakan pintu mobil, agar Nabila masuk ke dalam mobil, disana Adam sudah menunggu. Sementara Tio berdiri di luar mobil mebalakangi mobil.


“Mas kok tiba-tiba kesini?” tanya Nabila saat sudah duduk disebelah Adam.


“Aku akan ke Bali malam ini.” Adam menatap wajah Nabila. Memperhatikan wajah cantik istrinya.


“Acara?” tanya Nabila.


“Mantanku mengundangku di acara ulang tahunnya.” jawab Adam santai.


“Apaa?” Nabila membelalakkan matanya menatap tajam Adam.


“Aku bilang mantanku mengundangku di acara ulang tahunnya.” Lagi-lagi Adam berucap dengan santai.


“Oh oke.. kalo begitu hati-hati di jalan!” tutur Nabila seraya memegang pintu mobil hendak keluar tapi di tarik oleh Adam.

__ADS_1


“Aku belum selesai bicara.” Adam menahan tangan Nabila.


Bersambung ...


__ADS_2