Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Aku bosan


__ADS_3

“Mas Adam kok lama banged sih?” Gerutu Nabila. Nabila baru saja selesai menenangkan Jessi, bocah kecil itu sudah kembali tertidur.


Ceklek.. Pintu kamarnya terbuka Adam masuk kamar dengan senyum lebar dan menenteng kresek berisi martabak manis.


“Aku pulang.” Adam hampir berteriak tapi Nabila dengan cepat berlari mendekat Adam dan membungkam mulutnya. “Mas Jessi dan Jordan baru saja tidur lagi, kalau mas teriak nanti mereka bangun.”


“Maaf, sayang.”


Nabila menarik tangan Adam untuk mengajaknya duduk di sofa. “Mas kemana saja sih?Lama banged.”


“Maaf, maaf. Tadi aku ada urusan penting, ini martabak pesananmu.” Adam menyerahkan martabak manis pada Nabila.


“Aku sudah tidak ingin.” Ucap Nabila tanpa rasa bersalah.


“Apa?Kamu tidak ingin?”


Nabila melirik Adam sekilas lalu mengangguk. “He’m.. Aku sudah tidak berselera.”


“Tapi Bil, aku antri lama banged demi martabak ini. Kamu nggak kasian sama aku?” Tanya Adam memelas.


“Nggak tuh, mas mandi sana bau sekali.” Nabila menuntup hidungnya dan berjalan ke ranjang.


Sedangkan Adam mencium bau tubuhnya. Adam tidak merasa dirinya bau, tapi ia tetap mandi sesuai permintaan Nabila. Padahal sore tadi Adam sudah mandi.


Setelah mandi Adam melihat Nabila sudah tidur memeluk Jessi dan Jordan. Lirikan Adam beralih pada martabak yang masih utuh di meja. Adam pun menghela nafasnya.


“Ngotot minta martabak, ujung-ujungnya nggak dimakan. Jangankan dimakan, disentuh aja enggak.” Adam membawa martabak yang masih utuh itu ke ruang keluarga. Disana ada Riko dan Yoga. Adam menghabiskan martabak itu bersama Riko dan Yoga.


“Dam setelah ini gue pulang.” Ucap Riko. Riko memutuskan untuk pulang dulu karena Nita masih ngambek, tadi saat Riko pulang ia langsung menemui Nita tapi Nita tidak membuka pintu kamarnya.


“Nyerah?” Tanya Adam.


“Masa mas Riko nyerah?” Timpa Yoga.


“Bukan nyerah, Nita masih ngambek karena Rani.” Jawab Riko.


“Ngambek karena Rani?” Tanya Adam dan Yoga bersamaan.


Riko pun menceritakan pada Adam dan Yoga saat tidak sengaja bertemu Rani di cafe kemarin.


“Owh.. bagus dong mas, berarti mbak Nita cemburu sama mas Riko” ucap Yoga.


Adam juga membenarkan perkataan Yoga.

__ADS_1


“Jadi gimana dong, Ga?” Tanya Riko.


“Tunggu aja sampai mbak Nita enggak ngambek, terus lamar langsung.”


“Aku setuju sama Yoga, nggak usah di lama-lamain langsung lamar aja.” Sahut Adam.


“Oke.” Riko langsung beranjak dari duduknya dengan semangat.


“Mau kemana?” Tanya Adam penasaran.


“Pulang.”


Setelah Riko pulang, Adam tidak punya teman mengobrol lagi. Yoga sudah kembali ke kamarnya untuk mengerjakan PR. Sementara Nabila sudah tidur.


Adam memutuskan untuk kembali kekamarnya dan tidur di sofa. Adam tidak mau menggangu tidur istrinya dan kedua bocah yang saat ini sedang tidur pulas di sebelah istrinya. Adam juga tidak mau tidur sendiri di kamar tamu, lebih baik tidur di sofa setidaknya Adam bisa memandangi Nabila sampai terlelap.


Pagi harinya Nabila akan mengantar Nita pulang ke apartemennya di temani Jessi dan Jordan. Nita memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemennya, ia tidak mau merepotkan Nabila dan Adam. Awalnya Nita memang setuju untuk tinggal bersama Nabila dan Adam. Tapi kini Nita berubah Fikiran, Nita mau mengenang alm. Ibunya dengan tetap tinggal di apartemen.


Nabila dan Adam menghormati keputusan Nita. Asal Nita tidak sedih lagi, tidak masalah Nita mau tinggal dimana saja.


Nabila mampir ke Mall dulu sebelum pulang. Sesudah mengantarkan Nita, Jessi dan Jordan mengajak Nabila untuk bermain di Mall. Jessi ingin membeli Barbie baru sedangkan Jordan ingin membeli jaket.


“Aunty ini kartu milik Jessi.” Jessi menyodorkan kartu platinum miliknya berniat membayar sendiri barang belanjaan nya.


“No aunty, Jessi punya uang sendiri.” Cicit bocah kecil itu, Jessi dan Jordan memiliki kartu sendiri-sendiri dari mommy Ayu. Bagaimanapun Ayu tidak mau kedua anaknya sampai kekurangan uang.


“Jessi sayang, aunty tau Jessi punya banyak uang jajan dari mommy Ayu tapi aunty juga ingin membelikan hadiah untuk Jessi. Apa boleh aunty saja yang membayarnya?Aunty sudah izin kok sama mommy Ayu, dan mommy Ayu mengizinkan aunty untuk membayar semua belanjaan Jessi dan Kaka Jordan hari ini.” Nabila tau Jessi ingin membayar sendiri karena takut di marah mommy Ayu jika Nabila yang membayarnya.


“Apa aunty yakin mommy mengizinkan?” Tanya Jessi memastikan.


Nabila mengangguk. “Jessi percayakan sama aunty?”


“Jessi percaya aunty, Terimakasih aunty.”


“Sama-sama sayang.”


Setelah berbelanja, Nabila mengajak Jordan dan Jessi pergi ke kantor Adam. Nabila mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara Jessi dan Jordan di kursi belakang tidur.


Sampai di Hanggara Group, Nabila membangunkan Jordan. Ia kemudian masuk ke perusahaan Adam dengan menggendong Jessi yang masih tidur dan menggandeng Jordan.


Semua karyawan yang berpapasan dengan Nabila menunduk hormat. Mereka sudah tau Nabila adalah nyonya presiden. Nabila menuju ruangan Adam dengan lift khusus Presdir.


“Mas Adam ada mbak?” Tanya Nabila pada Selfi sekertaris Adam.

__ADS_1


“Ada nyonya, Silahkan langsung masuk saja.” Balas Selfi sopan.


“Terimakasih.” Nabila langsung masuk keruangan Adam.


“Sayang, kamu nggak bilang mau kesini.” Adam bangkit dari kursi kebesarannya langsung menghampiri Nabila.


Cup.. Adam mengacup kening Nabila tanpa malu meskipun Jordan melihatnya. Kemudian Adam mengambil alih Jessi dari gendongan Nabila.


“Aku kesini karena bosan, tadi aku ke Mall sama Jordan dan Jessi.” Ucap Nabila yang langsung mendudukkan dirinya di sofa diikuti oleh Jordan.


Sementara Adam masih berdiri dan menimang Jessi yang tadi menggeliat saat Adam menggendongnya


“Kalian udah makan belum?” Tanya Adam.


“Sudah uncle.” Jawab Jordan yang diikuti dengan anggukan dari Nabila.


“Baiklah. Sayang aku akan bawa Jessi ke ruang pribadi, kamu bisa menemani Jessi tidur disana.” Adam berjalan menunju ruang pribadinya. Lalu ia menidurkan Jessi di ranjang ruangan itu.


“Mas sibuk?” Tanya Nabila setelah Adam kembali dari ruang pribadi.


“Aku ada meeting dengan Presdir Pratama Group, kamu tidak papa kan aku tinggal?”


“Tidak papa, aku bisa ikut Jessi tidur saja. Lagi pula aku sedikit mengantuk.” Nabila memang sudah menguap beberapa kali begitu sampai di perusahaan Adam.


“Tapi Jordan tidak mengantuk, aunty.” Semenjak Nabila membangunkannya, Jordan sudah tidak lagi merasa mengantuk. Bocah kecil itu justru on fire, merasa fresh seperti baru saja diisi baterai


“Apa Jordan mau ikut uncle?” Adam berjongkok di depan Jordan.


“Tapi uncle kan mau bekerja, Jordan tidak mau menggangu uncle.” Balas Jordan sopan.


“Tidak papa, Jordan tidak akan menggangu uncle. Jika Jordan mau, Jordan bisa ikut uncle.”


Jordan pun menatap Nabila seakan meminta persetujuan dari Nabila. “Aunty mengizinkan, Jordan bisa ikut uncle Adam ke ruang meeting.” Nabila bisa melihat Jordan sangat ingin mengikuti Adam.


.


.


.


Bersambung ..


Maaf ya nggak up dari kemarin.. Author baru sibuk banged ..

__ADS_1


__ADS_2