
Di perjalanan menuju Jogja city Mall. Abel membuka boba nya dan meminumnya. Juga makan donat nya. Tak lupa ia menawari Daniel yang sedang mengemudi.
“Mau?” Menawarkan donat, Abel sedang makan donat.
“Kamu nggak lihat saya lagi nyetir, nggak bisa megang nya, bahaya.” Jawab Daniel.
Cih.. bilang aja minta disuapin. Tapi, karna Abel yang baik hati suka menolong dan tidak sombong ini sedang bahagia maka aku akan menyuapimu. Batin Abel.
“Kalau aku suapi, mau?” Daniel mengangguk, “Dari tadi dong, masak kamu enak-enakan makan, saya nggak dikasih.” Gerutu Daniel.
Ya kali aja lo nggak mau, Bambang. Batin Abel kesal.
Abel menusukan pipet ke dalam cup boba. Lalu mengarahkan boba itu ke mulut Daniel yang langsung di sambut oleh mulut Daniel. Lelaki itu nampak meminum boba dengan bangun pipet tanpa memegangnya.
“Donatnya juga mau.” Ucap Daniel.
“Nih..” mengarahkan donat ke mulut Daniel yang langsung digigit oleh lelaki itu. “Hm, lumayan rasanya.” Ucap Daniel menikmati setiap gigitan dari donat yang di beli Abel.
Apa sih susahnya bilang enak.
“Macet, Bel.” Ucap Daniel.
“Nggak papa, nanti juga sampai.”
Dari amplaz ke Jogja city Mall butuh waktu 40 menit karena macet. Pertama kalinya Abel masuk ke Jogja city Mall. Perempuan itu hanya berbelanja sandal dan flat shoes yang menurutnya lucu. Kalau Daniel hanya mengekori Abel saja tanpa protes.
“Nonton aja, gimana?” Usul Abel pada Daniel untuk membunuh waktu. Daniel tentu saja tidak menolak, mau nonton mau shopping ya ya aja.
“Mau popcorn sama apa minumnya?” Tanya Daniel yang berniat mengantre tiket sekalian popcorn.
“Aku milo aja deh.” Daniel pun mengangguk.
Dua jam setengah mereka di dalam bioskop menonton film action. Nggak ada romantis-romantis nya, namun lucu sampai Abel hampir kram perut karna tertawa. Memang filmnya action komedi.
***
Abel dan Daniel sudah kembali ke hotel. Mereka beralih kamar dengan double bed. Abel merasa kasian jika Daniel harus tidur di sofa.
Usai memilih kamar yang baru Abel langsung membersihkan dirinya. Setelahnya ia akan beristirahat sebentar lalu mengajak Daniel untuk jalan-jalan malam sekalian mencari makan malam.
__ADS_1
Sementara Daniel memanfaatkan waktu istirahatnya untuk tidur. Abel sendiri tidak menganggu Daniel yang sedang tidur, ia bermain ponsel Daniel memilih fotonya yang ada di ponsel Daniel dan mengirimnya ke ponselnya.
Banyak notif pesan masuk nih, bikin penasaran intip nggak ya? Gumam Abel. Jiwa kepo nya seketika meronta-ronta ingin tau siapa saja yang mengirim pesan pada Daniel. Dalam ikon pesan lelaki itu ada 64 chat yang belum dibuka.
Buka Abel, kapan lagi bisa intip isi pesan ponsel Daniel. Bisik Abel versi iblis.
Jangan Abel, itu privasi Daniel kamu tidak berhak untuk melihat sekalipun hanya mengintip. Jangan. Bisik Abel versi malaikat.
Abel geleng-geleng kepala menepis pikiran negativ di dalam dirinya. Ia pun kembali fokus memilih foto nya. Lalu ia menemukan satu foto yang menurutnya sangat cantik.
Ya ampun baru nyadar ternyata gue secantik ini. Hihi. Abel terkekeh sendiri memandangi foto-foto dirinya yang terlalu cantik menurut Abel. Memang hanya Abel yang memuja dirinya sendiri.
Sudah pukul 19:00 Daniel belum juga bangun, Abel kesal sendiri. Ia mondar mandir di balkon sambil menikmati suasana malam kota Jogja.
Jangan-jangan dia mati nih. Kembali ke dalam kamar untuk membangunkan Daniel, ternyata yang di kira mati sudah bangun dan duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
“Kamu udah bangun?” Menghampiri Daniel lalu berdiri di sebelah tempat tidur Daniel.
“Kok foto-foto kamu di Hp saya nggak ada?” Tanya Daniel tanpa menatap Abel, ia menunduk melihat ponselnya sambil menggeser-geser layar ponselnya.
“Udah aku hapus, kan, udah aku kirim ke hp aku sendiri.” Jawab Abel.
Daniel mendongak, “Kenapa dihapus Abel??”
Sementara Daniel nampak kesal seraya memijit pelipisnya yang tidak sakit. Gue bela-belain motret dia seharian biar gue punya foto dia, nggak taunya di hapus semua. Bener-bener gak peka nih bocah.
“Hemm.” Menghela nafas kesal.
“Memang kenapa, kamu mau nyimpen foto aku?”
“Ya Iya lah, kamu kira saya seharian foto kamu pake hp saya buat apa?Biar saya punya foto kamu, secara saya nggak enak mau minta foto kamu dari Hp kamu. Masa kamu nggak ngerti.” Gerutu Daniel sangat-sangat kesal dan keceplosan sebelum akhirnya ia meralat sendiri perkataannya.
“Lupakan apa yang baru saja saya katakan, maksud saya mau nyimpen foto kamu buat bukti besok kalau ditanya teman-teman saya, saya benar-benar liburan sama kamu. Itu saja.” Ucap Daniel kemudian.
Tapi ya bagaimana Abel sudah terlanjur baper dengan ucapan Daniel yang terus terang ingin menyimpan fotonya.
“Iyaa..iya, maaf. Nanti kamu foto aku lagi, gimana?” Tanya Abel menawarkan.
“Ya mau gimana lagi, terpaksa saya foto kamu lagi.” Jawab Daniel senang.
__ADS_1
“Atau mau foto berdua aja, buat bukti sama temen-temen kamu kalau kita emang liburan berdua.” Saran Abel.
Gue tau lo emang mau nyimpen foto gue, tapi, lo malu ngakuin sampe-sampe pakai alasan temen-temen lo, oke karna gue tuh baik Yah, jadi gue bakalan relain gue yang cantik ini in frame sama lo, biar lo juga bisa mandangin foto kita berdua.. batin Abel.
“Itu lebih baik, ide yang bagus. Saya setuju.”
“Iya..iya.”
Tuh, kan, dia langsung girang gitu mau gue ajak foto bareng. Fiks lo udah jatuh cinta sama gue, Niel. Buruan nembak dong, capek gue jadi jomblo. Batin Abel sambil melihat ekspresi Daniel yang terlihat bahagia.
***
Pukul 20:00 WIB, Daniel dan Abel keluar dari hotel untuk mencari makan malam. Mereka juga akan nongkrong di salah satu tempat tongkrongan.
“Mau makan apa?” Tanya Daniel seraya menghidupkan mesin mobilnya.
“Sate taichan enak kali ya.”
“Oke, kamu tau tempatnya?” Tanya Daniel lagi. Mobil sudah melaju keluar dari area hotel memasuki jalan raya.
“Nggak sih, ini aku buka Maps.” Daniel menganggukkan kepalanya. Ia mempercayakan sepenuhnya pada Abel rute yang akan mereka lalui untuk sampai ke warung sate taichan.
Sehabis makan malam. Abel mengajak Daniel pergi ke Malioboro melihat pertunjukan angklung. Pas lagu yang dimainkan berjudul “Kelingan mantan” milik ndx aka. Abel yang sedikit tau liriknya pun ikut menyanyi.
Dek..koe biyen janji Karo aku nglakoni tresno suci kanthi ikhlas tekan mati. Ning nyatane ngapusi cidro ati iki. Netes elohku mili deres neng pipi.
Tidak hanya Abel, beberapa pengunjung lain juga ikut menyanyi. Mereka cukup kompak dan serentak hingga sudah seperti menonton konser live di panggung.
Usai lagu selesai salah satu anggota pertunjukan angklung nampak berkeliling ke penonton dengan membawa kotak kardus yang digunakan untuk menampung hasil saweran seikhlas nya dari penonton.
Abel yang puas dengan lagu dan permainan musik angklung pun tak segan-segan mengeluarkan uang pecahan seratus ribuan dari dompetnya untuk menyawer.
Lalu, saat Abel bersorak dan menyanyi apa yang dilakukan Daniel? Ya.. lelaki itu menjaga Abel dengan berdiri di belakangnya pas. Jangan sampai ada seorang pun yang menyentuh Abel nya. Abelnya??Sepertinya Daniel mulai mendeklarasikan Abel adalah miliknya. Sedang di upayakan..
.
.
.
__ADS_1
.
Sudah beberapa hari aku selalu up 2000 kata lebih atau dua Chapter tiap hari. Masak kalian nggak ada kasih Vote gitu?Sedihnya hatiku 😔