Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Mesum nya Nabila


__ADS_3

***


Abel mengantar Nabila pulang dengan mobilnya. Hari itu memang Nabila tidak membawa mobil.


“Kenapa Bel?” Tanya Nabila melihat Abel yang diam saja. Padahal biasanya perempuan itu akan main kebut-kejutan di jalan. Abel memang beda dari Nita dan Nabila. Perempuan itu sedikit bar-bar. Mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata sudah biasa bagi Abel. Dulu bahkan perempuan itu pernah bercita-cita menjadi pembalap tapi tidak terwujud karna ditentang oleh keluarganya.


Abel menoleh sekilas pada Nabila kemudian kembali menatap lurus. “Gue lagi nggak pengen ngebut aja, soalnya yang gue bawa ibu hamil.” Jawab Abel singkat.


“Nggak lagi sedih kan?” Nabila bertanya dengan menyelidik.


“Hehe sedikit.” Abel nyengir. “Setelah kalian berdua punya keluarga, kalian bakalan sibuk sama keluarga kalian. Gue pasti kesepian.” Lanjut Abel.


“Idih lebay.. Mang selama gue nikah sama mas Adam gue pernah sibuk sampai nggak inget lo?”


Abel berfikir dengan serius, mengingat apakah pernah Nabila mengabaikannya. Ternyata tidak, Nabila selalu ada untuk Abel. “Nggak sih.”


“Makanya lo nggak perlu khawatir in hal yang nggak perlu. Ntar kalau gue sibuk, lo main ke rumah mbak Ayu aja. Atau momong si kembar Jordan Jessi.” Usul Nabila. Semenjak Nabila dekat dengan Ayu otomatis Abel dan Nita juga akan menjadi dekat dengan Ayu. Mereka bahkan sering hang out bareng.


“Iya yaa.. gue nggak kepikiran kesana.” Tak terasa mereka pun sampai di rumah Nabila. Abel hanya mengantar Nabila sampai di depan gerbang rumah Nabila.


“Hati-hati di jalan, kabarin gue kalau udah sampai.” Ucap Nabila melambaikan tangannya. Nabila belum masuk kerumah sampai mobil Abel sudah tidak nampak lagi.


***


Nabila sedang berkutat di dapur mempersiapkan makan malam. Perempuan itu sayur lodeh reques dari suaminya. Ia juga membuat ayam kriyuk. Juga menggoreng kerupuk udang.


“Biar saya bantu non.” Bi Sumi menawarkan bantuan.


Nabila menggelengkan kepalanya. “Nggak usah Bi. Saya mau masak sendiri, ini reques mas Adam soalnya hehe.”


Bi Sumi tersenyum melihat kebahagiaan majikannya itu. “Kalau gitu saya ke rumah belakang ya non.”


“Okay.” Jawab Nabila.


Pukul 20:00 WIB Adam baru sampai dirumah. Laki-laki itu langsung menuju kamarnya.


Ceklek.. Adam membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk ke dalam. ‘Kemana Nabila.’ Batin Adam ketika tidak mendapati istrinya di dalam kamar.

__ADS_1


“Sayang?” Panggil Adam, mungkin saja Nabila di kamar mandi atau di walk in closet miliknya. Namun, sampai beberapa panggilan tidak ada sahutan dari Nabila.


“Kemana dia?” Adam melepas jas, dasi dan satu persatu kancing kemenjanya. Kemudian menaruh pakaian kotor itu ke dalam keranjang khusus pakaian kotor yang berada di dalam kamar mandi. Ia memutuskan untuk membersihkan diri.


Nabila masuk ke kamarnya dengan menenteng kresek Indomar*t. Perempuan itu baru saja datang dari indomar*t untuk membeli Ice Cream. Tapi yang dibawa pulang bukan Ice Cream melainkan kinder j*y dan beberapa camilan ringan.


“Kamu dari mana sayang?” Tanya Adam yang baru saja keluar dari kamar mandi. Laki-laki itu hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggang. Ia sedang mengusap rambut kepalanya yang hangat dengan anduk.


“Waow.” Ucap Nabila kagum, melihat dada bidang Adam. Bagaimana tidak saat ini Adam bertelanjang dada, ada tetesan air di dada Adam yang jatuh dari rambutnya yang basah. Nabila berjalan mendekat ke Adam. Jiwa mesum nya meronta-ronta melihat Adam yang bertelanjang dada.


Tunjuk tunjuk.. Nabila menekan bagian dada Adam dengan jari telunjuk kanannya. “Mas geli enggak?” Tanya Nabila penasaran.


“Nggak, yang ada aku terangsang kalau kamu kayak gitu.” Adam menangkap jari telunjuk Nabila. Menghentikan perempuan itu menekan dada Adam. “Kamu belum jawab pertanyaanku, sayang. Dari mana kamu?” Adam bertanya sekali lagi pada Nabila.


“Aku dari Indomar*t mau beli Ice Cream, tapi kinder Joy lagi diskon, jadi, aku borong hehe.” Jawab Nabila senang seraya menunjukan kresek yang ia pegang di tangan kirinya.


“Kok kamu suka sih, jajanan yang bentuk luar nya kayak telur gitu.”


“Enak..”


“Boleh, sekalian pabriknya ya mas.”


“Astaga Bil.” Enggak habis fikir Adam sama kesukaan Nabila.


“Hehe bercanda.”


Adam menggelengkan kepala dan berjalan menuju walk in closet nya untuk berganti pakaian. Tapi, Nabila mengikuti Adam. Perempuan itu meletakan kantong kresek Indomaret yang tadi ia tenteng di nakas. Dan mengikuti Adam.


“Ngapain kamu ikut kesini?” Tanya Adam heran.


“Em.. mau lihat mas ganti baju.” Jawab Nabila.


“Sayang, otak kamu kayaknya rada error deh. Nggak kayak biasanya, kamu pasti lagi mikir mesum kan?” Adam menebak apa yang ada di Fikiran Nabila. Namun, perempuan itu malah mengangguk pelan membenarkan tebakan Adam.


“Serius kamu lagi mikir mesum?” Tanya Adam tidak percaya.


Nabila mengangguk.

__ADS_1


Nabila berjalan mendekai Adam yang sedang memakai celana piyama. “Mas kamu tu cakep banged tauk, badan kamu sempurna. Apalagi ini kotak-kotak ini, bikin gimana gitu.” Ujar Nabila menunjuk nunjuk dada bidang Adam lagi.


“Kamu lagi godain aku yaa?”


“Enggak, aku cuman kangen sama mas aja.” Nabila memeluk Adam.


‘Dia minta jatah?Tumben sekali, biasa nya kau yang minta duluan.” Batin Adam membalas pelukan Nabila. Adam lelaki yang normal, ia tentu tidak akan menyia-bukakan kesempatan itu. Apalagi istrinya yang lebih dulu menggodanya.


Setelah Nabila melepaskan pelukannya, Adam langsung menangkup kedua pipi Nabila lalu mencium sekilas bibir Nabila. Ciuman mereka terus berlanjut, semakin dan semakin panas. Tidak butuh waktu lama untuk junior Adam berdiri.


“Em.. Adekmu bangun mas.” Nabila melepas ciuman Adam saat merasa bagian bawah Adam mengeras.


“Itu karena ulahmu, sayang.” Ucap Adam dengan suara serak sudah dikuasai oleh nafsu. Adam langsung menggendong Nabila menuju kasur, dan mereka pun melakukan ritual suami istri.


***


Adam makan malam dengan lahap. Ia memang merasa lapar semenjak pulang kantor ditambah lagi ia dan Nabila habis olahraga ranjang.


“Biasa aja makannya, aku gak bakal minta punya kamu kok mas.” Ucap Nabila melihat Adam yang makan dengan rakus.


“Ini enak banged, Sayang. Kamu emang juara kalau masalah masak memasak.” Adam mengakar jempolnya.


“Kalau enak kenapa aku nggak dibolehkan masak tiap hari?”


“Oh.. tidak bisa kalau tiap hari, nanti bunda capek. Ayah nggak mau lihat bunda capek.” Ujar Adam, laki-laki itu memang sangat menyukai masakan Nabila. Tapi, ia tidak memperbolehkan Nabila masak setiap hari dengan alasan tidak mau Nabila capek. Apalagi Nabila masih harus kuliah juga. Kuliah sudah cukup melelahkan Nabila, apalagi ditambah Nabila yang sedang hamil.


“Iya deh iya, bunda nurut sama ayah aja.” Balas Nabila.


“Istri ku memang penurut dan baik.” Tukas Adam seraya mengusap lembut rambut kepala Nabila.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2