
Hola hola, kita sudah memasuki musim kedua ya guys. Di musim kedua ini akan lebih banyak kisah Abel dan Daniel. Tapi, kalian jangan sedih untuk Nabila dan Adam akan tetap ada kok di musim kedua ini. Nyempil-nyempil di cerita Abel dan Daniel.
Oke, segini dulu yah cuap cuap dari author . Selamat membaca 🙃
Peluk jauh dari ku 😌
***
Abel masuk ke dalam kamarnya di lihatnya Daniel baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi yang Abel pinjamkan. Jubah mandi yang cukup besar muat untuk Daniel kenakan.
“Baju kamu.” Menyerahkan paperbag Daniel.
“Tunggu sbenatar, keluar bareng saja.” Ucap Daniel seraya menerima paperbag yang berisi bajunya. Lelaki itu kembali masuk ke kamar mandi urng berganti pakaian.
Setelah beberapa saat Daniel keluar dari kamar mandi seraya mengancingkan kemejanya. Ia belum memakai jas dan dasinya. Dilihatnya Abel melipat selimut yang Daniel gunakan semalam.
Daniel berdiri di depan meja rias Abel untuk memakai dasinya sambil berkaca. Lelaki itu tidak sungkan sama sekali, seperti dirumahnya saja.
***
Di ruang makan.. Abel, Daniel, Kevin dan Mike menikmati sarapan bersama sambil mengobrol. Bahkan Abel dan Mike sudah tidak terlalu formal.
Di tengah-tengah sarapannya, mereka mendengar pintu apartemen Abel di buka. Tidak mungkin tamu, mana ada tamu yang tau kode sandi Apartemen.
“Siapa?” Tanya Daniel dalam benaknya sambil menatap tajam Abel. Sementara Abel hanya mengedikan bahu nya seakan menjawab tidak tau.
“Mbak..” teriak Yoga hingga menggema ke seluruh ruang apartemen Abel.
“Di ruang makan!” Sahut Kevin berteriak mengenali siapa yang memanggil Abel.
Sang pemanggil Abel pun langsung menerobos ruang tamu menuju ruang makan.
“Wah rame ternyata.” Ujar Yoga begitu sampai di ruang makan. Lelaki itu membawa tas plastik dengan beberapa beberapa kardus didalam nya.
“Lo ngapain kesini pagi-pagi?!” Hardik Kevin.
“Yoga nganter mobil mbak Abel, nih mbak kuncinya, sama ini titipan dari ibuk. Oleh-oleh katanya.” Yoga menyerahkan kunci mobil Abel dan plastik yang tadi ia pegang di atas meja.
Mobil Abel memang berada di rumah Nabila. Kemarin Abel bersama Daniel saat mencari Nabila juga saat pulang Daniel yang mengantarnya.
Abel memeriksa oleh-oleh dari ibu Putri, kedua mata perempuan itu menjadi berbinar-binar. “Bakpia pathuk, Geplak sama Wingko.” Ucapnya saat membuka kotak berisi geplak dan wingko babat oleh-oleh dari ibuk.
“Bilangin makasih sama ibuk ya!” Mendongak ke arah Yoga.
“Bilang sendiri aja, mbak nanti ke rumah sakit juga, kan?” Abel mengangguk.
“Sama siapa kamu?” Tanya Abel.
“Dito, mbak. Dia nunggu di bawah, kalau gitu Yoga langsung aja mau berangkat sekolah.” Balasnya.
“Nggak sarapan dulu?”
__ADS_1
Yoga menggeleng. Lelaki itu pasti sudah makan.
“Kalau gitu Yoga duluan ya, mas-mas. Nikmati sarapan kalian.” Pamit Yoga pada ketiga lelaki yang sedang bersama Abel. Ketiganya pun mengangguk.
“Ti-ati!” Seru Abel. Yoga mengayunkan tangannya dan memberikan jempol tangan kananya.
“Coba di cicipi, ini enak. Kalian pasti belum pernah makan.” Ujar Abel kepada Daniel dan Mike. Kalau Kevin sudah pasti pernah makan. Dia kan sahabat Adam, saat ibuk berkunjung ke rumah Adam pasti membawa oleh-oleh.
Daniel dan Mike menatap makanan yang di sediakan Abel diatas meja dengan aneh.
“Mau aku suapi?” Tanya Abel melirik Daniel.
“Uhukk Uhukk.” Kevin yang saat itu minum pun tersedak.
“Lo kenapa sih.” Abel beralih pada Kevin dan menepuk-nepuk punggungnya lembut.
“Aku mau, Bel. Disuapi kamu.” Sahut Mike memonyongkan mulutnya.
“Lo mau mati?” Daniel melotot pada sahabatnya.
“Hehe, bercanda, man.” Mike terkekeh. Mike mengambil satu geplak dan memasukannya ke dalam mulutnya. Geplak dengan warna putih.
“Enak.”
“Kita jadi, kan?” Tanya Daniel sambil memakan satu potong wingko babat.
“Jadi apa?” Abel menaikan salah satu alisnya.
“Kalian mau ke Jogja, gue ikut.” Ujar Kevin semangat.
“Gue juga ngikut dong.” Mike menimpali.
“Nggak!” Jawab Abel dan Daniel serempak.
“Cih, kompak sekali.” Cibir Kevin.
“Kayak honeymoon aja, mo ngikut aja nggak boleh.” Sahut Mike.
“Ki..kita belum pasti jadi pergi kok.” Jawab Abel kemudian.
Daniel setuju dengan jawaban Abel, lelaki itu memperkuat jawaban Abel dengan sanggahannya. “Baru rencana, belum Fiks.” Timpal Daniel.
Masalahnya kita tuh mau PDKT, masa iya ngajak kalian. Ga jadi PDKT dong. Batin Abel.
Enak aja ngikut, gua mau berduaan sama Abel, ya kali bawa nyamuk kayak kalian. Batin Daniel.
Ponsel Abel berdering di saat yang tepat. Maka obrolan tentang liburan ke Jogja pun usai.
“Assalamualaikum mbak.” Jawab Abel menerima panggilan masuk di ponselnya.
Mereka masih di ruang makan. Kevin masih menikmati makan geplak, begitu juga Daniel dan Mike.
__ADS_1
‘Walaikumsalam, aunty.’ Balas gadis kecil di seberang.
“Jessi, ada apa sayang?” Abel bisa mendengar dengan jelas suara putri Ayu yang genit itu.
‘Aunty, apa aunty bisa menjemput Jessi dan Kaka Jordan. Kami ingin melihat aunty Nabila dan adek bayi, tapi, mommy sedang sakit, Daddy sibuk. Mereka tidak bisa menemani kami.’ Cicit Jessi mengeluh.
“Bisa sayang, apa sih yang enggak buat kesayangan aunty. Kalian dimana sekarang, biar aunty langsung jemput setelah ini.” Tanya Abel semangat.
‘Kami di rumah Daddy, aunty.’ Balas Jessi.
“Baiklah sayang, tunggu aunty ya. Satu jam lagi aunty sampai.” Balas Abel.
‘Oke aunty.’ Jessi sepertinya memberikan teleponnya pada Ayu. Abel pun sedikit mengobrol dengan Ayu sebelum memutuskan panggilan teleponnya.
Daniel bisa mendengar dengan jelas Abel sedang mengobrol dengan putri bosnya.
“Aku ikut.” Pinta Daniel.
“Kau sepertinya sangat menganggur ya, Tuan Daniel.” Sindir Abel.
“Untuk mu, aku bisa sedikit menganggur.” Jawab Daniel datar.
“Hei mana bisa begitu, kau bilang akan jadi sponsorku, jika kau menganggur dari mana dapat uangnya?” Cebik Abel.
“Haha, walaupun menganggur setahun aku masih bisa menjadi sponsormu, kau mau herm*s berapa?Akan ku belikan.” Kekeh Daniel seraya mengelus-elus kepala Abel.
“Ayo pergi, Kev. Disini panas.” Ajak Mike jiwa jomblo nya meronta-ronta.
“Ayo, mereka memang sedang kasmaran. Cih pamer.” Kevin mendorong kursinya kebelakang lalu beranjak meninggalkan ruang makan.
Abel dan Daniel hanya cuek dengan sindiran Mike maupun Kevin. Daniel bahkan tidak mengalihkan pandangannya sedetik pun dari Abel.
Seusai sarapan, Kevin pergi ke kantornya, Mike dan Daniel juga pergi untuk ke kantor. Sementara Abel dengan mengendarai mobilnya menuju rumah Ayu untuk menjemput Jessi dan Jordan.
***
Abel menggandeng Jessi dan Jordan dengan kedua tangannya berjalan melewati koridor rumah sakit menuju ruangan Nabila di rawat.
Kedua anak kecil itu terlihat semangat akan menjenguk Nabila dan adik bayi. Jessi bahkan mengoceh di sepanjang perjalanan menebak-nenak nama kedua putra Nabila.
Sampai lah mereka di ruangan VVIP tempat Nabila di rawat. Saat ini Nabila tengah menyusui si kembar secara bergantian.
Nabila merasa senang melihat Jessi dan Jordan datang.
“Sini sayang..” Nabila melambaikan tangannya agar Jessi dan Jordan mendekat.
.
.
.
__ADS_1