Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Kedekatan Nita dan Riko


__ADS_3

Merasa bosan dirumah sendiri Nabila memutuskan untuk pergi ke kantor Adam, dia ingin memberi surprize pada Adam. Jam 11 siang dengan membawa bekal, Nabila mengemudikan mobilnya sendiri menuju Hanggara Group.Nabila sudah punya akses masuk ke perusahaan Adam tanpa harus mampir di resepsionis. Adam sendiri tidak tau jika Nabila punya kartu akses seluruh ruangan di Hanggara Group bahkan termasuk ruang Presdir, Nabila mendapat kartu akses langsung dari Papa Adam.


Menempuh perjalan sekitar satu jam Nabila sampai di kantor Adam, dia memarkirkan mobilnya di basement. Setelah itu Nabila langsung masuk lift naik ke lantai dimana ruangan Adam berada. Sampai di lantai 21 ruang khusus Presdir, Nabila tidak menemukan siapapun tidak ada Tio ataupun sekertaris Adam. Harusnya di depan ruangan Adam ada sekertaris yang sigap. Nabila melihat pintu ruangan Adam terbuka sedikit, dia berjalan menuju pintu. Betapa kagetnya Nabila saat tau apa yang sedang terjadi di kantor suaminya itu.


Mas Adam? Gumam Nabila dengan menutup mulutnya dengan satu tangan, tangannya terasa gemetaran, keringat dingin seketika keluar dari tubuh Nabila. Ada yang mengganjal di pelupuk matanya. Mata yang awalnya berkaca-kaca itu pun mengeluarkan air jernih menetes tanpa permisi di kedua pipi Nabila. Nabila ingin melangkah tapi langkahnya terasa berat, dia memaksa kakinya berjalan menjauh dari ruangan Adam dengan mengendap endap. Di sepanjang perjalan meninggalkan ruangan Adam air mata terus mengalir di pipi Nabila. Sampai di mobilnya yang terparkir di basement, Nabila duduk termenung di dalam mobil. Dia mengatur pernafasannya yang sempat tidak karuhan. Setelah merasa sedikit tenang Nabila pun mengemudikan mobil nya keluar dari basement meninggalkan area Hanggara grup. “Hiks hiks..” suara tangisan Nabila. Nabila merasakan benar-benar sesak di dadanya, pikirannya kacau. Apa yang dilihatnya tadi benar-benar membuat hati Nabila sakit.


***Aira cafe & cake ***


Nita tampak sibuk dengan pekerjaannya di cafe milik Nabila. Meskipun kampus sedang masa liburan tapi cafe milik Nabila tidak pernah sepi, semenjak Nabila menambah catering di cafe nya setiap hari selalu ada pesanan nasi box baik dari partai besar maupun partai kecil. Nabila juga menambah kapasitas bangunan khusus untuk pengelolaan catering. Selain itu juga menambah karyawan bagian catering. Selama Nabila tidak datang ke cafe, dia meminta Nita untuk mengawasi karyawan awal nya tentu saja mendapat sambutan kurang bersahabat dari para karyawan cafe apalagi Nita tergolong karyawan baru dan masuk lewat jalur dalam, tapi sudah mendapat kepercayaan dari Nabila. Seiring berjalannya waktu para karyawan mulai menerima Nita, mereka menyadari betapa gigih dan rajin Nita dalam bekerja. Nita juga bisa mawas diri dan lebih bijaksana dari para karyawan lainnya saat menghadapi masalah. Sekarang Nita justru menjadi panutan bagi para karyawan.


Saat tengah sibuk membersihkan meja bekas pelanggan yang baru saja pergi, Nita melihat sosok yang dia kenal masuk kedalam cafe.


“Hai Nit!” Sapa Riko pada Nita.


“Eh, mas Riko. Tumben mampir kesini?” Nita menyapa balik Riko yang sudah duduk di kursi.


Melihat menu di buku. “Iya nih, aku ada kerjaan di sekitar sini. Udah jam makan siang jadi mampir sekalian.” Ucap Riko.


“Mau makan apa mas?” Tanya Nita.


“Em, ayam geprek Sambel matah aja 2. Sama es jeruk 2 juga ya.”


Gila makannya mas Riko ternyata banyak juga.


Mencatat pesanan Riko, “Ayam geprek cabe berapa mas?” Tanya Nita.

__ADS_1


“Yang paling pedes Nit.”


“Baik, tunggu sebentar ya mas.”


“Oke.”


Setelah 15 menit Nita datang membawa pesanan Riko. Dia meletakan pesanan Riko di meja. “Silahkan, mas.”


Riko mengangguk. Aroma ayam gr epek yang di bawa Nita memang sangat menyengat, cacing-cacing di perut Riko pun langsung bereaksi. “Kamu udah istirahat?”


“Ini mau istirahat, kalau begitu saya tinggal masuk ya mas. Selamat menikmati ayam gepreknya, jangan lupa berdoa.” Ucap Nita.


Riko menahan tangan Nita, “Apa kamu tidak bisa makan siang disini bareng aku?Temani aku makan, makan sendirian terasa hambar.” Belum sempat Nita menjawab Riko sudah menambahkan. “Lagipula aku pesan dua, mana bisa habiskan sendiri. Aku sengaja pesan 2 porsi yang 1 buat kamu, jangan nolak yaa.”


Nita tersenyum lalu melepaskan tangan Riko. “Baiklah, aku kembali ke dapur sebentar untuk ganti baju, karena habis ini aku pulang. Jadi, sekalian ganti baju. Nggak enak kalau makan sama konsumen masih pakai seragam kerja.”


“Siap.”


Riko dan Nita makan siang bersama, di sela-sela makan siang dia juga mengobrol. Sesudah makan siang Riko menawarkan tumpangan untuk Nita yang akan pulang. Nita pun menerima dengan senang hati.


“Tumben setengah hari?” Tanya Riko seraya masih fokus mengemudikan mobilnya.


“Mau antar ibu kontrol mas, cek gula.” Jawab Nita.


“Sama siapa?”

__ADS_1


“Sama Bude, nanti tolong berhenti di perempatan kedua ya mas. Aku turun disitu saja.”


“Kenapa turun disitu?apartemen kan masih lumayan jauh?”


“Mau mampir ke supermarket sebentar.”


Riko melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan. Sampai di perempatan kedua dia menepikan mobilnya tepat di depan sebuah toserba. Riko pun membukakan pintu untuk Nita. “Makasih, mas.” Ucap Nita yang turun dari mobil. “Makasih untuk tumpangannya mas, malah ngerepotin. Nita masuk yaa, mas Riko hati-hati di jalan.”


Bukanya pergi meninggalkan Nita, Riko justru mengikuti Nita masuk ke dalam toserba. “Aku temenin kamu belanja Nit, lagian aku free kok. Males juga kalo langsung pulang.”


Nita tidak menolak sama sekali permintaan Riko, dia justru merasa senang ada teman belanja. Biasanya Nita selalu melakukan apa pun sendiri. “Baiklah, asal tidak merepotkan mas Riko saja.”


Riko mengambil troli dan mendorongnya. Nita mengambil satu per satu barang yang dibutuhkannya dan menaruhnya ke troli. Ada promo minyak goreng beli 1 dapat 1, dengan cepat Nita langsung mengambil minta itu. “Menurut mas kelihatan segar yang ini atau yang ini?”


Riko dengan serius memperhatikan 2 Bayan yang ditunjuk Nita. “Yang kiri.” Jawab Riko.


“Aku juga berpikiran seperti itu.” Nita langsung mengambil bayam yang berada di sebelah kiri.


Nita melihat diskon besar-besaran di bagian khusus perlengkapan bayi dan juga baju ibu hamil. “Mas Riko, aku kesana bentar mas tunggu disini saja atau mau ikut?” Yang Nita.


“Aku disini saja, mau cari camilan.” Jawab Riko.


“Oke.” Nita menuju counter khusus perlengkapan bayi dan baju ibu Hamil. Dia ingin membelikan Nabila baju ibu hamil lebih tepatnya daster. Daster itu terlihat sangat lucu tapi tetap elegan, dan melihat harganya yang juga diskon masih sanggup di belinya.


Di sisi lain, Riko memanfaatkan kesempatan itu untuk membayar belanjaan Nita.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2