Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Adam selingkuh ?


__ADS_3

Nabila pulang kerumah bersama Abel. Sahabatnya itu akan menginap dirumah Nabila selama beberapa hari saat Adam diluar negeri. Sesuai permintaan Adam agar Nabila tidak kesepian.


Adam tidak bisa mempercayakan Nabila pada Yoga. Karna ia tau Yoga pasti sibuk dengan sekolahnya.


“Bel, kita mandi dulu baru makan atau makan dulu baru mandi?” Meminta pendapat pada Abel. Mereka baru saja sampai dirumah. Abel baru selesai memarkirkan mobilnya di garasi.


“Mandi dulu aja, gue pengen berendam di air anget. Luluran dulu, keramas, biar nanti bisa makan dengan tenang tanpa bau badan.” Jawab Abel.


“Oke deh.” Mereka menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Baru saja Nabila selesai mandi, ia masih menggunakan jubah mandi saat ponselnya bergetar. Ia pun mengurungkan niatnya berganti baju. Nabila menyambar ponselnya di atas meja mengecek siapa yang mengirim pesan.


‘Nomor baru, siapa?’ Batin Nabila penasaran.


Nabila membuka pesan masuk itu. Pesan yang berupa foto. Jumlahnya ada tiga foto. Foto yang pertama adalah foto Adam tengah duduk dengan seorang wanita di cafe. Foto yang kedua Adam sedang memapah seorang wanita masuk ke dalam hotel. Dan foto yang ketiga Adam sedang di bar bersama wanita yang sama.


Jder...Seketika Nabila merasakan nyeri di dada nya, ia merasa sesak nafas. Perasaan marah, penasaran, campur aduk menjadi satu.


Nabila menekan icon call pada nomor yang baru saja mengiriminya foto-foto tersebut. Namun, nomor itu sudah tidak aktif.


“Sabar, Bil. Sabar, tenang,” ucapnya pada diri sendiri. Ia menghembus nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya pelan. Mengontrol perubahan emosi nya hingga tenang kembali. Setelah sedikit tenang, Nabila memutuskan untuk meletakan ponselnya kembali di tempat semula. Ia pun berjalan menuju walk in closet nya untuk berganti pakaian.


***


“Lo kenapa?” Tanya Abel.


“Nggak papa.” Nabila makan malam dengan tidak selera. Sedari tadi ia hanya mengaduk-aduk sop ayam di hadapanya itu tanpa memakannya. Abel yang melihat Nabila seperti itu merasa geram. Ia pun mengambil paksa mangkuk berisi sop ayam milik Nabila.


“Apaan sih Bel?” Nabila kaget Abel mengambil mangkuknya.


“Lo yang apaan?Dari tadi nggak makan cuman diaduk-aduk aja, mau lo apa?” Abel menatap Nabila heran.


“Gimana mau makan, mangkuknya aja kamu ambil.” Cibir Nabila mengambil kembali mangkuknya yang berisi sop ayam.


“Alesan aja, dari tadi ngapain aja lo.” Abel melanjutkan makan malamnya.

__ADS_1


“Bel, mungkin nggak sih mas Adam selingkuh?” Nabila bertanya dengan datar.


“Nggak!” Jawab Abel singkat dan jelas.


“Masa sih?” Nabila memancing Abel kembali seakan ingin tau alasan Abel mengatakan Adam tidak mungkin selingkuh.


“Mana mungkin selingkuh bini nya aja cantik plus tajir.” Jawab Abel.


“Ya, kan, mungkin aja ada yang lebih cantik dan lebih tajir dari aku, Bel.” Nabila mengupas pisang emas lalu memakannya. Ia sudah tidak berselera makan sop ayam.


“Lo nggak percaya sama suami, lo?” Abel meletakan sendok dan garpunya di atas piring dengan posisi tertutup ke bawah. Ia sudah menyelesaikan makan malamnya. Ia pun mengelap bibirnya dengan tisu untuk membersihkan apakah masih ada sisa makanan yang menempel di sekitar bibirnya.


“Percaya, kok.” Jawab Nabila.


“Kok kata percaya dari lo kayak nggak yakin gini, ada apa?Lo curiga mas Adam selingkuh?” Abel menoleh pada Nabila. Nabila pun mengangguk.


“Seriusan lo curiga mas Adam selingkuh?” Tanya Abel kaget. Ia bisa membaca kekhawatiran di wajah Nabila.


“Ikut aku!Ada yang mau aku ceritain.” Nabila menarik lengan Abel agar mengikutinya masuk ke dalam kamar tamu. Kamar yang digunakan Abel saat menginap dirumah Nabila. Ia pun mengeluarkan ponselnya dari saku dan menyerahkan ponsel itu pada Abel.


“Maksudnya apa?” Abel menerima ponsel Nabila masih tidak mengerti apa-apa.


Abel duduk di sofa masih memegangi ponsel Nabila. Menunggu instruksi selanjutnya dari Nabila.


“Buka whatshap, baca chat dari nomor yang tidak ada namanya!” Perintah Nabila.


Abel membuka whatshap Nabila dan membuka pesan dari nomer tanpa nama. Ia dibuat menganga dengan apa yang baru saja di lihatnya. “Ini seriusan?Bukan photoshop, Kan?” Melirik ke Nabila. Nabila pun hanya mengangkat bahunya tidak tau.


“Aku nggak tau, Bel.”


Abel melihat foto-foto di pesan itu berulang-ulang. Ia pun menzoom foto itu agar lebih jelas mengamati dengan teliti apakah ada kemungkinan foto-foto itu editan atau foto nyata. “Kayaknya ini real deh, Bil.” Ucap Abel setelah mengamati dengan teliti.


“Aku juga berpikir begitu.” Sahut Nabila sedih.


“Tenang, tenang, jangan terlalu percaya. Kita harus menyelidiki kebenarannya.” Abel menepuk bahu Nabila dengan lembut.

__ADS_1


“Kalau mas Adam beneran selingkuh gimana, Bel?” Tanya Nabila dengan sendu.


“Gue yang akan beri perhitungan!” Ucap Abel serius. “Lo tenang aja, gue nggak bakal biarin siapa pun nyakitin lo.” Lanjut Abel.


“Aku pengen nyusul mas Adam, Bel.” Ia ingin memastikan apakah benar mas Adam selingkuh atau tidak dengan mata kepalanya sendiri.


“No, gue nggak bisa. Lo lagi hamil, nggak boleh naik pesawat lama. Ntar lo kecapekan.” Tolak Abel.


“Tapi, Bel..” ia memelas.


“Lo dengerin gue baik-baik ya, Bil. Kita nggak tau apa motif orang yang udah ngirim foto-foto mas Adam itu. Kita nggak tau apa yang sebenarnya terjadi di sana, gue takut orang yang ngirim foto ke lo udah lama ngawasin lo sama mas Adam. Kalau lo nyusulin mas Adam kesana nggak ada jaminan orang itu nggak berbuat yang berbahaya, bisa aja foto-foto itu cuman pancingan agar lo nyusulin mas Adam. Terus bisa aja saat lo nyusulin mas Adam dia nyelakain lo.” Ucap Abel mencoba membaca situasi.


“Tapi, masa sih Bel. Aku kayaknya nggak punya musuh deh.” Nabila mencoba mengingat ingat apakah pernah berbuat salah pada orang lain atau tidak.


“Bisa aja musuhnya mas Adam.” Seloroh Abel.


“Terus gimana dong, Bel?Aku nggak tenang.” Rengek Nabila.


“Kita buat rencana yang bagus.” Abel berdiri, ia berjalan ke arah nakas di samping tempat tidur untuk mengambil ponselnya. Ia pun menelepon seseorang.


‘Lo dimana, Ga?Oh, kesini ke kamar tamu, kita lagi mau meeting. Oke, cepet!’ Abel ternyata menelepon Yoga.


“Bel, kamu mau Yoga tau masalah ini?” Nabila cemas, ia tidak mau Yoga ikut khawatir.


Abel mengangguk. “Yups, butuh Yoga sebagai sudut pandang seorang laki-laki.”


Tak berselang beberapa waktu Yoga masuk ke kamar tamu. “Ada apaan sih, mbak?Awas aja kalau nggak penting.” Yoga langsung duduk di sebelah Nabila.


“Lihat aja sendiri!” Abel memperlihatkan foto-foto Adam bersama seorang wanita pada Yoga.


“Rekan kerjanya paling.” Ujar Yoga datar. Padahal dalam hatinya cemas, ia berpikiran sama dengan Nabila. Bagaimana jika Adam benar-benar selingkuh.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2