Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 Rem Blong


__ADS_3

Daniel mendorong pintu ruangan dimana Caca dirawat. Caca sudah tidur hanya mama Lila yang masih terjaga.


“Niel, ada apa, nak?Abel baik-baik saja, kan?” Mama Lila jadi khawatir melihat Daniel tiba-tiba datang.


“Abel baik-baik saja tante, Abel sudah sadar.”


“Kamu nggak bohongin tante, kan, Niel?”


“Enggak tante, dan sekarang Abel nyari tante.” Mama Lila pun mengangguk lalu menoleh sekilas pada Caca. “Dia tidur, ayo aku akan menemui Abel.”


“Daniel akan minta Mike untuk menjaga Caca saat tante bersama Abel.” Ujar Mike.


Usai mama Lila masuk keruangan Abel, Mike langsung pergi ke ruangan Caca, Mike di mintai tolong untuk menjaga Caca sebentar.


“Mama.”


“Kamu sudah sadar sayang. Coba mama peluk.” Mama Lila pun memeluk Abel. Abel membalas pekukan mama Lila.


“Mama, papa, mana?” Tanya Abel. Melepaskan pelukan mama Lila.


“Papa sama kakek ke Bandung, ada urusan pekerjaan. Besok mereka juga pulang.” Tutur mama Lila lembut.


“Kak Caca?” Tanya Abel.


Ceklek!! pintu kamar Abel terbuka Abel, mama Lila dan Daniel pun menoleh ke arah pintu.


“Kak Caca disini.” Ucap Caca sambil tersenyum. Caca duduk di kursi roda yang di dorong oleh Mike. Ternyata saat Mike masuk ke ruangan Caca, perempuan itu terbangun. Caca lalu meminta Mike mengantarnya ke ruangan Abel.


“Aku yang kecelakaan kok kakak yang duduk di kursi roda sih?” Bingung Abel. Caca hanya nyengir.


“Itu, Bel, kakakmu otaknya rada geser, kemarin dia mau bunuh diri.” Ucap mama Lila santai. Lagi pula Caca juga sudah menyadari kesalahannya, bukan marah dengan ucapan mama Lila, Caca justru malu mengingat tindakan bodohnya.


“What bunuh diri?” Abel meninggikan suaranya.


“Iya sayang.” Jawab mama Lila.


Caca sudah berada di sebelah brankar Abel. Sambil memandangi Abel, sementara Abel menatap tajam kakaknya.


“Kakak nggak bunuh diri karena aku sama Daniel, kan?Pokoknya Daniel punya Abel, titik.” Cebik Abel.


“Ih kamu apaan sih, kamu kira Kakak mau sama pacar kamu yang kejam itu.” Sindir Caca.


Daniel sendiri hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia memang kejam setelah apa yang ia lakukan pada Caca, melemparkan kontrak pernikahan dan mengancam.


“Kakak kok jadi ngatain pacar aku sih, mama kak Caca ngatain pacar Abel.” Rengek Abel pada mama nya.


“Caca, kamu jangan ganggu adik kamu, dong.”


“Lah Caca ngomong apa adanya, ma.” Sergah Caca.


“Kakakkkk...” teriak Abel gemas.

__ADS_1


“Iya..ia maaf.” Balas Caca.


**


Caca kembali ke kamarnya dengan mama Lila karena harus istirahat lagi. Abel di jaga Daniel dan Mike, kebetulan Mike sudah lepas tanggung jawab dari pekerjaannya.


“Sayang, kamu nggak mau tidur?”


Abel menggeleng, ia memang tidak mengantuk.


“Kalau begitu apa kau mau menceritakan bagaimana kejadiannya?” Kecelakaan yang menimpa Abel. Abel pun mengangguk. Ia melambai pada Daniel agar mendekat padanya.


Abel berbisik pada Daniel yang sudah mendekatkan telinganya ke arah Abel. “Rem mobil kak Caca blong.” Bisik Abel.


Daniel membelalak sempurna. “Bagimana bisa?” Abel pun menggeleng, perempuan itu juga tidak tau mengapa rem mobil Caca bisa blong.


“Ada apa?Kalian nggak cerita pada ku, aku juga ingin tau..” sahut Mike yang merasa terasing kan.


“Abel bilang mobil Caca rem nya blong.” Ucap Daniel.


“Padahal aku sama kak Caca selalu servis mobil tepat waktu, loh.” Sahut Abel.


“Sebenarnya ada yang mau aku katakan pada kalian.” Ucap Mike.


Caca dan Daniel menatap ke arah Mike. Menunggu apa yang akan di ucapkan Mike selanjutnya.


“Sebelum aku melanjutkan nya apa Caca dan pacarnya pacaran secara bebas?” Tanya Mike pada Abel.


“Aku tidak tau.”


“Kau mengintip bagian dada kakakku?” Sentak Abel tidak terima.


“Aku tidak sengaja melihatnya, juga ada luka gigitan dan lebam di lengan atas bagian bawah yang tidak terlihat.” Lanjut Mike.


“Yang aku tau kak Ilham bukan lelaki kasar.” Gumam Abel namun di dengar oleh Daniel dan Mike.


“Tidak perlu dipikirkan sayang, jika Caca tersakiti dia pasti akan bicara padamu. Sekarang kau Istirahatlah.” Tutur Daniel lembut.


“Peluk.” Ucap Abel manja sambil merentangkan tangannya. Bukan memeluk, lelaki itu justru naik ke atas brankar berbaring di sebelah Abel.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Abel kaget saat Daniel menariknya ke dalam dekapannya.


“Aku akan membantumu agar cepat tidur.” Daniel mendekap Abel dan memposisikan tubuh Abel miring menghadapnya, lalu menyembunyikan kepala Abel di dada bidangnya, ia mengelus-elus puncak kepala Abel, dan sesekali mengusap lembut punggung Abel.


“Dasar pasangan ga ada akhlak, bermesraan di depan jomblo.” Gerutu Mike merebahkan dirinya di sofa ruangan itu.


“Saat aku tidur, jangan pergi.” Abel mendongak menatap Daniel.


Cup.. mengecup sekilas bibir Abel. “Aku akan memelukmu sampai pagi, tidurlah.” Abel kembali menyembunyikan kepala nya di dada bidang Daniel lalu tak selang lama, perempuan itu tertidur.


Masih dalam posisinya Daniel mengajak Mike bicara. “Apa lo bisa tebak apa yang gue pikirkan?”

__ADS_1


Mike bangun dari tidurannya. Ia menurunkan kedua kakinya ke lantai, duduk sambil menatap Daniel yang masih mengusap usap punggung Abel.


“Gue rasa kecelakaan Abel bukan kecelakaan biasa.”


“Gue juga mikir kesana, termasuk alasan Caca bunuh diri.” Ucap Daniel.


“Biar gue sama Wu bai yang bantu selidiki.” Ucap Mike, Daniel pun mengangguk.


“Lebih cepat lebih baik.”


“Oke..”


Keesokan paginya..!!


Nabila pagi-pagi sekali sudah sampai dirumah sakit. Nabila memang bisa pergi kemanapun karena Mama Silfi dan ibu Putri masih di Jakarta membantu mengurus Aksa dan Akra.


“Abellllllllll....!” Teriak Nabila saat masuk ke dalam ruangan Abel.


Abel dan Daniel langsung menutup kedua telinga mereka mendengar suara cempreng Nabila. Begitu juga Adam yang berdiri di belakang Nabila.


“Lo apaan sih bun, teriak-teriak kayak di hutan. Ini rumah sakit, bun, rumah sakit bukan hutan.” Keluh Abel.


“Kamu itu yang apa-apaan, kenapa bisa tabrakan?” Nabila mendekati Abel lalu duduk di tepi brankar Abel. “Huss,, sana aku mau nemenin Abel.” Usir Nabila pada Daniel. Lelaki itu menyingkir lalu duduk di sofa bersama Adam.


“Gimana kabar ponakan-ponakan gue?”


“Mereka baik, jangan ngalihin pembicaraan, kenapa bisa tabrakan?Kamu, kan, jago bawa mobil, udah gitu kenapa bisa keluar jalur?” Cecar Nabila dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


“Masalahnya bukan gue jago atau enggak nya bawa mobil, tapi, mobil kak Caca rem nya blong, dari pada gue nabrak mobil depan gue, gue banting stir eh gak taunya dari selatan ada mobil, ya udah deh tabrakan.” Jelas Abel dengan santainya.


Adam menatap Daniel dan yang di tatapnya mengangguk. Kedua lelaki itu seakan punya pendapat yang sama.


“Aneh, masa rem nya bisa blong.” Gumam Nabila. Abel mengedikan bahunya.


“Gue sebenarnya juga ngerasa aneh sih.” Sahut Abel.


“Kamu udah nanya kak Caca?”


“Belum, lupa tiap mau nanya.”


“Sayang, aku ke luar sama Adam mau ngerokok.” Pamit Daniel pada Abel. Abel pun mengangguk.


“Yang lama ya kalian, kita mau gosip.” Ujar Nabila.


“Dasar perempuan.” Gumam Adam.


.


.


.

__ADS_1


.


Bab ketiga hari ini ya guys..


__ADS_2