Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Lanjutan penyelidikan


__ADS_3

Yoga akhirnya membayar semua barang belanjanya, Abel tersenyum puas. Tak lupa Abel meminta Yoga untuk membelikan nya es Cream setelah Abel tau betapa banyak uang Yoga. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan ke panti.


***


Adam kembali ke rumahnya langsung dari kantor polisi. Sampai dirumah keadaan sepi.


“Orang-orang kemana Pak?” Tanya Adam pada pak Sholeh yang baru saja makan di dapur. Sepertinya pak Sholeh makan kesorean.


Adam heran dengan keadaan rumah yang sepi, di depan ada mobil Abel, Mobil Riko hanya mobil Yoga dan Mobil serabutan yang nggak ada. Kalau Yoga mungkin basket atau main, mobil serabutan mungkin lagi keluar karena disuruh Nabila. Lalu penghuni yang lainnya kemana.


“Non Bila sepertinya tidur Tuan, Mbak Nita di kamar sama non Jessi dan Tuan Riko. Kalau Den Yoga sama mbak Abel ke panti sama Pak Slamet dan Bi Sumi.”


“Ow baiklah, Kalau Jordan Pak?” Adam ingat masih ada satu nama yang belum di sebutkan pak Sholeh.


Pak Sholeh sedikit berfikir. “Sepetinya dari tadi pagi belum kembali Tuan.”


Adam mengangguk dan hendak menuju kamarnya. “Ya sudah pak, dilanjutkan makannya. Saya ke atas dulu.”


Adam mengetok pintu kamar Nita, Riko terlihat membuka pintu kamar itu. Dilihatnya Nita masih tidur bersama Jessi. “Bagaimana hasil penyelidikan?” Tanya Riko.


Adam pun mengajak Riko ke ruang kerjanya. Dengan hati-hati Riko menutup pintu kamar yang di tempati Nita. Dan mengikuti Adam ke ruang kerjanya.


“Kali ini aku harus berterimakasih pada Ayu.” Ucap Adam sudah mendudukkan duduknya di kursi sofa ruang kerjanya.


“Apa maksudmu?” Riko ikut mendudukkan dirinya di sofa.


“Setelah di periksa kedua mata Boneka Jessi ternyata ada kameranya, sepertinya Ayu benar-benar menjaga keamanan putra putrinya. Berkat kamera itu pihak kepolisian bisa mengetahui kejadian di lokasi.” Adam memberikan lembaran kertas laporan dari pihak kepolisian.


Riko membaca satu persatu informasi di lembaran itu. “Jadi mobil ini yang berusaha mencelakai istrimu?” Foto mobil sedan hitam, samar-samar terlihat ada dua orang di dalam mobil itu.


“Aku sudah memberikan semua informasi pada Tio. Aku menutup kasus Nabila, aku bilang pada polisi Nabila yang menginginkan kasus itu ditutup. Aku juga bilang pada polisi mungkin itu hanya orang yang sedang masuk dan iseng.” Ucap Adam datar.


“Hei.. mana bisa kau seperti itu?Apa kau bisa memaafkan orang yang sudah mencelakai Nabila dan calon anakmu?” Riko terlihat tidak senang dengan keputusan Adam yang tiba-tiba menutup kasus kecelakaan Nabila.


Adam mengepalkan tangannya terlihat sekali raut wajahnya berubah marah. “Tidak semudah itu memaafkan mereka, Rik. Aku akan memberi mereka pelajaran dengan caraku.” Ucap Adam menyeringai jahat.


Riko menepuk bahu Adam dan tersenyum. “Ini baru sahabatku, apa kau perlu bantuanku?”


“Tidak untuk sekarang, tunggu sampai Tio mengirim laporan.”


Adam dan Riko mengobrol di ruang kerja Adam. Mereka menimbang-nimbang kira-kira siapa yang berani mengusik keluarga Adam.

__ADS_1


***


Nabila keluar dari kamarnya begitu mendengar adzan Azhar, setelah menunaikan ibadah sholat Azhar Nabila menemui Nita.


Nita baru juga baru saja selesia menunaikan ibadah.


“Jessi masih tidur?” Tanya Nabila, pandangannya terarah pada gadis cilik yang sedang tidur memeluk guling.


Nita hanya mengangguk dan tersenyum. Ia lupa kemarahannya pada Riko, lebih tepatnya rasa cemburunya pada Riko.


Nabila kemudian mengajak Nita untuk kedapur. Mereka akan memasak untuk makan malam. Karena hari ini Bi Ani dan Bi Ijah sedang pergi kerumah mama nya Adam. Mereka mendapat tugas jaga rumah di sana selama satu minggu, pembantu di rumah mama Adam sedang pulang kampung. Pak Sholeh juga ikut bersama Bi Ijah dan Bi Ani.


Sementara Bi Sumi dan pak Slamet masih di panti. Untuk pak Bejo jelas tidak pergi dari pos gerbang.


Nabila dan Nita tengah berkutat dengan dapur, begitu mendengar suara tangisan Jessi yang memanggil-manggil mommy nya.


Nabila yang mendengar itu langsung lari menghampiri Jessi. “Sayang, cup cup ini aunty Bila.” Ucap Bila seraya menggendong Jessi.


“Aunty hiks hiks.” Jessi menangis di gendongan Nabila.


Adam dan Riko juga langsung berlari ke arah tangisan Jessi, saat mendengar suara tangisan. “Jessi kenapa sayang?” Tanya Adam.


“Belum lama kok.” Adam mengelus rambut Jessi agar bocah itu sedikit tenang.


“Memang Nita kemana?” Tanya Riko tidak melihat Nita di kamar itu.


“Di dapur, tadi kita lagi masak. Aku langsung lari saat mendengar tangisan Jessi.” Ucap Nabila.


Adam dan Riko pun manggut-manggut. “Ayo sayang sama uncle, biar aunty Nabila sama aunty Nita masak untuk makan malam kita.” Adam merentangkan tangannya ke arah Jessi.


“Aku mandikan dulu saja mas, nanti mas ajak jalan-jalan keliling komplek sama mas Riko.”


“Oke.”


Nabila dengan telaten memandikan Jessi dan menguncir rambut Jessi dengan ekor kuda. Memakaikan Jessi dress berwarna biru muda ala Elsa.


Setelah siap Adam langsung mengajak Jessi untuk bermain di taman di temani Riko juga.


“Kok lama?” Tanya Nita.


“Sekalian aku mandikan.”

__ADS_1


“Sekarang Jessi nya mana?”


“Di ajak mas Adam sama mas Riko ketaman.”


Nabila dan Nita pun melanjutkan untuk memasak. Menu makan malam hari ini cukup sederhana ayam kecap, tumis kangkung, cumi asam manis dan juga orak arik brokoli wortel.


Untuk camilan nanti malam Nabila dan Nita menggoreng singkong. Ya singkong yang terlebih dulu di rebus lalu di goreng.


***


“Ini rumah yang kamu ceritakan Dam?” Riko memperhatikan rumah mewah di ujung jalan dengan pekarangan luas yang hampir sama bahkan lebih luas dari rumah Adam.



“Iya, dalamnya lebih luas memanjang kebelakang. Rumah itu milik rekan bisnisku, dia pengusaha asli Indonesia tapi bisnisnya banyak di luar negeri Tokyo, Korea, Macau, Australia , Kanada dan bangak lagi.”


“Siapa namanya Dam?” Riko penasaran, selain Adam masih ada lelaki yang juga sama mapannya dengan Adam.


“Raka Rahardian Pratama, kamu pasti pernah mendengarnya.”


Uhukk.. Jessi yang sedang minum susu kotak pun tersedak. “Jessi kenapa sayang?pelan-pelan minum susunya, uncle Riko nggak akan minta kok.” Goda Riko yang juga sedikit menepuk bahu gadis kecil yang masih digendong Adam.


‘Namanya seperti nama Daddy.’


Adam mengelus lembut rambut Jessi. Jessi pun menatap ke arah halaman rumah yang juga sedang dilihat oleh Riko dan Adam.


Ada seorang laki-laki tampan dan gagah berbusana lengkap dengan setelan jas turun dari mobilnya. Meskipun lumayan jauh Jessi dapat melihat laki-laki itu cukup jelas.


‘Waow itu benar-benar Daddy, Daddy sangat tampan seperti kaka Jordan.’ Jessi kagum pertama kali menyaksikan ayah kandungnya secara langsung.


Adam dan Riko melanjutkan jalan-jalannya membuat Jessi sedikit kecewa karena tidak bisa berlama-lama menatap Daddy nya.


.


.


.


Bersambung..


Hai.. kalau ada yang penasaran sama kisah Jessi dan Daddy nya. Baca kisahnya di “Bekas Istri Yang Kaya” ..Masih ongoing dan Jessi belum lahir wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2