Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Kebenaran


__ADS_3

Abel langsung menuju kamar Nabila, perempuan itu langsung nyelonong tanpa mengetuk pintu. Ia tau Adam belum pulang jadi pasti Nabila hanya sendirian di kamar.


Sesuai dugaan Abel, Nabila terlihat berbaring di atas ranjang dengan selimut sampai di dada.


Abel pun menunggu Nabila sampai terbangun. Ia tidak sampai hati membangunkan Nabila yang terlihat pucat.


“Eh, kamu udah pulang Bel?” Tanya Nabila setelah membuka mata nya. Ia terbangun saat mendengar dering ponsel. Ternyata dering ponsel Abel terlalu keras hingga membangunkan tidur cantik Nabila.


Abel yang semula duduk di sofa pun bangkit berdiri. Ia berjalan mendekati Nabila, pun Abel langsung duduk di bangku sebelah tempat tidur Nabila. Sementara Nabila juga langsung duduk bersandar punggung ranjang.


“Masih pusing?” Tanya Abel dan Nabila pun menggeleng.


“Nggak, udah mendingan. Kapan balik?Kok nggak kabarin aku, tau gitu,kan, pak Slamet bisa jemput.” Ucap Nabila merasa tidak enak. Padahal Abel pergi ke luar negeri demi menolongnya. Namun, saat Abel kembali tidak ada yang menjemput Abel di bandara. Abel pasti kesulitan harus naik taksi sendiri pikir Nabila.


“Gue sama Daniel, dia yang antar sampai depan gerbang rumah lo.” Ujar Abel.


“Daniel?Yang mbak Ayu ceritakan itu?” Mengingat sebelumnya Ayu pernah merekomendasikan beberapa orang kepercayaan Raka yang mungkin cocok untuk Abel.


“Hem, dia yang bantu gue selama diluar negeri.” Jawab Abel.


“Kok bisa?” Nabila tampak penasaran. Kenapa Abel seperti senang begitu membicarakan Daniel.


“Kita nggak sengaja ketemu, terus ya dia ikut aku.” Lanjut Abel.


“Ikut gimana?” Yah, ucapan Abel sedikit ambigu ya. Nabila tidak paham.


Abel pun menceritakan tentang dirinya dan Daniel saat diluar negeri sampai kembali nya mereka ke Indonesia. Nabila tampak mendengarkan dengan serius semua yang di ucapkan Abel.


Saat itu juga Abel memberikan rekaman video saat Adam bersama Tasya. Ia juga menceritakan apa saja yang Abel dapatkan saat mengikuti Nabila.


“Jadi, kak Rangga yang mengirimi ku bunga?” Nabila seperti tidak percaya dengan kebenaran yang di bawa Abel. Apalagi kebenaran Rangga yang sengaja mencampuri urusan kerjasama suaminya dan tuan Kris.


“Lo kayak nggak percaya, kan?” Abel pun merasakan hal yang sama. Ia memang pernah melihat Rangga menatap Nabila dengan tatapan suka namun ia tidak menyangka Rangga benar-benar suka Nabila. Lelaki itu juga berniat merebut Nabila dari Adam. Ini tidak benar.


“Iyaa.. Gue sama sekali nggak nyangka kak Rangga pelakukanya.” Gumam Nabila.

__ADS_1


“Padahal, dia kan kembaran kak Randy. Dan, aku sama dia baru bertemu beberapa kali, bagaimana dia menyukaiku.” Nabila juga tidak pernah merasa Rangga menyukainya. Atau Nabila yang kurang peka.


“Mungkin dia jatuh cinta pada pandangan pertama sama lo.” Abel mengira-ira. Yah, tidak sulit bagi seorang laki-laki untuk tertarik pada Nabila. Selain cantik parasnya, Nabila juga cantik hati dan kepribadiannya. Lelaki mana yang tidak jatuh pada pesona wanita yang seperti itu. Nabila juga wanita yang berpendidikan.


“Ngarang, nggak mungkin.” Sergah Nabila.


“Bisa aja, kan?Daripada itu sekarang lo mau gimana?” Tanya Abel yang ingin tau langkah Nabila selanjutnya.


“Aku akan bertanya langsung pada kak Rangga.” Jawab Nabila dengan rencananya. Ia ingin memastikan apa Rangga memang menyukainya. Jika iya, Nabila akan memberi pengertian pada Rangga. Menyukai wanita yang juga istri orang adalah kesalahan.


“Jangan!” Abel tidak setuju dengan rencana Nabila. Abel merasa Nabila tidak bisa gegabah.


“Kenapa Bel?” Tanya Nabila heran.


“Apa tidak berbahaya, kau tunggu saja mas Adam pulang. Lalu temui Rangga bersama mas Adam.” Ucap Abel memberi saran.


“Tidak bisa Bel. Aku mau menyelesaikan masalah ini sebelum mas Adam kembali.” Menolak saran Abel.


“Jadi, kau mau menemui Rangga tanpa sepengetahuan suamimu?” Tanya Abel dan Nabila pun mengangguk.


“Sebaiknya memang begitu.” Ucap Nabila.


“Kau tau, kan, Bil, setelah pernikahan apa yang boleh dan tidak boleh seorang istri lakukan. Kurasa kau lebih tau dari aku.” Saat berbicara serius Abel akan memakai kata aku dan kau agar lebih dekat dengan Nabila.


“Kau benar, izin mas Adam memang penting.” Menyadari kesalahan yang hampir saja ia buat. Namun, menemui Rangga bersama Adam juga bukan hal yang baik. Nabila takut Adam akan mengamuk. Apalagi Rangga tidak hanya mengincar dirinya, tapi juga mengganggu bisnisnya.


“Sudahlah tunggu saja Adam kembali.” Ucap Abel kemudian.


“Baiklah.”


Setelah mengobrol dengan Nabila, Abel pergi ke dapur Nabila untuk makan. Ia sudah merasa lapar lagi. Padahal sudah makan saat di hotel tadi. Namun, godaan hidangan makan siang di rumah Nabila tidak bisa Abel tolak.


***


Adam menyelesaikan masalahnya di luar negeri dengan cepat. Ia juga menemui tuan Kris dan mengucapkan terima kasih karna Tasya sudah mau menandatangani kontrak kerja sama mereka.

__ADS_1


Di hadapan Tasya, Adam berpura-pura tidak ada yang terjadi malam itu saat di bar. Termasuk semua yang Tasya katakan Adam berpura-pura tidak mendengar. Awalnya Adam sudah menyiapkan kata-kata saat Tasya bertanya padanya perihal malam itu. Namun, ternyata Tasya tidak mengingat apa saja yang terjadi saat dirinya mabuk di bar. Termasuk apa yang Tasya katakan pada Adam. Tasya tidak tau Adam sudah mengetahui semua rencana Rangga dan dirinya.


Adam juga masih bertindak manis dihadapan Tasya. Semua sikap Adam membuat Tasya semakin jatuh hati padanya. Lain halnya Tasya, Adam merasa semakin jijik pada sikap Tasya yang suka mendempel padanya. Tasya sudah seperti wanita malam saja.


“Masalah disini sudah selesai tuan, tapi...” ucap Tio tiba-tiba.


“Tapi apa?”


“Ada masalah lain tuan..” jawab Tio.


“Masalah apa?” Tanya Adam penasaran. Ia merasa urusan perusahaan sudah beres lalu masalah apa lagi.


“Itu, anu tuan.” Tio sedikit berhati-hati.


“Apa Tio?Katakan!!Jangan berbelit-belit, apakah masalah nya sangat serius?” Adam tidak sabar karna Tio terlalu lama menyampaikan masalah yang terjadi.


“Nyonya, itu nyonya.” Tio apa sih tidak jelas. Membuat Adam merasa geram saja.


“Nabila, kenapa Nabila?Dia baik-baik saja, kan?” Adam berubah menjadi khawatir. Adam pun mencari ponselnya dan berniat untuk langsung menghubungi istrinya. Ia akan mengecek keadaan istrinya sekarang juga.


“Nyonya baik-baik saja tuan.” Ucap Tio melihat Adam yang mulai khawatir.


“Hanya saja nyonya meminta dibawakan oleh-oleh.” Lanjut Leo.


“Huft, aku kira apaan. Hanya oleh-oleh saja gampang, kita belanja nanti malam.” Ucap Adam santai. Harusnya Tio bilang dari tadi kalau hanya masalah oleh-oleh. Tidak perlu membuat Adam khawatir.


“Oleh-olehnya bukan makanan tuan.” Ujar Tio kemudian.


“Bukan makanan?” Adam mengernyit heran. Tio pun mengangguk. Jika bukan makanan apa yang diinginkan Nabila sebagai oleh-oleh. Biasanya Nabila hanya akan meminta oleh-oleh seperti makanan ringan atau coklat.


“Apa yang dia minta?” Tanya Adam.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2