Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Naura Clay Edward


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, hari yang ditunggu pun tiba. Abel melahirkan anak perempuan yang cantik. Daniel memberinya nama Naura Clay Edward. Bayi mungil itu lahir dalam keadaan sehat.


“Makasih sayang, kamu udah buat hidup aku sempurna,” Daniel mengecupi kening Abel berulang-ulang. Dia merasa lega Abel melahirkan dengan normal meskipun banyak drama yang terjadi selama proses persalinan. Istrinya itu menjadikannya sasaran empuk pelampiasan Abel yang menahan sakit. Bekas cakaran terlihat jelas di lengan Daniel.


“Aku minta maaf ya bee, aku nggak bermaksud kdrt sama kamu,” menyesali sikap kasarnya selama proses persalinan apalagi melihat luka bekas cakaran di lengan Daniel. “Tangan kamu jadi luka-luka kayak gini,” meraba lengan Daniel dan mengelusnya.


“Ini nggak seberapa sayang, enggak sebanding sama perjuangan kamu. Kamu udah bertaruh nyawa demi anak kita, kamu hebat sayang.”


Ucapan Daniel membuat Abel merasa terharu. “Aku udah jadi ibu, bee.”


“Iya, dan aku jadi seorang ayah berkat kamu.”


Kemesraan pasangan suami istri itu terganggu karena kedatangan keluarga Abel.


“Maaf, apa aku datang lain kali saja?” tanya Caca berbasa-basi padahal ia sudah menyelonong masuk ke dalam ruangan rawat Abel.


“Kak Caca kenapa datang sekarang sih ganggu aja,” Abel cemberut.


“Mama mau ketemu sama cucu nya, aku disuruh antar, kalau mau salahin, salahin mama sana.” Jawab Caca cuek.


“Terus sekarang mama dimana?” Daniel bertanya karena tidak melihat ibu mertuanya di sekitar Caca.


“Ke ruangan bayi, lihat Naura.”


“Kalau mama ke ruangan bayi, kenapa kakak kesini?” ptotes Abel.


“Sengaja sih, biar bisa gangguin kalian.” Mengupas buah jeruk yang berada di keranjang buah.


“Ngiri yaa?Nikah sana kalau ngiri, Mike masih nganggur tuh,”


Hubungan Caca dan Mike semakin banyak menujukan kemajuan, meskipun mereka tidak berpacaran namun Caca dan Mike cukup kompak dalam beberapa hal.


“Mike bilang dia ditolak,” Daniel melirik Caca.


“Seriusan?Wah, kak Caca hebat. Dokter Mike kenapa di tolak kak?” tanya Abel.


“Dia bilang gitu ke kamu?” bukan menjawab pertanyaan Abel malah bertanya pada Daniel. Caca tidak mengira insiden saat dirinya menolak Mike akan sampai ke telinga adik iparnya.


“Dia juga bilang mau nyerah,” Daniel berbohong, Mike tidak mengatakan akan menyerah. Mike justru mengatakan akan menunggu hingga Caca siap.

__ADS_1


“Emang kenapa sih kak Caca nolak dokter Mike?” Abel pensaran alasan Caca. Bukan kah Caca sudah move on dari Ilham?Lalu kenapa Mike di tolak?


“A-aku,” Caca bergeming Dia bahkan ragu tentang alasanya menolak Mike. Bukan karena Caca tidak menyukai Mike, hanya saja Caca masih trauma dalam menjalin hubungan. Perpisahannya dengan Ilham meninggalkan bekas yang cukup dalam di hati Caca. Tidak mudah menyembuhkan luka yang sudah terlanjur dalam.


“Tu ‘kan, kak Caca aja ragu gitu. Kenapa enggak coba aja lalanin hubungan sama dokter Mike? Lagi pula dokter Mike baik kok orangnya, sopan juga. Papa sama mama juga suka sama dokter Mike.” Ujar Abel.


“Jangan,” Daniel tidak sependapat dengan Abel.


“Jangan kenapa sih, Bee?Kamu harusnya dukung aku, kamu juga mau Dokter Mike jadi ipar kamu ‘kan?” protes Abel.


“Iya, aku mau Mike jadi ipar aku, tapi nggak gini caranya, sayang.Kita nggak bisa maksa Caca buat nerima Mike sementara hatinya belum siap, apalagi untuk coba-coba. Hubungan bukan untuk coba-coba, Abell. Salah-salah Caca jusru menyakiti Abel,” terang Daniel. “Kalau emang Caca belum siap, jangan di paksa.”


Abel terdiam, tumben Daniel bisa berpikir dengan baik. “Kamu tumben pinter, Bee.”


“Udah dari dulu. Kamu pikir saya bisa jadi pengacara kalau enggak pinter?”


“Ya kali aja kamu nyogok, bee. Duit tuan RAKA ‘kan banyak,”


“Asataga, otak kecil kamu emang parah kalau mikir.” Daniel menyentil keing Abel. Bisa-bisanya Abel berpikiran Daniel lulus menjadi pengacara hasil sogokan. Sementara Abel sendiri sudah pernah menyaksikan betapa kerennya Daniel saat membela kliennya di persidangan.


“Sudah-sudah, kalian malah debat,” Caca menengahi.


“Jadi, kesimpulannya gimana?Apa alasan kak Caca nolak dokter Mike?” tanya Abel.


“Hmm, yaudah kalau itu keputusan kakak. Kita bakalan dukung semua keputusan kak Caca, asal itu semua demi kebaikan Kakak, semangat yaa,,” Ujar Abel menyemangati.


“Udah ah, aku nyusul mama aja. Kalian bisa lanjutkan mesra-mesra an nya.”


Caca menyusul Mama Lila di ruangan bayi untuk menemui keponakannya. Sepeninggal Caca tamu lain pun datang menjenguk Abel. Mereka adalah sahabat-sahabat Abel. Nabila dan Suaminya.


“Selamat sayangku, akhirnya nyusulin jadi mama.” Pelukan hangat dari Nabila untuk Abel yang berhasil menyandang status baru sebagai ibu muda.


“Thankyu bunda, aku udah nggak sabar mau jodohin Naura sama Aksa,”


Sudah sejak lama Abel merencanakan perjodohan untuk anaknya dan anak sahabatnya, bahkan sebekum dia menikah. Tidak disangka pas sekali, Abel memiliki seorang putri sementara Nabila memiliki putra kembar yang tampan.


“Aku sih enggak keberatan, malah seneng kalau kita bisa jadi besan,” Sahut Nabila.


“Mas Adam gimana?” tanya Abel meminta pendapat dari suami Nabila.

__ADS_1


“Aku terserah Aksa nya, kalau dia mau kenapa enggak? Yang penting anak-anak enggak terpaksa.” Adam adalah kaum netral, dia hanya mau yang terbaik untuk kedua putra kembarnya.


“Aku setuju sama Adam, sayang. Biar anak-anak yang memutuskan, kita enggak usah terlalu ikut campur.” Timpal Daniel. Dia dan Adam sepemikiran. Daniel membayangkan betapa rumitnya perjodohan, dia tidak mau Nuara merasakan tertekan karena perjodohan.


“Lagi pula mereka masih kecil,” sela Adam merasa geli. Anak Abel baru lahir dan berumur satu hari tapi Abel sudah pusing memikirkan perjodohan.


“Loh ya enggak masalah mau baru lahir satu jam juga enggak masalah. Pokoknya Aksa mau aku jodohin sama Nuara.” Ujar Nabila.


“Setuju, Naura harus jadi jodohnya Aksa.” Sahut Abel.


Sedangkan Daniel dan Adam hanya bisa saling pandang dan diam. Keduannya larut dalam pikiran masing-masing. Dimana sang istri masing-masing terlalu heboh dengan perjodohan dini.


“Tapi sayang, kalau Aksa sama Naura, Akra gimana?” tanya Adam.


“Bener juga yaa,” Nabila terdiam.


“Nah, kaliang nggak boleh curang. Aksa dan Akra kembar, harus adil.” Tegur Daniel.


“Gimana yaa?” Abel berpikir.


“Ya sama anaknya Nita aja deh,” ucap Nabila.


“Jangan deh, Riko ‘kan nggak mau anaknya di jodohin.” Abel menolak.


“Tapi Nita ‘kan setuju-setuju aja, lagian kenapa sih mas Riko nolak perjodohan anaknya sama anak aku. Padahal anak aku cakep-cakep.” Gerutu Nabila kesal. Rencananya berbesan dengan Nita gagal karena suami Nita menolak.


“Anak kamu nggak masuk kualifikasi jadi menantunya Riko kali, sayang. Kurang gagah.” Sahut Adam.


“Anak kamu juga mas, bukan cuman anak aku.” Nabila mengingatkan.


“Kayaknya Riko mau ngejar Jordan jadi menantunya deh.” Ujar Abel.


Ketiga pasang mata yang berada di ruangan itu langsung menoleh ke Abel.


“Masa sih?” tanya Nabila.


“Habisnya waktu mbak Ayu njenguk anaknya Nita, pandangan mas Riko ke Jordan melulu.” Jawab Abel.


“Haha, anak kamu kalah sama pesonanya Jordan, sayang.” Kelakar Adam mengundang gelak tawa Daniel.

__ADS_1


“Dikira kurang tebel kali dompetnya, haha.” Sahut Daniel.


Nabila dan Abel pun kesal.


__ADS_2