
Adam langsung berlari menyusul Nabila setelah mendengar suara dari Nabila yang tengah muntah. “Kamu kenapa Bil?”
“Aku sepertinya masuk angin mas, tapi aku tetep mau mandi pakai air hangat nanti setelah mandi pake minyak kayu putih.”
“Yakin mau mandi? Nanti kalau tambah parah bagaimana ?”
“Iya mas, nggak bakalan tambah parah kok mas tenang aja.”
“Yaudah, aku carikan minta kayu putihnya.”
Setelah mandi Nabila mengoleskan minyak kayu putih di perutnya, seperti kebiasaannya waktu kecil selalu di oleskan minyak kayu putih jika masuk angin.
“Gimana masih mual-mual nggak?” Tanya Adam yang baru saja selesai ganti pakaian setelah mandi.
“Enggak kok mas, nanti di jalan beli tolak angin ya.”
“Atau aku minta pihak hotel untuk membelikan?biar kamu bisa minum setelah sarapan.”
“Enggak usah mas, nanti beli pas sekalian jalan aja.”
“Baiklah.”
Adam dan Nabila turun ke resto yang ada di hotel itu untuk sarapan, disana sudah ada Abel, Nita, Kevin beserta Riko. Mereka sudah duduk dengan hidangan penuh di meja. Sesudah sarapan ke enamnya berangkat menuju tempat wisata pertama yang akan di kunjungi. Mereka memilih pergi ke Ayanaz Gedong Songo.
Sc: @Wisatasemanarang (instagram)
Sekitar satu jam lebih mereka berwisata di Ayanaz Gedong songo. Sesudah dari Ayanaz mereka melanjutkan perjalanan ke Lawang Sewu.
“Bil lo sakit ?” Tanya Nita melihat Nabila yang lesu.
“Enggak, cuma masuk angin kayaknya.” Jawab Nabila.
“Mau aku kerokin atau pijit ngga ?” Tanya Nita lagi. Nita dan Bila duduk di kursi bagian tengah, Kevin yang menyetir dan Abel disebelahnya. Sementara Adam dan Riko duduk di belakang.
“Nggak usah, tadi udah minum tolak angin kok.”
__ADS_1
“Lo kayaknya gak cocok sama udara di sini deh, emang rada lebih dingin dari Jogja sih.” Sahut Abel.
“Kayaknya sih gitu Bel.” Kata Nita.
“Atau kita mampir ke rumah sakit terdekat aja buat periksa.” Ujar Kevin.
“Iya sayang, aku setuju sama Kevin. Kamu periksa sebentar.”
“Apaan sih cuma masuk angin doang, kalian lebat deh.” Ucap Nabila.
“Yaudah yang penting lo beneran gak papa. Nanti kalau lo ngerasa ada yang gak beres sama tubuh lo, lo wajib ngomong ke kita!” Tegas Nita.
“Iya iya mamak, mamak bawel.” Jawab Nabila menempel bersandar di bahu sahabatnya itu.
Akhirnya mereka sampai di tujuan kedua yaitu Lawang Sewu. Sampai di Lawang Sewu Abel dan Nita langsung mengambil banyak foto. Sedangkan Nabila memilih manja-manjaan dengan suaminya.
Riko mengikuti Nita dan Abel kemanapun dua perempuan itu berjalan. Riko sudah seperti pengawal saja, dia bahkan tidak mengeluh di perlakukan seperti pesuruh oleh Abel dan Nita. Selain menjadi tukang foto, Riko juga membantu membawa barang-barang Abel dan Nita. Kevin hanya mengambil sedikit foto karena setelah itu dia sibuk telfonan dengan asistennya. Sepertinya ada masalah dengan pekerjaan Kevin.
Saat makan siang Nabila juga hanya makan sedikit saja, sama seperti waktu sarapan jika makan banyak Nabila akan langsung memuntahkan apa yang di makannya. Sudah puas bermain di Lawang Sewu, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke Cimory. Setelah dari Cimory mereka kembali ke hotel untuk cek out dan mengambil barang karena akan kembali ke Jogja.
“Mas Adam nanti kalau udah punya anak maunya di panggil gimana?” Tanya Abel.
“Aku sih di panggil apa aja mau, terserah Nabila aja.” Jawab Adam.
“Kalo Nabila jelas Ayah, soalnya dia lebih senang di panggil bunda kalo udah punya anak.” Seru Nita.
“Masak sih?” Tanya Adam.
“He.em dia pernah cerita sama kita, di panggil bunda itu kesannya lembut gitu.” Ujar Abel.
Ayah bunda panggilan yang tidak buruk. Guman Adam.
“Kalo Adam kayaknya lebih cocok di panggil Daddy.” Ucap Riko.
“Bener banged Rik, sugar Daddy hahaha” Kevin yang menimpali perkataan Riko langsung tertawa.
__ADS_1
“Mas Kevin jangan tertawa keras nanti Bila bangun.” Ucap Nita mengingatkan.
“OH iya sorry Nit.”
Sekitar pukul 22:00 mereka sampai di kediaman orang tua Nabila. Orang rumah sudah tidur, lampu juga sudah banyak yang mati. Tapi masih ada satpam dan sopir yang belum tidur. Pak satpam membuka gerbang begitu tau mobil majikannya yang tengah membunyikan klakson di depan gerbang.
“Makasih Pak.” Ucap Kevin seraya melajukan mobil masuk ke parkiran.
“Sama-sama den.” Jawab Pak sopir.
Adam membopong Nabila naik ke kamarnya. Adam dan yang lainya memang sengaja tidak membangunkan Nabila. Abel dan Nita kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Mereka sudah makan malam di jalan jadi sampai rumah tinggal membersihkan diri dan istirahat. Untung saja saat kembali ke hotel tadi Nabila sudah mandi jadi meskipun sampai rumah tidak mandi lagi tidak masalah. Malam itu Adam dan kedua sahabatnya bergadang bersama Yoga dan Rendi, kebetulan Rendi menginap. Mereka bermain kartu dan mengobrol. Rendi memang sering menginap, karena dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama Yoga sebelum Yoga pindah ke Jakarta.
“Besuk mau kemana lagi mas?” Tanya Yoga pada Adam, sekarang yoga sudah mengganti panggilannya pada Adam dari Pak menjadi Mas agar lebih akrab.
“Gak tau Ga, mungkin ke pantai.” Jawab Adam.
“Aku pengen ke bukit bintang Dam, ke Jogja belum mampir bukit bintang kayaknya kurang.” Sahut Riko.
“Berarti ke panti terus sorenya ke bukit bintang?” Tanya Kevin memastikan. “Aku lusa sudah harus balik kejakarta, lo gimana Rik?”
“Iya gitu aja ke panti terus sore ke bukit bintang.” Jawab Adam.
“Aku juga ikut balik aja.”
“Ya sudah lusa kita semua balik ke Jakarta, nanti liburan lagi kesini!”seru Adam.
Keesokan paginya rombongan bersiap untuk melakukan wisata hari terakhir karena besuk akan kembali ke Jakarta. Nabila terlihat sumringah, tidak pucat seperti kemarin di sepanjang perjalanan dia terlihat mengobrol dengan Abel dan Nita. Ada-ada saja yang dibahas oleh ketiga wanita cantik itu. Perjalanan pagi ini berbeda dari rencana semalam yang di rancang para laki-laki, karena ternyata para perempuan sudah memiliki rencananya sendiri. Jadilah para laki-laki hanya bisa menuruti kemauan para perempuan.
Drttt suara ponsel Adam berdering Tio menghubungi Adam.
📞 Ada apa Tio ? Tanya Adam.
📞 Maaf mengganggu waktu liburannya Tuan, ada masalah dari Investor Korea Tuan Kim Nam yoan, beliau meminta pertemuannya di percepat menjadi besuk malam Tuan. Jawab Tio yang disebrang.
📞 Oke, kamu atur saja. Saya akan kembali ke Jakarta siangnya.
📞 Baik Tuan. Jawab Tio.
__ADS_1
Adam kemudian menutup sambungan telefon dari Tio.
Bersambung..