Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Nongki cantik bersama sahabat


__ADS_3

Nabila, Nita dan Abel sedang asyik ngobrol sambil menikmati Ice milk tea di cafe Nabila. Sepulang kuliah mereka memilih mengerjakan tugas kuliah di cafe Nabila.


Hari ini Nita mendapat jatah kerja shift malam jadi sorenya bisa nyantai. Semenjak ibu Nita sakit, budhe nya sering menginap di apartemen Nita untuk menemani sang ibu. Apalagi budhe Nita juga seorang janda dan jauh dari anaknya, jadi budhe bisa bebas untuk menginap di apartemen Nita meskipun berhari-hari. Nita jadi tidak perlu khawatir saat meninggalakn an ibunya untuk bekerja dan kuliah.


“Besuk hari peringatan kematiannya kan?Kalian mau kesana lagi?” Tanya Abel pada Nita dan Nabila.


Tanpa mendengar jawaban Nita, Abel sudah tau pasti Nita akan kesana jika melihat dari raut mukanya. “Aku bisa kesana sama Abel Bil, kamu nggak dateng nggak papa. Lagi pula sekarang keadaan sudah berubah. Kamu tidak sendiri lagi.”


“Aku ingin kesana untuk terakhir kalinya.” Kata Nabila seraya menyeruput Ice milk tea. Sedikit muncul perasaan cemas di diri Nabila. Nabila belum pernah menceritakan masalah ini pada Adam.


“Bagaiamana caramu minta izin pada suamimu?” Abel tau Nabila pasti belum bercerita pada Adam.


“Aku akan menceritakan semuanya pada mas Adam.” Jawab Nabila. “Aku yakin mas Adam akan memberiku izin.”


Nita mendekat pada sahabatnya. “Jangan memaksakan dirimu, pikirkan juga perasaan suamimu.” Tutur Nita memberi nasehat pada Nabila.


“Aku tau gaes, kalian tenang saja.”


Memang seharusnya mas Adam tau.


“Baiklah, kalau begitu kita akan berangkat kesana sore hari seperti biasanya agar tidak bertemu keluarganya.” Seperti tahun sebelumnya Abel yang mengatur rencana perjalanan.


“Aku percayakan semuanya padamu Nona Abel.” Sahut Nabila dan Nita bersamaan.

__ADS_1


Tugas yang mereka kerjakan hari ini tidaklah sulit. Cukup 30 menit mereka sudah bisa menyelesaikan tugas kuliahnya, jika di semester lalu ada Pak Radens yang mendaki dosen killer, maka di semester ini pun ada Pak Adit yang juga menjadi dosen killer. Untung saja Pak Adit masih muda dan tampan, jadi meskipun killer mahasiswinya tetap betah di jam kuliah pak Adit.


***


Apartemen Rani.


“Apa-apaan ini Rik?Kenapa kamu membawa banyak orang kesini?” Tanya Rani bingung. Riko datang bersama Adam dan beberapa pengawal Adam.


“Aku hanya berkunjung.” Jawab Riko. “Apa kau tidak mengizinkanku masuk?” Tanya Riko, karena Rani tidak membuka pintu apartemennya secara lebar, dia justru menutup pintu apartemennya dan keluar untuk berbicara pada Riko.


“Em, aku sedang terburu-buru mau kesupermarket. Apa bisa lain kali saja berkunjungnya?” Rani terlihat gugup saat Riko meminta masuk kedalam rumah.


Riko menatap Rani dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Ke supermarket?dengan pakaian seperti ini?” Tanya Riko, karena Rani hanya berpakaian dengan baju tidur mini dan juga sandal rumahan yang seharusnya di pakai di dalam rumah.


Adam tidak memperhatikan percakapan Rani dan Riko, karena dia sedang sibuk menerima telefon dari istrinya. Sementara Bodyguard Adam hanya melihat tanpa berkomentar.


“Sudahlah, buka pintunya. Aku lelah ingin minum teh!” Riko menunjuk papan sandi di gagang pintu apartemen Rani, Riko meminta Rani untuk segera menekan kode sandinya. “Kau tidak perlu kesupermarket, aku akan suruh asistenku membelikan semua kebutuhanmu. Cepat buka pintunya!” Ujar Riko menatap tajam Rani.


Tangan Rani memencet kode sandi pintu rumahnya. “Masuklah, aku akan membuatkan mu teh.” Ajak Rani pada Riko dan beberapa pengawal Adam. Rani sedikit gusar dan gugup.


“Sayang, sudah dulu. Nanti aku telefon lagi, iya iya nanti aku belikan. Love you too sayang!” Adam mengakhiri panggilan telefon dari istrinya lalu menyusul Riko masuk ke apartemen Rani.


.

__ADS_1


.


.


.


Bersambung..


Kasih tau author kalau ada kata yang Typo yaa !!


Author: Gaes kira-kira Adam sama Riko mau ngapain ya ke apartemen Rani bawa pasukan segalan?


Netizen 1: Mau Numpang makan kali thor.


Netizen 2: Bukan, mereka mau Bantuin Rani bersih-bersih rumah.


Author: Hisss, ngawur! Mereka mau minta sumbangan tauk.


Netizen 1: Lah Adam mah nggak butuh sumbangan lagi thor, dia butuhnya istri kedua.


Author: 🤯


Mampir ke karyaku yang satunya juga ya guys.

__ADS_1



__ADS_2