
***
“Bil, aku ke kamar mandi dulu ya, mau pup.” Ucap Nita terburu-buru masuk ke kamar tamu yang sering ia gunakan saat menginap di rumah Nabila. Nabila pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
Jadi, dia nahan pup dari tadi. Gumam Nabila.
Tak selang berapa lama, mobil Nabila yang lain masuk ke dalam area rumahnya. Mobil putih yang sering Nabila gunakan saat kuliah itu berhenti di depan garasi. Itu mobil yang di bawa Abel tadi pagi. Ternyata Abel sudah kembali ke rumah Nabila. Ia tidak jadi menginap dirumahnya. Ia memilih menemani Nabila lagi selama Adam belum pulang.
Abel berjalan ke arah pintu utama di mana Nabila masih berdiri di depan pintu. Perempuan itu terlihat menenteng plastik kresek warna putih, entah apa yang dia bawa.
“Kayaknya aku lihat mobil mas Riko keluar dari sini?” Ujar Abel.
“Iya.. mas Riko nitipin istrinya disini, dia mau keluar negeri.” Nabila menggandeng lengan Abel masuk kedalam rumah.
“Ohh.” Abel manggut-manggut.
“Terus, Nita dimana?”
“Lagi pup.”
Keduanya pun mendudukkan diri di sofa ruang tamu. Nabila langsung memeriksa apa yang dibawa Abel karna Abel meletakan plastik kresek itu di atas meja.
“Donat kentang.” Ujar Nabila berbinar melihat apa yang Abel bawa. Donat kentang lengkap dengan gula halusnya.
Nabila langsung berjalan ke dapat untuk mengambil piring yang akan ia gunakan untuk menaruh gula halus.
Dari dapur Nabila diikuti oleh Bi Sumi yang membawa nampan berisi gelas dan teko berisi orange jus.
“Makasih, Bik.” Ucap Abel pada Bi Sumi.
“Sama-sama non.” Bi Sumi kembali ke dapur.
Nabila menaruh gula halus di dalam piring, ia langsung melumuri donat kentang nya dengan gula halus. Setelahnya ia masukan donat kenyang yang sudah dilumuri itu ke dalam mulutnya.
“Mantul.” Ucap Nabila seraya mengunyah donat kentangnya.
Abel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya. “Lo yakin banged donatnya buat lo, udah langsung kunyah aja.”
“Yakin aja emang buat siapa lagi kalau bukan aku?” Jawab Nabila cuek.
“Bisa aja buat pak Bejo, secara pak Bejo, kan, baik hati. Selalu masukin mobil gue ke garasi saat gue parkir sembarangan.” Jawab Abel.
__ADS_1
Abel memang sering parkir sembarang saat berkunjung ke rumah Nabila. Ia harus merepotkan pak Bejo untuk memasukan mobil Abel ke garasi saat hujan tiba. Atau saat ada mobil lain yang masuk ke pekarangan rumah Nabila. Karna selain parkir sembarang Abel juga sering parkir ngasal yang kadang menutupi jalan masuk ke garasi.
“Makannya lo itu parkir yang tertib jangan nyushain orang tua.”
“Abellll!!” Teriak Nita nyaring.
“Jangan lari bumil, kalau kepleset bisa bahaya!” Tutur Abel saat Nita berlari ke arahnya.
“Iya..iya, maaf. Aku baru aja mau kirim pesan ke kamu, nggak taunya kamu udah sampai sini.” Nita merangkul Abel senang.
“Lo nggak tau aja, gue dah lama nginep di sini nemenin nyonya yang ditinggal perjalanan bisnis suaminya di luar negeri.” Ucap Abel cemberut.
Lo juga nggak tau, kan, Nit?Gue bahkan baru pulang dari luar negeri jadi detektif Conan. Batin Abel.
“Tau gitu aku nginep sini kemarin-kemarin.” Ucap Nita.
Nita melirik Nabila yang masih fokus makan donat kentang. Sepertinya enak, tapi Nita masih kenyang. Ia dan Riko sempat makan sebelum pergi ke rumah Nabila.
“Suami lo kemana?” Tanya Abel.
“London.” Jawab Nita.
“Kenapa nggak ikut aja?Sekalian kamu jalan-jalan di sana.” Ujar Nabila. Nabila dan Abel sudah pernah pergi ke London tapi Nita belum.
“Nggak mau, mabuk pesawat bawaan bayi. Aku pilih nginep sini aja ketemu kalian.” Jawabnya. Ia juga tidak mau kelelahan apalagi masih sering mual-mual dipagi hari. Takutnya malah merepotkan Riko nantinya kalau dia ikut.
“Btw, kita mau ngapain nih mumpung ngumpul?” Tanya Abel. Nabila dan Nita menjawab dengan mengangkat bahu mereka seakan tidak punya ide.
Abel mendengus kesal. “Nggak asyik emang kalian.”
“Ya mau apa dong, aku bingung.” Sahut Nita.
Akhirnya Nabila menyarankan untuk saling curhat saja sambil menunggu waktu makan malam. Sekalian mereka makan camilan nah nanti pas waktu makan malam tiba sudah kenyang nggak jadi makan deh.
***
Tiga hari kemudian..
Selama tiga hari Nabila dan Nita menghabiskan waktu mereka di cafe milik Nabila. Nabila di buat heran dengan Rangga yang tidak muncul untuk makan siang. Padahal biasanya lelaki itu tidak pernah absen. Setiap hari Rangga makan siang di cafe milinya.
Nabila pun bertanya-tanya apa yang terjadi?Namun, ia tidak terlalu memikirkan hal itu karna tidak penting. Ada yang lebih penting, hari ini suaminya akan pulang. Nabila sudah tidak sabar menunggu kedatangan suami tercintanya.
__ADS_1
Nita dan Abel juga sudah pulang satu jam yang lalu. Nita di jemput oleh suaminya, sedangkan Abel pulang dengan mobil nya.
Adam memang tidak memberi tahu Nabila jam berapa ia tiba di Indonesia karna tidak mau Nabila repot menjemput nya ke bandara. Ia sengaja merahasiakan jam kedatangannya.
Nabila pun hanya bisa menunggu Adam di rumah. Ia mondar-mandir di ruang tamu menunggu Adam yang tak kunjung datang. Sesekali ia menghubungi Tio asisten suaminya karna ponsel suaminya tidak aktif. Ponsel Tio aktif namun tidak menjawab panggilan telepon dari Nabila. Membuat Nabila merasa cemas saja.
“Teh nya, non.” Ucap Bi Ani membawakan teh panas permintaan Nabila.
“Taruh di situ saja Bi.” Nabila menunjuk meja ruang tamu.
Tak selang beberapa waktu mobil memasuki rumah Nabila. Perempuan itu langsung berjalan ke arah pintu untuk memeriksa siapa yang datang. Ternyata mobil Yoga yang datang. Remaja lelaki itu baru pulang dari basket.
“Mbak ngapain disini?” Tanya Yoga saat sampai di depan pintu. Ia melihat kakaknya bediri di depan pintu seperti menunggu seseorang.
“Nunggu mas Adam.” Jawab Nabila.
“Emang mas Adam pulang sekarang?” Tanya Yoga. Nabila pun mengangguk.
Yoga akhirnya duduk di kursi teras. Ia akan menemani Nabila menunggu Adam. Tiga puluh menit berlalu Adam belum sampai.
“Emang mas Adam pulang jam berapa?” Tanya Yoga.
“Nggak tau.” Jawab Nabila antara polos dan bodoh.
Yoga pun melongo. “Mbak nggak tau mas Adam pulang jam berapa tapi dari tadi nunggu mas Adam disini sambil mondar-mandir?” Tanya Yoga memastikan. Nabila mengangguk.
“Astaga, Yoga kira mbak nunggu di sini karna mas Adam udah dekat.” Yoga menepuk jidatnya sendiri lalu bangkit berdiri.
“Mau kemana kamu?”
“Mandi lah, mbak juga masuk aja sudah malam. Tunggu mas Adam di dalam rumah aja!” Ujar Yoga mengingatkan.
Dengan kecewa Nabila masuk ke dalam rumah. Ia menuju kamarnya lalu menangis.
Apa mas Adam nggak jadi pulang? Gerutu Nabila sambil menangis.
Ia masuk ke dalam selimut dan meringkuk. Menangisi suaminya yang tidak sampai-sampai rumah. Padahal Nabila sudah menunggunya dengan semangat 45 dari tadi pagi.
.
.
__ADS_1
.
.