Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 Kontrak pernikahan


__ADS_3

Dari apartemen Abel, Daniel menuju firma hukum nya. Banyak pekerjaan yang terbengkalai saat ia pergi ke Kanada. Meskipun beberapa sudah di handle oleh tangan kanan Daniel, namun lelaki itu masih harus menyelesaikan sisanya.


Tok..tok.. suara ketukan pintu.


“Masuk!” Sahut Daniel.


Pintu ruangan Daniel di dorong dari luar, sekertaris Daniel muncul dari pintu.


“Maaf tuan, ada seorang perempuan ingin bertemu tuan.” Ucap sekertaris Daniel.


“Siapa?” Daniel meletakan pena nya lalu menatap lurus pada sekertarisnya.


“Saya!” Suara perempuan menyahut dari balik sekertaris Daniel.


“Nona ini memaksa ingin bertemu tuan.” Ucap sekertaris Daniel sebelum mendapati kemarahan atasannya. Daniel pun mengangguk. “Kau bisa kembali ke mejamu.” Sekertarisnya menunduk sopan lalu undur diri.


“Ada apa nona Caca, saya tidak merasa kita mempunyai janji bertemu?” Daniel bangkit dari duduknya, ia berjalan keluar dari kursi kebesarannya dengan salah satu tangan ia masukan ke dalam saku celana dan alis yang mengkerut.


“Apa begini cara anda menyambut tamu, tidakkah anda memepersilahkan saya duduk?” Ketus Caca langsung mendudukan dirinya di sofa.


“Sepertinya saya tidak perlu repot menyuruh anda duduk, anda sudah duduk dengan sendiri nya.” Daniel mengikuti Caca duduk di sofa. Terlihat jelas tatapan tidak suka dari lelaki itu.


“Kita perlu bicara!Tapi, tidak disini, saya tidak mau berlama-lama disini. Jika anda tidak keberatan, saya mengajak anda untuk makan siang bersama sekaligus mendiskusikan masalah pertunangan yang sudah di atur keluarga kita.” Ucap Caca tegas. Tidak ada raut ketakutan dari wajah perempuan itu meskipun Daniel menatapnya tak bersahabat.


“Baiklah, mari kita makan siang. Saya juga perlu mengatakan beberapa hal pada nona.” Daniel berdiri berjalan menuju kursi kebesarannya untuk meraih jas nya lalu mengajak Caca keluar dari firma hukumnya.


Mereka pergi ke sebuah restoran mewah dengan dua mobil. Daniel dengan mobilnya sendiri dan Caca mengikuti dari belakang dengan mobilnya.


Sampai di restoran Daniel memesan ruangan VVIP karena tidak mau berbaur dengan tamu yang lain, lebih tepatnya tidak mau terlihat bersama perempuan di tempat ramai.


Hidangan mewah sudah tersaji di atas meja. Pelayan yang keluar dari ruangan itu tidak menutup pintu dengan benar, pintu ruangan tempat Daniel dan Caca makan siang masih terbuka sedikit.

__ADS_1


Usai makan siang Daniel dan Caca siap berbicara serius.


“Saya memiliki orang yang yang cintai.” Ujar Caca membuka percakapan. Ck..Daniel berdecak malas.


“Anda pikir saya tidak??” Ketus Daniel membuat Caca menatapnya bingung. Namun, sedetik kemudian Caca mengerti.


Saya sudah tau, lagi pula tidak mungkin orang seperti anda tidak memiliki pacar. Batin Caca nampak tenang.


“Saya mempunyai pacar yang saya cintai, dan saya tidak berniat memutuskan pacar saya!” Tegas Daniel serius.


Caca menatap tajam Daniel. “Maksud anda apa?Bagaimana dengan pernikahan kita, anda mau memiliki dua wanita di hidup anda?” Caca tertawa getir saat ucapan itu lolos begitu saja dari bibir seksi nya.


“Mengapa tidak?Lagi pula anda juga memiliki tunangan..” ujar Daniel santai, mudah bagi Daniel menggali informasi tentang Caca. “Kenapa saya tidak bisa, toh pernikahan kita bukan atas dasar saling mencintai. Anda tidak mencintai saya begitu juga saya yang tidak mencintai anda.” Lanjut Daniel tersenyum sinis.


“Meskipun begitu memiliki dua wanita dalam satu waktu bukan lah hal yang benar, saya memang memiliki tunangan tapi saya berniat memutuskannya sebelum kita menikah.” Ucap Caca.


“Terserah anda, mau anda lanjutkan atau putuskan hubungan anda dengan tunangan anda, itu bukan urusan saya, saya tidak peduli. Yang perlu anda tau, saya tidak akan pernah memutuskan pacar saya, dan kita akan menikah di atas kertas saja.” Daniel mengeluarkan map coklat yang tadi ia genggam sejak keluar dari mobil. Menyerahkan nya pada Caca.


“Buka saja.”


Caca pun membuka map coklat itu lalu membaca informasi yang tertera di lembaran kertas isi map coklat itu.


“Apa-apaan ini?” Teriak Caca.


“Seperti yang anda lihat, itu adalah kontrak pernikahan, kita akan bercerai setelah satu tahun menikah. Kita bisa beralasan tidak bisa saling mencintai atau anda bisa beralasan saya selingkuh. Setelah kita bercerai anda bisa hidup bersama dengan tunangan anda dan saya akan menikahi pacar saya. Oh. Iya, satu lagi anda tidak perlu khawatir selama menikah saya tidak akan menyentuh anda.” Ucap Daniel dengan santainya.


“Apa anda pikir pernikahan itu main-main?” Bentak Caca lagi tidak terima. Ia geram dengan kelakuan lelaki di hadapanya itu. Caca bahkan sudah berusaha mengikhlaskan Ilham untuk menjadi calon istri yang baik namun apa yang ia dapatkan?Lelaki di hadapannya yang juga calon suaminya itu malah melemparkan kontrak pernikahan padanya.


Gilaaa, dajjal, tidak salah lagi dia turunan dajjal. Batin Caca menggigit bibir bawahnya.


“Terserah anda akan berpikiran bagiamana saya tidak peduli, jika anda tetap mau perjodohan ini dilanjutkan tanda tangani kontak pernikahan itu. Atau anda bisa membatalkan perjodohan itu tapi katakan pada kedua tetua itu.” Balas Daniel masih dengan santainya.

__ADS_1


Be rengsek, dia benar-benar kejam. Caca meremas ujung blouse nya kesal.


“Saya akan menafkahi anda secara lahir tapi tidak dengan nafkah batin. Saya sangat mencintai pacar saya, jadi, saya tidak mungkin menyentuh perempuan lain. Kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing.” Lanjut Daniel.


Dajjal, dia benar-benar dajjal. Rutuk Caca.


“Saya tidak setuju!” Tolak Caca menjeda ucapannya, “Saya tidak mau main-main dengan pernikahan, saya hanya mau menikah sekali se umur hidup saya. Jika anda tetap mau bermain dengan kontrak pernikahan lebih baik kita batalkan saja perjodohan ini, saya akan bicara pada kakek.” Ucap Caca serius. Beraninya lelaki itu mempermainkan Caca, dia pikir hanya dia yang bisa seenaknya menggertak Caca. Tidak semudah itu, Caca bukanlah perempuan lemah, ia cukup tangguh dalam hal bernegosiasi, dia mungkin lupa Caca adalah perempuan dengan karir yang bagus. Melakuan negosiasi dengan klien tidaklah sulit bagi perempuan itu.


“Silahkan, jika anda bersiap untuk jatuh miskin dan tunangan anda itu kehilangan pekerjaanya.” Smirk Daniel. Lelaki itu tak kalah cerdiknya dari Caca. Ia sudah memprediksi perempuan di hadapannya tidak mudah di kendalikan, namun Daniel tentu saja sudah mempersiapkan segalanya dengan sebaik mungkin.


“Apa maksud anda?” Alis Caca mengerut.


“Ilham, tunangan anda itu bekerja di perusahaan Saya. Saya bisa memecat tunangan anda itu dan membuatnya tidak di terima di perusahaan manapun, juga asal anda tau perusahaan keluarga anda masih bergantung pada investasi dari perusahaan kakek. Anda pikir kakek saya akan diam saja saat anda membatalkan perjodohan ini.”


Daniel menatap Caca dengan remeh. Perempuan itu bahkan tidak tau Daniel yang sebenarnya, beraninya perempuan itu bernegosiasi dengannya.


“First corp?” Gumam Caca, perusahaan yang bergerak di berbagai bidang namun bidang utamanya adalah pembuatan kapal pesiar, salah satu dari banyak perusahaan besar di Amerika Serikat yang sekarang tengah merintis perusahaan cabang di Indonesia.


“Itu perusahaan Saya.” Daniel kembali melempar informasi tentang dirinya dan informasi tentang first corp yang mana dirinya adalah pendirinya. Perusahaan yang sekarang di handle oleh orang kepercayaan Daniel.


Lutut Caca melemas seketika, ia tidak mungkin menghancurkan karir Ilham hanya karena keegoisannya, sudah cukup Ilham tersakiti karena Caca, ia tidak mau Ilham sakit hati lagi bila kariernya hancur.


“Bagiamana nona Caca?Masih mau membatalkan perjodohan ini?” Seringai terlihat jelas di wajah Daniel. Lelaki itu benar benar iblis.


.


.


.


.

__ADS_1


Guys kasih Like dan komen yaa..


__ADS_2