
“Mas, maaf ya Bila pasti ganggu kerjaan mas Adam.”
Adam yang sedang fokus mengemudi itu pun menoleh pada istrinya. “Ngomong apa sih, Bil. Kamu adalah prioritas aku, sesibuk apapun aku, aku pasti sempatkan waktu untuk kamu.”
“Makasih ya, Mas.”
“Lain kali jangan menundukkan kepala lagi pada orang seperti mereka!” Tegas Adam.
“Siap bosku.”
Setelah mengantar Nabila pulang, Adam kembali ke perusahaan karena masih ada hal-hal yang perlu ia selesaikan.
***
Setelah kejadian kemarin mahasiswa kampus tidak ada yang berani memandang rendah Nabila lagi. Bahkan mereka terlihat begitu segan pada Nabila saat ini.
“Gue udah denger kejadian kemarin, gue bener-bener nyesel pulang duluan.”
“Nyesel kenapa, Bel?”
“Ya karena nggak bisa lihat wajah malunya si Jenny.”
Hahaha terdengar gelak tawa diantara ketiganya Nabila, Nita dan Abel. Mereka masing-masing membayangkan betapa malunya jadi Jenny saat itu.
“Bil, nanti lu jadi antar gue ke bandara kan?”
“Iya.iyaa..”
“Berapa hari disana, Bel?” Tanya Nita.
“Senin balik kesini, gue titip absen untuk hari Senin yaa?”
“Kebiasaan.” Nita menggelengkan kepalanya.
Sepulang kuliah Nabila mengantar Abel ke bandara. Abel akan pergi ke Singapura mengunjungi neneknya yang sedang sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit Singapura.
“Hati-hati, bel. Inget kabarin aku kalau udah sampai.”
“Iya.. iyaaa, daaa.” Perlahan punggung Abel pun tidak kelihatan lagi. Setelah memastikan pesawat yang di tumpangi sahabatnya itu lepas landas akhirnya Nabila memutuskan untuk pulang.
Belum beberapa langkah berjalan tiba-tiba seorang gadis kecil menabrak Nabila.
Brugg.. untuk saja Nabila bisa menjaga keseimbangan. “Ups i’m sorry aunty.” Cicit gadis kecil itu.
“It’s Okay. I’m fine.” Jawab Nabila tersenyum pada bocah itu.
“Jessi!” Panggil seorang perempuan sedikit berteriak. “Mommy sudah bilang jangan berlarian, jadinya nabrak onty cantik ini kan?”
“Maaf, mommy. Jessi tidak sengaja.” Cicit gadis kecil itu seraya menunduk.
“Baiklah, mommy maafkan. Sudah minta maaf belum ke onty?”
__ADS_1
“Sudah mommy. Iya kan aunty?”
“Iya sayang. Onty tidak papa.” Nabila tersenyum dan mengelus rambut Jessi.
“Sedang hamil?” Tanya perempuan itu memandangi Nabila. Nabila pun hanya mengangguk dengan tersenyum. “Berapa bulan?Tadi Jessi nabrak perutmu enggak?” Perempuan itu sedikit khawatir begitu mengetahui Nabila tengah hamil.
“Enggak kok.”
“Syukurlah, perkenalkan namaku Ayu. Dan kedua bocah ini putra dan putri ku. Sayangnya mommy kenalan dulu sama aunty!”
“Hai, aunty. Aku Jordan.”
“Hai, aunty. You can call me Jessi aunty. Tapi kalau aunty penasaran, nama lengkap ku Jessica Ayu Pramusita.” Begitu cara gadis kecil itu memperkenalkan diri.
“Hai juga sayang, kalian bisa memanggilku onty Nabila. Senang berkenalan dengan kalian.”
Saat tengah berbincang ponsel Nabila tiba-tiba berbunyi. Ternyata Adam menghubunginya agar segera pulang karena sebentar lagi malam.
“Kalau begitu saya duluan yaa Kak.”
“Oke, Bil. Hati-hati di jalan.”
Nabila sengaja memanggil Ayu dengan sebutan kak. Karena ia lebih muda dari Ayu.
Nabila mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia juga memutar musik untuk menemani perjalanan pulangnya. Saat di jalan yang sedikit sepi tiba-tiba ada mobil yang tak dikenal mensejajari mobil Nabila. Mobil itu pun memepet mobil Nabila hingga mobil Nabila tergeser ke tepi jalan yang di bawahnya sudah ada jurang. Nabila membanting setir kemudinya dengan cepat akhirnya mobilnya pun hanya menabrak pohon. Setelahnya Nabila langsung tidak sadarkan diri dengan kondisi mobil menabrak pohon. Dan mobil yang tadi memepet Nabila langsung melaju kencang meninggalakan tempat itu, setelah memastikan mobil Nabila menabrak pohon.
Sebuah mobil Mercedes ben tampak menepi di belakang mobil Nabila. Pengemudi mobil itu pun turun dengan cepat. “Astagfirullah.” Ucap perempuan itu begitu menyadari ada Nabila terluka di dalam mobil itu. Yups perempuan itu adalah Ayu.
“Cepat bantu aku!” Titah perempuan itu pada asistennya. Untung saja kaca mobil Nabila pecah, jadi perempuan itu bisa membuka pintu mobil dari luar. Perempuan itu dan asistennya pun membantu Nabila keluar dengan hati-hati.
Ceklek.. perempuan itu melepas sabuk pengaman Nabila. “Bil, are you Okay?” Tanya perempuan itu menepuk-nepuk pipi Nabila.
“Tolong, anakku kak. Tolong.” Samar-samar Nabila masih bisa melihat sosok yang menolongnya.
“Natalie ambil tasnya, kita bawa dia kerumah sakit!”
“Baik, Bu.”
Dengan cepat asisten perempuan itu mengambil alih kemudi. Sementara perempuan itu duduk di belangkang dengan memangku kepala Nabila.
“Mommy hiks hiks.” Tangis Jessi pecah begitu tau perempuan cantik yang terluka adalah Nabila. Perempuan yang baru saja Jessi anggap sebagai onty nya.
“Jordan tenangkan adikmu.” Tanpa membantah perkataan mommy nya Jordan pun langsung memeluk Jessi yang ketakutan melihat darah Nabila. Kedua bocah itu saling berpelukan di kursi penumpang bagian paling belakang.
Setelah 30 menit akhirnya mobil Ayu sampai dirumah sakit terdekat. Ayu segera membawa Nabila ke IGD. Sedangkan Natalie asistennya tampak mengikuti Ayu dengan menggandeng Jordan dan Jessi.
“Nat, tolong hubungi keluarganya!”
“Ponselnya terkunci, Bu.”
“Aduh, bagaimana dong?”
__ADS_1
“Tapi di tasnya ada kartu nama ini, Bu.”
“Presdir Hanggara Group?” Ucap Ayu membaca kartu nama itu. “Coba hubungi kantornya dan minta di hubungkan ke kantor sekertaris untuk berbicara langsung pada Presdirnya, bilang urgent ya Nat.”
“Baik, Bu.” Setelah memberi perintah pada Natalie. Ayu langsung menggendong Jessi, ia menenangkan Jessi yang masih menangis sejak setengah jam yang lalu. Jessi pun langsung tenang begitu ada di gendongan mommy nya.
“Maaf, Bu. Resepsionis tidak bisa menghubungkan ke kantor sekertaris tanpa alasan yang jelas.”
“Aduh gimana ini, aku tidak tau hubungan Nabila dengan Presdir Hanggara Group.” Ayu sedikit panik tidak berhasil terhubung dengan kantor sekertaris Adam. Saat Ayu dan Natalie tengah berfikir keras, tiba-tiba ponsel Nabila berdering. Tertulis ID si pemanggil “My Adam”. Ayu pun dengan cepat mengangkat panggilan itu.
📞Haloo!Maaf pemilik ponsel sedang tidak bisa menerima telefon. Oh, kalau begitu anda segera datang ke Sally hospital saja, istri anda sedang terluka. Iya, Baik-baik.
Ayu pun segera meletakan kembali ponsel Nabila di tas begitu Adam menutup panggilannya. Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang IGD.
“Bagaimana, Dok?” Tanya Ayu masih dengan posisi menggendong Jessi.
“Untunglah segera dibawa kesini, Keduanya sudah baik-baik saja.”
“Alhamdulillah.” Ucap Ayu lega mendengar jawaban dokter.
“Apa anda keluarganya?”
“Saya yang menolongnya, Dok. Suaminya dalam perjalanan kesini.”
“Baik. Kalau begitu saya permisi.” Dokter laki-laki paruh baya itu pun meninggalakan ruang IGD.
Ayu beserta Jordan dan Jessi yang berada dalam gendongannya langsung menengok Nabila yang masih belum sadar karena pengaruh obat.
“Mommy, kenapa onty tidur?” Tanya Jessi.
“Onty sedang istirahat sayang, ayo kita keluar dulu!”
Ayu pun mengurus kepindahan Nabila keruang perawatan VVIV. Di kamar VVIV itu ada sofa panjang yang Ayu gunakan untuk memangku putrinya yang baru saja tidur, sedangkan putranya duduk di sebelah Ayu. Dan Natalie tampak mengurus administrasi masuk Nabila. Ayu sudah berjanji pada Adam akan menemani Nabila sampai Adam tiba. Adam mungkin butuh waktu 2-3 jam untuk kerumah sakit karena pas menelefon tadi sedang di luar kota.
.
.
.
Bersambung..
Mampir ke “Bekas Istri yang kaya” ya guys..
Netizen: thor kok Ayu ada disini?
Author: Iya hehehe Tapi Ayu yang disini sudah memiliki anak kembar. Sedangkan Ayu yang di sebelah baru habis nikah.
Netizen: tapi Ayu yang sama kan thor?
Author: Hu’um hanya perbedaan waktu saja. Ayu yang disebelah menceritakan detail kehidupan Ayu.
__ADS_1