Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Martabak manis


__ADS_3

Nabila tersenyum. “Nita, kau bisa mengatakan apa yang baru saja kau katakan pada Riko, kau tau tidak semua laki-laki bisa peka terhadap kemauan perempuan.” Ucap Nabila.


“Aku akan mencobanya.” Balas Nita.


Nabila kembali menggenggam tangan Nita. “Kau harus mencoba meraih kebahagiaanmu, aku yakin Dio juga akan turut bahagia jika kau bahagia.”


“Terimakasih, Bil.”


Bincang-bincang mereka di akhiri oleh suara tangisan Jessi. Mendengar tangisan Jessi, Nabila langsung naik ke kamarnya menghampiri Jessi. Seperti biasa gadis cilik itu menangis ketika terbangun. Ia akan mulai mencari mommy nya.


***


Mobil Adam menepi di sebuah bangunan yang sangat misterius. Di belakang mobil Adam juga menepi mobil Riko.


Adam langsung masuk ke dalam bangunan itu di ikuti oleh Riko. Disana sudah ada asisten Tio.


Asisten Tio memandu kedua bosnya memasuki salah satu ruangan di dalam gedung itu. Disana sudah ada dua lelaki dan satu perempuan dengan posisi duduk dan terikat di kursi.


“Jadi kalian, kalian yang menculikku?” Teriak perempuan itu begitu melihat Adam dan Tio. Sementara dua lelaki di sebelahnya hanya menunduk diam.


Plak..plak.. Tamparan dari asisten Tio mendarat di pipi perempuan itu. “Tuan Adam dan Tuan Riko bukan kalian, jangan ucapanmu, Nona!” Ucap Tio tegas.


“CuiH.. mereka tidak pantas di panggil Tuan!” Perempuan itu melu*ah di depan Adam dan Riko.


Plak.. tamparan kembali mendarat di pipi perempuan itu, jika tadi di sebelah kiri sekarang ganti pipi kanan. “Nona harus sadar posisi anda saat ini!” Tio geram dengan perempuan yang ada di depannya.


“Cukup, Tio.” Ucap Adam. Adam mendekati perempuan itu.


“Kenapa kau berusaha mencelakai istriku?” Tanya Adam datar.


“Istrimu?” Perempuan itu memincingkan sebelah matanya.


“Ya, kau tidak lupa bukan?Perempuan yang hampir kehilangan nyawanya setelah mobilnya menabrak pohon, kau menyuruh kedua laki-laki itu untuk memepet mobil istriku!” Kali ini suara Adam terasa berat. Adam kembali membayangkan betapa takutnya Nabila saat itu.


“Di-dia istrimu?” Ucap perempuan itu terbata-bata. Seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan Adam. “Jadi kalian berbagi perempuan?” Perempuan itu menunjuk Adam kemudian menunjuk Riko.


“Apa maksudmu kita berbagi perempuan?” Tanya Riko tidak mengerti dengan kata perempuan itu.


“Bukankah perempuan itu pacar Riko?”

__ADS_1


“Haa??” Adam dan Riko saling pandang.


“Bagaimana bisa dia pacarku?Sementara dia istri sahabatku, apa kau gila Ran?” Tanya Riko, bisa-bisanya Rani menyebut Nabila pacar Riko. Ya perempuan itu adalah Rani mantan pacar Riko.


Adam tidak bereaksi apapun. Adam memberi kesempatan untuk Riko dan Rani saling berbicara.


“Waktu itu aku pernah melihatmu bersama perempuan itu di Mall, kalian sangat akrab.”


Riko mengingat-ingat kembali, kapan dia bertemu Nabila. Kemudian Riko pun ingat saat sedang ngemall bersama Kevin, ia pernah bertemu Nabila dan Nita. Saat itu Kevin dan Nita pergi ke toilet, dan Riko berbincang bersama Nabila. Mungkin waktu itu Rani melihat Riko dan Nabila lalu salah paham.


“Apa maksudnya, Rik?” Tanya Adam tidak mengerti.


Riko pun menjelaskan apa yang terjadi termasuk kejadian saat dia bertemu Nabila dan Nita. Bahkan waktu itu Adam juga menjemput Nabila. Adam pun ingat waktu itu juga.


“Jadi, kau mencelakai istriku karena salah paham?” Bentak Adam pada Rani.


“Sa-salah paham?” Nyali Rani mulai menciut begitu mendapat bentakan dari Adam. “A-aku tidak tau jika dia istrimu, aku fikir dia pacar Riko. Aku sangat murka saat melihat perempuan itu bersama Riko setelah Riko memutuskanku, aku gelap mata dan ingin dia menghilang.” Rani mengungkapkan kekesalannya sambil menunduk.


“Kau..Beraninya kau menginginkan istriku menghilang.” Adam sudah mengangkat tanganya ingin menampar perempuan itu, namun niatnya ia urungkan begitu mengingat Nabila tengah hamil.


Adam tidak mau mengotori tangannya untuk memukul wanita.


“Dam, tenanglah. Biar aku yang bicara padanya.” Bujuk Riko.


Riko mendekati Rani. “Ran, kali ini kau keterlaluan. Aku masih bisa sabar saat kau menipuku dengan kehamilanmu yang nyatanya anak lelaki lain. Tapi aku tidak bisa terima saat kau mencelakai sahabatku!” Ucap Riko penuh penekanan.


“Kau juga tau kenapa aku memutuskanmu, Ran.” Ucap Riko lagi.


“Tapi aku mencintaimu, Rik. Aku masih mencintaimu!” Teriak Rani.


“Kau tidak mencintaiku, Ran. Kau hanya cinta hartaku.” Rani membelalakkan matanya mendengar pernyataan dari Riko, semua yang Riko katakan adalah benar adanya.


Rani menjadi menggila begitu Riko tau anak yang dikandungnya bukan anak Riko dan Riko memutuskannya. Rani kehilangan mesin ATM nya.


“Dan kau harus tau Ran. Aku tidak mencintaimu, aku mencintai perempuan lain. Kau ingat saat bertemu denganku dan seorang gadis kecil di restoran beberapa waktu yang lalu?Dia adalah perempuan yang aku cintai.” Ucap Riko lagi. Riko ingin menyadarkan Rani bahwa Riko tidak punya perasaan apapun pada Rani.


“Aku tidak percaya.” Rani mulai menangis. Dia tidak percaya dengan semua yang di ucapkan Riko.


“Terserah. Kau tidak harus percaya, aku tidak peduli. Tapi kau harus tau itu kenyataanya. Dan karena kau sudah berani mencelakai sahabatku, kau harus dihukum!” Ucap Riko tegas. Riko kemudian menoleh ke Adam yang sedari tadi hanya diam menyaksikan.

__ADS_1


“Apa hukumannya, Dam?”


Adam yang mendapat pertanyaan dari Riko melirik Tio.


“Baik, Tuan.”


Tio pun maju mendekati Rani. Tio membawa kertas berisi perjanjian yang harus ditandatangani Rani. Dengan bantuan Riko, Tio bisa mendapatkan tanda tangan Rani saat itu juga.


Isi perjanjian itu adalah Rani akan meninggalkan kota Jakarta dan tidak akan pernah kembali lagi. Jika Rani berani menginjakkan kaki di Jakarta maka ia akan masuk penjara karena sudah mencelakai Nabila.


Rani pun terpaksa menandatangani surat perjanjian itu. Ia lebih baik pergi dari Jakarta dari pada mendekam di penjara.


Sementara untuk dua lelaki suruhan Rani. Sudah di urus oleh Tio.


“Apa sudah selesai?” Tanya Adam dan diangguki Tio.


“Kita harus pulang, Rik. Mereka pasti sudah menunggu.” Yang Adam maksud mereka adalah keluarga di rumah.


Riko pun mengangguk.


“Tio bereskan kekacauan disini. Setelah selesai kau bisa kembali.” Kata Adam sebelum meninggalkan tempat itu.


“Baik, Tuan.”


Mobil Adam dan Riko pun meninggalkan gedung tua itu secara beriringan. Mereka akan kembali ke rumah. Sampai di tengah perjalanan Adam mendapat whatshap dari Nabila.


📲 Nabila: Ayah, adek mau makan martabak manis rasah coklat kacang dengan taburan keju.


Setelah membaca sekilas pesan dari istrinya, Adam pun mencari-cari penjual martabak keliling. Karena Adam tau Nabila pasti lebih suka makan martabak kaki lima daripada martabak yang ada di restoran mewah.


Adam menepikan mobilnya di pinggi penjual martabak kaki lima.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Besuk author nggak update ya guys..


Maafkan, dikarenakan besuk author ada kegiatan dari pagi sampai malam.


__ADS_2