Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Gara-gara Adam


__ADS_3

Malam hari di kediaman Adam. Adam senang dengan hasil pemeriksaan tadi siang. Janin di kandungan Nabila yang semakin berkembang, serta suara detak jantung si bayi yang membuat Adam bahagia.


“Mas, sebahagia itulah?”


“Tentu saja Bil. Oh iya acara empat bulanan itu ngapain sayang?” Tanya Adam.


“Pengajian aja mas, kayak syukuran gitu deh.”


“Oke, aku kabarin mama sama papa. Kalau bapak ibu sama kakek akan datang besuk.”


“Yang sederhana aja mas.”


“Iyaa, sayangku.”


***


Nabila berjalan mengusir koridor menuju ruang kelasnya. Hari ini ia sedikit terlambat masuk kuliah gara-gara Adam yang minta jatah pagi.


‘Gara-gara mas Adam, awas saja kalau sampai aku nggak boleh masuk kelas.’ Gerutu Nabila di sepanjang jalan. Ingin sekali dirinya memaki Adam yang selalu minta jatah pagi jika malam sebelumnya Adam tidak mendapat jatah.


‘Eh pintu kelas masih terbuka, berarti dosen belum masuk.’ Nabila melihat pintu jelasnya masih terbuka, ia pun mempercepat langkah kakinya.


‘Syukurlah dosennya belum masuk.’ Nabila duduk di kursi sebelah Abel.


“Tumben tuh dosen killer belum masuk?” Bisik Nabila pada Abel.


“Lo nggak baca di grup, Pak dosen telat 30 menit. Sebagai gantinya kita dapat tugas.” Jawaba Abel.

__ADS_1


“Oh, syukurlah selamet.” Nabila bernafas lega.


“Emang kamu kenapa bisa telat, Bil?” Tanya Nita. Yang duduk di depan Nabila.


“Mas Adam tuh, bikin kesal pagi-pagi udah ngajak olahraga aja.” Jawab Nabila.


“Hahaha, enak ya yang udah sah. Bisa olahraga kapan aja.” Ledek Abel.


Nabila hanya senyum menahan malu, ia baru sadar tidak seharusnya berbicara seperti itu di depan perawan.


Jam istirahat siang, Nabila mengajak Abel dan Nita makan di cafe miliknya seklain berhemat.


“Ada yang mau aku ceritakan sama kalian.” Ucap Nita tiba-tiba dengan raut wajah yang serius.


“Lo mau cerita apa?” Tanya Abel seraya mengunyah makan siangnya. Nasi ayam geprek level 30.


Nita melihat sekeliling, terlihat rame pengunjung cafe yang sama-sama sedang makan siang, “Mungkin di tempat lain aku baru bisa cerita.”


“Kalau gitu kita ke lantai atas aja!” Ajak Nabila, “Tapi nanti setelah mata kuliah selesai.”


Abel dan Nita mengangguk.


***


“Mbak Selfi mas Adam ada?” Tanya Nabila pada sekertaris Adam.


“Ada nyonya, anda bisa langsung masuk saja.” Ucap Selfi sopan mempersilahkan Nabila untuk langsung masuk keruangan Adam.

__ADS_1


Ceklek.. pintu ruangan Adam terbuka. Adam terlihat sedang serius menatap laptopnya.


“Mas?” Nabila masuk keruangan Adam, berjalan menuju sofa lalu duduk disofa.


“Sayang.. kamu datang?” Adam menatap Nabila. Lelaki itu langsung bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri istrinya.


“Ada apa tumben kamu kesini nggak kasih kabar dulu?” Adam sampai di hadapan Nabila, lelaki itu memegang kedua bahu Nabila kemudian memgecup pucuk kepala Nabila. Setelahnya ia duduk di sebelah Nabila.


“Aku kangen sama kamu mas.” Nabila langsung menyenderkan kepalanya di bahu Adam.


Adam pun melingkarkan tangan kirinya ke bahu Nabila.


“Aku nggak salah denger nin?” Tanya Adam, “Kamu beneran kangen sama aku?”


Nabila memgangguk, “Mas sudah selesai belum kerjanya?”


“Sudah sayang.”


“Ya udah yuk!”


“Kemana?”


“Ke Mall, pengan beli tas.”


“Oke, aku ambil jas ku.” Adam kembali ke kursi kebesarannya mengambil jas yang terlampir di punggung kursi.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2