
Nita baru saja selesai bekerja saat jam menunjukkan pukul 11 malam. Harusnya Nita pulang jam 9 malam, tapi karena ada salah satu karyawan shift malam yang izin telat, Nita terpaksa menggantikannya sampai karyawan itu datang. Saat Nita keluar dari cafe, ia melihat mobil Riko berhenti di depannya. “Masuk!”
“Loh mas Riko belum pulang?” Yang Nita tau Riko tadi memang berkunjung ke cafe tapi sudah keluar sekitar 1 jam yang lalu.
“Aku antar kamu pulang, masuklah!”
Dengan menurut Nita pun masuk ke mobil Riko. “Mas Riko udah makan belum?” Tanya Nita seraya memasang sabuk pengamannya.
“Kenapa, kamu lapar?”
Nita mengangguk, sedari siang Nita memang belum makan. Apalagi keadaan cafe yang rame, sampai Nita tidak sempat makan.
“Mau makan dimana?” Riko menoleh ke Nita.
“Sate, mau nggak?”
“Apapun asal sama kamu, aku mau-mau aja.” Jawab Riko.
‘Hm dasar gombal.’ Batin Nita.
***
“Sayang. Lihat dia kan ...” kata Nabila menunjuk mobil yang baru saja menepi di belakang mobil Adam.
“Mobil Riko sayang.”
__ADS_1
Benar kata Adam. Tidak lama kemudian Nita dan Riko pun turun dari mobil Riko.
“Bila?” Nita langsung berjalan kearah Nabila begitu melihat Nabila yang juga sedang melihatnya.
“Kamu baru pulang?”
“He’m. Cafe agak rame, lagi pula tadi pas jam pulang kan pas hujan deres-deresnya Bil.” Nita kemudian duduk di sebelah Nabila.
Dan Riko juga langsung duduk di sebelah Adam. “Lancar Rik?” Bisik Adam.
“ON proses.”balas Riko.
“Sudah lama kita nggak kesini ya, Bil?”
Dulu tempat ini adalah langganan Nabila, Nita dan Abel saat mereka menginap di rumah Nita. Selain enak, sate di tempat ini juga sangat murah. Masih sesuai harga mahasiswa.
“Apa adek rewel?” Nita memperhatikan perut Nabila.
“Rewel sih enggak Nit, cuman dia selalu ngajak bundanya makan tengah malam.” Sahut Adam begitu mendengar pertanyaan Nabila.
“Ya mau gimana lagi mas, laparnya selalu datang pas tengah malam.”
“Sepertinya lo harus ngewa koki khusus masak jam tengah malam, Dam.” Timpa Riko.
“Masalahnya dia enggak mau makan masakan koki rumah, Rik. Kalau enggak jajan di luar, dia masak sendiri atau minta aku yang masakin.” Keluh Adam. Memang benar Nabila pernah membangunkan nya tengah malam karena ingin melihat Adam memasak untuknya.
__ADS_1
“Hahahah, sabar bos anak pertama.” Gelak tawa Riko terdengar keras sampai pelanggan di sekitar mereka memandang ke arah Riko dan Adam.
Nita dan Nabila juga ikut tertawa mendengar keluhan Adam. Adam menceritakan betapa rewelnya Nabila saat hamil. Adam pun berharap nabila segera melewati trimester pertamanya.
“Mas suapin dong.” Pinta Nabila penuh harap.
“Malu sayang, makan sendiri saja yaa.” Lirih Adam.
Nabila lalu menunduk menatap sate di piring dengan cemberut.
Adam tentu saja tidak tega melihat Nabila cemberut. “Sayang aaaa.” Adam meminta Nabila membuka mulutnya, agar Adam bisa menyuapi Nabila.
Dengan senang hati Nabila membuka mulutnya dan menerima suapan sate dari Adam. Nabila mengunyah sate itu dengan tenang, sesekali melirik Nita yang juga sedang menyantap sate seraya mengobrol dengan Riko.
“Lagi sayang.”
Nabila menggeleng. “Udah kenyang mas.” Melihat istrinya yang sudah menolak suapanya Adam lalu menghabiskan sate miliknya. Setelah itu Adam membayar dan kembali dengan membawa 2 bungkus sate, yang 1 ia berikan pada Nita untuk ibu Nita dan yang 1 lagi untuk petugas jaga malam dirumah Adam.
.
.
Bersambung..
Maaf ya hari ini update ya pendek, author lagi sedikit sibuk.
__ADS_1