Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Jogja punya cerita..


__ADS_3

“Apa ada masalah di kantor mas?” Tanya Nabila pada Adam yang baru saja menutup sambungan telefon dari Tio.


“Klien minta jadwal pertemuan di majukan besuk malam.” Jawab Adam.


“Ohh ya udah besuk kita balik ke Jakarta pagian aja.” Ucap Bila yang di angguki oleh Adam.


Sekitar satu setengah jam mereka sampai si tujuan pertama yaitu Hutan pinus.



Sc: Pinterest.


Disana para perempuan mengambil Selfie banyak sekali. “Mas kita ambil foto di sana.” Ajak Nabila pada suaminya. Nabila lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengambil foto Selfie dirinya dan Adam.


Hal wajib yang harus di beli saat mengunjungi tempat wisata hutan pinus adalah bakso bakar. Nabila membeli bakso bakar pedas manis dan menikmatinya dengan senang hati. “Mas Adam mau?” Tanya Nabila.


Adam menggelengkan kepalanya. “Nggak buat kamu aja Bil.”


“Yah tapi aku pengennya mas mencicipi, satu tusuk aja gak papa... nih.” Nabila menyuapi bakso ke mulut Adam, lebih tepatnya memaksa Adam untuk memakan bakso bakar yang pedas manis itu. Padahal kan Adam tidak suka pedas dan tidak suka jajan sembarangan tapi demi Nabila dia memakan bakso itu tanpa protes, meskipun setelahnya langsung minum satu botol air mineral.


“Ternyata enak juga Bil.” Ucap Riko yang sedang mengunyah bakso. Riko yang penggila makanan pedas seperti Nabila tentu saja akan tergoda melihat bakso bakar bumbu pedas manis.


“Emang enak banged kalo beli bakso bakar di sini.” Kata Nita.


“Memang kamu udah pernah main kesini sebelumnya Nit?” Tanya Riko.


“Sudah pernah sekali.” Jawab Nita.


“Kapan?” Tanya Riko penasaran.


“Dulu waktu ada acara keluarga di Klaten, kita mampir kejogja sebentar terus kesini” jawab Nita.


“Oh kirain.” Riko terlihat lega, dia mengira Nita pernah mengunjungi hutan pinus bersama mantan ataupun pacarnya.


“Kirain apa?” Sahut Abel.

__ADS_1


“Kirain sama pacar, begitu maksud Riko Bel.” Kevin ikut nimbrung “Ya kan Rik?”


Riko pun mengangguk tanpa rasa cangggung atau pun malu. Sementara Nabila dan Adam memilih menikmati pemandangan alam yang ada didepanya.


Setelah puas dan mengambil banyak foto di hutan pinus, mereka melanjutkan perjalanan ke pantai Parangtritis. Karena matahari sangat terik Adam memilih untuk menyewa salah satu hotel di dekat pantai Parangtritis untuk istirahat dan makan siang. Mereka akan main di pantai menunggu sunset. Sore harinya seraya menunggu sunset, Nabila mengajak sahabatnya untuk naik andong.



Saat matahari sudah tenggelam Nabila dan rombongan kembali ke hotel yang disewa tadi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, karena mereka akan langsung menuju bukit bintang. Sampai di bukit bintang Nabila memilih untuk mencari resto yang bisa digunakan untuk menikmati suasana malam dengan nyaman.



Dari resto itu terlihat suasana malam kota Jogja. Sangat indah. “Kamu suka Nit?” Tanya Riko pada Nita.


“Iya mas, lihat sangat indah. Dari sini kita bisa melihat betapa luasnya kota Jogja, dan keindahanya di malam hari. Tapi ada yang kurang.”


“Apa yang kurang Nit?” Tanya Riko.


“Jagung bakar, aku beli dulu ya.” Nita hendak berdiri dari duduknya untuk membeli jagung bakar.


Riko menarik tangan Nita agar kembali duduk. “Biar aku saja!” Ucap Riko segera berjalan untuk membeli jagung bakar.


“Makasih mas.” Jawab Nita lembut.


Baper gue ***** senyumnya polos banged. Riko salah tingkah di hadapan Nita.


“Kalo kayak gini kita seperti pacaran yaa,” ucap Nita karena dia dan Riko memang terlihat sepeti sepasang kekasih.


“Pacaran beneran aku juga tidak keberatan.” Lirih Riko memandang Nita.


“Apaa Mas?” Tanya Nita yang sepertinya tidak begitu mendengar perkataan Riko.


“Iya kita memang seperti orang pacaran, kamu sendiri gimana Nita gak pengen nyari pacar?Bila aja udah nikah?” Tanya Riko.


“Aku belum ada waktu pacaran mas, aku harus fokus untuk lulus kuliah cari kerja yang mapan baru pacaran. Lagi pula aku masih banyak tanggungan, ada ibu juga yang harus aku biayai dan rawat .”

__ADS_1


“Kamu kan bisa cari pacar yang mapan, yang bisa bantu kamu menanggung beban kamu, membantu merawat ibu kamu. Jadi kamu tidak perlu terlalu bersusah payah.” Kode Riko ke Nita.


“Mana ada mas pria mapan yang mau sama saya, perempuan miskin dan punya banyak hutang dan ditambah harus mengurus orang tua juga.” Ujar Nita ke Riko.


“Ada kok, aku mau sama kamu.” Ucap Riko refleks.


Nita malah tertawa terbahak mendengar perkataan Riko. “Hahaha mas Riko bisa aja bercandanya.”


“Aku tidak bercan-.”belum selesai Riko berbicara Kevin sudah memotong obrolan Riko dan Nita, Kevin menimbrung obrolan Riko dan Nita membuat Riko merasa kesal.


Kevin memang tidak sadar jika sudah menggangu percakapan Riko dan Nita, jadi dia santai saja melihat Riko yang nampak kesal.


Nabila dan rombongan kembali ke kediaman Nabila. Saat sampai rumah Bapak, Ibu masih nonton televisi diruang keluarga, Nabila dan yang lainnya langsung saja bergabung dengan bapak dan ibu sekalian pamitan karena akan kembali ke Jakarta lagi esok harinya. Sebenarnya bapak dan ibu belum rela Nabila kembali, tapi Nabila menyarankan agar bapak dan ibu juga mengunjungi Nabila dan Adam di Jakarta. Jadilah bapak dan ibu setuju akan gantian berkunjung ke Jakarta saat sudah ada waktu luang.


Pagi harinya Nabila dan rombongan kembali ke Jakarta dengan pesawat komersial, yoga juga ikut kejakarta. Bapak dan ibu mengantar Nabila sampai di bandara. Sekitar pukul 11:00 Adam dan Nabila sampai di kediamannya, sementara yang lainnya kembali kerumah masing-masing. Riko yang dijemput oleh asistennya sekalian mengantar Nita pulang, sedangkan Kevin bersama Abel.


Saat sampai di kediaman Adam, yoga terlihat terpana dengan kediaman Adam yang sangat mewah menurutnya. Kediaman Adam memang tidak hanya mewah tapi sangat luas dan memilik taman yang indah.


“Saya juga kan tinggal disini mbak?” Tanya Yoga pada Nabila.


Nabila pun mengangguk. “Iya dong, kalo enggak disini memang mau dimana lagi. Ayo masuk.” Nabila mengajak Yoga untuk masuk kedalam rumah. Nabila memperkenalkan Yoga dengan para pegawai yang bekerja di kediaman Nabila dan Adam.


“Wahh” ucap yoga dengan mulut menganga melihat kemewahan bagian dalam rumah Adam.


“Kenapa?Takjub kamu Ga?Dulu waktu aku pertama kesini juga gitu Ga”


“Mbak juga terpesona?” Tanya Yoga.


“Iyaa, aku awalnya gak tau kalau mas Adam bakalan ngajak aku tinggal berdua saja. Aku kira aku akan tinggal bersama mertuaku, orang tuanya mas Adam tapi ternyata Mas Adam mau kita mandiri.”


“Mas Adam kaya banged ya mbak?”


“Aku juga enggak tau Ga seberapa kaya suamiku, gak pernah tanya sih. Kamu istirahat saja dulu, lihat kamarmu nanti berkeliling rumah ini. Aku mau ke atas, capek aku Ga badanku pegal semua.” Ucap Nabila.


“Baik mbak.”

__ADS_1


Nabila naik keatas menuju kamarnya, sementara yoga juga masuk ke kamarnya. Dia menempati kamar yang sudah disiapkan oleh Bi Ijah. Adam langsung ke kantor setelah mengantar Nabila dan Yoga pulang.


Bersambung...


__ADS_2