Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Rencana Perjalanan


__ADS_3

“Gak usah disusul, ntar mereka bakal balik kalo yang nyanyi udah selesai!” ucap Abel.


“Lo yakin bel ?” Tanya Kevin.


“Yakin..” jawab Abel dengan penuh keyakinan.


“Kenapa gitu?” Tanya Adam dan Riko bersamaan.


“Gak papa, perempuan kan emang lama kalo di toilet mereka perlu dandan juga biar cantik.” Jawab Abel lagi seraya menyeruput kopi hitam pesanannya.


“Nabila nggak perlu dandan udah cantik!” Ujar Adam.


“Nita juga apa adanya udah cantik!” Riko menambahkan.


“Dasar Kalian bucin!!” Teriak Kevin dan Abel bersamaan. “


Nabila dan Nita akhirnya kembali ke kursi mereka, bukanya nambah cantik, wajah keduanya malah kelihatan sembab seperti habis menangis saja. Nabila menempel manja pada Adam. “ Mas aku capek, ngantuk.” Ucap Nabila.


“Ya Sudah, bagaimana kalau kita pulang saja?!” Ajak Adam pada semuanya. Riko menatap wajah sembab Nita, dia juga merasakan ada aura kesedihan di hati Nita.


“Aku setuju, kita perlu istirahat besuk kan mau jalan-jalan.” Kevin pun angkat suara.


Setelah Kevin membayar, mereka kembali ke kediaman orang tua Nabila dengan berboncengan seperti saat berangkat tadi.


Sepanjang perjalanan Riko merasa Nita tidak seperti saat berangkat, dia lebih memilih diam bahkan sampai dirumah Nabila. Setelah sampai rumah orang tua Nabila, mereka masuk ke kamar masing-masing, Abel dan Nita satu kamar, Kevin dan Riko juga satu kamar, sementara Adam dan Nabila kembali ke kamarnya.


“Sayang?” Panggil Adam pada Nabila yang berbaring di sebelahnya.


“Ya...?” Jawab Nabila menelusuplan kepalanya di dada Adam.


“Nggak papa kalau kamu nggak mau cerita sekarang, aku nggak akan bertanya. Aku hanya ingin mengatakan kamu bisa berbagi denganku, perihal apapun itu kamu bisa berbagi padaku. Aku suamimu, kamu bisa mengandalkan ku!” Ucap Adam seraya mengelus lembut rambut Nabila.


“Maaf mas, aku belum bisa cerita sekarang.”


“ Nggak papa sayang, sudah tidurlah.” Adam kembali mengelus elus rambut Nabila sampai dia tertidur.


***Kamar Tamu Abel dan Nita***


“Udah Beb, dia udah tenang di atas sana.” Ucap Abel menenangkan Nita yang sedang menangis sesenggukan. “Inget Beb kita kesini liburan, jangan sedih kasian Bila nanti dia juga ikut sedih. Sekarang Bila juga sudah ada Mas Adam.”


“Maaf aku terbawa suasana.” Lirih Nita.

__ADS_1


“Udah sekarang kamu cuci muka, biar besuk pagi mata kamu nggak bengkak. Setelah itu kita istirahat.”


Nita mendengarkan kata Abel, dia beranjak dari duduknya pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah cuci muka Nita dan Abel pun mencoba untuk tidur.


***Kamar Riko dan Kevin***


Riko termenung menatap langit-langit ruangan itu seraya berbaring. Satu lengannya ia jadikan bantal kepalanya.


“Lo kenapa Rik?” tanya Kevin pada Riko.


“Gue kepikiran Nita sama Nabila, lo lihat kan mereka saat dari toilet tadi?”


“Iyaa.. Gue rasa mereka abis nangis!” Balas Kevin “Lo mending tanya Adam besuk, Adam pasti udah lebih dulu nanya ke Bila, kenapa mereka bisa nangis di toilet.”


“Gue nggak enak kalo nanya ke Adam, dia pasti jaga privasi istrinya!”


“Yaudah lo nanya langsung ke Nita aja. Beres kan?”


“Masalahnya gue nggak berani nanya langsung ke Nita.”


“Ya udah lo tanya ke rumput yang bergoyang aja!!” Seru kavin membelakangi a Riko.


“Yah lo kok gitu Vin, tega bener..” ucao Riko memelas.


Sementara Riko masih kepikiran dengan Nita. Dia ingin sekali bertanya pada Nita tapi tidak berani.


Pagi harinya semua berkumpul di ruang makan. Kecuali Bapak, ibu dan Yoga.


“Orang tua kamu kemana Ra?” Tanya Abel.


“Bapak, Ibu kondangan ke Gunungkidul Bel.” Jawab Nabila seraya mengambilkan nasi untuk Adam.


“Lah si Yoga(Denis) ra kemana?Nggak ikut sarapan?” Kali ini gantian Nita yang bertanya.


“ Dia ikut Bapak sama ibuk, sekalian mau ziarah makam simbahnya yang di Gunungkidul, dia kan nantinya ikut aku sama mas Adam ke Jakarta.”


“Lo mau angkat dia jadi adek lo Dam?” Tanya Kevin.


“Mungkin..” jawab Adam menatap kearah Nabila.


“Aku sih tidak keberatan..” ucap Nabila mengerti arti dari tatapan Adam.

__ADS_1


“Bagus itu, lagian lo juga anak tunggal Dam.” Ucap Kevin lagi.


Mereka menikmati sarapan yang di hidangkan pagi itu, ada dua menu uang disiapkan gudek khas Jogja dan juga soto khas Lamongan. Setelah makan mereka sedikit bersantai di ruang keluarga.


“Hari ini mau kemana?” Tanya Adam menoleh Nabila yang duduk di sebelumnya.


“Ngikut yang lain aja.. kalian pengen kemana?” Nabila menatap kedua sahabatnya.


Abel dan Nita saling bertatapan, seperti sedang mengirim sinyal satu sama lain. “Ke Candi Borobudur yuk.” Ajak Nita yang di angguki Abel.


“Ke Magelang.. boleh sih, gimana kalau sekalian ke Semarang aja disana banyak juga tempat wisata.” Ucap Nabila penuh semangat.


“Emang enggak jauh?Mobilan sampai ke sana?” Tanya Nita.


“Apa mau pakai pesawat aja ke Semarangnya?” Tanya Adam.


Nabila menatap suaminya itu dengan tatapan jengkel. “Mas Adam apaan sih ke Semarang aja pakai pesawat, mas Adam ngga tau ya Jogja Semarang itu palingan 3-4 jam aja.” Ketus Nabila.


“3 sampai 4 jam itu lumayan lho Ra, yang nyetir juga capek” seru Abel.


Kini Nabila gantian menatap kearah Abel. Entah apa arti dari tatapan Nabila. “Abelku sayang, kita itu punya tiga sopir lho!!” Ucap Nabila menunjuk Adam, Riko dan Kevin secara bergantian.


“Aku setuju sama Bila, kayaknya seru. Kita kan belum pernah perjalanan lumayan jauh sampai 3/4 jam. Paling lama cuman satu setengah jam itu pun karena macet!”Seru Nita .


“Aku juga setuju, bawa mobil saja. Nanti aku, Adam sama Kevin bisa gantian yang nyetir kalau capek.” Sahut Riko tersenyum pada Nita.


Dasar bucin!! Gumam Kevin.


Kevin gantian angkat bicara. “Jadi kesimpulannya?”


Adam menatap lembut istrinya. “ Silahkan Nyonya, kesimpulan dari rencana kegiatan yang akan di laksanakan hari ini bagaimana?” Kata Adam pada istrinya.


“Attention please!!” Seru Nabila. Semua yang ada di ruang keluarga kini menatap Nabila dengan serius, menunggu pembacaan kesimpulan.


“Jadi hari ini agenda kita adalah mengunjungi Candi Borobudur, setelah dari candi Borobudur kita akan lanjut ke Semarang”


“Jadi kita nanti malam nginep disembarang?” Tanya Adam memotong pembicaraan Nabila.


Nabila menatap sengit Adam. “Mas aku kan belum selesai ngomong, kok di potong sih?” Gerutu Nabila.


“ Ma-maaf sayang, Silahkan dilanjut Nyonya.” Ucap Adam agar Nabila melanjutkan pembicaraannya.

__ADS_1


“Oke...Seperti kata mas Adam tadi nanti malam kita nginep disemarang aja, terus kita jalan-jalanya besuk pagi. Soalnya kalau dari Borobudur Balik ke Jogja baru ke Semarang nanti capek dan terlalu membuang-buang waktu. Nah kemungkinan nanti kan kita sampai Semarang udah sore kalau enggak malam, jadi salah satu mending cari hotel yang bisa di booking secara online. Terus lebih baik sekarang kalian prepare barang yang akan di bawa, biar kita nggak kesiangan berangkatnya. Sekarang masih jam 08.30”


Bersambung..


__ADS_2