
Pulang ke Jogja..
“Jenny?!” ucap Nabila seraya memegang pipinya yang baru saja di tampar oleh Jenny.
“ Itu balasan buat lo!” Jenny lalu pergi meninggalkan Bila.
Nabila memilih memakai masker untuk menutupi pipinya yang merah akibat tamparan dari Jenny. Karena hari ini ujian jadi hanya masuk setengah hari, Nabila tidak menemui Nita dan Abel yang berbeda ruangan dengannya. Dia memilih untuk langsung pulang.
Sampai dirumah Bila ke dapur untuk mengambil es mengompres pipinya yang sedikit bengkak. Dilihatnya pipinya di cermin, untung saja bekas tamparan tidak begitu kelihatan, Bila sangat takut jika Adam melihatnya, bisa-bisa Adam marah besar.
Setelah mengompres pipinya, Nabila memilih tidur sore. Dia merasa lelah, setelah berkutat dengan soal ujian. Sore itu sekitar pukul 16:00 Adam sampai di kediamannya.
“ Dimana Bila Bi?,” tanya Adam pada Bi Ijah yang kala itu membuka pintu.
“ Non bila di kamarnya Tuan.”
“ Kalo begitu saya langsung ke atas saja Bi.” Adam menuju ruang kamarnya. Bila tengah tertidur lelap, dia bahkan tidak terbangun dengan suara pintu.
Adam memandangi istrinya yang tengah meringkuk, lalu dia membenarkan selimut Bila. Setelah mandi Adam memilih ikut tidur disebelah Bila.
2 minggu kemudian ujian kuliah Nabila selesai, dia hanya perlu kekampus untuk mengurus pembayaran biaya semester depan. Bila menghabiskan waktunya mengurus Toko kue dan cafe miliknya. Sedangkan Abel dia pergi keluar negeri bersama kakaknya untuk liburan, kalo Nita dia sibuk bekerja di cafe dan mengurus ibunya.
***Kediaman Adam***
Nabila tengah menunggu Adam pulang dari kantor. Dia menonton drakor di ruang bisokop mini yang ada di rumahnya.
Adam mencari-cari keberadaan istrinya itu, dia masuk keruang bioskop mini. Ternyata Bila tertidur, pantas saja dia tidak menjawab panggilan telefon dari Adam. Adam membopong tubuh Bila memindahkannya ke kamar, sesampainya di kamar Adam membaringkan Nabila di ranjang. Dia menggeliat pelan, mencoba mengerjapkan matanya, saat matanya tengah telah terbuka sempurna dilihatnya Adam tengah tersenyum.
“ Mas udah pulang?” ucap Nabila mengucek matanya.
“ Lanjutkan tidurmu!” tutur Adam mengusap lembut rambut Bila.
“ Tidak, aku ingin mandi,” Bila beranjak dari tempat tidur, sebelum ke kamar mandi dia memeluk Adam. “ I love you!” ucapnya di pelukan Adam.
“ I love you too sayang!!” balas Adam menangkup kedua pipi Bila kemudian memberikan kecupan hangat di bibir Nabila.
Setelah membersihkan diri, Adam mengajak Nabila untuk makan malam. Menu hari ini tidak membuat Nabila bersemangat, dia hanya makan sedikit.
__ADS_1
“ Mas kapan kita ke Jogja ?” tanya Bila, dia sudah tidak sabar ingin pulang kampung.
“ Kamu maunya kapan?,”
“ Sekarang!!” Jawab Nabila ngasal.
Adam menatap istrinya. “ Besuk pagi ya sayang, sekarang sudah malam.” Kata Adam.
“ Janji yaa berangkat besuk pagi..,” rengek Nabila seperti bayi.
Adam membelai rambut Nabila. “ Janji!!” tegas Adam memberikan jari manisnya, agar Nabila bisa mengaitkan jari manisnya di jari manis Adam sebagai tanda janji .
Hari berikutnya Adam dan Nabila telah sampai di Jogja dengan jet pribadi Adam. Sopir dari rumah Nabila sudah menunggu kedatangan mereka.
“ Keluarga sehat Pak?” Tanya Nabila pada sang sopir yang sedang fokus mengemudi.
“Alhamdulillah sehat semua Non” jawab Pak sopir. “ Tapi Kakek Tejo dan Kakek Trisno sedang berada di luar Negeri,”
“Iya saya tau kok Pak” kata Nabila.
Adam dan Nabila sampai di kediamannya Orang tua Nabila. Ibu menunggu di depan pintu. Nabila langsung berlari memeluk ibunya. “ Ibu.. Bila kangen banged!” ucap Bila manja.
“ Apa kabar Bu?” Sapa Adam.
“ Alhamduliah baik Nak, ayo-ayo masuk,” ajak Ibu pada keduanya.
“ Bapak kemana Bu?” Tanya Adam.
“ Bapakmu itu sedang ke Gunungkidul, rencana Bapak mau membeli tanah di pesisir pantai,” jawab Ibu.
“ Bagus itu Bu, bisa dibangun Villa,” sahut Adam.
“ Iya Dam, Bapak pengennya nanti kalo sudah Tua, kami pindah saja ke Gunungkidul. Bangun rumah sederhana di pinggir pantai. Kami bisa bercocok tanam di sana, menikmati masa tua kami disana.”
“ Bapak bilang begitu Bu?” Sahut Nabila.
“ Iya Bil, udara di Gunungkidul masih segar beda dengan disini sudah tercemar karena asap kendaraan,” Ucap Ibu lagi. “ Kalian langsung ke atas saja istirahat,”
__ADS_1
“ Baik Bu,”
Nabila berfikir sejanak, ada benarnya apa yang dikatakan ibu. Dia memandang Adam lalu tersenyum. Dia menggandeng lengan suaminya menuju kamar atas. Kamarnya masih sama seperti sebelumnya, bersih dan rapi.
Adam merebahkan dirinya di kasur, memandangi setiap sudut ruangan ini. “Sayang kita belum pernah melakukannya di sini,” ucap Adam.
Nabila yang tengah sibuk mengeluarkan pakaian dari koper pun menoleh pada Adam. “ Kamu ya Mas, baru sampai sudah mesum”
“ Aku tidak mesum Bil, aku hanya ingin punya bayi cepat. Jadi kita harus sering melakukannya!” kata Adam
Nabila yang telah selesai menata baju di almari mendekat pada Adam. “ Mas Istirahatlah, aku akan menengok ibu di bawah.”
Bukannya membiarkan Bila pergi, Adam malah menarik Bila ke pangkuannya. “Sebentar saja Bil” ucap Adam mecium tengkuk leher Bila.
“ Mas nanti malam saja oke!” Nabila membujuk Adam.
Adam pun menurut pada Bila, dan menghentikan ciumanya. Nabila kemudian beranjak dari pangkuan Adam. “ Aku ke bawah menemui ibu, Mas istirahat saja kumpulkan kekuatan untuk nanti malam,” ucap Bila mengedipkan kedua matanya lalu meninggalkan Adam.
Mata Adam berbinar-binar mendengar perkataan Bila.
Awas kamu Bil, aku akan membuatmu lemas nanti malam.
***
Sore harinya Bapak yang sudah kembali dari Gunungkidul berbincang dengan Adam di teras, entah apa yang mereka bicarakan terlihat sangat serius. Adam sesekali manggut-manggut saat Bapak berbicara.
Setelah makan malam keluarga, Adam dan Bila kembali ke kamarnya. Adam langsung menyerang Nabila begitu mereka sampai di kamar. Untung saja kamar Nabila kedap suara, jadi mau Nabila mendesah ataupun berteriak tetap aman. Adam tidak akan cukup jika hanya bermain satu kali, dia selalu membuat Nabila meraung sampai lemas.
“Mas aku ingin ke hutan pinus, ke bukit bintang, ke pantai ke Malioboro, ke Tugu,” ucap Nabila.
“ Oke” kata Adam “ Jadi sekarang tidurlah ” Adam mengelus elus rambut Nabila yang tengah membenamkan wajahnya di dada Adam. Tak butuh waktu lama Adam dan Nabila pun terlelap.
***
Pagi harinya Bapak dan ibu pergi ke hajatan sahabat Bapak, jadi yang dirumah hanya Nabila dan Adam. Setelah sarapan Nabila mengajak Adam pergi ke Mall. Mall favorite Bila saat di Jogja adalah Lippo, karena disana pusat anak-anak muda. Bila ingin kencan bersama Adam. Kebetulan saat itu sedang ada pameran, banyak sekali stan-stan baju dan juga food court.
Adam menggandeng Nabila selama di Mall. Mereka benar-benar seperti sepasang kekasih. Dia tidak memperdulikan banyak pasang mata yang melihat ke arahnya.
__ADS_1
“ Bila!!!” Teriak seorang laki-laki dari kejauhan.
Bersambung...