Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 Lagi-lagi gara-gara surat wasiat..


__ADS_3

Flash back on percakapan Daniel dan John..


“Katakan!” Daniel duduk di kursi putar kakek. Sudah satu jam Daniel berada di ruang kerja kakek memeriksa pekerjaan kakek yang belum terselesaikan.


“Apa yang harus saya katakan, tuan muda?” Pertanyaan John membuat Daniel yang sedang sibuk membaca beberapa berkas itu berhenti sejenak, ia mendongakan wajahnya menatap tajam John yang tengah berdiri di depan meja kerja Kakek.


“Semua yang kau ketahui tentang masalah kakek dan tentang perjodohan itu!”


Memang apa lagi yang ingin Daniel tau selain dua hal penting itu.


“Perusahaan sedikit kacau akhir-akhir ini, jajaran direksi yang berada di kubu mantan ibu tiri anda mulai menyerang kepemimpinan Presdir. Dengan alasan usia dan penyakit Presdir, ibu tiri anda menganggap Presdir sudah tidak mampu memimpin perusahaan, apalagi saham perusahaan sempat menurun akhir-akhir ini.” Jelas John menceritakan apa yang ia tahu pada Daniel. Daniel nampak manggut-manggut, ia memang tau tabiat ibu tirinya yang tidak juga simpanan ayahnya dulu. Sial nya mantan ibu tirinya itu memiliki saham di perusahaan kakek. Saham yang ia dapatkan dari Daddy Daniel.


“Selain itu...” John nampak ragu untuk mengatakannya.


“Selain itu apa?Katakan saja!”


“Di wasiat almh. Nyonya besar tertulis siapa yang mau menerima perjodohan dengan cucu sahabat almarhum, maka ia yang akan mewarisi seluruh harta almarhum termasuk Daehan Group dan DN company perusahaan milik tuan besar juga beberapa aset yang lainnya.” Lanjut John menjelaskan.


Cih..lagi-lagi karna harta warisan.


“Memang mereka tau isi surat wasiat nenek?” John mengangguk.


“Entah bagaimana surat wasiat itu bisa bocor sampai ibu tiri anda.”


Siapa yang mau menerima jadi kemungkinan aku dan Defan..


Defan adalah cucu Kakek dari wanita simpanan Daddy. Kakek tidak pernah mengakui Defan sebagai cucu nya, bagi kakek Daniel adalah cucu satu-satunya. Namun, tidak dengan nenek, sampai akhir hidupnya nenek menyayangi Daniel dan Defan sama. Mungkin, itu sebabnya nenek meninggalkan wasiat yang berkaitan dengan Daniel dan Defan.


Daniel jadi teringat pada Defan adik tiri yang tidak pernah ia sapa. Sial nya wajah Daniel dan Defan mirip Daddy mereka.


Flashback off


Kembali pada kakek dan Daniel..


“Kek, bukankah selain aku ada satu orang lagi yang disebutkan di surat wasiat nenek?Kenapa tidak Defan saja yang kakek jodohkan?Pasti dia akan menerima dengan senang hati.” Ucap Daniel yang tidak keberatan jika Defan yang dijodohkan dan menerima semua harta peninggalan neneknya termasuk perusahaan kakeknya.


Puk.. kakek mengayunkan tangannya dan menepuk jidat Daniel pelan.

__ADS_1


“Sembarang!Cucu kakek hanya satu, kamu!Jadi, kamu yang akan menerima perjodohan itu dan semua harta kakek, nenek.” Ucap kakek Han tegas tidak mau dibantah.


“Defan juga cucu Kakek, bukan hanya aku. Dia anak Daddy. Pikirkan juga Defan meski bagaimanapun dia mewarisi darah kental kakek.” Daniel mengingatkan status Defan pada kakeknya.


“Selama dia bersama perempuan itu dan kelompok orang-orang licik itu, dia bukan cucuku. Cucuku hanya kamu.”


Kakek semakin tidak menyukai Defan karna ibu Defan saat bercerai dengan Daddy Daniel membawa harta gono gini lebih dari 50% harta milik Daddy Daniel. Ia juga membuat Daddy Daniel sampai kecelakaan hingga meninggal.


Daniel menghela nafas kesal menghadapi kakeknya. Yang salah ibu nya Defan kenapa Defan juga harus ikut-ikutan menjadi korban. Padahal setahu Daniel, Defan anak yang baik. Diam-diam Daniel pernah mengawasi Defan.


Tapi, apa yang dikatakan kakek ada benarnya Defan sekarang tinggal bersama ibu nya dan juga pamannya yang licik. Tidak menutup kemungkinan Defan terpengaruh pada kedua orang licik di keluarga ibunya itu.


“Niel...” panggil kakek melihat Daniel sedang melamun. “Hmm.”


“Kau ikut kakek menemui calon istrimu besok!”


“Aku bilang akan memikirkannya, bukan berarti aku setuju bertemu dengannya.” Keluh Daniel yang ingin menolak ajakan kakek.


“Bertemu saja dulu, kakek yakin kau akan setuju setelah bertemu dengannya.” Tutur kakek yakin.


“Maksa banged sih, kakek ajak Defan saja!” Ketus Daniel.


“Oke.. kalau cucu kakek hanya aku, adopsi saja, dari kemarin juga sudah aku sarankan untuk mengadopsi anak agar cucu kakek bertambah jika Kakek tidak mau mengakui Defan.”


Bukan Daniel jika tidak bisa mendebat ucapan Kakeknya.


“Kamu semakin ngawur saja, memang adopsi itu mudah?” Lama-lama ucapan Daniel tidak ada yang benar ya!Keduanya sama-sama keras kepala, batu dan batu hasilnya bunyi cempreng.


“Ya sudah kalau adopsi tidak mudah, ajak Defan saja. Begitu saja repot.” Akhirnya Daniel mendapat pelototan tajam dari kakek Han. Kalau sudah begini daripada kakek kena serangan jantung lebih baik Daniel mengalah.


“Iya..iya, aku akan datang!Kakek atur saja pertemuannya, tapi kakek jangan berharap lebih.” Ujar Daniel mengalah. Kakek mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk senyum tipis.


“Nah begini baru benar.” Ucap kakek merasa menang.


Usai perdebatan dengan kekalahan Daniel. Lelaki itu memilih keluar dari kamar kakeknya. Ia membiarkan kakek beristirahat setelah meminum obatnya.


***

__ADS_1


Dengan mengendarai mobilnya Daniel keluar dari mansion kakek. Ia akan mencari adik tirinya si Defan. Sebelumnya Daniel menghubungi Wu bai sahabat nya yang juga ahli IT, ia meminta Wu bai mencari tau lokasi Defan saat ini dan juga mencari informasi tentang degan selama dua tahun terakhir. Juga bagaimana hubungan Defan dan ibunya serta pamannya.


Sampailah Daniel di sebuah kampus terkenal di Kota itu. Daniel menunggu di depan gerbang, ia berdiri disamping mobil kedua tangan nya bersedekap di dada dan memakai kaca mata hitam.


Lima menit ia berdiri di sana sampai akhirnya yang ia tunggu pun keluar dari kampus. Daniel lalu melambaikan tangannya pada orang yang ditunggu nya.


“Jadi, kakak yang mengirim pesan padaku?” Tanya lelaki itu setelah berdiri di hadapan Daniel.


“Memang siapa lagi yang akan mengirimi mu pesan selain aku, seperti kau tampan saja sampai ada wanita yang mau mengirimi mu pesan lebih dulu. Masuklah!” Gerutu Daniel pada adik tirinya. Lelaki itu pun masuk ke dalam mobil Daniel.


“Aku sudah menyuruh teman ku untuk membawa mobilku dan berpenampilan seperti ku.” Ujar lelaki itu sambil memakai seatbeltnya.


“Baguslah.” Daniel menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari universitas itu.


Daniel mengajak Defan ke apartemennya. Disana adalah tempat yang aman untuk membicarakan rahasia.


***


Hanya ada bir di apartemen Daniel. Ia pun memberikan bir itu pada adik tirinya. Mereka duduk di sofa ruang tamu.


“Kau pasti sudah tau tentang surat wasiat nenek, kan?” Todong Daniel langsung ke intinya. Defan pun mengangguk.


“Ibu sudah mengatakan nya padaku, tapi aku tidak mau dijodohkan, kakek pasti juga menentang jika aku yang dijodohkan.” Ucap Defan.


Cih..sudah ku duga anak ini akan berkata seperti itu.


“Jadi, maksudmu aku yang harus menerima perjodohan itu?” Defan mengangguk lagi.


“Lagi pula itu, juga kemauan kakek. Dan, kakak yang lebih tua dari aku..”


Sial, memang kenapa jika aku lebih tua?gumam Daniel.


.


.


.

__ADS_1


.


Satu bab dulu.. masih seputar keluarga Daniel yaaa guys..


__ADS_2