
Menjelang tidur Abel merenung, memikirkan Caca. Abel terlalu sibuk menikmati kehidupan barunya sebagai seorang istri sampai Abel lupa kabar Caca. Apakah Abel tidak terlalu egois?Abel dan Daniel menikah dan bahagia sementara kehidupan Caca kacau. Se pemahaman Abel awal mula kacaunya hubungan Caca dan Ilham karena Caca di jodohkan dengan Daniel sampai-sampai Ilham selingkuh dengan Dewi yang tidak lain adalah sahabat Caca. Untuk itu Abel merasa dirinya ikut andil dalam keterpurukan Caca.
Daniel baru saja masuk kedalam kamar sehabis mengobrol dengan papau Damar saat melihat Abel melamun. “Sayang, kenapa melamun,Hm?” Mendekati Abel. Duduk di tepi tempat tidur.
“Apa kita nggak terlihat jahat sih, Bee?” Tanya Abel.
“Maksud kamu apa?” Menatap kedua manik mata Abel. Daniel membaca kecemasan dari kedua manik mata itu. Apa yang Abel cemaskan?
“Maksudku, kita bisa bahagia, tapi, kak Caca hancur. Kamu tau, kan, Bee, mas Ilham selingkuh karena kak Caca di jodohkan denganmu?Jika saja dari awal aku ikut ke Kanada keadaan pasti tidak akan berakhir begini. Kak Caca nggak akan tersakiti, mas Ilham nggak akan selingkuh.” Ucap Abel dengan pemikirannya sendiri. Daniel mendengarkan Abel dengan serius.
Daniel meraih tangan Abel dan menggenggamnya. “Sayang, hancurnya hubungan Caca dan Ilham bukan salah kita. Hubungan mereka memang sudah tidak sehat sejak awal.” Ucap Daniel lembut.
“Maksud kamu apa, Bee?Ada yang kamu sembunyikan dari aku??” Tuduh Abel. Daniel memejamkan mata sekilas, lalu membuka mata kembali. Dari gerakan Daniel itu Abel sudah bisa menebak ada yang Daniel sembunyikan dari dirinya.
“Bee, kamu nggak lagi nyembunyiin hal salah dari aku, kan?Jawab Bee!” Desak Abel tidak sabar. Daniel menggelengkan kepalanya.
“Sayang.. Huhungan Caca dan Ilham memang sudah tidak sehat bahkan sebelum aku dan Caca sempat di jodohkan. Ilham dan Dewi selingkuh di belakang Caca sudah lama, awalnya mereka hanya sekadar jalan bersama atau ngopi. Puncaknya saat Caca di jodohkan denganku, mereka melakukan hal terlarang itu. Aku juga tidak tau kenapa Caca mau bertunangan dengan Ilham sebelumnya.” Ujar Daniel menceritakan apa yang ia tau tentang hubungan Caca dan Ilham dari hasil penyelidikannya.
“Kamu tau dari mana, Bee?”
“Wu bai, sayang. Aku minta bantuan Wu bai untuk menyelidiki hubungan Caca dan Ilham.” Jawab Daniel.
“Jadi, hubungan mereka memang tidak sehat?” Daniel mengangguk-angguk kan kepalanya.
“Selain hal ini kamu ada nyembunyiin hal lain nggak, Bee?”
“Ada, sebenarnya kecelakaan mobil yang kamu alami di sengaja. Dewi yang mensabotase mobil Caca membuat rem nya blong.” Jawab Daniel datar.
“Apa?” Pekik Abel membelalak. Dewi? Sahabat Caca lah yang merusak rem mobil Caca. Tidak hanya selingkuh dengan Ilham, tapi, Dewi juga berniat mencelakai Caca. Untung saja Abel yang membawa mobil itu. Abel tidak bisa membayangkan jika Caca lah yang membawa mobil itu.
“Kamu bercanda, kan, Bee?Nggak mungkin mbak Dewi sejahat itu, aku bisa memahami mbak Dewi yang selingkuh sama mas Ilham, tapi, untuk apa mbak Dewi mencelakai kak Caca?Apa yang sudah di lakukan mbak Dewi sudah termasuk tindak kriminal, Bee. Aku nggak percaya mbak Dewi senekat itu.” Ucap Abel yang sedikit mengenal Dewi. Dewi yang Abel kenal selama ini orang nya baik. Mendengar Dewi yang berselingkuh dengan Ilham saja sudah membuat Abel kaget apalagi kenyataan Dewi berniat mencelakai Caca.
__ADS_1
“Tapi, itu kenyataanya, sayang. Aku ada buktinya, aku juga nggak mungkin nuduh orang tanpa bukti.” Jelas Daniel sambil membelai rambut Abel.
“Yang lain tau nggak mbak Dewi dalang nya?” Tanya Abel lagi. Daniel menggelengkan kepalanya. Hanya Kakek Han, Daniel dan Abel anggota keluarga inti yang tau.
Abel bernafas lega. “Syukurlah.”
“Kok syukurlah?Kamu nggak mau kasih tau yang lain?” Abel menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Daniel.
“Buat apa, Bee?Yang penting aku selamat. Jika kita kasih tau yang lain, mereka akan membenci mbak Dewi. Belum lagi kak Caca akan semakin terluka karena kecewa sama mbak Dewi. Sudah lah biarkan kita saja yang tau.” Ucapnya lembut.
“Kamu sampai koma lho, yang!Kamu nggak mau menghukum orang yang sudah menyakiti kamu??”
Benar-benar di luar dugaan Daniel. Daniel mengira Abel akan meminta Daniel untuk memburu Dewi dan menyeretnya ke dalam penjara. Tidak disangka istrinya itu malah melepas Dewi begitu saja.
“Menghukum?Biar saja Tuhan yang menghukum mbak Dewi.” Jawab Abel. “Kamu bisa, kan, Bee, tetep rahasian hal ini dari yang lainnya?” Pinta Abel memohon sambil mengelus lengan Daniel.
Daniel menghela nafas kasar. “Aku bisa apa selain menuruti kemauan kamu, sayang?Asal kamu senang, apapun permintaan kamu aku iya kan.” Ujar Daniel sambil mengecup kening Abel.
Pertanyaan macam apa itu. Pikir Daniel.
“Nggak, karena aku yakin Abel ku tidak akan membuatku dalam masalah yang bisa merugikan ku. Abel ku juga tidak akan bermain-main dengan hidup seseorang.” Jawab Daniel yakin. Abel tersenyum senang.
“Aku sayang kamu, Bee.” Menghambur memeluk Daniel.
“Aku lebih Menyayangimu, sayang.” Membalas pelukan Abel dan menghujani puncak kepala Abel dengan kecupan lembut.
***
Keesokan paginya kediaman Papa Damar menjadi riuh dengan kedatangn polisi yang mencari Daniel. Semuanya terkejut dengan kedatangn polisi yang tiba-tiba, bahkan membawa berita tak mengenakkan.
Polisi datang untuk menangkap Daniel dengan tuduhan pembunuhan. Dan, korbannya adalah Dewi. Dewi ditemukan meninggal dunia di apartemen nya tadi malam. Dari rekaman CCTV luar apartemen Dewi, Daniel yang terlihat terakhir kali berkeliaran di apartemen Dewi.
__ADS_1
“Saya yakin ini ada kesalahpahaman, pak. Tidak mungkin menantu saya membunuh orang.” Ujar papa Damar. Papa Damar terlihat tenang menghadapi anggota kepolisian yang datang mencari Daniel. Berbeda dengan mama Lila, beliau langsung tak sadarkan diri saat mengetahui Daniel dituduh membunuh orang.
“Pak, saya juga yakin suami saya tidak membunuh Dewi!” Seru Abel. “Saya tidak bisa membiarkan bapak-bapak ini membawa suami saya begitu saja!” Abel merangkul erat lengan Daniel enggan melepas Daniel dibawa pak polisi.
“Sayang, aku akan baik-baik saja. Aku pasti bebas, kamu jangan khawatir. Untuk sekarang biarkan aku ikut bersama pak polisi untuk penyelidikan.” Ujar Daniel lembut. Sekaligus mengelus-elus kepala Abel menenangkan istrinya. Abel menggelengkan kepalanya sambil terisak. Air mata Abel sudah luruh sejak beberapa saat yang lalu.
“Biarkan aku pergi kekantor polisi, hanya untuk penyelidikan, Hm?” Bujuk Daniel pada istrinya. Abel tetap menggelengkan kepalanya.
“Daniel benar, Abel. Biarkan suamimu ikut bersama polisi. Papa juga akan menemani suamimu.” Ucap papa Damar.
“Nggak pa, Daniel nggak salah. Nggak boleh pak polisi bawa Daniel.” Isak Abel sesenggukan.
“Sayang jika aku tidak ikut bersama pak polisi mereka akan menganggap aku tidak kooperatif dalam penyelidikan. Hal itu bisa memperburuk situasi.” Ucap Daniel dengan jeda. “Kamu percaya padaku, kan?” Menangkup kedua pipi Abel. Abel mengangguk.
“Maka, biarkan aku ikut pak polisi, Hm?”
Abel melepaskan rangkulannya dar lengan Daniel.
“Aku janji akan segera pulang.” Meraih kepala bagian belang Abel dan mengecup kening Abel. Setelahnya Daniel masuk kedalam mobil polisi meninggalkan Abel yang menatapnya dengan buliran air mata.
“Papa pergi dulu. Jaga mama mu!” Seru papa Damar. Abel mengangguk.
Papa Damar bersama sopir mengikuti mobil polisi dari belakang pergi ke kantor polisi untuk mendampingi Daniel. Selain itu papa Damar sudah menghubungi pengacaranya untuk membantu Daniel. Papa Damar mungkin lupa Daniel punya firma hukumnya sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1