Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Barbeque an di rumah Adam


__ADS_3

Sampai dirumah Nabila disambut oleh Diana dan Raga. Mereka langsung menjelaskan apa yang terjadi di kantor Adam sampai Nabila benar-benar percaya.


“Pokoknya kita bener-bener minta maaf mbak.” Ucap Raga.


“Iya iya, bukan sepenuhnya salah kalian kok. Aku aja yang baperan gak tanya dulu langsung kabur.” Nabila juga merasa tidak enak sudah salah paham sama Raga dan Diana.


Diana mendekati Nabila. “Karena masalahnya sudah Clear, aku lega. Mbak beneran lagi hamil?” Tanya Diana.


Nabila mengangguk dengan senang. “He.em, masuk 4 minggu.”


“Jadi, aku benaran akan menjadi onty dong. Nggak sabar pengen gendong.” Kata Diana dengan semangat.


“Hahaha, Masih lama Na.” Nabila lebih sering memanggil Diana dengan kata Ana atau Na, karena lebih mudah di ucapkan.


Adam tidak kembali keperusahaan, dia membantu Nabila menyiapkan acara untuk nanti malam. Acara barbeque an seperti yang diinginkan Nabila. Raga dan Diana pergi kesupermarket untuk membeli sosis, karena Nabila lupa kembali sosis saat berbelanja tadi. Sementara Yoga menata bangku di taman dan peralatan barbeque dibantu pak Soleh dan Bi Ani.


“Selamat datang Non Nita, Non Abel.” Ucap Bi Sumi saat membukakan pintu, Nita dan Abel sudah datang pas magrib. Nita menenteng kresek berisi camilan dan cola.


Bi Sumi mempersilahkan Nita dan Abel masuk langsung ke taman belakang dimana tempat barbeque an. “Nabila dimana Bi?” Tanya Abel.


“Non Bila baru mandi, Non. Di taman belakang sudah ada Den Yoga.”


Benar kata Bi Sumi di taman belakan ada Yoga. “Ga kamu kol nambah cakep aja sih?” Goda Abel.


“Masa sih mbak?” Balas Yoga.


“Mau jadi pacarku nggak Ga?” Lagi-lagi Abel menggoda Yoga.


Yoga tersipu malu seraya memotong daging kecil tipis seukuran barbeque. “Mbak bercandanya jangan gitu dong.”


Nita duduk di bangku dekat Yoga sedang mengiris daging. “Kamu nggak usah ladenin Abel Ga, dia emang rada error gitu.” Celoteh Nita.


“Error-error gini juga sahabat kamu Nit. Eh, Siapa aja Ga yang datang?” Tanya Abel.


“Nanti palingan cuman Mas Kevin sama Mas Riko mbak. Tapi, ada sepupunya Mas Adam dan pacar sepupunya.”


“Siapa Ga?”


“Mas Raga sama mbak Diana Mbak.”


Nita juga ikut nimbrung. “Ramah nggak Ga?”


Yoga hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Nita. Mereka bertiga lali berbincang-bincang santai. Abel yang doyan makan sudah mulai memakan camilan yang disiapkan Bi Sumi. Abel merasa bosan kalau menunggu, dia terbiasa menunggu dengan ngemil.


Nita, Abel dan Yoga menoleh ke arah suara berisik di dalam rumah. Suara itu berasal dari Riko, Kevin dan Raga yang sedang saling berjabat tangan.


Raga memang sudah mengenal Kevin dan Riko lama. Sejak awal Riko dan Kevin menjadi sahabat Adam. Kevin menyenggol lengan Riko, memberi isyarat pada Riko agar menoleh ke arah taman belakang. Riko pun menoleh dilihatnya Nita, Abel dan Yoga juga memandang ke arah Riko dan Kevin. Dengan cepat Riko mengajak Kevin dan raga untuk ke taman belakang. “Hai!Kalian sudah lama?” Tanya Riko pada Abel dan Nita.


“Belum kok, baru setengah jam.” Jawab Abel.

__ADS_1


“Iya, setengah jam tapi mbak Abel sudah habis camilan sepiring.” Lontar Yoga membuat Abel malu. Semua yang ada di situ pun terkekeh.


“Lo nggak takut gemuk Bel?” Tanya Kevin.


“Nggak kak, cantik fisik mah nggak penting. Yang penting tu inner beauty.” Jawab Abel mematahkan pertanyaan Kevin. Nita juga manggut-manggut menyetujui perkataan Abel.


Raga dan Diana mendekat. “Siapa ini?Kalian enggak ngenalin mereka ke kita Vin?” Tanya Diana.


Kevin kembali menyadari ada Raga dan Diana. “Sini aku kenalin, mereka sahabatnya Nabila. Yang pakai dress abu itu Abel, nah yang pakai dress kalem sekalem wajahnya itu Nita calon pacarnya Riko!” Begitulah Kevin memperkenalkan Nita dan Abel.


“Uhuukk.” Riko yang baru minum pun tersedak mendengarkan cara Kevin memeperkenalkan Nita.Sementara Nita sendiri tersipu malu. Abel bergantian memandangi Nita dan Riko seperti sedang menyelidiki sesuatu.


“Mas Kevin apaan sih, yang benar dong ngenalin nya. Haloo Mbak Mas, Saya teman sekampus Nabila. Nita.” Nita memperkenalkan diri dengan benar dan mengajak Diana untuk bersalaman.


“Hai.. Aku Diana, ini pacarku Raga.” Balas Diana.


Diana, Raga, Nita dan Abel saling bergantian untuk salaman dan berkenalan.


“Ga, kamu panggil mas Adam sama mbak Nabila. Bilang kalau temen-temenya udah dateng.” Kata Diana menyuruh Yoga.


Tidak lamapun Nabila datang bersama Adam dan yoga. “Maaf ya, kalian udah lama datangnya?” Tanya Nabila.


“Udah, Abel sudah kenyang tuh.” Kevin meledek Abel lagi yang dari tadi ngemil terus.


“Hahaha, jangan kaget. Abel emang nggak bisa jauh dari makanan.”


“Mas, kamu mau minum ya?” Tanya Nabila melihat botol wine berjejer di meja. Adam menoleh ke arah wine itu.


“Sedikit paling Bil, enggak kalau mabuk. Kamu tenang aja.” Jawab Adam. “Mungkin Riko atau Kevin yang bawa.”


Nabila pun mengangguk. “Baiklah.” Nabila menyajikan sisi hasil panggangan ke meja. Dia melihat Diana yang sedang menyenderkan di bahu Raga menyaksikan perdebatan antara Kevin dan Abel. Sepertinya Kevin dan Yoga sudah sepakat untuk menjahili Abel. “Kalian nanti tugasnya mencuci piring loh.” Kata Nabila meletakan piring berisi sosis.


Raga dan Diana menyadari kehadiran Nabila . “Nyuci piring kan ada bibi mbak, kita mau jadi tugas kita malam ini adalah tukang Icip-Icip.” Jawab Raga. Diana mengiyakan perkataan Raga.


“Mbak lihat mereka!” Diana mengarahkan telunjuknya ke Riko dan Nita. “Sepertinya mas Riko lagi PDKT sama Nita.” Ucap Diana.


Nabila mengarahkan pandangannya pada Riko yang sesekali melirik Nita disebelahnya. “Hm, sepertinya Riko perlu berusaha keras kalau mau jadi pacar Nita.”


“Kenapa gitu mbak?” Tanya Diana. “Mas Riko kam cakep, terus tajir juga.”


“Ya pokoknya perlu usaha keras untuk meluluhkan Nita.” Jawab Nabila lalu meninggalkan Raga dan Diana kembali ke dekat Adam.


***


“Tadi kesini sama Abel?” Tanya Riko.


“Iyaa, Abel jemput aku dari cafe langsung kesini.” Jawab Nita.


“Aku whatshap kamu tapi cuma centan satu, tadinya aku mau jumput kamu sekalian bareng ke sini.”

__ADS_1


Nita baru ingat kalau tadi ponselnya jatuh dan langsung mati. “Oh, iya. Ponselku tadi jatuh mas. Terus langsung mati, udah aku masukin servis an sih.” Balas Nita.


“Terus sekarang nggak pegang hp?”


“Enggak, sementara aja nggak papa sih. Aku juga bukan tipe orang yang harus selalu pegang hp kok.” Jawab Nita santuy seraya menaruh potongan daging di atas tempat panggangan.


Riko menoleh Nita. “Terus aku gimana?”


“Gimana, Apanya?”


“Gimana aku ngubungin kamu, kalau enggak chat an sama kamu gimana kalau aku kangen sama kamu?” Kata Riko serius.


Nita manarub daging yang sudah matang ke piring dan menatap Riko lalu tersenyum tipis. “Kalau kangen ya ketemu.” Jawab Nita dan langsung meninggalkan Riko membawa piring berisi daging barbeque ke meja.


Apa aku bisa anggap jawaban Nita tadi sebagai awal lampu hijau? Gumam Riko.


Semua panggangan sudah siap di atas meja dan siap disantap. Begitu juga dengan orang-orangnya.


“Cherss” Mereka mengangkat gelas untuk minum bersama. Abel, Diana dan Nita minum coca-cola, para lelaki minum wine, sedangkan Nabila minum jus sendiri karena lagi hamil. Yoga juga ikut minum cola, karena beluk diizinkan Adam untuk minum wine.


Mereka mulai menikmati daging barbeque. Sambil berbincang-bincang.


“Hoek.” Nabila tiba-tiba mual dan langsung lari ke kamar mandi.


.


.


.


Bersambung.


Like


Like


Like


Komen


Komen


Komen


VOTE


VOTE


VOTE

__ADS_1


__ADS_2