
Daniel langsung kembali ke mansion kakek Han usai mendapat kiriman video CCTV ruang kerja kakek dari John. Ia menjadi begitu panik saat tau kakek jatuh tak sadarkan diri secara nyata bukan bohongan atau tipu-tipu seperti yang biasa kakek lakukan.
Dokter pribadi kakek Han menjelaskan perihal kondisi kesehatan kakek pada Daniel. Sedetail mungkin dokter menjelaskan, termasuk rekam medis dan catatan kesehatan kakek selama satu tahun terakhir.
“Baik, Terimakasih dokter Park.” Ucapnya pada dokter Park setelah Daniel mendengar penjelasan dokter.
“Kalau begitu saya pamit, tuan muda.”
Daniel pun mengangguk lalu menoleh pada John. “Antarkan dokter Park sampai ke depan johh!” Perintahnya pada John.
“Baik, Tuan muda.” John meninggalkan Daniel di kamar kakek Han untuk mengantar dokter Park sampai ke pintu utama mansion.
Dokter Park adalah dokter pribadi keluarga Han. Keluarga Park sendiri sudah turun temurun menjadi dokter pribadi di keluarga kakek Han.
Daniel hanya bisa merenung setelah mendengarkan perihal kesehatan kakek, ia menjadi semakin bimbang untuk menolak tawaran perjodohan kakek.
“Niel..” panggil Kakek lirih. Daniel pun mendekati kakek dan duduk di tepi tempat tidur. “Kakek sudah sadar?” Kakek Han mengangguk.
“Apa kau sudah memutuskan?” Yang kakek Han maksud adalah perihal perjodohannya dengan cucu sahabat kakek dan almh. Nenek.
__ADS_1
“Kakek, bisakah kita bicarakan hal itu lain kali?Kakek baru saja sadar, lebih baik kakek istirahat agar cepat pulih.” Ujar Daniel lembut niatnya mengalihkan pembicaraan. Ia belum siap dengan jawabannya sendiri.
Kakek Han menggeleng. “Justru kakek akan cepat pulih setelah kau memutuskan untuk menerima perjodohan ini.” Ucap kakek Han serius.
Lansia itu mencoba untuk merubah posisinya dari tiduran menjadi setengah duduk. Daniel membantu kakek untuk setengah duduk dan menempatkan bantal di punggung kakek untuk menyangga punggung kakek agar nyaman.
“Kek, Daniel butuh waktu untuk memikirkan nya.”
Perjodohan?Tidak pernah sekalipun terlintas dipikirkan Daniel. Apalagi dengan adanya Abel sebagai kekasih Daniel, apakah mungkin bagi Daniel untuk menerima perjodohan ini?
“Tapi, Kakek yang tidak punya waktu. Dengar, kakek tidak tau kapan kakek akan berpulang, kakek hanya mau sebelum kakek menyusul nenekmu, kau sudah mendapatkan seorang pendamping yang tepat.” Harapan terbesar kakek Han dan almh. Istrinya adalah menjodohkan Daniel dengan cucu sahabat mereka.
Setelah berpikir berulang-ulang akhirnya Daniel mengungkapkan apa yang ada di hatinya. Ia sangat penasaran dengan reaksi kakek Han jika mengetahui Daniel sudah mempunyai pilihan untuk pendamping hidupnya.
“Daniel, kau harus tau. Kakek hanya ingin melaksanakan wasiat dari nenekmu dengan mencarikan pendamping yang tepat untukmu. Dan, kakek yakin pilihan kakek dan nenekmu tidak lah salah. Jika kau sudah mempunyai pilihanmu sendiri maka, lepaskan!” Ucap kakek tegas!
What the hell..pekik Daniel dalam hatinya.
Bagaimana Daniel bisa melepaskan Abel sementara Cintanya pada Abel sudah menggunung. Jangankan melepasnya berpisah sebentar saja Daniel enggan. Ia sudah mengalah pada kakek hingga membatalkan kencannya dengan Abel untuk menemui kakek, tapi, apa balasan Kakek?Menyuruh Daniel melepaskan Abel?!
__ADS_1
Tidak!!!Melepskan Abel tidak mungkin dan tidak akan pernah ku lakukan. Bagin Daniel gusar.
Namun, ucapan John padanya saat kakek tak sadarkan diri membuat Daniel sedikit goyah. Ia bimbang jika harus memilih diantara kakek atau Abel. Mereka berdua sama berharganya bagi Daniel.
Flash back on percakapan Daniel dan John..
...
.
.
.
.
Guys sorry aku up dikit banged, aku baru sampai rumah dan tadi pun aku kehujanan di jalan. Agak sedikit masuk angin jadi nggak bisa konsen. Hari ini segini dulu ya.. Besok aku bakalan crazy up 3 episode atau 4 episode sebagai ganti up ku yang sedikit hari ini..
Makasih untuk pengertiannya.. Happy reading and see you tomorrow 💕
__ADS_1
.