Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Aku mengantuk


__ADS_3

Semua keluarga dan sahabat sudah kembali ke kamar masing-masing. Kecuali sahabat Adam, Riko dan Kevin pulang kerumah mereka. Adam memutuskan untuk kembali ke kamar nya.


Ceklek.. ia membuka pintu kamarnya dilihatnya Nabila telah tertidur pulas dengan posisi meringkuk tanpa selimut. Perempuan itu terlihat kedinginan. Adam merasa tidak tega dengan Nabila. Ia pun menyelimuti istrinya. Setelah menyelimuti Nabila, Adam pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka nya. Ia masih ingat kejadian tadi saat dirinya bertengkar dengan Nabila. Muncul perasaan kesal dalam dirinya.


Adam tidak mau tidur seranjang dengan Nabila karna masih kesal. Ia pun memutuskan untuk tidur di sofa.


Keesokan paginya saat Nabila bangun, ia tidak mendapati suaminya disampingnya. Pandangan Nabila menyorot seluruh ruang kamarnya mencari sosok Adam. Ternyata Adam tidur di sofa.


‘Jadi, mas Adam masih marah.’ Batin Nabila bangkit dari tidurnya. Nabila turun dari ranjang dan membereskan ranjang tidurnya, melipat selimut dan meletakannya di ujung kaki ranjang. Setelahnya ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu sholat subuh.


***


“Pagi buk, Ma!” Sapa Nabila pada ibu Putri dan mama Silfi yang sedang berkutat di ruang makan menyiapkan sarapan. Ibu Putri menoleh sekilas lalu tersenyum dan melambaikan tangannya agar Nabila mendekat.


“Pagi sayang, kamu kok udah bangun?” Mama Silfi menoleh sekilas dan kembali menata beberapa hidangan yang diatas meja.


“Udah Ma, kan udah pagi haha.” Jawab Nabila mendekati mama Silfi. “Bila, bantu ma.” Nabila menawarkan diri.


“Nggak usah, kamu duduk aja di situ!” Ucap mama Silfi menunjuk kursi di sebelah mama Silfi.


“Tapi, MA!” Nabila ingin menolak tapi tangan mama silfi sudah memegangnya dan menuntunnya agar duduk.


“Dah kamu jangan ngeyel!” Tegas mama Silfi.


“Iya Nduk, kamu nggak usah bantuin kita. Abel sama Nita udah bantu kita. Kamu istirahat saja nunggu sarapan siap.” Timpal ibu putri.


“Lo udah bangun, Bil?” Abel keluar dari dapur membawa piring lonjong berisi tempe mendoan. Nabila mengangguk. Tak selang berapa menit Nita juga terlihat keluar dari dapur membawa mangkuk besar berisi sop ceker.


“Wah kita sarapan kayak makan siang, menu nya lengkap.” Ucap Nabila senang. Jarang-jarang mereka sarapan dengan menu lengkap dan menu berat.


“Kurang sambal tomat sama sambal bawangnya, Bel.” Ucap mama Silfi.


“Iya tante, masih di dapur. Bi Sumi yang ngulek sambelnya. Abel ga bisa nguleknya.” Kata Abel jujur. “Jadi, istri nggak harus bisa ngulek sambel kan, Tan?” Abel menatap mama Silfi penasaran.

__ADS_1


“Nggak, Bel. Kamu juga nggak harus bisa masak kok.” Jawab mama Silfi.


“Tapi, alangkah baiknya sebagai perempuan harus bisa masak Nduk.” Timpal ibu Putri. “Nggak harus bisa masak yang berat, masak yang sederhana saja sudah cukup. Toh, memasak itu kan bisa di pelajari asal kamu mau.” Lanjut ibu Putri.


“Ibuk mau ngajarin Abel masak?”


“Boleh, tapi Abel tinggal di Jogja ya sama ibuk. Nanti tiap hari ibuk ajarin masak.”


“Haha, atau mau tinggal sama mama?Tinggal di Australia.” Tanya mama Silfi.


“Nggak deh, buk, Ma. Makasih, Abel belajar dari Nita sama Nabila aja.” Ujar Abel.


Semua keluarga berkumpul untuk sarapan. Setelah sarapan semua kembali ke aktivitas masing-masing. Adam berangkat ke kantor. Yoga pergi sekolah. Mama dan ibuk serta bapak dan papa jalan-jalan. Kakek Tejo dan Trisno berkunjung ke rumah sahabat. Sementara Nabila, Abel dan Nita berangkat kuliah.


“Lo kenapa, Bil?” Tanya Abel yang sedang fokus mengemudi pada Nabila. Sejak sarapan sampai perjalanan ke kampus Nabila hanya diam.


“Eh..Em gak papa Bel. Masih ngantuk.” Jawab Nabila memejamkan mata.


“Nggak Nit, aku beneran cuman ngantuk aja.” Jawab Abel masih dengan kedua mata terpejam.


“Ya udah, tidur lagi aja. Ini macet paling butuh seenggaknya satu jam sampai kampus. Lumayan buat tidur.” Ucap Nita.


“Aku puterin lagu kesukaan kamu!Biar nyenyak tidurnya.” Abel memplay lagu galau untuk pengantar tidur Nabila.


“Bel, Nabila mau tidur. Bukan mau mengenang mantan!” Ujar Nita heran pada Abel. Bisa-bisanya Abel memutar lagu galau sebagai pengantar tidur.


“Menurut survei lagi galau adalah pengantar tidur paling mujarab, Nit.” Ucap Abel teringat pesan dari salah satu barista cafe. Saat itu Abel sedang nongkrong di cafe dan terlihat menahan kantuk lalu seorang barista memplay lagu galau dan mengatakan pada Abel jika lagu galau adalah pengantar tidur yang paling mujarab.Dan, tidak lama setelah barista itu memplay lagu galau Abel langsung tidur.


“Lo dapat survei ngarang kayak gitu dari mana bel, Abel?” Nita menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Stop!!Kalau kalian ribut, aku nggak bakalan bisa tidur.” Protes Nabila. Tadi saja kedua sahabatnya menyuruhnya beristirahat tapi, mereka malah adu mulut.


“Sorry baby, dah lo tidur gue dan niat diem nih.” Ucap Abel.

__ADS_1


Nabila memang memejamkan kedua mata seakan tidur. Tapi, tidak! Ia terngiang-ngiang pertengkarannya dengan Adam tadi malam. Bahkan saat sarapan Adam terlihat cuek dan tidak menyapa Nabila. Adam hanya menyapa Nabila singkat karena suruhan mama Silfi. Saat berangkat kerja pun Adam tidak pamit pada Nabila.


‘Apa mas Adam benar-benar tidak percaya padaku?’ Seakan menangis batin Nabila dengan perlakuan Adam. Istri mana yang tidak sedih jika suaminya sendiri tidak mempercayainya.


***


Abel dan Nita sudah pulang duluan. Setelah mata kuliah selesai Abel langsung pulang. Sementara Nita di jemput Riko untuk menemui keluarga besar Riko lagi. Tinggal Nabila yang masih menunggu jemputan di cafe miliknya.


“Mbak Nabila, ada kiriman buket bunga buat kamu!” Ucap Rani salah satu karyawan Nabila. Rani membawa buket mawar putih itu di tangan kanannya lalu ia meletakan buket bunga itu di meja sebelah depan Nabila duduk.


“Makasih, mbak.” Rani mengangguk lalu kembali ke pekerjaannya. Nabila mengambil kertas yang terselip di buket bunga itu. Seperti biasa ada tulisan di atas kertas.


Isi tulisan.


Good Evening, Nabila (emot love)


Siapa?Siapa yang mengiriminya bunga?Tidak mungkin Adam. Karna Nabila tau Adam masih marah. Jika bukan Adam siapa?Berarti selama ini juga bukan Adam yang selalu mengiriminya bunga.


Deg.. ada perasaan takut muncul dari dalam diri Nabila. “Secret admirer kah?” Gumam Nabila. “Tapi siapa?” Penuh tanda tanya sekali.


***


Sebuah mobil sport hitam terparkir di seberang cafe milik Nabila. Pengemudi mobil yang tidak lain adalah pemilik mobil sedang duduk manis di kursi kemudi. Laki-laki, ya dia adalah seorang laki-laki. Laki-laki itu terlihat memandangi cafe milik Nabila. Lebih tepatnya memandangi kurir yang membawa buket mawar putih. Ia tersenyum ketika buket mawar putih itu sudah di terima oleh salah satu karyawan Nabila.


“Aku akan memiliki mu, Nabila!Kakak akan lebih tenang disurga jika aku yang menjadi suamimu, seperti impian kakak dulu. Menikahimu dan menjadikanmu satu-satunya wanitanya. Oleh karena itu, aku akan menjadikanmu satu-satunya wanitaku!” Gumam lelaki itu memandangi walpaper ponselnya yang tidak lain adalah foto cantik Nabila.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2