
Malam itu Nita tidur berama Abel, Riko pun memilih tidur di sofa yang berada diruangan itu. Sementara Nabila tidur bersama Jessi dan Jordan juga Adam. Karena bed milik Nabila luas jadi muat untuk 4 orang.
Pagi harinya Nabila bangun melihat suaminya tengah memeluknya. Nabila tidak menemukan Jessi maupun Jordan. Ia langsung membangunkan Adam.
“Lah kemana dua bocah itu, Bil?” Adam menyadari tidak melihat si kembar di ruangan itu.
“Entahlah mas, aku akan mencarinya.” Nabila langsung bangkit dan berjalan keluar kamar. Ia mencari-cari sosok si kembar. Ternyata kedua bocah itu tengah asik bermain di ayunan belakang bersama Nita dan Riko. Nabila memilih kembali ke kamar.
“Dimana mereka?”
“Main di taman belakang sama Nita mas, ayo mandi terus turun!”
Adam pun menurut, ia langsung mengikuti Nabila untuk mandi.
***
Hari ini Nita sudah lebih baik dari kemarin. Sudah bisa menerima kenyataan. “Jessi.” Panggil Nita.
“Ya, aunty.”
“Jessi mau nggak nemenin aunty pergi ziarah ke makam ibunya aunty.” Bocah kecil itu pun mengangguk.
“Maaf aunty, Jordan tidak bisa menemani aunty. Hari ini Jordan harus ke JJ Group.” Ucap Jordan, bocah kecil itu ingin mengunjungi perusahaan ibunya yang ada di Jakarta.
“Tidak papa Jordan.” Ucap Nita sambil mengelus rambut kepala Jordan.
“Apa paman Farrel akan menjemput kaka?” Tanya Jessi pada kakaknya. Farrel adalah orang yang di percaya Ayu mengurus JJ Group. Perusahaan milik Ayu yang bergerak di bidang properti. Sementara Ayu, ia sibuk dengan bisnis fashion miliknya yang di beri brand AA. AA sudah memiliki banyak butik di Korea, China, Thailand, Perancis, dan Indonesia.
Jordan menjawab Jessi dengan mengangguk.
“Selamat pagi semuanya.” Sapa Nabila. Adam juga terlihat mengikuti Nabila sudah berpakaian rapi.
“Pagi aunty.” Jessi berlari menuju Nabila dan langsung disambut pelukan hangat oleh Nabila.
“Siapa yang memandikan mu sayang?” Tanya Nabila.
“Aunty Nita, kalau Kaka Jordan mandi sendiri.”
“Anak pintar.” Ucap Nabila menggendong Jessi. “Abel dimana?”
“Baru pulang ambil baju ganti.” Jawab Nita.
Nabila pun mengajak mereka untuk sarapan. Setelah sarapan Nabila pergi kerumah sakit untuk kontrol pasca kecelakaan yang ia alami beberapa waktu lalu. Tentu saja ditemani Adam.
Sementara Nita berkunjung ke makam ibunya ditemani Jessi dan Riko. Dan Jordan pergi keperusahaan ibunya bersama Paman Farrel.
Yoga baru saja pulang dari kemah semalam dengan genk basketnya, ia sampai di rumah pukul 11:00 siang. Tumben sekali rumah sepi, padahal yang yoga tau kemarin ada Nita, Abel dan juga Riko menginap.
“Den Yoga sudah pulang?” Tanya Bi Ani.
__ADS_1
Yoga sedang di dapur mengambil air mineral di kulkas. Lalu meneguknya sampai habis. “Iya Bi, kok sepi Bi?Orang rumah kemana?” Tanya yoga.
“Non Bila sama Tuan pergi kerumah sakit. Non Nita sama tuan Riko ke makam, non Abel baru pulang.” Jawab Bi Ani.
“Oh. Saya mau makan Bi.” Ucap Yoga, Bi ani pun langsung menyiapkan makan untuk Yoga.
Belum sampai Yoga menelan makanannya Abel sudah datang membawa banyak camilan dan buah. Bahkan saking banyaknya buah yang Abel bawa sampai-sampai Bi Sumi dan Bi Ijah tidak kuat membawa kardus berisi buah-buangan itu.
“Mbak Abel mau buka warung buah disini?Nggak usah mbak, kita nggak ke keruangan uang kok yakin. Nggak perlu sampai buka toko buah segala.” Ucap Yoga.
“Sembarangan, ini stok karena anggota keluarga kita banyak.” Jawab Abel langsung duduk di sebelah Yoga. “Bi Abel juga mau makan.”
“Siap, Non.” Bi Ani langsung membawakan piring untuk Abel.
“Non mau di taruh dimana?Kulkasnya penuh.” Ucap Bu Sumi.
“Em, tunggu sebentar lagi Bi. Saya sudah beli kulkas baru, yang kirim baru perjalanan kesini.” Ucap Abel.
Yoga yang saat itu sedang minum sampai memuncratkan minumnya. “Mbak Abel beli kulkas?”
“He’em.” Jawab Abel santai.
“Buat apa mbak?”
“Buat masukin kamu ke kulkas!Ya buat nyimpen buah dong, kamu nggak denger Bi Sumi bilang kulkasnya penuh.”
Yoga hanya menggelengkan kepalanya sendiri. ‘Orang kaya bebas.’ Batin yoga.
Yoga dan Abel makan dengan tenang. “Ga kamu tau nggak Jessi nginep sini lho semalam.”
“Serius mbak?” Yoga nampak bersemangat entah mengapa Yoga merasa sayang dan gemas dengan Jessi.
“Hu’um, mommy nya keluar negeri. Dia dititipin disini selama beberapa hari.” Jawab Abel.
“Asyik dong, mbak Nita juga terhibur kalau ada si kembar.” Sebenarnya Yoga sengaja ikut genk basketnya kemah karena tidak kuat melihat kesedihan Nita kemarin.
“Hu’um.”
Melihat Nita mengingatkan Yoga saat kehilangan Bapak dan ibunya. Kala itu Yoga tidak punya siapa-siapa. Berbeda dengan Nita, dia masih punya banyak orang-orang yang menyayanginya.
Setelah makan Yoga kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Yoga memilih tidur siang karena semalam gitaran bersama genk nya sampai tidak tidur.
Sementara Abel sibuk mengurus buah-buah an yang ia bawa.
Tap.. tap.. Abel mendengar langkah kaki Yoga menuruni anak tangga. “Nggak jadi tidur Ga?”
“Udah sebentar mbak. Mau jemput mbak Bila di rumah sakit, mas Adam mendadak ada pertemuan. Terus pak Slamet lagi izin.” Jawab Yoga.
__ADS_1
“Aku ikut deh.”
Yoga dan Abel pergi menjemput Nabila si rumah sakit.
***
Riko mengajak Nita dan Jessi untuk makan siang. Hari ini Riko tidak masuk kerja lagi, ia masih ingin menemani Nita.
Mereka singgah di salah satu restoran masakan Korea, sesuai reques Jessi.
“Jessi, mau pesan apa?”
“Bulgogi aunty.”
Kemudian tatapan Nita beralih ke Riko. “Aku Kimbap aja.” Jawab Riko cepat.
Sementara Nita memilih jjajangmyeon.
Hampir satu jam Nita, Riko dan Jessi menghabiskan waktu untuk makan siang.
“Ayo!” Riko mengajak Nita dan Jessi meninggalkan restoran. Riko menggendong Jessi di lengan kanan dan tangan kirinya menggandeng Nita. Mereka bahkan terlihat seperti sepasang keluarga bahagia.
“Riko!” Teriak seorang perempuan. “Jadi, ini alasan kamu mutusin aku?” Hardik perempuan itu yang tak lain adalah Rani. Mantan yang belum lama ini diputuskan Riko.
“Rani?”
“Tega kamu ya Ko, kamu putusin aku ternyata karena kamu udah berkeluarga. Untung saja selama pacaran sama kamu aju juga selingkuh, jadi aku nggak terlalu sakit hati sama kamu yang udah nipu aku.” Ketus Rani.
Nita baru saja mau bicara tapi di hentikan oleh Riko yang menggenggam erat tanganya. “Jadi kita impas ya. Kamu juga udah pernah nipu aku kan dengan bayi di kandunganmu yang ternyata anak selingkuhanmu itu. Sekarang karena kita ketemu aku akan kenalkan keluargaku padamu.”
“Ini Nita istriku dan Jessi putriku.”
Jessi semangat sekali ikut dalam drama yang dibuat Riko. “Apa dia teman Daddy?” Tanya Jessi mendongak ke Riko. Riko pun mengangguk dan tersenyum lembut.
“Haloo aunty, namaku Jessi.” Ucap Jessi menjulurkan tangannya hendak menjabat tangan Rani. Tapi perempuan itu malah menghempaskan tangan Jessi .
“Mommy sepertinya aunty ini tidak menyukaiku.” Ucap Jessi melihat ke Nita seraya berkaca-kaca.
Nita langsung mengambil alih Jessi dari gendongan Riko. “Mas, Ayo kita pulang. Sebentar lagi jam tidur siang Jessi.” Ucap Nita manja seraya bergelanyut mesra di lengan Riko. Nita sengaja melakukan itu karena tidak suka melihat sikap kasar Rani terhadap Jessi.
“Baiklah, sayang.” Riko pun mengajak Nita dan Jessi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan Rani yang masih berdiri kesal di tempatnya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
Tekan jempol untuk Like dan komentar ya teman-teman. Jangan bosan membaca 🤗