
“Siapa yang mau cari hotel?” Tanya Abel.
“Biar gue aja!” seru Kevin.
“Oke biar gue yang siapin perlengkapan lo Vin.” Ujar Riko yang di angguki oleh kevin. Abel dan Nita kembali ke kamarnya untuk bersiap begitu juga dengan Nabila. Sementara Adam memeriksa mobil yang akan mereka gunakan.
Pukul 09:45 mereka telah bersiap untuk berangkat. Abel dan Nita sudah rapi dengan membawa koper 1, Riko dan Kevin juga hanya membawa koper 1 karena hanya menginap sehari juga, jadi tidak perlu membawa banyak pakaian.
Abel menghampiri Adam yang tengah berdiri di samping mobil bersama Kevin dan Riko. Mereka mungkin membicarakan jalur yang akan mereka tempuh.
“Udah telefon Bapak?” Tanya Adam pada Nabila yang baru saja bergabung dengan mereka.
“Udah Mas, bapak sama ibu pulang malam. Soalnya sopir bapak mau mampir ke rumahnya juga sekalian bapak silaturahmi kesana.” Jawab Nabila.
“Ya sudah kita berangkat sekarang!” Ajak Adam. Mereka langsung masuk ke mobil. Kali ini Adam yang mengemudi sampai di Borobudur. Di kursi penumpang tengah ada Abel dan Nita sementara di kursi belakang Riko dan Kevin.
Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di perjalanan Nabila dan sahabatnya asik mengobrol begitu juga dengan Adam dan kedua sahabatnya, mereka masuk ke dalam obrolan para perempuan tanpa rasa canggung. Liburan Grub kali ini sepertinya akan menyenangkan.
“Mas berhenti di Indomaret ya, beli cemilan dulu sama minum.” Pinta Nabila.
Adam menepikan mobilnya di depan Indomaret poin. Nabila turun bersama Nita dengan membawa catatan berisi list camilan dan minuman yang di minta Abel dan sahabat Adam. Sekitar 10 menit, Nabila dan Nita terlihat keluar dari Indomaret dengan menenteng kresek putih berisi camilan dan minuman. Nabila dan Nita kembali ke dalam mobil, lalu Adam melajukan mobilnya untuk meneruskan perjalanan.
“Bil lo tau nggak sebelumnya Adam nggak pernah nyetir sendiri, kemana-mana bawa si Tio atau sopir.” Ucap Riko.
“Masa sih mas?” Tanya Nabila tidak percaya.
“Hm.. lagian sopir banyak ngapain nyetir sendiri, nanti mereka makan gaji buta kalau aku nyetir sendiri.”
“Hilih pamer!!” Sindir Nabila.
“Sultan mah bebas.” Sahut Abel.
“Sombong amat.” Sahut Riko.
__ADS_1
“Belagu amat.” Gantian Riko yang bicara.Sementara Nita hanya diam mendengarkan.
“Kalau iri bilang bos.” Ucap Adam dengan tertawa. “Sebenarnya bukan karena pamer atau apa sayang, tapi karna kerjaan aku banyak kadang aku gak bisa kalau harus nyetir sendiri. Di mobil pun kadang aku masih harus memeriksa pekerjaan atau email yang masuk, kadang juga ada pertemuan penting dengan klien yang mengharuskan aku untuk minum jadi gak memungkinkan untuk nyetir sendiri.” Ucap Adam menjelaskan pada Nabila.
“Owh..” kata Nabila.
“Owh aja?” Tanya Adam.
“Ya terus aku harus bilang apa lagi?”
Adam mengacak gemas rambut kepala Nabila. Membuat Nabila cemberut karena rambutnya berantakan. Hampir 2 jam perjalanan mereka sampai di candi Borobudur, perjalanan memang sedikit lambat dari normalnya karena macet. Mereka sampai di candi pas jam makan siang dan dhuhur. Adam memutuskan untuk mengajak Nabila dan yang lainnya untuk makan siang dulu. Setelah itu mereka sholat dhuhur. Riko dan Kevin terlihat juga ikut sholat karena Adam juga sholat 😬.
Setelah makan siang dan sholat Adam membeli tiket masuk candi. Mereka masuk ke area candi Borobudur tapi matahari sangat terik pas di atas kepala mereka. Akhirnya mereka memilih untuk berteduh dulu.
Mereka memutuskan untuk menyewa payung saat menaiki tangga menuju puncak candi, matahari sangat terik tanpa sunblock dan payung kulit akan langsung kusam.
“Kita foto bareng aja dulu, aku minta tolong orang buat fotoin kita.” Kata Adam sambil celingukan mencari orang yang bisa di mintai tolong.
Akhirnya mereka foto bersama dengan bantuan turis lain. Nabila berdiri disamping Adam, Adam terlihat merangkul mesra Nabila. Riko sengaja berdiri disamping Nita agar terlihat dekat. Setelah mendapat cukup banyak foto dan lelah mengelilingi candi mereka memutuskan untuk turun. Adam dan rombongan mampir ke pasar yang ada di pintu keluar candi Borobudur. Mereka memberi beberapa camilan dan cinderamata.
Mereka melanjutkan perjalanan ke Semarang. Kali ini Kevin yang mengemudi, Riko menemani Kevin duduk di kursi depan samping kemudi. Sementara Nita dan Abel pindah ke kursi paling belakang, Adam dan Nabila di tengah-tengah. Sekitar pukul 19:00 mereka sampai di hotel. Adam dan rombongan masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka memutuskan untuk keluar melihat suasana malam di kota Semarang.
“Kita makan apa malam ini?” Tanya Kevin.
“Apa aja yang penting bisa dimakan.” Jawab Riko yang diikuti dengan anggukan dari Nita dan Abel.
“Kamu mau apa sayang?” Tanya Adam.
“Apa aja deh mas, aku ngga begitu lapar.” Jawab Nabila.
Mereka memilih makan di lesehan sederhana di dekat simpang lima Semarang. Di lesehan itu juga ada menu bakso. Nabila memilih untuk makan bakso beda dengan yang lainya.
__ADS_1
“Mau pakai nasi nggak?” Tanya Adam.
Nabila menggelengkan kepalanya. “Lagi nggak pengen makan nasi.” Jawab Nabila.
“Bil tapi kamu seharian ini belum makan nasi lho, tadi pagi cuma sarapan soto tanpa Nasi, sorenya cuma makan ikan. Pakai nasi dikit aja yaa?” Pinta Adam.
“Nggak mau mas, lagi nggak pengen” jawab Nabila seraya menikmati bakso kuahnya. “Mas aaa...” Nabila menyuruh Adam untuk membuka mulutnya, dia menyuapin Adam bakso.
“Enak.. dagingnya berasa terus asinnya pas.” Ucap Adam setelah menelan bakso suapan dari Nabila.
“Mau lagi?” Tanya Nabila dan Adam mengangguk, Nabila merasa gemas dengan suaminya, dia seperti anak kecil yang disuapi sang ibu.
“Kalian kalau nggak pamer emang gak bisa ya?!” Seru Abel. “Gerah gue sebagai jomblo melihat ke uwu an kalian.”
“Makanya lo buruan cari pacar Bel.” Ujar Nita.
“Lo nyuruh gue cari pacar sementara lo sendiri jomblo, kalau gue punya pacar lo bakalan kesepian tauk.” Ucap Abel seraya mengunyah makanannya.
“Yaa gue kan karena masih nyaman sendiri aja, lagian gue ada waktu untuk pacaran.” Ucap Nita.
Yah. Riko terlihat kecewa dengan Nita yang merasa lebih nyaman sendiri. Sementara Kevin memilih menikmati makanannya dengan tenang tidak peduli dengan obrolan yang lainnya.
Setelah makan malam mereka berkeliling sebentar menikmati suasana malam di kota Semarang. Kira-kira pukul 22:30 mereka kembali ke hotel untuk istirahat. Besuknya mereka akan mengunjungi beberapa tempat wisata di kota Semarang.
Pagi harinya Nabila bangun lebih dulu dari suaminya. Dia merasakan ada yang tidak enak pada tubuhnya, nabil berlari kekamar mandi.
“Hoek hoek.”
Bersambung..
.....****.
Kasih komen dan like ya guys, kasih vote juga. Adalah dari kalian yang belum tau cara vote ??
__ADS_1