Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 I miss u so much, baby!


__ADS_3

Abel memarkir mobilnya di basement dengan rapi. Ia baru saja pulang dari rumah Nabila. Dengan lesu Abel keluar dari mobil, wajahnya ditekuk dan cemberut. Sudah beberapa hari Daniel tidak menghubunginya. Pesan Abel juga tidak dibalas, namun terkirim. Entah Daniel sengaja atau tidak membaca pesan Abel tapi tidak membalasnya. Baru dua langkah berjalan, seseorang memanggilnya hingga menghentikan langkah Abel. Perempuan itu menoleh.


“Sayang..” kedua kalinya seseorang memanggil Abel.


Awalnya Abel mengira hanya halusinasi dirinya karena terlalu merindukan Daniel tapi ternyata tidak, yang dirindukan tengah berdiri di sebelah mobil yang terparkir tepat di sebalah mobil Abel dengan tangan bersedekap di depan dada.


Abel mengucek matanya untuk memastiak apa yang dilihatnya benar atau salah, juga mencubit lengannya sendiri. Namun, lelaki yang memanggilnya itu justru merentangkan kedua tangannya membuat Abel tersenyum jika apa yang dilihatnya memanglah benar. Bukan halusinasi belaka.


Abel langsung tersenyum semangat dan berlari ke arah lelaki itu. Lelaki yang tengah merentangkan kedua tangannya lebar siap menangkap Abel dan memeluknya.


Drap..Drap..Drap.. berlari dan masuk ke dalam pelukan Daniel.


“I miss you so much baby!” Ucap Daniel sambil menciumi puncak kepala Abel dan memeluk Abel erat.


“Me too.” Abel mendongak. Daniel melonggarkan pelukannya lalu menunduk melihat wajah Abel dengan jelas,, Cup.. Daniel langsung mengecup sekilas bibir Daniel.


“Kenapa kau semakin cantik saja, apa ini benar Abel ku?” Mencubit pipi kanan Abel dengan gemas.


“Cih.. kamu bahkan lupa meninggalkan pacar secantik aku, tidak membalas pesanku sama sekali.” Abel melepaskan pelukannya lalu melengos berpura-pura marah.


Daniel meraih tangan Abel dan membawah tubuh Abel ke dalam dekapannya lagi. “Maafkan aku baby, aku sangat sibuk disana pekerjaan ku sangat banyak.”


“Baiklah, karna pacarmu yang cantik ini baik hati maka akan ku maafkan.” Ah lega nya bagi Abel, bisa merasakan lagi nyamannya berada di dekapan Daniel.


“Terimakasih sayang..”


Abel mengajak Daniel masuk ke apartemennya. Abel menghukum Daniel yang tidak membalas pesannya dengan menggendong Abel sampai di apartemennya. Untung saja punggung Daniel kuat, menggendong Abel tidak akan membuatmu encok seketika.


***


Selama beberapa hari Daniel fokus pada pekerjaanya membantu kakek menstabilkan perusahaan. Pihak Sania dan Robi sedikit lengah karena Defan menghilang. Mereka tidak tau jika Defan kabur ke Indonesia. Defan sendiri memilih liburan di Lombok, ia juga akan pergi ke Bali sebelum kejakarta menemui Daniel.


Setelah urusannya selesai di Kanada, Daniel langsung pulang ke Indonesia. Ia sampi di Indonesia sore hari, mampir sebentar ke apartemennya untuk meneduhkan diri dan berganti pakaian lalu menuju apartemen Abel. Daniel menunggu Abel di basement setelah melihat status media sosial Abel yang menunjukan perempuan itu baru dalam perjalanan pulang dari rumah sahabatnya.


Ia sengaja menunggu Abel di tempat biasa Abel parkir. Daniel langsung tersenyum melihat mobil Abel masuk ke basement namun siapa sangka Abel tidak menyadari kehadirannya, perempuan itu justru melenggang dengan lesu berjalan menuju lift. Akhirnya Daniel pun memanggilnya.


***

__ADS_1


Sampai di apartemen Daniel menonton televisi selagi menunggu Abel membersihkan diri. Setelah ini mereka akan keluar untuk makan malam.


Abel keluar dari kamarnya memakai daster. Daniel pun mengernyit heran, bukannya mereka akan keluar makan malam. Kenapa Abel berpakaian seperti akan pergi tidur.


“Kita makan diapartemen saja, pesan online.” Ucap Abel mendudukkan dirinya di sebelah Daniel.


Daniel merebahkan kepalanya di paha Abel. “Aku setuju, aku juga malas keluar.” Ucap Daniel sambil mengelus pipi Abel.


Lama kelamaan Daniel meraih tengkuk Abel dan menariknya hingga menunduk ia sedikit mengangkat kelapanya lalu membenamkan bibirnya di bibir Abel. Sontak Abel membelalakkan matanya saat Daniel tidak hanya memberikan kecupan di bibirnya. Tapi, lelaki itu mel*matnya dan memaikan lidahnya di rongga mulut Abel. Daniel melepaskan ciumannya setelah mereka hampir kehabisan nafas.


Lucunya, dia bahkan tidak membalas ciumanku. Apa ini ciuman pertamanya? Batin Daniel kembali merebahkan kepalanya di paha Abel.


Aaaaa..ciuman pertamaku. Teriak Abel dalam batinnya.


“Kamu mau makan apa sayang?” Daniel meraih ponselnya dari atas meja untuk memesan gfood.


“Apa aja deh yang penting makan.” Jawabnya.


Daniel memesan dua Sate Padang. Lelaki itu sedang ingin makan sate.


“Apa pekerjaan mu lancar di Kanada?” Tanya Abel.


“Kenapa?”


Abel merasakan Daniel tidak seperti biasanya. Lelaki itu terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dan Abel tidak bisa menebaknya, yang jelas jika dilihat dari ekspresi tertekan Daniel mungkin itu bukan hal yang baik. Sudah seperti psikolog saja si Abel membaca ekspresi Daniel.


“Tidak papa sayang, aku hanya terlalu Merindukanmu.”


Daniel memiringkan tubuhnya menghadap Abel sambil menangkup kedua pipi Abel. Dan, cup.. satu kecupan ia benamkan di bibir Abel.


Shit, bibirnya seperti candu. Aku ingin terus mengecupnya. Batin Daniel melupakan kecupannya, Daniel memandangi wajah Abel sejenak. Perempuan di hadapanya itu tengah menahan malu karna sikap Daniel.


“Apa kau malu?” Tanya Daniel.


Blush.. Pipi Abel menjadi semakin merah merona karena pertanyaan Daniel. Abel menjawabnya dengan menggeleng. Daniel pun tersenyum tipis.


Cup..cup..cup.. Daniel mengecup bibir Abel berulang-ulang. Sampai akhirnya ia membenamkan bibirnya cukup lama di bibir Abel. Kecupan yang beralih menjadi lum*tan panas, Abel bahkan membalas cium*n Daniel perempuan itu mengalungkan kedua tangan nya di leher Daniel.

__ADS_1


Cukup lama mereka saling berpagutan sampai bunyi bel menghentikan aksi keduanya. Nafas keduanya tersengal-senggal karena hampir kehabisan nafas.


“Sepertinya itu kurir gfood.” Ucap Abel.


Danie tersenyum. “Biar aku yang buka.” Berdiri sambil mengelus lembut rambut kepala Abel.


Astaga tadi itu sangat liar, dan aku tidak menolaknya aku bahkan terbuai oleh permainannya. Abel menangkup kedua pipinya sendiri dan memutar mutarnya sambil tersenyum gemas.


“Pesanan sudah datang sayang.” Daniel kembali dengan membawa kresek putih berisi dua porsi sate Padang.


“Baiklah, aku akan mengambil piring.” Abel berjalan menuju dapur untuk mengambil dua piring dan sendok, juga air putih dingin dari kulkas.


“Sayang aaa....” pinta Abel pada Daniel. Abel ingin menyuapi Daniel. Daniel pun membuka mulutnya lebar untuk menerima suapan yang di berikan Abel.


“Enak.”


“Kalau tidak enak tidak mungkin aku rekomendasikan.” Cebik Abel.


“Iya..iya aku tau.” Memencet hidung Abel dengan gemas.


“Kebisaan, sudah ku bilang jangan hidungku.” Abel memanyunkan bibirnya.


“Hahaha, apa aku boleh menginap?” Tanya Daniel.


“Jika tidak aku izinkan apa kau akan pulang?” Daniel menggeleng. “Aku ingin tidur sambil memelukmu.” Pinta Daniel.


“Jangan melewati batas!” Tegas Abel dan Daniel mengangguk.


Daniel membantu Abel mencuci piring. Ia dan Abel yang mengelapnya. Padahal hanya dua piring saja kenapa harus dua orang yang melakukannya.


Sepertinya Daniel sudah persiapan akan menginap. Ia bahkan membawa baju tidur dan baju ganti untuk besok. Pantas saja ia tadi menenteng paper bag besar. Selain baju ganti Daniel juga membelikan Abel oleh-oleh heels.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2