
Daniel masih sangat kesal dengan kakek Han yang menggagunya di pagi hari. Untung kakak Han jika orang lain Daniel pasti sudah murka.
“Jadi, ada urusan apa kakek datang pagi-pagi sekali.” Tanya Daniel.
“Apa kamu yang menyembunyikan Dewi?” Tanya kakek Han to the point.
“Maksud kakek apa?”
Dengan tongkat nya Kakek Han menyentil lengan Daniel. “Jangan pura-pura kamu, kakek tau rem mobil Caca blong itu ulah Dewi, kan?”
“Stttt.” Daniel menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya. “Abel nggak tau, kakek jangan keras-keras.”
Kakeh Han langsung menutup rapat-rapat mulutnya. “Jadi, Abel nggak tau?” Tanya kakek Han berbisik.
“Nanti Daniel pulang, sekarang kakek pulang dulu. Jangan sampai Abel malah curiga.” Ucap Daniel mengusir kakek Han. Kakek Han mengangguk lalu berdiri. Kakek langsung keluar dari hotel diikuti John. Daniel sendiri mengantar kakek Han sampai di depan pintu.
“Usaha kan untuk menemui kakek hari ini, sebentar juga tidak papa.” Ucap kakek Han sebelum meninggalkan tempat itu.
“Baik, kek.” Daniel kembali masuk ke dalam kamar.
“Loh, kakek kemana Bee?” Tanya Abel yang baru saja keluar dari kamar. Melihat ruang depan kosong. Tidak menemukan kakek diruang itu.
“Sudah pulang.” Jawab Daniel.
“Kok cepet banged?”
“Iya, kakek cuman mau menggangu kita.”
Abel manggut-manggut. Ia percaya-percaya saja dengan jawaban Daniel. “Kita pulang aja yuk, Bee.”
“Kamu nggak suka disini?” Abel mengangguk.
“Ya sudah kita pulang, selain ke rumah papa Damar dan rumahku. Kamu bisa pilih pulang ke apartemen ku atau apartemen kamu.” Ucap Daniel sambil merengkuh pinggang Abel agar perempuan itu mendekat padanya.
“Kenapa gitu?”
“Rumah papa Damar ada kakek Nanto, rumahku ada kakek Han. Nanti mereka menggangu kita.” Jawab lelaki itu sambil mengecupi puncak kepala Abel.
“Kalau begitu ke apartemen aku aja.”
“Oke, jadi, mau malam pertamanya disana?Aku sih Yes.”
Blush.. pipi Abel merona saat Daniel mengucapkan malam pertama.
“Kalau siang pertama aja gimana?” Abel sedikit berjinjit lalu berbisik pada Daniel.
“Gas yang, ayok pulang sekarang!” Ajak Daniel semangat. Sementara Abel terkekeh melihat tingkat suaminya.
“Yang mesum-mesum aja kamu langsung semangat Bee.” Abel melepaskan diri dari dekapan Daniel. Ia berjalan kembali ke kamar.
“Nggak tahan sayang, pengen cepet-cepet nganu.” Mengikuti Abel dari belakang.
__ADS_1
Abel membereskan barang-barang memasukannya ke dalam koper. Meskipun hanya menginap semalam barangnya cukup banyak. Apalagi ada gaun pernikahan dan tuxedo Daniel. Setelah selesai mereka langsung cek out.
“Kita naik apa Bee?”
Abel dan Daniel sudah berada di lobi menunggu kendaraan yang akan mengantarkan mereka pulang ke apartemen Abel.
“Naik mobil lah.”
“Mobil siapa?”
“Mobil aku lah.”
“Yang jemput siapa?”
“Asisten aku lah.”
“Ow.”
Bukan asitennya yang menjemput tapi Mike. Daniel sengaja minta tolong Mike untuk menjemput nya dan mengantarkannya pulang. Daniel ingin pamer kemesraan pada Mike. Sungguh berdosa sekali si Daniel.
“Memang Mike asisten kamu, Bee?” Bisik Abel pada Danie ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
“Asisten jumputan sayang.” Jawab Daniel sambil mengecup pipi Abel. Hehe, aksi pamer pun dimulai.
“Bee, malu dong ada Mike.” Mendorong tubuh Daniel yang menempel pada nya.
“Nggak papa sayang, cuman Mike.” Jawab Daniel kembali mendekatkan dirinya pada Abel. Di raihnya tengkuk kepala Abel lalu ia mencium bibir Abel lembut bahkan melum*tnya. Abel memukul mukul dada Daniel agar lelaki itu melepaskan ciumanya namun Daniel terkesan cuek, lelaki itu justru memperdalam ciumanya.
******, sahabat nggak ada akhlak. Umpat Mike dalam hati.
“Enggak papa.” Daniel mengusap bibirnya yang sedikit basah.
“Kamu mah nggak bisa dibilangin.”
“Lagi sayang, masih pengen.” Rengek Daniel. Abel langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan.
“No!Nanti kalau sudah sampai apartemen!” Tolak Abel.
“Sayang.. Dikir aja.” Rengek Daniel manja.
“Cih.. sok manja.” Gumam Mike berdecih.
Bukan terpengaruh Daniel justru ingin memamerkan kemesraan nya dengan Abel lebih lagi. “Sayang kita, kan, sudah Sah! Mau ngapain aja dimana saja ya sah-sah saja.” Ucap Daniel menekankan kata Sah.
******!
Mike kesal benar-benar kesal dengan sikap kekanak-kanakan Daniel. Sebelumnya Daniel pernah berkata pada Mike akan memamerkan kemesraan nya jika Daniel menikah lebih dulu dari Mike. Dan, Daniel benar-benar membuktikan perkataannya.
“Kamu sengaja ya?” Tebak Abel berbisik pada suaminya.
“Biar dia tobat, yang. Siapa tau dia terus pengen nikah, kalau lihat kita bermesraan di mana-mana tanpa takut ditangkap hansip. Kan, sudah sah.” Jawab Daniel dengan berbisik-bisik.
__ADS_1
“Lagipula dia juga casanova, sayang. Biar cepet tobat.” Lanjut Daniel.
“Iya, tapi cara kamu salah.”
“Ya maaf deh.”
Sampailah mereka di depan gendung apartemen Abel. Mike langsung pergi dari tempat itu setelah menurunkan pasutri yang sudah pamer kemesraan tadi.
“Lah pergi gitu aja, belum juga kita ngucapin Terimakasih.” Gerutu Abel.
“Haha, dia pasti jengkel kita mesra-mesra an tadi sayang.” Jawab Daniel terkekeh sambil menarik kopernya dengan salah satu tangannya sedang tangan yang lain menggandeng Abel.
“Kamu sih pamer.” Cebik Abel.
“Sekali-kali nggak papa sayang.” Mereka menuju apartemen Abel.
Sampai di apartemen Abel dan Daniel sarapan. Mereka sempat membeli sarapan di perjalanan. Usai sarapan Daniel mendapat telepon dari asistennya, lelaki itu mengurus pekerjaanya sementara Abel menonton televisi. Rencana nya mereka akan menghabiskan waktu seharian di apartemen.
Siang harinya Abel berkutat di dapur. Abel membuat salad buah dengan buah seadanya yang tersedia di kulkas. Abel memasukan satu mangkuk salad buah yang sudah jadi kedalam kulkas. Saat menutup pintu kulkas ia dikagetkan dengan kemunculan Daniel yang tiba-tiba dan langsung memeluknya dari belakang.
“Sayang, mau itu.” Bisik Daniel di telinga Abel.
“Itu apa?” Abel pura-pura tidak tau padahal ia sudah mengerti kemana arah pembicaraan suaminya.
“Itu, nganu sayang.”
Abel membalik tubuhnya menghadap Daniel. Ia langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Daniel. “Itu apa?Nganu apa?”
Melepaskan tangannya dari pinggang Abel lalu mengusap bibir Abel lembut. Pandangan mata Daniel sangat memburu. “Mau menerkam mu!” Daniel langsung mencium bibir Abel dengan rakusnya. Mengabsen setiap inci mulut Abel. Abel sendiri membalas ciuman Daniel. Ciuman mereka semakin memanas saat tangan Daniel mulai menelusup masuk kedalam blouse Abel. Daniel mengusap punggung Abel dengan lembut, tangannya pun beralih pada bagian dada Abel dengan dua gundukan sintal dan mulai bermain-main disana.
Abel mulai kehabisan nafas, Daniel menyadarinya dan melepaskan ciuman mereka.
“Kita kekamar?” Tanya Daniel dengan suara memburu penuh gairah. Abel mengangguk singkat.
Dengan sigap Daniel menggendong tubuh Abel menuju kamar. Lelaki itu langsung membaringkan Abel di kasur. Ia mendidih Abel dan mengungkungnya di bawah tubuhnya.
“Kamu siap sayang?” Abel lagi-lagi hanya mengangguk malu.
Dan, Daniel mulai menyerang Abel kembali. Daniel bermain dengan sangat lembut membuat Abel melayang oleh permainan suaminya. Jeritan lolos begitu saja dari mulut Abel saat Daniel menerobos masuk dengan miliknya membuat penyatuan dengan Abel. Lelaki itu berhenti sejenak menatap istrinya, saat dirasa Abel sudah menyesuaikan diri, Daniel mulai menggerakan miliknya menghunjam daerah inti bagian bawah Abel. Pelan tapi pasti. Desahan dan erangan dari Abel dan Daniel terdengar bersahutan diruangan itu. Sampai keduanya sama-sama mencapai puncaknya. Daniel rubuh di atas tubuh Abel setelah mencapai puncaknya. Tidak lama, Daniel langsung merebahkan diri di samping Abel, dan merengkuh perempuan itu.
“Terimakasih sayang,” mengecupi puncak kepala Abel. Abel pun mengangguk dan menelusupkan kepalanya di dada bidang Daniel, tak buruh waktu lama Abel langsung terlelap. Perempuan itu mungkin lelah akibat pergumulan mereka.
Tadi itu sungguh luar biasa.
“Pantas saja Raka dan Wu bai betah dirumah. Ternyata seperti ini rasanya main sama istri.” Daniel terkekeh mengingat bagiamana dirinya sering mengejek Raka dan Wu bai yang terlihat betah di rumah saat hari libur.
.
.
.
__ADS_1
.
Segini dulu yaa, 1200 kata ini. Sambung besok ya! Selamat malam dan selamat beristirahat ..