Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Penyesalan Seorang Ibu


__ADS_3

"Tapi tidak seharusnya kamu berbohong begitu, Mas! Kalau kamu jujur, kita pasti bisa mencari jalan keluarnya. Tapi ya sudahlah, sekarang aku sadar. Tidak ada yang pantas di percaya selain anakku sendiri," balas Lesti sembari mendekati Arya.


Arya terkejut setelah mendengar ucapan Lesti. Apalagi saat ia merasakan pelukkan hangat dari Lesti. Namun, tidak di pungkiri jika hatinya juga menghangat dan bahagia dengan perlakuan Lesti.


"Arya, maafkan Ibu ya. Ibu sudah terlalu sering menyakiti hatimu," kata Lesti dengan penuh ketulusan.


Arya tidak mengatakan apapun. Terus terang ia masih syock dengan perubahan Lesti yang cukup drastis. Sedari dulu Lesti tidak pernah meminta maaf atau pun memeluknya dengan hangat. Lalu kenapa sekarang?


"Jangan melakukan ini! Jangan membuat saya terlalu berharap untuk mendapatkan kasih sayang darimu," Kata Arya sembari mendorong Lesti agar menjauh darinya.


"Arya....."


"Saya sangat tahu kamu sedang berpura - pura baik dengan saya." ucap Arya tanpa menatap ke arah Lesti.


"Arya Ibumu benar me....."


"Cukup! Yang terpenting semuanya sudah jelas. Ayah masih memiliki anak dan sampai waktunya tiba, aku tidak akan mengatakan siapa dia."


Pandu dan Lesti saling berpandangan, keduanya sama - sama menghela napas pelan. Entah apa yang merasukinya tetapi Lesti merasa begitu sedih saat Arya mengabaikan dirinya. Padahal, Arya sering mencari perhatiannya.


"Arya," Panggil Lesti hendak mendekati Arya. Namun, Arya benar - benar melangkah mundur.


"Saya sudah tidak punya urusan lagi di sini. Permisi ucap Arya. Setelah itu ia pun berlalu pergi meninggalkan Pandu dan juga Lesti yang terlihat sedang bermuram durja.


Setelah kepergian Arya. Lesti menatap ke arah Pandu. Matanya tampak memerah meski tidak berkaca - kaca.


"Aku merasa berdosa karena selama ini belum pernah memperhatikan Arya. Dia lahir dari kesalahanku di masa lalu. Tapi aku justru terus menyalahkannya," lirih Lesti.


Lesti menunduk, ingatannya kembali melayang ke masa lalu. Masa dimana ia terjerumus dalam pergaulan bebas hingga melahirkan Arya. Lesti tidak suka dengan Arya. Sebab, ia berpikir Arya adalah sebuah kesalahan yang tidak di inginkan.


Bahkan, saat Arya berusia dua tahun, Lesti dulu pernah berniat meletakkan Arya di depan sebuah rumah panti asuhan. Namun, beruntungnya ia bertemu dengan Pandu. Dan beginilah sekarang, Lesti dan Pandu menikah tanpa memikirkan perasaan Arya.

__ADS_1


"Sepertinya kita tidak pantas di sebut sebagai orang tua, Les. Bahkan sepertinya Arya juga sudah mulai menjauh dari kita."


"Kamu benar, Mas. Sekarang Arya bukan lagi anak - anak yang selalu menuruti ucapan kita. Dia sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa."


"Ya..., dan Saat ini kita benar - benar lalai menjadi orang tua. Aku tidak pernah menyesal menikah denganmu. Tapi jujur saja saat ini aku sangat menyesal sudah menelantarkan keluargaku di desa."


"Lalu sekarang, apa yang harus kita lakukan, Mas? Bisakah kita mendapatkan maaf dari Arya? Sepertinya dia sudah benar - benar kecewa dengan kita."


"Aku juga tidak tahu, Les. Aku sedang memikirkan dimana keberadaan putri sulungku,"


"Kalau begitu, kenapa kamu tidak mencarinya?"


"Kamu tidak marah?"


"Tidak. Sekarang aku sadar, aku sudah tua dan tidak pantas membenci siapapun. Aku hanya ingin hidup dengan tenang di masa tua, Mas."


"Kalau begitu terima kasih, Les. Aku akan segera mencarinya dan aku berjanji akan memberikan keluarga yang bahagia untukmu."


Mungkin ini terlambat, tapi ibu benar - benar menyayangimu, Arya..." gumam Lesti.


****


"Arya, Ayah mendapat undangan dari anaknya Kenzo Wijaya. Besok kamu ikut Ayah dan Ibu datang ya." Kata Pandu ia menatap Arya yang sedang sibuk mengaduk - aduk makan malamnya.


"Untuk apa? Saya tidak mengenal mereka. Lagi pula saya sedang sibuk," kata Arya. Jelas ia berbohong, pasalnya ia sendirilah yang merencanakan hal tersebut.


"Tap Arya...."


"Sudahlah, Mas! Jangan di paksa biarkan Arya memilih apapun yang dia suka." kata Lesti ia menatap sendu ke arah Arya yang kini memandangnya datar.


Pandu menghembuskan napas panjang ia mengangguk kemudian mulai memakan malamnya lagi.

__ADS_1


Arya tersenyum tipis. Rasa - rasanya ia begitu bahagia. Saat melihat Pandu dan Lesti makan malam bersama dengannya. Meski sering tersakiti oleh sikap Pandu dan Lesti, tapi Arya tidak dapat berbohong. Ia begitu menyayangi Pandu dan juga Lesti.


"Kok nggak di makan, kamu nggak suka masakan ibu, Arya?" tanya Lesti sambil menatap Arya. Senyum lembutnya mengembang, membuat Arya mati - matian menahan diri agar tidak ikut tersenyum.


Arya meletakkan sendok dan garpu dengan sedikit kasar. Ia pun membalas tatapan Lesti. Jujur saja, Arya masih terkejut dengan perubahan sikap Lesti.


"Jangan besikap sok manis di depan saya! Jangan berpura - pura seoalah - olah Ibu sangat menyayangi saya!" Ucap Arya tanpa menatap ke arah Arya.


"Jaga bicaramu, Arya! Jangan pernah bersikap kasar pada Ibumu sendiri!" Kata Pandu. Ia mencoba memperingati Arya agar tidak bersikap keterlaluan pada Lesti.


"Kenyataannya memang begitu, bukan? Ibu dan Ayah tidak pernah menyayangi saya. Kalian berdua lebih memilih harta dari pada anak sendiri." tukas Arya ia berdiri dari duduknya kemudian menatap ke arah Pandu dan juga Lesti.


Lesti menghembuskan napas panjang. Ada rasa sesak yang perlahan - lahan hinggap di hatinya. Namun, ia tahu jika sikap Arya yang sedikit kasar adalah balasan atas apa yang ia lakukan.


"Sudah, kalian berdua jangan bertengkar lagi, kamu mau apa, Arya? Biarkan Ibu buatkan untukmu,"


"Tidak perlu, saya sudah kenyang." balas Arya..Setelah itu, ia meninggalkan ruang makan. Arya memilih ke kamar dan menenangkan dirinya.


Sepeninggal Arya, Lesti terduduk lemas di kursi makan. Wajahnya yang biasanya di hiasi ketegasan dan suara sinis, kini terlihat begitu sendu. Kali ini Lesti benar - benar terluka karena sikap Arya.


"Sepertinya Arya, tidak akan memaafkan kita lagi, Mas. Ah, andai rasanya begini. Mungkin sejak dulu, aku akan menyayangi Arya dengan sepenuh hati."


"Jangan pernah berbicara seperti itu! Mungkin saja saat ini Arya merasa syock dengan perubahan kita. Jangan khawatir! Cepat atau lambat dia pasti akan memaafkan kita!"


"Tapi sikap kita selama ini memang sudah keterlaluan, Mas. Bahkan, aku rasa Arya jauh lebih dekat dengan Mbok Atun." ucap Lesti. Nafsu makannya mendadak lenyap saat teringat dengan interaksi antara Arya dan Mbok Atun... Asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja untuknya.


"Itu adalah hal yang wajar, Les. Selama ini, Mbok Atunlah yang sudah merawat Arya. Tapi tak apa jangan pernah memikirkan itu.


Lesti menganggukan kepala sebagai seorang wanita, ia merasa gagal meniadi seorang ibu.


"Semoga saja, Arya mau memaafkan semua kesalahanku."

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu Like, komen dan vote.


__ADS_2