Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Perdebatan Alex Dan Arya


__ADS_3

Semakin hari, kehidupan keluarga besar Kenzo semakin membaik. Rasa aman karena tidak ada lagi yang menganggu. benar - benar terasa. Hari ini tepat 3 bulan setelah Bima di makamkan dan hari ini pula,hubungan Daniel dan Citra telah di resmikan.


Meski awalnya cukup sulit, tetapi pada akhirnya mereka mampu bersama dalam ikatan suci pernikahan. Daniel berhasil meyakinkan Citra beserta keluarganya sehingga mereka akhirnya mantap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


Saat ini, suasana di rumah Kenzo begitu ramai. Para tamu undangan tampak berlalu lalang mengucapkan selamat kepada Daniel dan juga Citra, yang beberapa saat yang lalu telah resmi menjadi pasangan Suami - Istri.


Senyum sumringah terukir jelas di bibir Daniel maupun Citra. Binar kebahagiaan pun terpancar dari wajah masing - masing. Sementara itu, di sudut ruangan, seorang pria tampak berwajah masam dan terus menggerutu.


"Sial! Seharusnya saya dulu yang menikah. Dia benar - benar kurang ajar!" Ujar Pria tersebut. Ia bersedekap kemudian menatap gadis manis yang kini tersenyum geli ke arahnya.


"Mas Arya kenapa sih? Kok nggak sabaran gitu?"


"Bukan nggak sabar, Sayang. Mas hanya malas saja kalau menunggu terlalu lama," jawab Arya ia menghembuskan nafas pelan lalu mengelus pelan pipi Luna.


Meski kesal karena di dahului oleh Daniel. Tetapi Arya tetap senang. Pasalnya sebulan yang lalu Alex dan juga Kenzo sudah merestui hubungannya dengan Luna. Bahkan, ia kini sudah mengikat Luna dalam sebuah pertunangan.


"Itu sama saja nggak sabar, Mas.Udah lah nggak usah marah - marah gitu. Lagian kita kan masih muda," jadi tunggu saja," ucap Luna sembari merangkul lengan Arya. Ia bersandar sembari tersenyum manis melihat Daniel dan juga Citra.


"Kamu yang masih muda, Lun. Kalau Mas kan udah tua. Harusnya Mas tuh udah cocok punya dua anak," balas Arya. Tangannya terangkat lalu mengacak rambut Luna. Ia gemas dengan Luna yang menurutnya berbeda dengan gadis yang lainnya.


"Ya sudah kalau begitu, sana nikah sama yang lain!" Ketus Luna ia melepaskan rangkulan tangannya dari Arya. Setelah itu, ia berlalu pergi menghampiri Kiran yang sedang sibuk bersama dengan Arka.


Melihat Luna menjauh. Arya menghela nafas lelah. Meski sangat mencintai Luna, terkadang Arya di buat kesal dengan sifatnya yang mudah marah dan merajuk.

__ADS_1


"Ck! Kalau bukan karena cinta, pasti sudah saya buang di lautan dia !" Gumam Arya.


"Kamu berani buang anak saya kelautan, Ar?"


Deg.


Jantung Arya berdetak kencang setelah mendengar suara orang yang paling ia takuti. Dengan penuh hati - hati Arya berbalik lalu tersenyum lebar. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu berdehem pelan.


"E.... Eh Ayah. Hari ini Ayah tampan sekali," ujar Arya ia berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Siapa yang mengizinkan kamu memanggil saya dengan sebutan itu, hm?" tanya Alex. Tatapan matanya begitu tajam dan menghunus ke arah Arya.


"A... Anu, Yah. Sebentar lagi kan saya akan menikah dengan Luna. Jadi saya pikir harus mulai berlatih memanggil begitu. Biar nantinya nggak gugup jawab Arya. Suaranya terbata - bata karena rasa gugup dan juga takutnya kepada Alex.


"Ayah! Jangan bicara begitu. Saya ini kandidat paling baik di antara semua calon untuk Luna,"


"Tapi sayangnya saya tidak suka kamu. Kamu terlalu tua, cerewet dan juga kejam. Bisa - bisanya kamu ingin membuang Luna ke lautan," sergah Kenzo.


"Itu hanya bercanda saja, Yah. Mana mungkin aku berani membuang anak singa," kata Arya dengan cepat.


"Apa kamu bilang? Siapa yang kamu maksud singa?"


"Tentu saja Ayah... eh, maksud saya bukan siapa - siapa. Saya hanya asal bicara saja, Yah." ucap Arya sambil menatap serius ke arah Alex.

__ADS_1


"Hm, saya rasa keputusan saya merestuimu dan juga Luna salah.Kamu sangat kurang ajar, Ar!"


"Saya hanya bercanda, Yah. Sungguh jangan bicara yang tidak - tidak seperti itu, saya jadi takut."


Alex menghembuskan nafas panjang. Di lihatnya Arya dari atas hingga bawah. Sebenarnya Alex sudah lama setuju jika Arya menikah dengan Luna. Hanya saja ia ingin mengetes Arya, seberapa besar rasa cinta Arya pada Putri satu - satunya.


"Saya tanya sekali lagi pada kamu, Ar. Kamu benar - benar ingin menikahi, Luna?"


"Tentu saja, Yah. Saya sangat mencintai Luna. Apapun akan saya lakukan demi bisa menikah dengannya," jawab Arya mantap. Ia tersenyum tipis untuk menunjukkan keseriusannya.


Alex mengangguk pelan dan bersedekap. Cukup lama ia terdiam hingga akhirnya ia mendekati Arya. Senyum tipis terukir di bibir Alex saat ia menepuk pundak Arya.


"Kalau begitu segeralah bawa orang tuamu ke rumah. Kita bicarakan tanggal pernikahan secepatnya," ujar Alex lalu berjalan meninggalkan Arya yang kini justru diam mematung.


"Apa maksud uca... tunggu! Bukankah itu artinya dia sudah memperbolehkan aku untuk segera menikahi Luna?" gumam Arya. Rasa bahagia pun mendadak memenuhi relung hatinya.


"Ah syukurlah, saya tidak perlu menunggu selama dua tahun lagi untuk menikahi Luna," kata Arya. Ia merasa sangat senang. Sebab dulu Alex memberikan waktu dua tahun padanya untuk menikahi Luna. Akan tetapi sekarang semuanya berubah. Alex membatalkan niatnya sehingga ia bisa memiliki Luna seutuhnya.


"Punya mertua kejam dan aneh mungkin sedikit menarik dan menyenangkan," ucap Arya sembari menatap ke arah Alex yang kini sedang menyambut para tamu.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan berikan hadiahnya yah....


__ADS_2