Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Kehancuran Keluarga Bima


__ADS_3

"Dia sangat keterlaluan, Mas. Padahal dia dulu adalah sahabatnya Darren. Tapi kenapa Kevin tega melakukan itu pada Darren. Sebagai seorang Ibu, aku tidak rela, Mas!" Ujar Helena menangis histeris. Membuat Kenzo pun bergegas memeluknya.


"Saya tahu, tapi kamu tidak perlu marah - marah seperti ini. Sekarang kamu tenang dan temani Kiran." ucap Kenzo


"Tapi, Mas."


"Ssst, kamu tidak pantas mengurusi hal seperti ini. Biar saya yang memberi perhitungan pada Bima dan juga keluarganya itu."


"Berikan mereka pelajaran yang setimpal, Mas. Kalau perlu biarkan Mas Bima menyesal seumur hidupnya. Demi Tuhan, aku tidak rela anak - anakku menjadi korban keserakahannya." ucap Helena.


"Hm, sekarang kamu tenang ya. Sebagai orang tua kita harus tetap kuat dari semuanya.Jangan sampai anak - anak kita semakin hancur melihat kita menangis," jawab Kenzo


Helena menganggukan kepala. Kini hatinya sudah jauh lebih tenang dari yang sebelumnya. Setelah itu dia duduk kembali di dekat Daniel.


"Niel, setelah ini tolong bawa Mama kamu untuk menemani Kiran. Ayah takut Kiran akan histeris setelah ia bangun nanti," ucap Kenzo.


Daniel tidak membalas. Ia hanya mengangguk sembari menyandarkan kepalanya pada pundak Helena.


Kenzo menghembuskan napas pelan. Hatinya mendadak sakit saat melihat Daniel dan Helena yang begitu murung.


Kenzo mengepalkan tangannya kuat. Setelah itu ia menatap ke arah Bara yang sedari tadi hanya terdiam.


"Bara, ikuti saya!" Perintah Kenzo


Bara mengangguk lalu dengan sigap ia mengikuti langkah kaki Kenzo. Bara menatap punggung tegap Kenzo. Ia menghembuskan napas pelan lalu bergumam, " Aku sangat yakin bahwa keluarga Bima akan mengalami kehancuran malam ini,"


"Susun rencana untuk membalas semua perbuatannya Bima dan juga Kevin!" Ucap Kenzo nada suaranya terdengar kesal.


"Kapan, Ken? Kita tidak usah buru - buru. Mereka tidak hanya berdua tetapi ada Niko yang membantu." jawab Bara


"Kau pikir saya takut dengan Niko, Bara? Saya mau kau menyiapkan semua secepatnya. Kalau perlu malam ini kita berangkat." balas Kenzo

__ADS_1


Bara tercengang mendengar ucapan Kenzo. Pria di depannya memang tidak pernah main - main jika sudah memiliki dendam dengan seseorang.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan, aku bisa menyiapkan orang untuk membantumu," ucap Bara.


"Tentu saja membinasakan para kuman itu. Saya tidak rela Darren memjadi korban jika mereka di biarkan begitu saja." jawab Kenzo.


Bara mengangguk, ia tentu paham apa yang di maksud oleh Kenzo. Namun, ada sesuatu yang selalu menganggu pikirannya.


"Tapi bagaimana kalau kamu masuk penjara, Ken? Reputasimu pasti akan hancur"


"Persetan dengan reputasi, Bara. Saya bahkan memilih di penjara dari pada harus membiarkan Bima tetap hidup."


"Ken, kamu yakin?"


"Apa saya pernah bercanda, Bara?"


Bara lagi - lagi terdiam. Jika sudah begini maka dia tak akan berani merubah niat Kenzo. Namun, meski begitu Bara sangat mendukung keputusan kenzo. Ia sendiri sudah sangat muak melihat Bima.


"Kalau begitu, biar aku saja yang melakukannya, Ken. Aku yang akan membalaskan dendam untukmu.


"Tapi....."


"Sudah saya katakan, bukan? Saya tidak peduli meski harus masuk kedalam penjara,:


" Baiklah, saya akan segera menyusun rencana."


"Hm, tolong lakukan secepatnya, Bara! Saya yakin saat ini mereka pasti sedang lengah. Jadi ini waktu yang tepat bagi kita untuk membuat perhitungan."


"Oke,"


"Hm, dan untuk masalah Niko bisakah kamu menyelesaikannya untuk saya, Bara?"

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Bara bingung.


"Tolong buat agar dia jera dan tidak lagi mengusik keluarga saya. Kalau perlu kirim dia kepedalaman hutan, agar dia tidak dapat meng akses apapun dengan dunia luar,"


"Akan aku usahakan. Ada perlu hal lain yang perlu aku lakukan, Ken?"


"Tentu saja ada?" jawab Kenzo.


"Apa itu?" tanya Bara.


"Hancurkan semua perusahaan Bima. Dari perusahaan pusat sampai perusahaan cabang," perintah Kenzo.


"Hm, ada lagi?" tanya Bara lagi.


"Hancurkan juga semua karir dari keluarga Bima. Termasuk menantunya Vanesha. Jangan biarkan keluarga mereka memiliki pekerjaan," Perintah Kenzo pada Bara.


"Apa itu tidak berlebihan, Ken?" ucap Bara.


"Justru menurut saya itu belum seberapa dibandingkan dengan apa yang mereka berbuat, Bara. Bahkan rasanya saya ingin membuat mereka menangis seumur hidup,"


Bara bergidik ngeri. Kalau sudah murka, Kenzo benar - benar menjadi sosok yang sangat mengerikan.


"Baiklah. Aku akan melakukan semuanya. Dan kamu maunya kapan kita mendatangi tempat Bima?"


"Besok pagi. tidak perlu membawa banyak anak buah. Saya yakin, anak buah mereka pasti sedang dalam masa pemulihan."


"Baiklah, besok pagi jam setengah delapan malam kita, berangkat."


"Hm, dan pastikan kamu juga memberitahukan pada Polisi karena saya sangat ingin melihat Kevin dan Cindy masuk kedalam penjara."


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk selalu tekan tombol like,komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2