Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Semakin Aneh


__ADS_3

Hai - hai author menyapa para reader lagi nih🤗 author cuma mau bilang jangan pelit - pelit dong kasih tombol likenya. Sajen vote nya juga jangan ketinggalan. Hadiah dan kolom komentarnya kalau bisa di perbanyak ya...ya..ya..😁


Happy Reading..🤗


Di dalam rumah Bima, Bima dan Cindy tampak panik. Keduanya tidak menyangka jika Kenzo akan datang membawa banyak pasukan.


Bagaimana mana ini, Mas? Apa yang harus kita lakukan?" tanya Cindy dengan wajah dengan penuh raut wajah penuh kesedihan.


Bima tidak langsung menjawab. Ia justru mengambil dua buah pistol miliknya. Setelah itu ia pun kembali berdiri di depan Cindy.


"Tidak ada pilihan lain selain melawan mereka Cin. Tapi kamu tenang saja, saya yakin Niko bisa menyelesaikan ini semua." ucap Bima pada Cindy.


"Tapi mereka banyak sekali, Mas. Aku tidak yakin jika Niko mampu me...."


Brak!


Cindy menghentikkan ucapannya karena pintu kamarnya di dobrak dengan kasar dari luar. Keduanya menghela napas lega saat melihat Niko.


"Nik, bagai....." ucapan Bima terhenti karena Niko menyuruhnya untuk diam.


"Hahaha.. Kenzo sudah datang, Bim. Ini saatnya kita berpesta. Pesta besar untukku karena akan menjadi pemimpin Wijaya group," kata Niko sembari tertawa terbahak - bahak. Wajahnya begitu aneh, sehingga membuat Bima dan Cindy pun terkejut.


"Nik..." lagi - lagi ucapan Bima terhenti. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat Niko berputar - putar, layaknya orang yang sedang berdansa.


"Kenzo akan mati. Dia akan menyerahkan semuanya padaku. Setelah ini aku akan kaya raya dan tidak ada yang bisa menghinaku lagi!" Ucap Niko yang ucapannya semakin tidak nyambung.."

__ADS_1


"Mas, sepertinya Niko gila."


Bima tidak menanggapi ucapan Cindy. Ia justru menatap intens ke arah Niko. Bima benar - bebar heran pasalnya Niko saat ini terlihat tidak waras.


Selain itu. Bima juga merasa jika Niko semakin aneh. Apalagi kali ini Niko duduk di lantai sambil tertawa kecil.


"Kenzo akan mati. Dia akan mati. Semuanya akan jadi milikku, jadi Kenzo tidak bisa mendapatkannya."


"Nik, kamu kenapa?" tanya Bima yang mencoba untuk mendekati Niko.


"Diam! Kamu tidak usah ikut campur, aku sedang membunuh Kenzo," jawab Niko tatapan matanya begitu tajam saat mengarah pada foto Kenzo yang ada di tangannya.


Bima buru - buru menjauh dari Niko. Ia mengusap dadanya lalu menatap ke arah Cindy.


"Kamu benar, Mas. Dia terlihat menyeramkan," jawab Cindy.


"Ya, dan aku rasa dia selama ini sudah berbohong kepada kita. Astaga..., ternyata selama ini kita bekerja sama dengan orang gila," tukas Bima dengan wajah yang begitu gusar.


Cindy panik lalu berkata, "Lalu, apa yang harus sekarang kita lakukan, Mas? Aku tidak mau tertangkap oleh mereka."


"Kita harus segera pergi, Cin. Kamu suruh Kevin untuk datang kesini cepat kita akan se..."


Prok! Prok! Prok!


"Tapi saynganya saya tidak akan membiarkanmu pergi dengan selamat Bima," ujar Kenzo yang sukses menghentikkan ucapan Bima.

__ADS_1


"K..Kenzo? Mau apa kamu disini?" tanya Bima sembari menatap penuh waspada ke arah Kenzo.Napasnya mulai memburu, terlebih lagi saat melihat seringai kejam dari bibir Kenzo.


"Kamu bertanya apa yang ingin saya lakukan di sini? Tentu saja untuk menghabisi para kuman," jawab Kenzo sarkastis. Auranya begitu kelam. Seolah - olah kebencian sudah mengakar di hatinya ketika melihat Bima.


"Kamu jangan macam - macam, Ken! Aku tidak akan segan membunuhmu kalau sampai me..."


"Membunuh? Memangnya kau punya nyali untuk melakukan itu, Bima? Bukankah selama ini kau selalu berlindung di balik manusia gila itu?" tanya Kenzo sambil menatap ke arah Niko."


Kenzo tersenyum miring saat beradu pandang dengan Niko. Tidak seperti sebelumnya kini Niko tampak normal. Wajahnya menegang dan tangannya mengepal kuat.


"Kenzo Wijaya, manusia serakah yang mengambil semua milikku. Cih!" Niko berdecak marah tatapan matanya pun semakin tajam saat beradu pandang dengan Kenzo.


Mendengar ucapan Niko, Kenzo hanya terkekeh pelan, setelah itu, ia kembali menatap ke arah Bima dan mengabaikan Niko. Menurutnya matam adik tirinya itu sama sekali tidak penting.


"Sekarang tidak ada lagi yang akan membantu keluargamu, Bima?" ujar Kenzo dengan Perlahan ia mulai melangkah mendekati Bima.


"Lalu, kamu pikir aku takut! Cih! Menghadapi pria tua bangka sepertimu. Sama sekali tidak mrmbuatku takut!" Sentak Bima. Ia dengan sigap mengambil ponselnya dari sakunya.


Bersambung...


Kira - kira seperti apa keseruan Kenzo melawan Bima? Lalu apa yang terjadi dengan Bima dan keluarganya?


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2